Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Safari Dharma Raya

PT Safari Dharma Sakti, juga sering disebut dengan OBL, adalah perusahaan otobus Indonesia yang berpusat di Temanggung, Jawa Tengah. Didirikan pada tahun 1951 dengan nama Perusahaan Truk Hien, perusahaan otobus ini menjalankan bus antarkota dan pariwisata dalam dua jenama, yakni Safari Dharma Raya dan Safari Dharma Jaya. Selain dua jenis layanan bus di atas, perusahaan otobus ini juga mengoperasikan kurir serta bus untuk keperluan khusus, termasuk bus apron bandar udara di sejumlah bandara internasional di Indonesia, serta bus untuk mobilitas tim nasional sepak bola Indonesia. Perusahaan otobus ini memiliki kantor perwakilan dan garasi cabang di Jakarta; Yogyakarta; Denpasar, Bali; serta Mataram dan Bima, Nusa Tenggara Barat.

perusahaan otobus Indonesia
Diperbarui 2 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Safari Dharma Raya
Artikel ini bukan mengenai Royal Safari atau Raya (perusahaan otobus).
PT Safari Dharma Sakti
Bus Safari Dharma Raya dengan karoseri Adi Putro Royal Coach Travego Marcopolo yang dirombak menjadi Super Jetbus2
Sebelumnya
  • Perusahaan Truk Hien
  • PO OBL
Didirikan1951; 75 tahun lalu (1951)
Kantor pusatJalan Pangeran Diponegoro 25, Temanggung, Temanggung, Jawa Tengah, Indonesia
Wilayah layananJawa dan Kepulauan Nusa Tenggara
Jenis layanan
  • Bus antarkota
  • bus pariwisata
  • bus carteran
  • bus apron bandar udara
  • bus angkutan khusus
  • kurir
Hub
  • Terminal Pulo Gebang
  • Terminal Jombor
  • Terminal Mengwi
  • Terminal Mandalika
Ruang tungguTersedia di kantor pusat dan setiap kantor perwakilan OBL
Garasi
  • Temanggung
  • Jakarta
  • Yogyakarta
  • Denpasar
Armada200 unit (Mercedes-Benz, King Long, Hino, Volvo, Scania, MAN)
Jenis bahan bakarDiesel
Direktur UtamaHendro Darmojuwono
Karyawan500
Situs websafaridharmasakti.com

PT Safari Dharma Sakti, juga sering disebut dengan OBL (inisial dari nama pendirinya yakni Oei Bie Lay), adalah perusahaan otobus Indonesia yang berpusat di Temanggung, Jawa Tengah. Didirikan pada tahun 1951 dengan nama Perusahaan Truk Hien, perusahaan otobus ini menjalankan bus antarkota dan pariwisata dalam dua jenama, yakni Safari Dharma Raya (kelas eksekutif, super eksekutif, dan pariwisata) dan Safari Dharma Jaya (kelas ekonomi non-AC). Selain dua jenis layanan bus di atas, perusahaan otobus ini juga mengoperasikan kurir serta bus untuk keperluan khusus, termasuk bus apron bandar udara di sejumlah bandara internasional di Indonesia, serta bus untuk mobilitas tim nasional sepak bola Indonesia. Perusahaan otobus ini memiliki kantor perwakilan dan garasi cabang di Jakarta; Yogyakarta; Denpasar, Bali; serta Mataram dan Bima, Nusa Tenggara Barat.

Sejarah

Pada masa pasca-kemerdekaan, Kabupaten Temanggung menghadapi kendala serius dalam bidang transportasi barang, khususnya untuk mengangkut hasil bumi masyarakat. Kondisi geografis dan keterbatasan sarana angkutan membuat distribusi hasil pertanian tidak berjalan optimal. Melihat peluang tersebut, Oei Bie Lay yang kemudian dikenal dengan nama Darmojuwono, seorang pengusaha berdarah Tionghoa-Indonesia, mengambil inisiatif untuk terjun ke bidang transportasi. Pada tahun 1951, ia mendirikan sebuah usaha angkutan bernama OBL, yang merupakan inisial dari namanya sendiri, dengan tujuan utama melayani pengangkutan hasil bumi di wilayah Temanggung dan sekitarnya.[1]

