Pemilihan Umum Gubernur Jawa Timur 2024 dilaksanakan pada 27 November 2024 untuk memilih Gubernur Jawa Timur periode 2025–2030.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pemilihan umum Gubernur Jawa Timur 2024 | |||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Jajak pendapat | |||||||||||||||||||||||||||||
| Pemilih terdaftar | 31.314.889 (DPT + DPK) | ||||||||||||||||||||||||||||
| Kehadiran pemilih | 21.937.202 (70,05%)[1] | ||||||||||||||||||||||||||||
| Resmi | 100% | ||||||||||||||||||||||||||||
Kandidat | |||||||||||||||||||||||||||||
Hasil suara
| |||||||||||||||||||||||||||||
Peta persebaran suara | |||||||||||||||||||||||||||||
Peta hasil rekapitulasi KPU Kota/Kabupaten di setiap kecamatan | |||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||

Pemilihan Umum Gubernur Jawa Timur 2024 (selanjutnya disebut Pilgub Jawa Timur 2024) dilaksanakan pada 27 November 2024 untuk memilih Gubernur Jawa Timur periode 2025–2030.[2]
Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur tahun tersebut diselenggarakan setelah Pemilihan umum Presiden Indonesia 2024 (Pilpres) dan Pemilihan umum legislatif Indonesia 2024 (Pileg), bersamaan dengan seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.
Gubernur dan Wakil Gubernur petahana, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak dapat kembali mencalonkan diri dalam Pilgub Jatim 2024.
Perolehan hasil pemilihan umum legislatif 2024 menunjukkan 10 partai politik mendapatkan kursi di DPRD Provinsi Jawa Timur dengan jumlah 120 kursi untuk periode 2024–2029. Aturan awalnya partai politik atau gabungan partai politik dapat mengajukan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur jika memenuhi ambang batas 25% total suara sah atau 20% kursi di DPRD Provinsi Jawa Timur, 24 kursi dari 120 kursi.
Pada 20 Agustus 2024, Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan keputusan MK No. 60/PUU-XXII/2024 dan keputusan MK No. 70/PUU-XXII/2024 yang mengabulkan sebagian gugatan yang diajukan Partai Buruh dan Partai Gelora terhadap UU Pilkada.[3] Putusan ini dituangkan pada PKPU Nomor 8 tahun 2024. Pada keputusan tersebut menyatakan partai atau gabungan partai politik peserta Pemilu bisa mengajukan calon kepala daerah meski tidak punya kursi DPRD dengan ambang batas yang diatur sesuai persyaratan. DPT di Provinsi Jawa Timur adalah 31.402.838 pemilih,[4] sehingga menurut aturan tersebut, Provinsi dengan jumlah penduduk yang termuat pada daftar pemilih tetap lebih dari 12.000.000 (dua belas juta) jiwa, Partai Politik Peserta Pemilu atau Gabungan Partai Politik Peserta Pemilu harus memperoleh suara sah paling sedikit 6,5% (enam setengah persen) di provinsi tersebut untuk mengajukan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.[5][6] Berdasarkan aturan tersebut dan mengikut hasil Pemilu 2024, ada 6 partai politik yang dapat mengusung calon sendiri tanpa harus berkoalisi, yaitu PKB (19,76%), PDI-P (16,34%), Partai Gerindra (15,70%), Partai Golkar (10,12%), Partai Demokrat (8,19%) dan Partai NasDem (7,96%).
