PT Bagong Dekaka Makmur adalah perusahaan otobus Indonesia yang berpusat di Malang, Jawa Timur. Didirikan pada tahun 1994, perusahaan otobus ini melayani bus lintas batas negara, bus antarkota dalam provinsi, bus pariwisata, serta angkutan karyawan tambang. Sejak 2022, Bagong sudah memiliki lengan bus antarkota antarprovinsi melalui akuisisi MTrans, sebagai langkah memperluas jaringan operasional serta meningkatkan kualitas pelayanan transportasi darat bagi masyarakat.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Didirikan | 12 September 1994 (1994-09-12) |
|---|---|
| Kantor pusat | Jalan Panglima Sudirman No. 8, Kepanjen, Malang, Jawa Timur 65163, Indonesia. |
| Wilayah layanan | |
| Jenis layanan |
|
| Garasi |
|
| Armada | 2.000 unit (2021) |
| Jenis bahan bakar | |
| Direktur Utama | Budi Susilo |
| Situs web | www |
PT Bagong Dekaka Makmur adalah perusahaan otobus Indonesia yang berpusat di Malang, Jawa Timur. Didirikan pada tahun 1994, perusahaan otobus ini melayani bus lintas batas negara, bus antarkota dalam provinsi, bus pariwisata, serta angkutan karyawan tambang. Sejak 2022, Bagong sudah memiliki lengan bus antarkota antarprovinsi melalui akuisisi MTrans, sebagai langkah memperluas jaringan operasional serta meningkatkan kualitas pelayanan transportasi darat bagi masyarakat.
Selain mengoperasikan layanan bus-bus tersebut, Bagong juga turut berperan dalam pengelolaan bus perkotaan dan bus raya terpadu di beberapa wilayah Indonesia. Perusahaan otobus ini dipercaya mengoperasikan layanan BRT di Kota Batam,[1] Banjarmasin,[2] Palu,[3] serta tiga koridor dalam sistem Trans Jatim.[4][5][6] Dengan total armada mencapai kurang lebih 2.000 unit bus, perusahaan otobus ini menempati posisi sebagai salah satu operator transportasi terbesar di Indonesia, berada setelah Mayasari Bakti dan Hiba Group.[7]
Sejarah berdirinya PO Bagong berakar dari perjalanan panjang seorang pengusaha transportasi darat bernama Hari Susilo, yang sejak dekade 1980-an telah berkecimpung dalam dunia otomotif. Pengalaman yang dikumpulkannya selama bertahun-tahun di sektor ini menjadi fondasi kuat bagi langkahnya memasuki bisnis angkutan berbasis bus. Melalui pengamatan mendalam terhadap kebutuhan pasar dan dinamika industri, Hari perlahan mengembangkan visi untuk membangun perusahaan transportasi yang mampu mengedepankan keamanan, kenyamanan, serta profesionalitas dalam layanan.[7]
Pada tanggal 12 September 1994, impiannya diwujudkan melalui pendirian perusahaan otobus baru yang diberi nama Bagong. Kehadiran Bagong menjadi penanda dimulainya kiprah baru Hari dalam dunia transportasi angkutan umum. Pada masa awal beroperasi, perusahaan otobus ini memulai layanan bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dengan mengandalkan armada bus sedang yang berkapasitas 36 penumpang, sebuah langkah yang kala itu dinilai cukup inovatif karena konfigurasi tersebut belum banyak digunakan oleh perusahaan otobus lain.[8]
Perkembangan perusahaan otobus ini berlangsung cukup pesat. Empat tahun setelah berdiri, Bagong tidak hanya bertahan dalam industri transportasi AKDP, tetapi juga mulai merambah sektor jasa angkutan karyawan pertambangan. Untuk mewujudkan hal tersebut, Bagong menyediakan armada yang sesuai dengan karakteristik operasional industri tersebut. Hal ini terlihat dari pengembangan bus 4×4 yang dirancang khusus untuk menghadapi kondisi jalan ekstrem di kawasan pertambangan. Inovasi tersebut tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga menjadi upaya penting untuk memprioritaskan keselamatan karyawan tambang.[7]
Bagong dikenal sebagai pelopor dalam penggunaan bus sedang berkapasitas 36 penumpang di Indonesia. Penggunaan tipe bus ini semakin menegaskan posisi Bagong sebagai perusahaan yang berorientasi pada inovasi dan adaptasi terhadap kebutuhan pasar. Selain melakukan pengembangan armada, perusahaan otobus ini juga menerapkan standar tinggi dalam proses rekrutmen pengemudi. Bagong dikenal memiliki sistem seleksi pengemudi yang relatif ketat, mencakup tes kesehatan hingga tes kecakapan mengendarai bus. Proses seleksi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga kualitas layanan dan memastikan bahwa setiap pengemudi memiliki kompetensi yang memenuhi standar keselamatan.[9]