Pada tahap awal, Oei menjalankan bisnisnya dengan modal yang sangat terbatas, yakni hanya dua unit mobil sedan. Kedua kendaraan tersebut dimodifikasi secara sederhana agar dapat difungsikan sebagai bus kecil untuk mengangkut barang maupun penumpang. Meskipun dimulai dari skala kecil, usaha ekspedisi ini menunjukkan perkembangan yang cukup pesat seiring meningkatnya kebutuhan transportasi masyarakat. Perkembangan tersebut mendorong Oei untuk melakukan konsolidasi usaha, yang kemudian melahirkan perusahaan baru bernama Perusahaan Truk Hien. Pada masa awal operasinya, Perusahaan Truk Hien melayani rute Magelang–Ngadirojo.[1]

Seiring berjalannya waktu, kebutuhan mobilitas masyarakat Jawa, khususnya di segmen transportasi antarkota, terus meningkat. Melihat peluang tersebut, Oei memutuskan untuk melakukan ekspansi usaha ke sektor angkutan penumpang yang lebih luas. Pada tahun 1969, ia membentuk perusahaan perseorangan baru bernama Safari Dharma Raya, yang menaungi dua jenama: Safari Dharma Raya untuk kelas eksekutif dan super eksekutif,[2] dan Safari Dharma Jaya untuk kelas ekonomi non-AC. Bersamaan dengan pendirian perusahaan ini, Oei membuka rute bus antarkota dalam provinsi, yaitu Magelang–Candiroto dan Temanggung–Wonosobo–Purwokerto, dengan mengoperasikan lima unit bus sebagai modal awal.[3]

Permintaan transportasi yang terus tumbuh mendorong Safari Dharma Raya untuk melangkah lebih jauh. Pada tahun 1971, perusahaan ini mulai mengoperasikan layanan bus malam antarkota antarprovinsi, sekaligus membuka trayek Temanggung–Surabaya–Malang. Pada tahun yang sama, Oei juga mulai mendatangkan armada bus bermesin Dodge Fargo untuk menunjang operasional. Selanjutnya, jumlah armada diperkuat dengan penambahan bus Dodge K700 dan Mercedes-Benz LP911, yang meningkatkan kapasitas serta keandalan layanan perusahaan.[1][4]

Nama Safari Dharma Raya sendiri memiliki makna filosofis yang cukup mendalam. Menurut Oei, kata safari berarti "perjalanan", dharma dimaknai sebagai "keberkahan", dan raya merujuk pada jalan raya. Secara keseluruhan, nama tersebut mencerminkan harapan agar perusahaan mampu memberikan pelayanan perjalanan yang penuh keberkahan dan keselamatan, baik bagi para penumpang maupun pengguna jalan lainnya. Filosofi ini menjadi landasan nilai dalam menjalankan operasional perusahaan sejak awal berdirinya.[5]

Ekspansi rute terus dilakukan pada tahun-tahun berikutnya. Pada tahun 1974, Safari Dharma Raya membuka trayek baru yang menghubungkan Kota Yogyakarta dengan DKI Jakarta melalui Magelang dan Semarang. Untuk mendukung pengembangan tersebut, Oei kembali mendatangkan armada baru berupa bus Mercedes-Benz OF 1113. Perkembangan bisnis yang semakin besar dan terstruktur akhirnya membawa Safari Dharma Raya memperoleh status badan hukum perseroan terbatas pada tahun 1981 dengan nama PT Safari Dharma Sakti, dengan fokus pada layanan bus dan logistik antarkota antarprovinsi.[1][4]

Pada tahun 1989, estafet kepemimpinan mulai melibatkan generasi kedua, ketika dua putra Oei, yakni Hendro dan Santoso, masing-masing menjabat sebagai komisaris dan direktur utama. Keduanya menjalankan strategi ekspansi dengan membuka kantor di DKI Jakarta dan Temanggung untuk memperkuat jaringan operasional perusahaan.[5] Pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an, Safari Dharma Raya memperluas jangkauan layanannya hingga ke Bali dan Nusa Tenggara Barat. Pada tahun 1997 dibuka trayek DKI Jakarta–Surabaya–Denpasar–Mataram serta Temanggung–Surabaya–Denpasar–Mataram.[1]

Ekspansi berlanjut dengan pembukaan sejumlah rute baru, termasuk hingga Kota Bima di Pulau Sumbawa. Selain itu, perusahaan otobus ini bekerja sama dengan PT Gapura Angkasa sebagai operator bus apron di Bandara Internasional Juanda dan I Gusti Ngurah Rai dan mulai mengembangkan jasa bus pariwisata. Setelah meninggalnya Santoso pada 2011, kepemimpinan perusahaan dilanjutkan oleh Setiawati sebagai komisaris dan Hendro sebagai direktur. Hingga kini, Safari Dharma Raya mengoperasikan sekitar 200 unit bus dan mempekerjakan kurang lebih 500 karyawan yang tersebar di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.[1][3][6]

