Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Majoe Muda Mandiri

PT Majoe Muda Mandiri adalah perusahaan otobus Indonesia yang berpusat di Kota Madiun, Jawa Timur. Perusahaan otobus ini melayani bus antarkota dan bus pariwisata, dengan trayek utama antarkota dalam provinsi Jawa Timur, serta bus-bus antarkota antarprovinsi dengan trayek Sumatra, Jawa, dan Bali. Dikenal dengan reputasinya sebagai "bus sapu jagat", terutama melalui salah satu jenamanya Sari Indah, perusahaan otobus ini dibangun atas dasar pelayanan tarif terjangkau bagi masyarakat luas, meskipun sempat diwarnai berbagai dinamika operasional. Kantor pusat dan garasi utama perusahaan otobus ini terletak di Kaibon, Geger, Madiun.

perusahaan otobus Indonesia
Diperbarui 2 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Majoe Muda Mandiri
PT Majoe Muda Mandiri
Bus Majoe Muda Mandiri trayek Madiun–Jakarta di Terminal Purboyo, 2022. Bus ini tampil dengan pola garis ala Subur Jaya
Didirikan13 Maret 1982 (1982-03-13)
Kantor pusatKaibon, Geger, Madiun, Jawa Timur, Indonesia
Wilayah layanan
  • Jawa
  • Sumatra
  • Bali
Jenis layanan
  • Bus antarkota
  • bus pariwisata
Armada79 (2019)
Jenis bahan bakarDiesel
Operator
  • PT Majoe Muda Mandiri (AKDP dan AKAP)
  • PT Fransindo Mega Sarana (bus pariwisata)
Direktur UtamaSuprihatin

PT Majoe Muda Mandiri adalah perusahaan otobus Indonesia yang berpusat di Kota Madiun, Jawa Timur. Perusahaan otobus ini melayani bus antarkota dan bus pariwisata, dengan trayek utama antarkota dalam provinsi Jawa Timur, serta bus-bus antarkota antarprovinsi dengan trayek Sumatra, Jawa, dan Bali. Dikenal dengan reputasinya sebagai "bus sapu jagat", terutama melalui salah satu jenamanya Sari Indah, perusahaan otobus ini dibangun atas dasar pelayanan tarif terjangkau bagi masyarakat luas,[1] meskipun sempat diwarnai berbagai dinamika operasional. Kantor pusat dan garasi utama perusahaan otobus ini terletak di Kaibon, Geger, Madiun.[2]

Sejarah

Bus Cendana yang melayani Terminal Kertonegoro.

PT Majoe Muda Mandiri berawal dari sebuah perusahaan otobus bernama Cendana, yang didirikan pada 13 Maret 1982 oleh seorang perempuan bernama Suprihatin. Pada masa awal operasinya, perusahaan ini mengandalkan bus sedanguntuk melayani trayek bus antarkota dalam provinsi (AKDP) di Jawa Timur. Trayek perdana yang dijalankan adalah Ponorogo–Madiun[3] dengan kelas ekonomi, yang dirancang untuk memberikan layanan transportasi terjangkau bagi masyarakat di koridor tersebut.[4]

Seiring meningkatnya kebutuhan transportasi, Cendana mulai memperluas jaringan layanannya dengan memperkenalkan sejumlah jenama khusus untuk membedakan trayek yang dijalankan. Salah satu jenama tersebut adalah Madjoe, yang dibuka untuk melayani trayek Ponorogo–Surabaya dengan titik keberangkatan dari Terminal Seloaji di Ponorogo. Operasional jenama Madjoe ditunjang oleh garasi kedua perusahaan yang berlokasi di Jalan Niken Gandini, Ponorogo.[5]

