Pemilihan umum Wali Kota Mataram 2024 dilaksanakan pada 27 November 2024 untuk memilih Wali Kota Mataram periode 2025–2030.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

27 November 2024 | ||||||||||||||||||||||||||||||
| Pemilih terdaftar | 320.604 ( | |||||||||||||||||||||||||||||
| Kehadiran pemilih |
| |||||||||||||||||||||||||||||
| Resmi | 100% | |||||||||||||||||||||||||||||
Kandidat | ||||||||||||||||||||||||||||||
Hasil suara
| ||||||||||||||||||||||||||||||
Peta persebaran suara
Peta lokasi Kota Mataram di Nusa Tenggara Barat | ||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||
Pemilihan umum Wali Kota Mataram 2024 (selanjutnya disebut Pilkada Kota Mataram 2024) dilaksanakan pada 27 November 2024 untuk memilih Wali Kota Mataram periode 2025–2030.[1]
Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Mataram tahun tersebut diselenggarakan setelah Pemilihan umum Presiden Indonesia 2024 (Pilpres) dan Pemilihan umum legislatif Indonesia 2024 (Pileg), bersamaan dengan seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.
Wali Kota petahana, Mohan Roliskana dapat kembali mencalonkan diri dalam Pemilihan umum Wali Kota Mataram 2024.
Perolehan suara pada pemilihan umum legislatif 2024 di Kota Mataram terdapat 10 partai politik dengan jumlah 40 Kursi di DPRD Kota Mataram. Aturan awalnya Partai politik atau gabungan partai politik dapat mengajukan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota jika memenuhi ambang batas 25% total suara sah atau 20% kursi di DPRD Kota Mataram, 8 kursi dari 40 kursi.
Namun pada 20 Agustus 2024, Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan keputusan MK No. 60/PUU-XXII/2024 dan keputusan MK No. 70/PUU-XXII/2024 yang mengabulkan sebagian gugatan yang diajukan Partai Buruh dan Partai Gelora terhadap UU Pilkada.[2] Putusan ini dituangkan pada PKPU Nomor 8 tahun 2024. Pada keputusan tersebut menyatakan partai atau gabungan partai politik peserta Pemilu bisa mengajukan calon kepala daerah meski tidak punya kursi DPRD dengan ambang batas yang diatur sesuai persyaratan. DPT di Kota Mataram adalah 315.549 jiwa,[3] sehingga menurut aturan tersebut, kota dengan jumlah penduduk yang termuat dalam daftar pemilih tetap lebih dari 250.000 (dua ratus lima puluh ribu) jiwa sampai dengan 500.000 (lima ratus ribu) jiwa, Partai Politik Peserta Pemilu atau Gabungan Partai Politik Peserta Pemilu harus memeroleh suara sah paling sedikit 8,5% (delapan setengah persen) di kota tersebut untuk mengajukan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota.[4] Berdasarkan aturan tersebut dan mengikut hasil Pemilu 2024, ada 7 partai politik yang dapat mengusung calon sendiri tanpa harus berkoalisi, yaitu Partai Golkar (18,63%), Partai Gerindra (11,58%), PKS (11,19%), Partai NasDem (9,05%), PDI-P (9,00%), Partai Demokrat (8,93%), dan PPP (8,89%).
Berikut perolehan suara dan kursi DPRD Kota Mataram hasil Pemilu 2024.