Armada

Unit bus Safari Dharma Raya dengan sasis Mercedes-Benz OH 1830 dan karoseri Tourismo Batch produksi Adi Putro berjalan di trayek Yogyakarta–Temanggung–Jakarta

Safari Dharma Raya dikenal luas sebagai perusahaan otobus yang berani menggunakan armada dengan spesifikasi tidak lazim dibandingkan mayoritas bus di Indonesia. Perusahaan ini tercatat pernah maupun sedang mengoperasikan bus dengan sasis dari berbagai merek, seperti Mercedes-Benz, Hino, King Long, Scania, hingga MAN. Beberapa unit bahkan didatangkan dalam kondisi completely built-up (CBU), yang menegaskan orientasi mereka pada kualitas dan keunikan. Di antara seluruh armadanya yang siap operasi, sasis Mercedes-Benz tetap menjadi tulang punggung utama. Hal ini membentuk identitas Safari Dharma Raya sebagai PO yang dekat dengan teknologi dan inovasi pabrikan Eropa.[5]

Dominasi Mercedes-Benz dalam armada Safari Dharma Raya terlihat dari beragam tipe yang digunakan, mulai dari OH 1526, OH 1626, OH 1830, OH 1836, hingga OH 2542. Banyaknya varian ini menjadikan Safari Dharma Raya kerap dipilih sebagai "kelinci percobaan" untuk pengujian dan penerapan teknologi baru dari Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI). Eksperimen ini mencakup aspek mesin, konfigurasi sasis, hingga kesesuaian dengan kebutuhan operasional di Indonesia. Pendekatan tersebut membuat armada Safari Dharma Raya sering tampil berbeda dari PO lain yang cenderung bermain aman. Dari sisi teknis, armada mereka dikenal tangguh sekaligus unik.[5]

Untuk urusan bodi bus, Safari Dharma Raya banyak mengandalkan karoseri Adi Putro dan Morodadi Prima. Pada era 1990-an hingga awal 2010-an, perusahaan ini dikenal sangat konsisten mengikuti tren sasis Mercedes-Benz yang dipadukan dengan karoseri Adi Putro. Bahkan, Safari Dharma Raya tercatat sebagai pelanggan pertama yang memesan karoseri bus produksi Adi Putro, bersama dengan bersama dengan Bandung Express dan Kramat Djati. Bus Neoplan dengan sasis dan bodi monokok rakitan Adi Putro pernah menjadi bagian armada mereka. Langkah tersebut memperkuat citra Safari Dharma Raya sebagai pelopor penggunaan bodi bus modern pada masanya.[7]

Bus tingkat "Khaleesi" sebagai unit bantuan Jakarta–Temanggung–Yogyakarta

Memasuki era armada modern, Safari Dharma Raya semakin sering menggunakan karoseri dengan desain khusus atau custom. Morodadi Prima menjadi perusahaan karoseri langganannya, terutama untuk memadukan sasis-sasis yang tergolong tidak umum. Salah satu contohnya adalah penggunaan sasis Mercedes-Benz OF 917 dengan jarak sumbu roda panjang yang dipasangkan dengan karoseri Satria VR. Bodi ini sejatinya dirancang untuk bus sedang, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan layanan Safari Dharma Raya. Tata letak interiornya pun tetap mempertahankan gaya karoseri Patriot, lengkap dengan konfigurasi 18 kursi 2-1, leg rest, toilet, dan area merokok.[8]

Keunikan armada Safari Dharma Raya juga tecermin dari kehadiran bus tingkat mewah yang diberi nama "Khaleesi". Bus ini menggunakan sasis Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 dan karoseri Morodadi Prima Patriot DD dengan nuansa khas bus tingkat Eropa. Konfigurasinya sangat eksklusif, hanya menyediakan 8 kursi di lantai bawah dan 48 kursi di lantai atas, serta dilengkapi toilet dan area merokok. Unit ini sempat dioperasikan pada rute Jakarta–Jatipuro sebagai layanan kelas eksekutif. Namun, sejak 7 Mei 2023, bus tersebut dihentikan dari trayek utama karena pertimbangan operasional.[9][10]