Melalui dua jenama utama—Cendana dan Madjoe—perusahaan ini mencapai puncak popularitas dan menjadi salah satu moda transportasi favorit masyarakat di koridor Ponorogo–Madiun–Surabaya. Pada masa itu, nama "Cendana" bahkan lebih dikenal masyarakat dibandingkan nama resmi perusahaannya karena kuatnya kehadiran dan konsistensi pelayanan yang diberikan.[6] Kesuksesan tersebut mendorong perusahaan untuk melakukan ekspansi lebih jauh dengan membuka layanan antarkota antarprovinsi (AKAP). Trayek AKAP perdana yang dijalankan adalah Ponorogo–Jakarta, menggunakan jenama Madjoe Muda.[7] Sejak peristiwa itu, Cendana mulai mengoperasikan trayek-trayek baru melalui jenama-jenama berbeda sesuai segmen pasarnya.

Pada 14 Maret 2013, perusahaan otobus ini resmi berubah bentuk menjadi perseroan terbatas dengan nama PT Majoe Muda Mandiri. Langkah ini dilakukan untuk memenuhi persyaratan hukum dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia bahwa setiap perusahaan otobus yang beroperasi harus berbadan hukum minimal perseroan terbatas.[3] Memasuki tahun 2019, Majoe Muda Mandiri tercatat mengoperasikan sekitar 30% dari total 79 unit bus yang dimilikinya.[7] Salah satu jenama di bawah Majoe Muda Mandiri, yaitu Neo Harapan Utama, pernah menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Wahana Adhigana AKAP Non-Ekonomi dari Kementerian Perhubungan pada 30 Oktober 2017. Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa perusahaan otobus ini memiliki standar pelayanan yang diakui secara nasional.[8]

Namun, perjalanan Majoe Muda Mandiri tidak selalu berjalan mulus. Sekitar tahun 2021, jenama Cendana dikabarkan berhenti beroperasi selama hampir satu tahun. Penghentian ini menimbulkan berbagai persoalan internal, termasuk protes dan tuntutan dari karyawan yang kehilangan pekerjaan serta mempertanyakan kejelasan sikap manajemen. Suprihatin pernah memberikan keterangan bahwa salah satu penyebab penghentian operasional terkait pengurusan izin trayek. Namun, ketidakpastian dan janji manajemen yang dianggap tidak terpenuhi memicu aksi unjuk rasa dari para awak bus. Peristiwa ini menunjukkan bahwa meski memiliki pengalaman panjang, perusahaan tetap menghadapi tantangan dalam pengelolaan bisnis dan sumber daya manusia di tengah regulasi yang ketat dan persaingan industri transportasi yang semakin meningkat.[6][9]

Armada

Bus Ponorogo Indah, yang menggunakan bus bekas PO Haryanto, terlihat dari gambar Masjid Menara Kudus dan wayang yang masih menempel di bodi dan kaca bus. Bus ini menggunakan karoseri Jetbus3+ rombakan.

Dalam mengoperasikan layanannya, Majoe Muda Mandiri menggunakan beragam jenis sasis bus untuk mendukung berbagai kelas layanan dan kebutuhan trayek. Beberapa jenis sasis yang tercatat pernah digunakan meliputi Mitsubishi, Nissan Diesel, Hino, Mercedes-Benz, dan Hyundai. Keragaman armada ini mencerminkan adaptasi perusahaan terhadap tuntutan operasional di berbagai medan dan jenis trayek, mulai dari kelas ekonomi, AC tarif biasa (ATB), hingga kelas Patas Jatim.[10]

Pada 2019, bus-bus yang dimiliki Majoe Muda Mandiri juga beragam, mulai dari bus kecil (28 unit), sedang (12 unit), hingga bus besar (39 unit). Bus besarnya memiliki 55–60 unit kursi, bus sedangnya 39 unit kursi, dan bus kecilnya sebanyak 34 unit kursi. Bus-bus ini sebagian ada yang sudah melewati batas masa pakai 25 tahun, sehingga menunggu dipreteli komponen-komponennya untuk dijadikan suku cadang untuk bus-bus yang lebih muda.[11]