Berikut perolehan suara sah partai politik peserta Pemilu 2024 dan perolehan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur hasil Pemilu 2024.
| Nomor urut | Partai | Perolehan suara | Perolehan kursi | Perubahan kursi (2019) | Ketua | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | PKB | 4.517.228 | 19,76% | 27 / 120 |
Abdul Halim Iskandar | |
| 3 | PDI-P | 3.735.865 | 16,34% | 21 / 120 |
Said Abdullah | |
| 2 | Gerindra | 3.589.052 | 15,70% | 21 / 120 |
Anwar Sadad | |
| 4 | Golkar | 2.314.685 | 10,12% | 15 / 120 |
Muhammad Sarmuji | |
| 14 | Demokrat | 1.872.353 | 8,19% | 11 / 120 |
Emil Dardak | |
| 5 | NasDem | 1.820.211 | 7,96% | 10 / 120 |
Lita Machfud Arifin | |
| 12 | PAN | 1.319.563 | 5,77% | 5 / 120 |
Ahmad Riski Sadig | |
| 8 | PKS | 1.307.657 | 5,72% | 5 / 120 |
Irwan Setiawan | |
| 17 | PPP | 978.008 | 4,28% | 4 / 120 |
Mundjidah Wahab | |
| 15 | PSI | 551.051 | 2,41% | 1 / 120 |
Aan Rochayanto | |
| 16 | Perindo | 187.894 | 0,82% | 0 / 120 |
Faida | |
| 7 | Gelora | 175.927 | 0,77% | 0 / 120 |
Muhammad Sirot | |
| 6 | Buruh | 121.779 | 0,53% | 0 / 120 |
Jazuli | |
| 10 | Hanura | 99.208 | 0,43% | 0 / 120 |
Yunianto Wahyudi | |
| 13 | PBB | 90.960 | 0,40% | 0 / 120 |
Ali Huda | |
| 24 | Ummat | 79.619 | 0,35% | 0 / 120 |
Alfie Rahman | |
| 11 | Garuda | 53.133 | 0,23% | 0 / 120 |
Suryono | |
| 9 | PKN | 51.944 | 0,23% | 0 / 120 |
Kelana Aprilianto | |
| Jumlah | 22.866.137 | 100,00% | 120 | |||
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai partai yang merepresentasikan kaum nahdliyin memiliki potensi dalam mengusung calonnya sendiri untuk maju dalam pemilihan gubernur.[7] PKB juga antitesa terhadap Khofifah Indar Parawansa, di mana pada pemilihan gubernur sebelumnya, partai tidak menominasikan Khofifah meski dia adalah kader PKB.[8] Hal ini mendorong PKB untuk menyusun nama-nama yang akan dicalonkan, salah satunya Marzuqi Mustamar, tokoh yang pernah menjadi pejabat teras Nahdlatul Ulama di Jawa Timur.[9] Ia memberi tanggapan tidak meyakinkan dengan tidak ikut memikirkan peluangnya menjadi kandidat gubernur.[10] Tidak hanya PKB, Partai Amanat Nasional (PAN) diklaim Marzuqi sebagai partai yang turut menawarkan diri untuk diusulkan pencalonannya pada perhelatan politik ini.[11] Di samping itu, PKB menjaring bursa pencalonan gubernur untuk dijadikan sebagai rival dari Khofifah.[12]
PKB menjadi satu-satunya partai yang memperoleh kursi di DPRD Jawa Timur dapat mengusung kandidatnya sendiri karena telah memenuhi persyaratan minimal 20% kursi DPRD, sedangkan PDI Perjuangan menjadi salah satu partai yang memperoleh kursi di DPRD Jawa Timur yang tidak dapat mengusung kandidatnya sendiri ketika partai-partai Koalisi Indonesia Maju Plus secara bersama-sama mendeklarasikan dukungan kepada bakal pasangan calon dari petahana, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak. Tersisa PKB bersama dengan PDI Perjuangan yang belum menentukan calonnya secara resmi. PDI Perjuangan memunculkan nama Menteri Sosial saat itu, Tri Rismaharini sebagai bakal kandidat gubernur.[13] Ia secara potensial dipasangkan oleh dengan Marzuqi sebagai bakal calon wakil gubernur.[14] Ketika Risma ditetapkan sebagai calon gubernur, partainya, PDI Perjuangan menunggu rekomendasi PKB terhadap calon yang akan diusung. Setelah perubahan syarat ambang batas pencalonan, PKB dan PDI Perjuangan berpisah jalan dengan mengusung kadernya masing-masing. Pada 28 Agustus 2024, PKB akhiri pencalonan Marzuqi karena ketidaksediaannya untuk maju pada ajang pemilihan kepala daerah.[15] Pada akhirnya, PKB memberi rekomendasi pencalonan kepada dua kadernya yang juga mantan anggota DPR RI, Luluk Nur Hamidah dan Lukmanul Khakim.[16] dan PDIP mencalonkan Tri Rismaharini dan Zahrul Azhar Asumta. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pemilihan gubernur Jawa Timur tahun ini diikuti oleh tiga calon gubernur yang semuanya adalah perempuan.