Ciri khas tampilan

Lukisan empat ekor gajah dan berlian merah dan biru sebagai pola pengecatan bus modern Safari Dharma Raya

Selain armada, Safari Dharma Raya memiliki ciri khas visual yang mudah dikenali. Logo "OBL" selalu disertakan pada kaca depan dan belakang bus, yang merupakan inisial nama pendiri sekaligus nama awal perusahaan. Ciri paling ikonik adalah lukisan atau stiker empat ekor gajah di sisi bodi bus. Empat gajah tersebut melambangkan empat anak Oei, yang diharapkan menjadi generasi penerus yang solid dan kompak. Perpaduan armada unik dan simbol visual yang konsisten membuat Safari Dharma Raya memiliki identitas kuat di dunia transportasi bus Indonesia.[5]

Sementara itu, bus-bus modern dari Safari Dharma Raya juga menampilkan pola pengecatan yang lebih modern dan segar. Termasuk permainan bidang berupa aksen pecahan berlian warna biru di bodi samping dan merah di bagian belakang. Hal ini menambah kesan modern dan adaptif yang ditonjolkan oleh perusahaan otobus ini. Tambahannya lagi, bus-bus modern ini banyak menonjolkan aksen kromium pada kaca depan, grill, bemper, jendela samping, serta bagian selendang di dekat pintu depannya.[8]

Trayek

Bus antarkota

Bus Safari Dharma Raya dengan karoseri Travego produksi Morodadi Prima

Sejak pertama kali diluncurkan, PO Safari Dharma Raya menjadikan bus antarkota sebagai lini bisnis utamanya. Safari Dharma Raya melayani trayek bus antarkota antara Jawa dan Kepulauan Nusa Tenggara. Sebagai salah satu perusahaan otobus yang telah berkembang pesat sejak awal berdirinya, Safari Dharma Raya tidak hanya fokus pada rute-rute dalam satu pulau tetapi juga memperluas jaringan layanannya ke luar Pulau Jawa, termasuk rute panjang menuju Bali dan Nusa Tenggara Barat seperti Bima, Sumbawa dan Mataram, Lombok yang menjadi bagian dari perjalanan pulang-pergi melintasi beberapa zona geografis yang berbeda.[11][12]

Dalam operasionalnya di Pulau Jawa, Safari Dharma Raya dikenal melayani berbagai jalur penting antar kota besar, termasuk trayek populer seperti DKI Jakarta–Temanggung–Kota Yogyakarta yang per 2023 dilengkapi dengan unit bus sedang mewah. Pada trayek tersebut, perusahaan menghadirkan bus berkapasitas kursi lebih sedikit tapi dilengkapi fasilitas premium seperti reclining seat, leg rest, toilet, serta kaca depan tunggal (single-glass) yang memberi pemandangan luas kepada penumpang, menunjukkan komitmen PO untuk menghadirkan kenyamanan di luar kelas bus besar tradisional.[8]

Ekspansi Safari Dharma Raya juga mencakup layanan rute antarprovinsi yang menghubungkan Jawa dengan Nusa Tenggara Barat, dengan trayek unggulannya Temanggung–Mataram, Lombok serta trayek terjauhnya, yakni DKI Jakarta–Kota Bima. Kedua rute ini memiliki jarak yang sangat jauh dan membutuhkan waktu perjalanan yang panjang, menjadikannya salah satu jalur AKAP yang menantang sekaligus penting bagi mobilitas masyarakat lintas pulau. Perjalanan panjang tersebut tidak hanya melayani wisatawan atau keluarga, tetapi juga memainkan peran penting dalam mendukung mobilitas pendidikan dan ekonomi masyarakat setempat, terutama bagi mereka dari daerah seperti NTB yang sering melakukan perjalanan ke Yogyakarta atau kota besar lainnya.[11][12][13]

Meskipun fokus pada fase bertahan dengan armada dan trayek yang dimilikinya, Safari Dharma Raya juga menghadapi tantangan operasional. Misalnya, perusahaan sempat menghentikan operasi di beberapa trayek yang kurang menguntungkan, seperti rute DKI Jakarta–Kota Surakarta, akibat rendahnya okupansi penumpang sehingga tidak lagi layak secara bisnis untuk dipertahankan. Upaya penyesuaian rute dan alokasi armada seperti itu merupakan bagian dari strategi PO dalam mempertahankan efisiensi serta kualitas layanan secara keseluruhan, sambil tetap berusaha memenuhi kebutuhan perjalanan darat masyarakat di berbagai wilayah yang dilayaninya.[14]