Majoe Muda Mandiri banyak mengandalkan bus-bus bekas dari PO lain, misalnya PO Haryanto. Ponorogo Indah, salah satu jenamanya, banyak mengandalkan bekas bus milik PO Haryanto. Bus tersebut menggunakan sasis Hino RN 285 dan karoseri Jetbus3+ rombakan.[12]

Untuk melayani berbagai segmen penumpang, Majoe Muda Mandiri menyediakan dua kelas layanan, yaitu kelas ekonomi dan patas (termasuk Patas Jatim). Kelas ekonomi sering digunakan untuk rute-rute AKDP di Jawa Timur, sementara layanan Patas dan non-ekonomi jarak jauh (seperti yang terlihat pada rute Ponorogo–Jakarta) dirancang untuk perjalanan dalam provinsi dan antarprovinsi yang lebih nyaman dengan fasilitas yang disesuaikan, menegaskan peran perusahaan sebagai penyedia transportasi multi-segmen.[13]

Ciri khas tampilan

Majoe Muda Mandiri tidak memiliki pola pengecatan tunggal yang menegaskan penjenamaannya. Namun, bus-bus yang dibeli Majoe Muda Mandiri dapat dikenali dengan pola pengecatan beruang kutub dengan latar belakang tanaman hijau.[13] Pola pengecatan bus ini menyerupai Restu Panda.[14]

Trayek

Bus antarkota

Sumatera Raya Trans, yang melayani trayek Ponorogo–Pekanbaru saat tiba di Terminal Kertonegoro, 2023

Majoe Muda Mandiri menjadikan bus antarkota (dalam provinsi dan antarprovinsi) sebagai lini bisnis utama. Majoe Muda Mandiri memiliki jangkauan trayek yang sangat luas, mencakup rute AKDP di Jawa Timur hingga rute AKAP yang menghubungkan dengan Pulau Jawa, Kepulauan Nusa Tenggara, dan Sumatra. Keunikan dari PO ini adalah menerapkan strategi multi-merek (multi-branding) yang kesemuanya dirujuk sebagai "Madjoe Group" atau "Cendana Group". Kelompok jenama yang termasuk ke dalam "Madjoe Group" adalah:

  • Bali Trans, bus antarkota Kota Denpasar–Kota Surabaya.[15]
  • Cendana, Madjoe, Neo Harapan Utama, dan Ponorogo Indah, bus antarkota Kota Ponorogo–Kota Surabaya.[5][16][12]
  • Madjoe Berlian, bus antarkota Kota Tulungagung—Kota Banyuwangi.[17]
  • Madjoe Muda, bus antarkota Kota Ponorogo–DKI Jakarta.[7]
  • Sari Indah, bus antarkota Kota Surabaya–DKI Jakarta[1] serta bus perkotaan di Surabaya.
  • Sumatera Raya Trans, bus antarkota Kota Pekanbaru–Kota Blitar.

Bisnis nontrayek

Anak usaha dari PT Madjoe Muda Mandiri, yakni PT Fransindo Mega Sarana (Fransindo Trans), menjalankan bus pariwisata dan carteran. Armadanya mirip dengan bus-bus milik Majoe Muda Mandiri.

Kontroversi

Bus Sari Indah dengan trayek Surabaya–Jakarta, menggunakan karoseri Jetbus2+ Voyager rombakan

Dari semua jenama bus yang disebutkan di atas, Sari Indah, diyakini merupakan jenama paling terkenal dari Majoe Muda Mandiri. Berjalan di trayek AKAP Surabaya–Jakarta, bus ini masuk dalam daftar "bus sapu jagat" karena melayani jam terakhir dari semua layanan. Sari Indah memiliki kelas eksekutif dan memiliki konfigurasi kursi 2-2. Tiket bus ini semula hanya dapat dibeli di loket keberangkatan, meski sekarang jenama ini telah bekerja sama dengan platform daring.[1]