| Nomor urut | Partai politik | Perolehan suara | Perolehan kursi | Perubahan kursi (2024) | ||
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | PKB | 12.794 | 5,06% | 1 / 40 |
||
| 2 | Gerindra | 29.277 | 11,58% | 5 / 40 |
||
| 3 | PDI-P | 22.758 | 9,00% | 5 / 40 |
||
| 4 | Golkar | 47.099 | 18,63% | 7 / 40 |
||
| 5 | NasDem | 22.876 | 9,05% | 4 / 40 |
||
| 6 | Buruh | 598 | 0,24% | 0 / 40 |
(baru) | |
| 7 | Gelora | 2.341 | 0,93% | 0 / 40 |
(baru) | |
| 8 | PKS | 28.281 | 11,19% | 6 / 40 |
||
| 9 | PKN | 1.436 | 0,57% | 0 / 40 |
(baru) | |
| 10 | Hanura | 10.418 | 4,12% | 1 / 40 |
||
| 11 | Garuda | 253 | 0,10% | 0 / 40 |
||
| 12 | PAN | 15.537 | 6,15% | 2 / 40 |
||
| 13 | PBB | 2.338 | 0,92% | 0 / 40 |
||
| 14 | Demokrat | 22.569 | 8,93% | 4 / 40 |
||
| 15 | PSI | 1.253 | 0,50% | 0 / 40 |
||
| 16 | Perindo | 10.112 | 4,00% | 0 / 40 |
||
| 17 | PPP | 22.481 | 8,89% | 5 / 40 |
||
| 24 | Ummat | 395 | 0,16% | 0 / 40 |
(baru) | |
| Jumlah | 252.816 | 100% | 40 | |||
| Lalu Aria Dharma | Weis Arqurnain | Mohan Roliskana | Mujiburrahman |
|---|---|---|---|
| Calon Wali Kota | Calon Wakil Wali Kota | Calon Wali Kota | Calon Wakil Wali Kota |
![]() |
|||
| Sekretaris DPRD Kota Mataram (2012–2024) |
Sekretaris DPC PPP Kota Mataram (2022–2025) |
Wali Kota Mataram (2021–2025) |
Wakil Wali Kota Mataram (2021–2025) |
| Partai Pengusung | Partai Pengusung | ||
| PKS PPP PAN Hanura | Golkar Gerindra NasDem PDI-P Demokrat PKB | ||
| Partai Pendukung | |||
| Perindo Gelora PBB PKN PSI Buruh Ummat Garuda | |||
| Suara sah pemilu legislatif 2024 | Suara sah pemilu legislatif 2024 | ||
76.717 / 252.816 (30%) |
157.373 / 252.816 (62%) | ||
| Kursi DPRD Kota Mataram | Kursi DPRD Kota Mataram | ||
14 / 40 (35%) |
26 / 40 (65%) | ||
| Visi | Visi | ||
| "Terwujudnya Kota Mataram yang AKUR (Aman, Kreatif, Unggul, dan Responsif)." | "Mewujudkan Mataram HARUM (Harmoni, Aman, Ramah, Unggul, dan Mandiri)." | ||
| Misi | Misi | ||
|
| ||
| Calon | Pasangan | Partai | Suara | % | |
|---|---|---|---|---|---|
| Lalu Aria Dharma | Weis Arqurnain | PKS | 86.432 | 43.35 | |
| Mohan Roliskana | TGH Mujiburrahman | Golkar | 112.946 | 56.65 | |
| Jumlah | 199.378 | 100.00 | |||
| Suara sah | 199.378 | 96.61 | |||
| Suara tidak sah/kosong | 6.998 | 3.39 | |||
| Jumlah suara | 206.376 | 100.00 | |||
| Pemilih terdaftar/tingkat partisipasi | 320.604 | 64.37 | |||
| Sumber: KPU Kota Mataram | |||||
| Hasil Pemilihan Umum Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram 2024 per Kecamatan | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pasangan calon nomor urut 2, Mohan Roliskana dan TGH Mujiburrahman ditetapkan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram terpilih oleh KPU Kota Mataram pada tanggal 9 Januari 2025 berdasarkan Keputusan KPU Kota Mataram No. 1 Tahun 2025.
Mohan Roliskana dan TGH Mujiburrahman resmi dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram periode 2025–2030 di Istana Negara pada 20 Februari 2025 oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, bersamaan dengan 480 pasangan kepala daerah lainnya termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat dan 9 kepala daerah kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat.[5]