Bisnis nontrayek

Bus pariwisata dan carteran

Safari Dharma Raya tidak hanya dikenal sebagai operator bus antarkota antarpovinsi, tetapi juga memiliki lengan bisnis nontrayek berupa layanan bus pariwisata. Melalui unit usaha ini, Safari Dharma Raya menyediakan armada yang dapat disewakan untuk beragam kebutuhan perjalanan wisata dan kegiatan khusus. Layanan bus pariwisata tersebut melayani berbagai segmen, mulai dari perjalanan wisata keluarga, kegiatan gathering perusahaan, wisata religi, hingga karyawisata pelajar dan institusi. Dengan cakupan penggunaan yang luas, bus pariwisata Safari Dharma Raya dirancang untuk memberikan fleksibilitas serta kenyamanan sesuai kebutuhan pelanggan, sekaligus menjadi pelengkap dari bisnis utama perusahaan di sektor transportasi darat.[15]

Armada bus pariwisata Safari Dharma Raya dikelola secara terpisah dari armada bus reguler yang melayani rute tetap. Pembeda yang paling mudah dikenali adalah penggunaan tulisan "Bus Pariwisata" dengan huruf kursif pada bodi samping kendaraan, menggantikan nama "Safari Dharma Raya" yang biasanya tertera pada bus reguler. Selain itu, perusahaan ini juga memiliki beberapa unit bus yang tergolong unik dan dialokasikan khusus untuk keperluan pariwisata. Salah satu contohnya adalah bus berkaroseri Morodadi Prima Tourismo produksi tahun 2012 yang kemudian dimodifikasi dengan penambahan kaca sunroof di bagian atap, sehingga menghadirkan konsep bus Panoramic yang memberikan pengalaman visual lebih luas bagi penumpang. Bus Panoramic tersebut menggunakan sasis Mercedes-Benz O 500 R 1836, yang dikenal andal dan nyaman untuk perjalanan jarak menengah hingga jauh, sekaligus memperkuat citra Safari Dharma Raya di segmen bus pariwisata.[16]

Bus angkutan Timnas Indonesia

Bus yang dioperasikan oleh Safari Dharma Raya untuk angkutan tim nasional sepak bola Indonesia (Timnas RI) menjadi sorotan publik jelang Pesta Olahraga Asia 2018 karena perannya sebagai kendaraan resmi mobilitas tim. Pada tahun itu, PSSI bekerja sama dengan sponsor Super Soccer untuk menghadirkan dua unit bus yang diperuntukkan bagi Timnas U-23, U-19, U-16, serta tim wanita Indonesia guna pemusatan latihan dan pertandingan. Bus-bus ini berkapasitas sekitar 36 kursi dan dilengkapi fasilitas yang menunjang kenyamanan seperti toilet, pendingin udara, lemari pendingin, LED TV, PlayStation, bahkan ruang kecil untuk konferensi pers, sehingga jauh lebih dari sekadar moda transportasi biasa dan diharapkan dapat memicu semangat tim dalam meraih prestasi. Super Soccer menggandeng Safari Dharma Raya untuk menyediakan unit bus tersebut beserta pengemudi bus dan perawatan, sehingga biaya operasional tidak ditanggung PSSI secara langsung.[17]

Meski demikian, bus hasil kerja sama ini sempat menuai polemik karena tuduhan bahwa unit yang digunakan merupakan bus bekas, yang terlihat dari kemiripan dengan salah satu bus pariwisata milik Safari Dharma Raya, seperti pelat nomor dan logo karoseri yang mirip dengan unit PO tersebut. Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, menanggapi isu itu dengan menyatakan bahwa PSSI memang hanya memakai bus yang masih menampilkan tulisan Safari Dharma Raya di bodinya, dan seluruh perawatan serta pengemudi bus ditangani oleh pihak sponsor dan vendor, termasuk Safari Dharma Raya sendiri. Menurut penjelasan dari pihak PSSI dan Super Soccer, bus-bus ini adalah bagian dari komitmen kerja sama jangka panjang yang mencapai puluhan tahun, yang tidak hanya memberi fasilitas transportasi tetapi juga menggambarkan dukungan pihak swasta terhadap pengembangan sepak bola nasional.[18]