Sari Indah kerap menjadi sorotan publik karena sejumlah kontroversi seputar praktik calo dan tarif penumpang yang merugikan masyarakat. Misalnya, dalam sebuah insiden viral lama pada Februari 2018, video yang tersebar di media sosial menunjukkan oknum calo Sari Indah di Terminal Purabaya yang memaksa calon penumpang membayar tiket hingga empat kali lipat dari tarif normal. Tarif yang seharusnya jauh lebih murah itu justru dinaikkan secara tidak wajar, sehingga memicu kecaman dan keributan di media sosial serta perhatian pihak berwenang. Akibat viralnya video tersebut, Dinas Perhubungan Kota Surabaya bahkan membekukan operasional bus Sari Indah sementara sambil menunggu penanganan kasus dan pencarian oknum pelaku yang terlibat.[18]

Selain kasus viral 2018 tersebut, polemik perlakuan calo terhadap penumpang lanjut usia juga mencuat pada Januari 2022. Seorang perempuan lansia di Terminal Purabaya dilaporkan menjadi korban calo yang mengenakan tarif tidak wajar dan kemudian menurunkannya di lokasi sembarang jauh dari tujuan akhirnya. Calo bahkan merebut tasnya dan mengenakan total biaya yang jauh lebih tinggi dibanding penumpang lain. Kasus ini menyoroti ketidakadilan terhadap penumpang rentan dan menambah daftar kritik publik terhadap manajemen Sari Indah.[19]

Kritik terhadap Sari Indah tidak hanya berasal dari kejadian individual, tetapi juga dari analisis sistem manajemen internal. Organisasi Angkutan Darat (Organda) Jawa Timur mengungkap bahwa sistem setoran yang diterapkan Sari Indah membuka peluang besar bagi praktik calo yang merugikan penumpang. Dalam sistem ini, tiket dilepas melalui perantara di lapangan tanpa kontrol yang ketat, sehingga celah bagi calo untuk menaikkan tarif atau memanipulasi penjualan tiket menjadi lebih besar. Organda bahkan menyatakan sudah melayangkan teguran berulang kali kepada Majoe Muda Mandiri terkait praktik ini.[19]

Berbagai kontroversi tersebut telah memunculkan seruan dari pihak berwenang untuk penertiban dan pengawasan lebih ketat. Tuduhan praktik tidak terpuji oleh calo serta dampaknya terhadap penumpang memicu diskusi luas tentang perlunya pengawasan lembaga terhadap setiap perusahaan otobus dan terminal untuk melindungi konsumen dari modus penipuan atau tarif yang tidak sesuai aturan.[20]