| Luluk Nur Hamidah | Lukmanul Khakim | Khofifah Indar Parawansa | Emil Elestianto Dardak | Tri Rismaharini | Zahrul Azhar Asumta |
|---|---|---|---|---|---|
| Calon Gubernur | Calon Wakil Gubernur | Calon Gubernur | Calon Wakil Gubernur | Calon Gubernur | Calon Wakil Gubernur |
![]() |
|||||
| Anggota DPR-RI (2019–2024) |
Anggota DPR-RI (2014–2019) |
Gubernur Jawa Timur (2019–2024) Menteri Sosial RI (2014–2018) |
Wakil Gubernur Jawa Timur (2019–2024) Bupati Trenggalek (2016–2019) |
Menteri Sosial RI (2020–2024) Wali Kota Surabaya (2010–2015, 2016–2020) |
Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama UNIPDU Jombang |
| Partai Pengusung | Partai Pengusung | Partai Pengusung | |||
| PKB | Gerindra Golkar Demokrat NasDem PAN PKS PPP PSI Perindo Gelora Buruh PBB Garuda PKN |
PDI-P Hanura | |||
| Partai Pendukung | Partai Pendukung | ||||
| PRIMA | Ummat | ||||
| Suara sah pemilu legislatif 2024 | Suara sah pemilu legislatif 2024 | Suara sah pemilu legislatif 2024 | |||
4.517.228 / 22.866.137 (20%) |
14.434.217 / 22.866.137 (63%) |
3.835.073 / 22.866.137 (17%) | |||
| Kursi DPRD Provinsi Jawa Timur | Kursi DPRD Provinsi Jawa Timur | Kursi DPRD Provinsi Jawa Timur | |||
27 / 120 (23%) |
72 / 120 (60%) |
21 / 120 (18%) | |||
| Visi | Visi | Visi | |||
| "Jawa Timur Sejahtera, Berdaya Saing, Inklusif, Berwawasan Lingkungan, dan Mendunia." | "Bersama Jawa Timur Maju yang Adil, Makmur, Unggul, dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045." | "Jawa Timur Resik Demi Tercapainya Masyarakat Adil, Makmur, Berkepribadian, dan Berkeadaban." | |||
| Misi | Misi | Misi | |||
|
|
| |||
| Sumber survei | Tanggal | Jumlah sampel | Batas kesalahan | Khofifah | Risma | Luluk |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Setelah Pencalonan | ||||||
| Poltracking[17] | 4–10 September 2024 | 1200 | 2,9% | 57,3% | 22,7% | 2,2% |
| Sebelum Pencalonan | ||||||
| Litbang Kompas[18] | 20–25 Juni 2024 | 500 | 4,38% | 26,8% | 13,6% | – |

| Calon | Pasangan | Partai | Suara | % | |
|---|---|---|---|---|---|
| Khofifah Indar Parawansa | Emil Elestianto Dardak | Gerindra | 12.192.165 | 58.81 | |
| Tri Rismaharini | Zahrul Azhar Asumta | PDI-P | 6.743.095 | 32.52 | |
| Luluk Nur Hamidah | Lukmanul Khakim | PKB | 1.797.332 | 8.67 | |
| Jumlah | 20.732.592 | 100.00 | |||
| Suara sah | 20.732.592 | 94.51 | |||
| Suara tidak sah/kosong | 1.204.610 | 5.49 | |||
| Jumlah suara | 21.937.202 | 100.00 | |||
| Pemilih terdaftar/tingkat partisipasi | 31.314.889 | 70.05 | |||