Bus apron bandar udara

Safari Dharma Raya bermitra dengan PT Gapura Angkasa sebagai operator bus apron di sejumlah bandara Indonesia, seperti Bandara Internasional Juanda (sejak 1999) dan I Gusti Ngurah Rai (sejak 2002).[1][3][6] Pada tahun 2025, Safari Dharma Raya dan Gapura Angkasa menambah lagi bus apron baru untuk bandara yang ketiga, kali ini Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta. Unit bus yang dioperasikan tersebut diatasnamakan Gapura Angkasa dan berjumlah 3 unit, bersasis Mercedes-Benz O 500 U 1626 LE Euro 5 melalui dealer PT Kedaung Satrya Motor di Surabaya, dengan karoseri bus produksi Morodadi Prima. Safari Dharma Raya diberi kepercayaan untuk menjadi operator bus-bus tersebut.[19]

Bus-bus bandara ini dilengkapi berbagai fitur dan teknologi modern, seperti suspensi self-leveling dengan fitur kneeling untuk memudahkan akses penumpang, serta sistem keselamatan lengkap berupa Full Air Brake System dan ABS. Kehadiran armada baru ini diharapkan mampu mendukung visi PT Gapura Angkasa sebagai perusahaan ground handling kelas dunia dengan konsep ramah lingkungan, sekaligus memperkuat layanan transportasi penumpang di bandara-bandara nasional. Sejak 2014, Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI), melalui unit usaha Mercedes-Benz Bus telah bermitra dengan Gapura Angkasa di Bandara Soekarno–Hatta, dan bus-bus ini akan jalan berdampingan armada sebelumnya. Bahkan Gapura Angkasa merencanakan akan menargetkan 44 bandara internasional di Indonesia memiliki bus apron yang dioperasikan oleh Safari Dharma Raya.[19]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 Riyanto, H. Arif. "PO Safari Dharma Raya, Perusahaan Bus dari Temanggung yang Bermula dari Bisnis Ekspedisi Hasil Bumi". Radar Magelang. Diakses tanggal 31 Agustus 2025.
  2. ↑ Kompas, Tim Harian (5 Oktober 2019). "Laju Panjang Bisnis Bus AKAP". Kompas.id. Diakses tanggal 4 November 2025.
  3. 1 2 3 Faturochman, Febri. "Dikenal Dengan 'Gajah'-nya Temanggung, Ternyata Ini Sosok Pemilik Ratusan Armada Bus". Suara Merdeka. Diakses tanggal 31 Agustus 2025.
  4. 1 2 Okezone (18 Januari 2023). "Siapa Pemilik PO Bus PO Safari Dharma Raya- OBL? Ternyata Ini Orangnya - PAGE 2 : Okezone Economy". Okezone. Diakses tanggal 31 Agustus 2025.
  5. 1 2 3 4 5 Radityasani, M.F.; Ferdian, A. (30 Maret 2021). "PO Safari Dharma Raya, Empat Gajah Pengangkut Hasil Bumi". Kompas.com. Diakses tanggal 31 Agustus 2025.
  6. 1 2 "Sejarah Singkat PO Safari Dharma Raya, 'Si Gajah Dari Temanggung' – Mobil Komersial" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  7. ↑ W. Adji, Erie (18 Oktober 2022). "Neoplan, Bodi Bus Paling Nyaman Di Indonesia?". otodriver. Diakses tanggal 24 Oktober 2025.
  8. 1 2 3 Sari, J.P.I.; Kurniawan, A. (14 Juni 2023). "Safari Dharma Raya Luncurkan Bus AKAP Mewah Medium". Kompas.com. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  9. ↑ GridOto.com. "Enam Bulan Trayeknya Ditutup, Begini Nasib Bus Tingkat PO Safari Dharma Raya Sekarang - Gridoto". www.gridoto.com. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  10. ↑ Media, Kompas Cyber (9 November 2023). "Intip Fasilitas Bus Mewah Bus Tingkat PO Safari Dharma Raya". KOMPAS.com. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  11. 1 2 "PO Bus dengan Trayek Terpanjang di Indonesia, Ada yang Lewati 4 Pulau". kumparan. Diakses tanggal 20 Januari 2026.
  12. 1 2 Yudha, T. (31 Maret 2023). "10 PO Bus dengan Perjalanan Mudik Terjauh, Ada yang Tempuh Jarak Hampir 3.000 Km Selama 60 Jam". iNews. Diakses tanggal 20 Januari 2026.
  13. ↑ Bramantyo, Muhammad (29 Mei 2025). "Safari Dharma Raya, Kisah Bus Legendaris dari Temanggung yang Mengantar Mimpi ke Seluruh Nusantara". Hariankota.com. Diakses tanggal 22 Januari 2026.
  14. ↑ GridOto.com. "PO Safari Dharma Raya Terpaksa Pamit dari Trayek Ini, Manajemen Ungkap Alasannya - Gridoto". www.gridoto.com. Diakses tanggal 20 Januari 2026.
  15. ↑ Kompas, Tim Harian (30 Juli 2020). "Bisnis Bus Wisata Menolak Mati". Kompas.id. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  16. ↑ Media, Kompas Cyber (3 November 2021). "Bodi Bus dengan Panoramic Roof Milik PO Safari Dharma Raya". KOMPAS.com. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  17. ↑ Pramana, Edy. "Ini Penampakan Bus Anyar Timnas Indonesia Jelang Asian Games 2018". Jawa Pos. Diakses tanggal 20 Januari 2026.
  18. ↑ Hasan, Z.; Fadil, I. (23 Juli 2018). "Tudingan Bus Bekas, Ini Tanggapan PSSI". Indosport. Diakses tanggal 20 Januari 2026.
  19. 1 2 W. Adji, Erie (1 September 2025). "DCVI Serahkan Platform Bus Bandara Soetta". otodriver. Diakses tanggal 20 Januari 2026.

