PT Anas Nasional Sejahtera (ANS) adalah perusahaan otobus Indonesia yang berpusat di Kota Padang, Sumatera Barat. Didirikan oleh Anas Sutan Jamaris, seorang mantan pedagang dan distributor rokok asal Kabupaten Agam, ia merintis usaha transportasi penumpang sejak 1964 dengan nama Panca Bakti sebelum mendirikan PO ANS pada 1972 dengan mengusung jargon "Aman, Nyaman, dan Sampai Tujuan". Perusahaan otobus ini berkembang menjadi perusahaan besar dengan jaringan trayek AKAP lintas Sumatra hingga Jawa. ANS dikenal sebagai salah satu pelopor bus antarkota antarprovinsi yang melayani tradisi merantau masyarakat Minangkabau. Selain layanan bus antarkota, ANS juga mengembangkan bisnis melalui anak usahanya, Nyaman Holiday, yang fokus pada bus pariwisata dengan armada lebih fleksibel dan fasilitas lengkap.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bus ANS dengan karoseri New Patriot produksi Morodadi Prima | |
| Didirikan | 1964 (1964) |
|---|---|
| Kantor pusat | Jalan Khatib Sulaiman 101, Padang, Sumatera Barat, Indonesia |
| Wilayah layanan | |
| Jenis layanan |
|
| Armada | 45 unit/hari (Mercedes-Benz) |
| Jenis bahan bakar | Diesel |
| Operator |
|
| Direktur Utama | Wellian Anas |
| Situs web | bus-ans |
PT Anas Nasional Sejahtera (ANS) adalah perusahaan otobus Indonesia yang berpusat di Kota Padang, Sumatera Barat. Didirikan oleh Anas Sutan Jamaris, seorang mantan pedagang dan distributor rokok asal Kabupaten Agam, ia merintis usaha transportasi penumpang sejak 1964 dengan nama Panca Bakti sebelum mendirikan PO ANS pada 1972 dengan mengusung jargon "Aman, Nyaman, dan Sampai Tujuan". Perusahaan otobus ini berkembang menjadi perusahaan besar dengan jaringan trayek AKAP lintas Sumatra hingga Jawa. ANS dikenal sebagai salah satu pelopor bus antarkota antarprovinsi yang melayani tradisi merantau masyarakat Minangkabau. Selain layanan bus antarkota, ANS juga mengembangkan bisnis melalui anak usahanya, Nyaman Holiday, yang fokus pada bus pariwisata dengan armada lebih fleksibel dan fasilitas lengkap.
ANS tidak dapat dilepaskan dari sosok pendirinya, yakni Anas Sutan Jamaris, seorang pengusaha asal Balingka, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Lahir dari keluarga sederhana, perjalanan hidupnya penuh perjuangan sejak usia muda. Ia sudah terbiasa bekerja keras dengan menjadi pedagang asongan dari rumah ke rumah demi membantu perekonomian keluarga. Dari usaha kecil tersebut, ia kemudian mencoba merambah bisnis baru, yakni berdagang rokok, yang menjadi titik awal keberhasilannya dalam dunia bisnis.[1][2]
Kesuksesan dalam bisnis rokok membuat Haji Anas mampu membeli satu unit truk untuk mendukung distribusi barang dagangannya ke berbagai daerah, termasuk hingga Kota Medan, Sumatera Utara. Dari sinilah ia mulai mengenal dan memahami dunia transportasi darat. Usaha angkutan barang yang dirintisnya berkembang pesat, sehingga ia mampu menambah jumlah armada truk secara bertahap. Pengalaman inilah yang kemudian menjadi fondasi kuat bagi dirinya untuk masuk ke bisnis transportasi penumpang di kemudian hari.[1][2]
Langkah awal Anas di bisnis angkutan penumpang dimulai pada tahun 1964 ketika ia membuka layanan bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dengan rute Padang–Bukittinggi. Awalnya, ia memberi nama usahanya Panca Bakti. Selama sekitar delapan tahun menjalankan rute tersebut, ia memperoleh banyak pengalaman dalam mengelola transportasi penumpang, mulai dari operasional hingga pelayanan. Pengalaman ini menjadi modal penting sebelum ia melakukan ekspansi yang lebih besar.[3][4]
Pada tahun 1972, Anas melakukan transformasi besar dengan mendirikan PO ANS, yang merupakan singkatan dari jargon pelayanannya sendiri, "Aman, Nyaman, dan Sampai Tujuan". Perusahaan ini kemudian berkembang menjadi PT Anas Nasional Sejahtera. Sejak saat itu, ANS mulai merambah layanan antarkota antarprovinsi (AKAP) dan memperluas jangkauan trayeknya ke berbagai daerah di Sumatra hingga Jawa. Bahkan pada masa kejayaannya, bus ANS pernah melayani rute yang sangat panjang, mulai dari Kota Banda Aceh di Aceh hingga Kota Denpasar di Bali.[4]
Sebagai salah satu PO legendaris di Sumatera Barat, ANS dikenal sebagai pelopor perjalanan jarak jauh bagi masyarakat Minangkabau, khususnya untuk memfasilitasi merantau. Bus-bus ANS pada masa awal bahkan harus melewati medan berat, seperti jalan yang belum beraspal, penyeberangan sungai, hingga daerah rawan pembegalan.[5] Seiring perkembangan zaman, ANS terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan. Perusahaan ini menghadirkan berbagai kelas layanan, mulai dari kelas ekonomi hingga eksekutif dan Royal Executive dengan fasilitas modern seperti AC, kursi nyaman, hiburan, hingga toilet. Inovasi tersebut membuat ANS tetap mampu bersaing dengan perusahaan otobus lain dan mempertahankan reputasinya sebagai salah satu bus ternama di Sumatera Barat.[4] Puncaknya, redBus menganugerahkan penghargaan AKAP Sumatra Terfavorit kepada ANS pada 15 November 2025.[6] Setelah meninggalnya Anas pada tahun 2022, kepemimpinan PO ANS dilanjutkan oleh generasi penerus keluarganya; saat ini dipimpin oleh Wellian Anas.[4][7]