| Sumber: Keputusan KPU Provinsi Jawa Timur Nomor 63 Tahun 2024 | |||||
| Kabupaten/Kota | Jumlah suara | Pengguna hak pilih | Golput | Pemilih terdaftar | |||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Luluk Lukman |
Khofifah Emil |
Risma Gus Hans | |||||||||||||
| Suara | % | Suara | % | Suara | % | ||||||||||
| Sah | Tidak Sah | Jumlah | % | Jumlah | % | DPT | DPK | Jumlah | |||||||
| Pacitan | 23.880 | 8,22% | 208.372 | 71,75% | 58.158 | 20,03% | 290.410 | 12.083 | 302.493 | 64,43% | 166.999 | 35,57% | 469.321 | 171 | 469.492 |
| Ponorogo | 58.657 | 10,77% | 346.065 | 63,57% | 139.670 | 25,66% | 544.392 | 31.280 | 575.672 | 75,46% | 187.202 | 24,54% | 762.415 | 459 | 762.874 |
| Trenggalek | 15.958 | 4,50% | 198.753 | 56,01% | 140.121 | 39,49% | 354.832 | 15.541 | 370.373 | 62,57% | 221.539 | 37,43% | 591.840 | 72 | 591.912 |
| Tulungagung | 53.718 | 9,26% | 327.853 | 56,50% | 198.721 | 34,25% | 580.292 | 36.654 | 616.946 | 71,17% | 249.891 | 28,83% | 866.030 | 807 | 866.837 |
| Blitar | 63.363 | 10,11% | 315.269 | 50,30% | 248.178 | 39,59% | 626.810 | 43.615 | 670.425 | 69,53% | 293.794 | 30,47% | 963.511 | 708 | 964.219 |
| Kediri | 64.123 | 7,53% | 499.765 | 58,66% | 288.035 | 33,81% | 851.923 | 53.528 | 905.451 | 72,11% | 350.217 | 27,89% | 1.254.964 | 704 | 1.255.668 |
| Malang | 123.889 | 10,45% | 715.176 | 60,31% | 346.803 | 29,24% | 1.185.868 | 51.969 | 1.237.837 | 60,03% | 824.041 | 39,97% | 2.060.576 | 1.302 | 2.061.878 |
| Lumajang | 50.636 | 8,35% | 386.016 | 63,68% | 169.501 | 27,96% | 606.153 | 38.439 | 644.592 | 76,70% | 195.845 | 23,30% | 838.595 | 1.842 | 840.437 |
| Jember | 87.510 | 8,14% | 723.833 | 67,34% | 263.533 | 24,52% | 1.074.876 | 36.781 | 1.111.657 | 56,81% | 845.009 | 43,19% | 1.955.219 | 1.447 | 1.956.666 |
| Banyuwangi | 84.161 | 10,93% | 456.856 | 59,32% | 229.140 | 29,75% | 770.157 | 31.164 | 801.321 | 59,35% | 548.849 | 40,65% | 1.348.925 | 1.245 | 1.350.170 |
| Bondowoso | 68.631 | 15,97% | 294.701 | 68,58% | 66.374 | 15,45% | 429.706 | 19.553 | 449.259 | 74,52% | 153.582 | 25,48% | 601.133 | 1.708 | 602.841 |
| Situbondo | 81.310 | 21,38% | 235.274 | 61,85% | 63.793 | 16,77% | 380.377 | 21.350 | 401.727 | 79,00% | 106.792 | 21,00% | 507.507 | 1.012 | 508.519 |
| Probolinggo | 49.297 | 8,24% | 448.221 | 74,90% | 100.872 | 16,86% | 598.390 | 29.413 | 627.803 | 71,93% | 244.993 | 28,07% | 872.218 | 578 | 872.796 |
| Pasuruan | 79.743 | 9,55% | 500.938 | 60,01% | 254.074 | 30,44% | 834.755 | 72.499 | 907.254 | 75,08% | 301.092 | 24,92% | 1.206.754 | 1.592 | 1.208.346 |