Pranala luar

  • Media terkait Safari Dharma Raya buses di Wikimedia Commons
  • (Indonesia) Situs web resmi Sunting ini di Wikidata
  • (Indonesia) Situs web penjualan tiket Safari Dharma Raya
  • l
  • b
  • s
Perusahaan bus di Indonesia
Bus antarnegara
  • Bagong
  • DAMRI
Bus perkotaan
  • Agra Mas
  • Bagong
  • DAMRI
  • Hiba Utama
  • Lorena
  • Mayasari Bakti
  • Sinar Jaya
  • Transjakarta
Bus antarkota
  • Agra Mas
  • AKAS
  • ALS
  • ANS
  • Arimbi/Bima Suci
  • Bagong
    • MTrans
  • Bandung Express
  • Bejeu
  • Budiman
  • Cititrans
  • Coyo
  • DAMRI
  • Dewi Sri
  • Dharma Jaya Group
  • Efisiensi/Tividi
  • Eka/Mira
  • Gapuraning Rahayu
  • Garuda Mas
  • Gumarang Jaya
  • Gunung Harta
  • Gunung Mulia
  • Handoyo
  • Harapan Jaya
  • Haryanto
  • Hiba Group
  • Jaya Utama Indo
  • Kalisari
  • Kramat Djati
  • Kurnia Anugerah Pusaka
  • Lorena/Karina
  • Majoe Muda Mandiri
  • Maju Lancar/Citra Adi Lancar
  • Makmur/Halmahera
  • Mayasari Group
    • MGI/CBU
    • Primajasa
  • Medal Sekarwangi
  • Medali Mas
  • Muji Jaya
  • Mulyo
  • New Shantika
  • NPM
  • Nusantara
  • Pahala Kencana
  • Pandawa 87
  • PMTOH
  • Primadona
  • Puspa Jaya
  • Putera Mulya
  • Putra Remaja
  • Rajawali
  • Raya
  • Restu
  • Rimba Raya
  • Rosalia Indah
  • Royal Safari/Blue Line
  • Safari Dharma Raya
  • Sahabat Prima Abadi
  • San
  • Santoso
  • Sempati Star
  • Sinar Dempo
  • Sinar Jaya/DMI
  • Sindoro Sejahtera Mulya
  • STJ/TMT
  • Suharno Group
  • Sumber Alam
  • Sumber Group
  • TAM
  • Tami Jaya
  • Tentrem
  • Tunggal Dara
  • Unicorn Indorent
  • Yessoe Travel
Bus pariwisata
  • Agam Tungga Jaya
  • Agra Icon
  • AKAS
  • AO Transport
  • Arimbi
  • Arion
  • Bagong Biru
  • Bejeu
  • Bigbird
  • Bimo Transport
  • Blue Star
  • Budiman
  • DAMRI
  • Dewi Sri
  • Eagle High
  • Efisiensi Group
  • Eka
  • Fransindo Trans
  • Gapuraning Rahayu/Putra Ardiya
  • Golden Star
  • Gunung Harta
  • Gunung Mulia
  • Harapan Jaya
  • Haryanto
  • Hiba Utama
  • Indo Trans
  • Jaya Utama Indo
  • Kalisari
  • Karyajasa
  • Kramat Djati/Pakar Wisata
  • Mayasari Group
    • City Miles
    • City Trans Utama
    • RedWhite Star
  • Medali Mas
  • Muji Jaya Gemilang
  • Nirwana Luxury Tourist Bus
  • Nusantara
  • Nyaman Holiday
  • Pandawa 87
  • Panorama/White Horse Group
  • Prayogo
  • Puspa Jaya
  • Putra Remaja
  • Rahma Wisata
  • Raya
  • Restu
  • Rimba Raya
  • Rosalia Indah
  • Sahabat Prima Abadi
  • Safari Dharma Raya
  • Santoso
  • Sari Lorena
  • Starbus
  • Sindoro Satriamas
  • Subur Jaya
  • Sumber Alam