ANS dikenal sebagai salah satu operator legendaris asal Sumatera Barat yang terus melakukan peremajaan armada. Dalam beberapa tahun terakhir, ANS konsisten menghadirkan bus baru dengan kombinasi sasis premium dan bodi modern. Untuk urusan sasis, ANS dikenal hanya menggunakan satu pabrikan, yakni Mercedes-Benz. ANS banyak mengandalkan sasis Mercedes-Benz OH 1626, dengan mesin diesel 6 silinder berkapasitas 6.374 cc (389,0 cu in) yang mampu menghasilkan daya mesin sekitar 260 hp (190 kW) dan torsi besar untuk perjalanan jarak jauh. Kombinasi ini menjadikan armada ANS terkenal tangguh di medan lintas Sumatra yang berat, sekaligus tetap nyaman berkat dukungan suspensi dan konfigurasi bodi modern.[8][9]
ANS juga hanya mengandalkan satu perusahaan karoseri bus sebagai langganan tetapnya, yakni Morodadi Prima. Bodi Morodadi Prima dikenal dengan rancang bangunnya yang kokoh, serta kental dengan desain bergaya Eropa, terutama seri Patriot dengan tampilan elegan dan futuristik. ANS banyak memakai varian Patriot seperti TE228G (Travego Evolution) yang mengusung konsep single-glass (kaca depan tunggal). Desain ini membuat visibilitas lebih luas bagi pengemudi bus dan penumpang depan, sekaligus memberi kesan modern seperti bus Eropa. Selain itu, Morodadi Prima juga menghadirkan pembaruan pada interior seperti dasbor baru, toilet dengan sistem sirkulasi, hingga area merokok di bagian belakang. Interiornya umumnya diisi kursi premium konfigurasi 2+2 dengan leg rest, bahkan beberapa unit dilengkapi sekat kabin khas ANS yang memisahkan area kru dan penumpang.[10][11]
Anak usaha ANS di sektor bus pariwisata, Nyaman Holiday, justru tidak terpacu pada satu perusahaan manufaktur kendaraan maupun karoseri bus. Armada Nyaman Holiday banyak menggunakan karoseri bus Adi Putro dengan model Jetbus5, serta Laksana dengan model Legacy SR-3 baik bus sedang maupun bus besar. Karoseri ini dikenal fleksibel dan modern dan bisa dipadukan dengan berbagai sasis. Rancang bangun Jetbus 5 dan Legacy SR-3 juga menawarkan tampilan aerodinamis dengan kabin luas serta fitur hiburan lengkap. Untuk sasisnya, Nyaman Holiday mengandalkan sasis Hino dan Isuzu. Sementara itu, Nyaman Holiday banyak mengandalkan sasis Isuzu NQR atau Hino RM, yang diklaim efisien, mudah perawatannya, dan cocok untuk kebutuhan wisata.[12][13]
ANS menjadikan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) sebagai satu-satunya lini bisnis (bisnis lainnya dipegang anak perusahaan, lihat di bawah). Angkutan penumpang bus jarak jauh, terutama rute pulau Jawa menuju Sumatera dan sebaliknya mengalami masa kejayaan sebelum adanya layanan low cost carrier oleh berbagai maskapai penerbangan. Dengan armada lebih dari 45 unit per hari per 2023, selama bertahun-tahun, ANS bersama PMTOH (Aceh), ALS (Sumatera Utara), Sinar Dempo (Sumatera Selatan), Gumarang Jaya (Lampung), dan NPM (Sumatera Barat) merajai jalan raya lintas Sumatera, baik lintas tengah maupun lintas timur.[3][14]
Memasuki awal dekade 2000-an, ANS bersama puluhan perusahaan otobus lain yang memiliki trayek lintas Sumatra–Jawa mengalami masa suram, karena banyak penumpang yang beralih ke moda transportasi udara yang tarifnya hanya sedikit lebih mahal dibanding angkutan penumpang darat (bus).[15] Saat ini, ANS hanya melayani trayek ke arah barat, dari DKI Jakarta ke berbagai kota tujuan di Sumatera Barat. Selain ke barat, ANS juga membuka trayek dari DKI Jakarta ke arah timur, seperti ke Kota Bandung, Jawa Barat.[16][17]
PT Wellian Nusantara Transpor (berbisnis dengan nama Nyaman Holiday) adalah anak usaha ANS yang menyelenggarakan bisnis bus pariwisata. Berbeda dengan ANS, bus-bus pariwisata Nyaman Holiday banyak mengandalkan armada baru dan modern, dan tidak terpacu pada satu desain sasis ataupun karoseri bus. Dari segi fasilitas, kabin bus Nyaman Holiday dirancang cukup lengkap untuk kebutuhan pariwisata, mulai dari konfigurasi kursi 2-2 yang ergonomis, televisi hiburan, hingga dispenser air minum, dan bahkan toilet, menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih santai dan nyaman bagi penumpang.[18] Meskipun beroperasi sebagai bus pariwisata, Nyaman Holiday juga melayani bus bantuan mudik untuk induk usahanya sendiri.[19]