| Sidoarjo | 78.400 | 7,97% | 455.406 | 46,31% | 449.507 | 45,71% | 983.313 | 64.647 | 1.047.960 | 70,68% | 434.773 | 29,32% | 1.479.539 | 3.194 | 1.482.733 |
| Mojokerto | 49.199 | 7,33% | 421.934 | 62,87% | 199.943 | 29,79% | 671.076 | 45.608 | 716.684 | 84,67% | 129.737 | 15,33% | 845.655 | 766 | 846.421 |
| Jombang | 52.920 | 7,92% | 332.342 | 49,72% | 283.224 | 42,37% | 668.486 | 55.742 | 724.228 | 71,44% | 289.459 | 28,56% | 1.012.800 | 887 | 1.013.687 |
| Nganjuk | 54.376 | 8,83% | 338.120 | 54,88% | 223.565 | 36,29% | 616.061 | 42.211 | 658.272 | 77,10% | 195.483 | 22,90% | 852.679 | 1.076 | 853.755 |
| Madiun | 37.315 | 8,90% | 257.801 | 61,51% | 123.982 | 29,58% | 419.098 | 28.585 | 447.683 | 78,72% | 121.008 | 21,28% | 568.252 | 439 | 568.691 |
| Magetan | 40.064 | 10,15% | 230.564 | 58,44% | 123.900 | 31,40% | 394.528 | 21.786 | 416.314 | 78,36% | 114.976 | 21,64% | 530.630 | 660 | 531.290 |
| Ngawi | 28.555 | 6,48% | 267.142 | 60,64% | 144.823 | 32,88% | 440.520 | 25.009 | 465.529 | 66,98% | 229.499 | 33,02% | 694.934 | 94 | 695.028 |
| Bojonegoro | 44.889 | 6,00% | 543.131 | 72,64% | 159.643 | 21,35% | 747.663 | 58.296 | 805.959 | 78,46% | 221.301 | 21,54% | 1.026.363 | 897 | 1.027.260 |
| Tuban | 35.439 | 6,05% | 386.812 | 66,08% | 163.095 | 27,86% | 585.346 | 69.324 | 654.670 | 69,39% | 288.731 | 30,61% | 942.865 | 536 | 943.401 |
| Lamongan | 61.807 | 8,70% | 418.121 | 58,85% | 230.546 | 32,45% | 710.474 | 52.290 | 762.764 | 73,61% | 273.487 | 26,39% | 1.035.507 | 744 | 1.036.251 |
| Gresik | 47.259 | 7,74% | 301.722 | 49,44% | 261.319 | 42,82% | 610.300 | 40.322 | 650.622 | 66,90% | 321.911 | 33,10% | 971.740 | 793 | 972.533 |
| Bangkalan | 70.059 | 13,32% | 313.975 | 59,71% | 141.832 | 26,97% | 525.866 | 20.334 | 546.200 | 71,38% | 219.037 | 28,62% | 764.886 | 351 | 765.237 |
| Sampang | 54.206 | 8,75% | 469.124 | 75,69% | 96.486 | 15,57% | 619.816 | 26.126 | 645.942 | 87,30% | 93.946 | 12,70% | 737.832 | 2.056 | 739.888 |
| Pamekasan | 31.604 | 5,66% | 424.476 | 76,00% | 102.424 | 18,34% | 558.504 | 25.572 | 584.076 | 87,57% | 82.923 | 12,43% | 666.048 | 951 | 666.999 |
| Sumenep | 97.003 | 16,16% | 425.040 | 70,82% | 78.115 | 13,02% | 600.158 | 42.959 | 643.117 | 74,76% | 217.174 | 25,24% | 859.185 | 1.106 | 860.291 |
| Kota Kediri | 8.747 | 5,11% | 91.371 | 53,37% | 71.072 | 41,52% | 171.190 | 8.396 | 179.586 | 80,45% | 43.652 | 19,55% | 222.265 | 973 | 223.238 |