Referensi

  1. 1 2 3 Sari, J.P.I.; Kurniawan, A. (31 Oktober 2025). "4 PO Bus Sapu Jagat Legendaris yang Masih Eksis". Kompas.com. Diakses tanggal 11 Desember 2025.
  2. ↑ Arifudin 2019, hlm. 3.
  3. 1 2 Arifudin 2019, hlm. 38.
  4. ↑ Arifudin 2019, hlm. 46.
  5. 1 2 Arifudin 2019, hlm. 4.
  6. 1 2 Jalil, A. (3 April 2021). "Bus Cendana Ponorogo-Surabaya Sudah Setahun Tak Beroperasi, Ternyata Ini Penyebabnya". Espos. Diakses tanggal 11 Desember 2025.
  7. 1 2 3 Arifudin 2019, hlm. 39.
  8. ↑ Marketeers (31 Oktober 2017). "Deretan PO Bus Ini Raih Penghargaan Wahana Adhigana". www.marketeers.com. Diakses tanggal 11 Desember 2025.
  9. ↑ Jalil, A. (2 April 2021). "Tak Beroperasi Setahun, Karyawan Geruduk Pemilik Bus Cendana". Espos.id. Diakses tanggal 11 Desember 2025.
  10. ↑ Arifudin 2019, hlm. 43.
  11. ↑ Arifudin 2019, hlm. 44.
  12. 1 2 Fatmawati, Aprilia. "Bus Patas Murah Melaju Mulus di Tol! Surabaya Ke Ponorogo Naik Armada Bekas Haryanto, Cek Harganya". Jember Network. Diakses tanggal 11 Desember 2025.
  13. 1 2 Arifudin 2019, hlm. 45.
  14. ↑ "Bus Cendana Ponorogo-Surabaya Sudah Setahun Tak Beroperasi, Ternyata Ini Penyebabnya". beritatrans.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 1 Januari 2026.
  15. ↑ "Bali Trans". redBus. Diakses tanggal 11 Desember 2025.
  16. ↑ Hadi, U.; Ramadhan, B. (23 Juli 2025). "Bus dan Motor Terbakar Akibat Tabrakan di Nganjuk, Pengendara Motor Tewas di Lokasi". Kompas.com. Diakses tanggal 11 Desember 2025.
  17. ↑ Bakrie, N., ed. (18 Desember 2019). "Bus ini Terpaksa Dipasangi 'Tameng' untuk Mencegah Pelemparan Batu". JatimNow. Diakses tanggal 12 Desember 2025.
  18. ↑ "Buntut Pemerasan, Calo Diburu dan PO Sari Indah Dilarang Beroperasi". SINDOnews Daerah. Diakses tanggal 11 Desember 2025.
  19. 1 2 "Lansia Penumpang Bus Sari Indah Dikenai Tarif Tak Wajar dan Diturunkan di Sembarang Tempat". Diakses tanggal 11 Desember 2025.
  20. ↑ Aryan, M. Hanafi. "Polisi Tangkap 3 Calo Penumpang Paksa Beli Tiket Bus di Terminal Bekasi". detiknews. Diakses tanggal 11 Desember 2025.