  • Sumber Waras Putra
  • TAM
  • Tami Jaya
  • Tentrem
  • Trac Astra
  • Tunggal Dara
  • Unicorn Indorent
  • Vido Trans Nusa
  • Vircansa Tour Bus
Bus antar-jemput
karyawan
  • Arion
  • Bagong
  • Blue Star
  • Eagle High
  • Harapan Jaya
  • Hiba Utama / Berdikari
  • Jejak Hasanah
  • Kalisari
  • Pakar Wisata
  • Restu
  • Starbus
  • Trac Astra
  • White Horse Group
Bus antar-jemput
  • Bagong
  • Bejeu
  • Budiman
  • Cititrans
  • DAMRI
  • DayTrans
  • Efisiensi
  • Indo Trans
  • Joglosemar
  • Lorena
  • Mayasari Group
    • RedWhite Star
    • TRAVL
  • Muji Jaya
  • Putra Remaja
  • Rimba Raya
  • Rosalia Indah
  • Sahabat Shuttle
  • Sempati Star
  • Sinar Jaya
  • Sumber Alam
Bus permukiman
  • AO Shuttle
  • DAMRI
  • Harapan Jaya
  • Lorena
  • Sinar Jaya
  • Transjakarta
  • Wifend Darma Persada
Bus pemadu moda
  • Agra Mas
  • DAMRI
  • Harapan Jaya
  • Hiba Utama
  • Lorena
  • Pahala Kencana
  • Primajasa/RedWhite Star
  • Sinar Jaya
Bus apron bandara
  • Gapura Angkasa
  • l
  • b
  • s
Perusahaan logistik di Indonesia
Reguler
  • Anteraja
  • First Logistics
  • ID Express
  • Indah Logistik
  • Indopaket
  • J&T Express
  • Lion Parcel
  • LJR Logistics
  • Ninja Van
  • NSS Express
  • NCS Kurir
  • Paxel
  • Pos Indonesia
  • Raja Kirim
  • REX
  • RPX
  • SAP Express
  • Sentral Cargo
  • SiCepat Ekspres
  • TIKI
    • JNE
  • Union Logistics
  • Wahana Express
Non-reguler
  • Deliveree
  • KAI Logistik
  • Lalamove
  • SNG Logistic
  • Waresix
Ojek daring
  • Gosend
  • GrabExpress
Pasar daring
  • BES
  • Bukasend
  • Lazada Logistics
  • Shopee Xpress
Perusahaan
otobus
  • Agra Express
  • AO Parcel
  • Bandung Express
  • Budiman Cargo
  • DAMRI Logistik
  • Efisiensi Express
  • ESL Express
  • Hiba Logistics
  • HJeX
  • Kramat Djati Paket Kilat
  • Nusantara Courier Service
  • Pahala Express
  • PMTOH Cargo/KSI
  • Puspasari Perkasa
  • Rosalia Express
  • Safari Dharma Raya Paket Kilat
  • Sinar Express/Starlogs
  • Sindoro Satriamas Cargo
  • SR Express
  • TAM Cargo
Tutup
  • Etobee
  • JDL Express

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Armada
  3. Ciri khas tampilan
  4. Trayek
  5. Bus antarkota
  6. Bisnis nontrayek
  7. Bus pariwisata dan carteran
  8. Bus angkutan Timnas Indonesia
  9. Bus apron bandar udara
  10. Referensi
  11. Pranala luar

Artikel Terkait

Bagong (perusahaan otobus)

perusahaan otobus Indonesia

Raya (perusahaan otobus)

perusahaan otobus Indonesia

Restu (perusahaan otobus)

perusahaan otobus Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026