| Kota Blitar | 4.974 | 5,37% | 45.130 | 48,71% | 42.550 | 45,92% | 92.654 | 4.302 | 96.956 | 80,47% | 23.528 | 19,53% | 120.181 | 303 | 120.484 |
| Kota Malang | 32.157 | 7,80% | 205.529 | 49,87% | 174.417 | 42,32% | 412.103 | 18.226 | 430.329 | 65,02% | 231.523 | 34,98% | 660.744 | 1.108 | 661.852 |
| Kota Probolinggo | 4.271 | 3,22% | 76.722 | 57,77% | 51.820 | 39,02% | 132.813 | 8.471 | 141.284 | 78,51% | 38.676 | 21,49% | 179.416 | 544 | 179.960 |
| Kota Pasuruan | 8.089 | 8,35% | 53.069 | 54,78% | 35.727 | 36,88% | 96.885 | 7.202 | 104.087 | 67,66% | 49.744 | 32,34% | 153.678 | 153 | 153.831 |
| Kota Mojokerto | 3.572 | 4,68% | 35.646 | 46,72% | 37.072 | 48,59% | 76.290 | 4.404 | 80.694 | 76,54% | 24.731 | 23,46% | 105.313 | 112 | 105.425 |
| Kota Madiun | 3.525 | 3,03% | 62.705 | 53,99% | 49.921 | 42,98% | 116.151 | 5.085 | 121.236 | 78,14% | 33.919 | 21,86% | 154.712 | 443 | 155.155 |
| Kota Surabaya | 34.079 | 2,78% | 308.293 | 25,17% | 882.414 | 72,05% | 1.224.786 | 28.875 | 1.253.661 | 56,18% | 977.765 | 43,82% | 2.229.244 | 2.182 | 2.231.426 |
| Kota Batu | 9.947 | 7,68% | 70.898 | 54,72% | 48.725 | 37,61% | 129.570 | 6.969 | 136.539 | 81,57% | 30.859 | 18,43% | 166.942 | 456 | 167.398 |
| Total | 1.797.322 | 8,67% | 12.192.165 | 58,81% | 6.743.095 | 32,52% | 20.732.592 | 1.204.610 | 21.937.202 | 70,05% | 9.377.687 | 29,95% | 31.280.418 | 34.471 | 31.314.889 |
| Sumber: Keputusan KPU Provinsi Jawa Timur Nomor 63 Tahun 2024 tentang Penetapan Hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur Tahun 2024 | |||||||||||||||
Pasangan calon nomor urut 3, Tri Rismaharini dan Zahrul Azhar Asumta mengajukan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) ke Mahkamah Konstitusi yang diterima pada Rabu, 11 Desember 2024 setelah penetapan hasil pemilihan umum Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur tahun 2024. Mahkamah Konstitusi menolak gugatan tersebut pada 4 Februari 2025 berdasarkan Putusan MKRI Nomor 265/PHPU.GUB-XXIII/2025.[19]
Pasangan calon nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih oleh KPU Provinsi Jawa Timur pada tanggal 6 Februari 2025 berdasarkan Keputusan KPU Provinsi Jawa Timur Nomor 5 Tahun 2025.
Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak resmi dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2025–2030 di Istana Negara pada 20 Februari 2025 oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, bersamaan dengan 480 pasangan kepala daerah lainnya termasuk 36 kepala daerah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur.[20]