Daftar pustaka

  • Arifudin, M. (2019). Pelayanan Konsumen pada Bus AKDP PT Majoe Muda Mandiri Madiun (PDF) (S1 thesis). Institut Agama Islam Negeri Ponorogo.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Majoe Muda Mandiri buses.
  • l
  • b
  • s
Perusahaan bus di Indonesia
Bus antarnegara
  • Bagong
  • DAMRI
Bus perkotaan
  • Agra Mas
  • Bagong
  • DAMRI
  • Hiba Utama
  • Lorena
  • Mayasari Bakti
  • Sinar Jaya
  • Transjakarta
Bus antarkota
  • Agra Mas
  • AKAS
  • ALS
  • ANS
  • Arimbi/Bima Suci
  • Bagong
    • MTrans
  • Bandung Express
  • Bejeu
  • Budiman
  • Cititrans
  • Coyo
  • DAMRI
  • Dewi Sri
  • Dharma Jaya Group
  • Efisiensi/Tividi
  • Eka/Mira
  • Gapuraning Rahayu
  • Garuda Mas
  • Gumarang Jaya
  • Gunung Harta
  • Gunung Mulia
  • Handoyo
  • Harapan Jaya
  • Haryanto
  • Hiba Group
  • Jaya Utama Indo
  • Kalisari
  • Kramat Djati
  • Kurnia Anugerah Pusaka
  • Lorena/Karina
  • Majoe Muda Mandiri
  • Maju Lancar/Citra Adi Lancar
  • Makmur/Halmahera
  • Mayasari Group
    • MGI/CBU
    • Primajasa
  • Medal Sekarwangi
  • Medali Mas
  • Muji Jaya
  • Mulyo
  • New Shantika
  • NPM
  • Nusantara
  • Pahala Kencana
  • Pandawa 87
  • PMTOH
  • Primadona
  • Puspa Jaya
  • Putera Mulya
  • Putra Remaja
  • Rajawali
  • Raya
  • Restu
  • Rimba Raya
  • Rosalia Indah
  • Royal Safari/Blue Line
  • Safari Dharma Raya
  • Sahabat Prima Abadi
  • San
  • Santoso
  • Sempati Star
  • Sinar Dempo
  • Sinar Jaya/DMI
  • Sindoro Sejahtera Mulya
  • STJ/TMT
  • Suharno Group
  • Sumber Alam
  • Sumber Group
  • TAM
  • Tami Jaya
  • Tentrem
  • Tunggal Dara
  • Unicorn Indorent
  • Yessoe Travel
Bus pariwisata
  • Agam Tungga Jaya
  • Agra Icon
  • AKAS
  • AO Transport
  • Arimbi
  • Arion
  • Bagong Biru
  • Bejeu
  • Bigbird
  • Bimo Transport
  • Blue Star
  • Budiman
  • DAMRI
  • Dewi Sri
  • Eagle High
  • Efisiensi Group
  • Eka
  • Fransindo Trans
  • Gapuraning Rahayu/Putra Ardiya
  • Golden Star
  • Gunung Harta
  • Gunung Mulia
  • Harapan Jaya
  • Haryanto
  • Hiba Utama
  • Indo Trans
  • Jaya Utama Indo
  • Kalisari
  • Karyajasa
  • Kramat Djati/Pakar Wisata
  • Mayasari Group
    • City Miles
    • City Trans Utama
    • RedWhite Star
  • Medali Mas
  • Muji Jaya Gemilang
  • Nirwana Luxury Tourist Bus
  • Nusantara
  • Nyaman Holiday
  • Pandawa 87
  • Panorama/White Horse Group
  • Prayogo
  • Puspa Jaya
  • Putra Remaja
  • Rahma Wisata
  • Raya
  • Restu
  • Rimba Raya
  • Rosalia Indah
  • Sahabat Prima Abadi
  • Safari Dharma Raya
  • Santoso
  • Sari Lorena
  • Starbus
  • Sindoro Satriamas
  • Subur Jaya
  • Sumber Alam
  • Sumber Waras Putra
  • TAM
  • Tami Jaya
  • Tentrem
  • Trac Astra
  • Tunggal Dara
  • Unicorn Indorent
  • Vido Trans Nusa
  • Vircansa Tour Bus
Bus antar-jemput
karyawan
  • Arion
  • Bagong
  • Blue Star
  • Eagle High
  • Harapan Jaya
  • Hiba Utama / Berdikari
  • Jejak Hasanah
  • Kalisari
  • Pakar Wisata
  • Restu
  • Starbus
  • Trac Astra
  • White Horse Group
Bus antar-jemput
  • Bagong
  • Bejeu
  • Budiman
  • Cititrans
  • DAMRI
  • DayTrans
  • Efisiensi
  • Indo Trans
  • Joglosemar
  • Lorena
  • Mayasari Group
    • RedWhite Star
    • TRAVL
  • Muji Jaya
  • Putra Remaja
  • Rimba Raya
  • Rosalia Indah
  • Sahabat Shuttle
  • Sempati Star
  • Sinar Jaya
  • Sumber Alam
Bus permukiman
  • AO Shuttle
  • DAMRI
  • Harapan Jaya
  • Lorena
  • Sinar Jaya
  • Transjakarta
  • Wifend Darma Persada
Bus pemadu moda
  • Agra Mas
  • DAMRI
  • Harapan Jaya
  • Hiba Utama
  • Lorena
  • Pahala Kencana
  • Primajasa/RedWhite Star
  • Sinar Jaya
Bus apron bandara
  • Gapura Angkasa

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Armada
  3. Ciri khas tampilan
  4. Trayek
  5. Bus antarkota
  6. Bisnis nontrayek
  7. Kontroversi
  8. Referensi
  9. Daftar pustaka
  10. Pranala luar

Artikel Terkait

Bagong (perusahaan otobus)

perusahaan otobus Indonesia

Raya (perusahaan otobus)

perusahaan otobus Indonesia

Handoyo (perusahaan otobus)

perusahaan otobus Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026