Sakadagami, adalah sebutan untuk orang suci tingkat kedua (sakadagami-phala)... Kemudian, seorang bhikkhu yang telah meninggalkan tiga belenggu, dan telah melemahkan keserakahan, kebencian dan kebodohannya, menjadi seorang Yang-Kembali-Sekali yang, setelah kembali ke alam ini satu kali lagi, akan mengakhiri penderitaan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. |
| Bagian dari seri tentang |
| Buddhisme |
|---|
Sakadagami (Pali: Sakadagami - berarti terlahir sekali lagi), adalah sebutan untuk orang suci tingkat kedua (sakadagami-phala).
.. Kemudian, seorang bhikkhu yang telah meninggalkan tiga belenggu, dan telah melemahkan keserakahan, kebencian dan kebodohannya, menjadi seorang Yang-Kembali-Sekali yang, setelah kembali ke alam ini satu kali lagi, akan mengakhiri penderitaan.
— Mahali Sutta (Digha Nikaya 6.13)
Tiga Belenggu (Samyojana) yang telah dipatahkan:
Dua Belenggu (Samyojana) yang telah dilemahkan:
Sakadagami adalah tingkat selanjutnya dari Sotapanna, yang masih memiliki belenggu akan nafsu indria dan dendam atau dengki, dan satu tingkatan di bawah Anagami, yang sudah tidak lagi terbelenggu oleh nafsu indria dan dendam atau dengki.
| Bodhi | Punarbawa | Belenggu yang disingkirkan | |
|---|---|---|---|
| sotāpanna | ± tujuh kali; manusia atau dewa |
1. pandangan salah terhadap jati diri (sakkāya-diṭṭhi) 2. keraguan (vicikicchā) 3. kemelekatan pada ritual dan adat (sīlabbata-parāmāsa) |
belenggu rendah (no. 4 dan 5 dilemahkan sakadāgāmi) |
| sakadāgāmi | sekali lagi; manusia | ||
| anāgāmi | sekali lagi; suddhāvāsa |
4. hasrat indrawi (kāmacchanda) 5. rasa benci (vyāpāda/byāpāda) | |
| arahat | tidak ada | 6. nafsu punarbawa di alam materi (rūparāga) 7. nafsu punarbawa di alam nonmateri (arūparāga) 8. kesombongan (māna) 9. kebingungan (uddhacca) 10. ketidaktahuan (avijjā) |
belenggu tinggi |