Pada 21 Agustus 2021, Hari Susilo meninggal dunia. Kesinambungan perusahaan tetap berjalan stabil karena jauh sebelum itu, Hari telah menyerahkan kepemimpinan PO Bagong kepada putranya, Budi.[10] Sekitar 2,5 bulan setelah transisi kepemimpinan tersebut, tepatnya tanggal 2 November 2021, Bagong merilis armada bus besar berkapasitas 60 tempat duduk untuk melayani rute AKDP Jawa Timur jarak menengah, yaitu Surabaya–Trenggalek. Pada saat peluncuran layanan ini, Bagong telah mengoperasikan sekitar 2.000 unit bus yang tersebar di wilayah Jawa dan Kalimantan. Khusus di Kalimantan, mayoritas armada difungsikan sebagai transportasi karyawan di sektor pertambangan.[7]
Pandemi Covid-19 memberikan dampak signifikan terhadap operasional perusahaan. Budi Susilo menjelaskan bahwa selama masa pandemi, jumlah armada yang beroperasi hanya kurang dari 5% dari total bus yang dimiliki. Kendati menghadapi tantangan besar, perusahaan tetap bertahan melalui penyesuaian operasional dan manajemen risiko, sehingga mampu menjaga keberlangsungan layanan hingga situasi mulai membaik.[7]
Memasuki tahun 2022 dan seterusnya, Bagong terus memperluas cakupan bisnisnya. Pada tahun tersebut, perusahaan mengakuisisi PT Kacebe Murni Transport (MTrans) dan menjadikannya sebagai lengan bisnis antarkota antarprovinsi (AKAP).[11] Langkah ekspansif kembali berlanjut pada 30 Maret 2023 ketika Bagong membuka layanan angkutan lintas batas negara (ALBN) dengan trayek dari Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, menuju Dili, Timor-Leste. Ekspansi ini menegaskan transformasi Bagong dari perusahaan otobus regional menjadi penyedia layanan transportasi yang mampu beroperasi di tingkat nasional maupun internasional.[12]

PO Bagong dikenal sebagai perusahaan otobus yang konsisten dalam menjaga kesetiaan terhadap sasis bus produksi merek-merek ternama seperti Mitsubishi Fuso, Mercedes-Benz, dan Hino. Selain itu, Bagong juga memiliki reputasi sebagai operator yang rajin melakukan peremajaan armada demi menjaga keandalan dan kualitas layanan. Salah satu langkah signifikan dilakukan pada tahun 2024 ketika Bagong memesan 29 unit sasis Hino AK 240 untuk memperkuat layanan bus antarkota dalam provinsi (AKDP). Pemilihan tipe AK 240 ini didasarkan pada karakteristiknya yang menggunakan rangka space-frame dengan konfigurasi mesin depan, sehingga memungkinkan ruang bagasi belakang yang lebih luas dan fungsional untuk mengakomodasi barang bawaan penumpang dalam jumlah besar.[13]
Di luar penggunaan Hino AK 240, armada Bagong juga terdiri atas beragam jenis sasis lain yang disesuaikan dengan kebutuhan layanan, baik untuk AKDP, bus pariwisata, maupun keperluan khusus lainnya. Pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024, Bagong memperkenalkan unit-unit bus AKDP baru yang menggunakan sasis Mitsubishi Fuso Canter FE84G BC dengan karoseri produksi Tentrem. Kehadiran unit ini menunjukkan fleksibilitas Bagong dalam memanfaatkan sasis medium untuk rute-rute tertentu yang membutuhkan efisiensi sekaligus kenyamanan.[14]
Untuk segmen bus besar dan pariwisata, Bagong juga terus melakukan pengembangan armada. Pada September 2024, perusahaan ini meluncurkan bus besar berbasis sasis Mercedes-Benz OH 1626 serta Hino RM 280 ABS yang diperkenalkan dalam rangkaian GIIAS 2025.[15][16] Khusus Hino RM 280 ABS, Bagong menerima sebanyak 35 unit yang dirancang untuk menunjang layanan pariwisata dan perjalanan jarak jauh, dengan dukungan suspensi udara, sistem pengereman ABS, serta desain bodi yang menitikberatkan pada kenyamanan dan keselamatan penumpang.[16]
Dalam hal karoseri, PO Bagong mengandalkan sejumlah perusahaan karoseri ternama di Indonesia, terutama Tentrem dan Laksana. Untuk bus sedang, Bagong menggunakan karoseri Navigator produksi Tentrem, sementara untuk bus besar reguler digunakan karoseri Legacy SR-3 FE dari Laksana. Tentrem juga diketahui beberapa kali merancang karoseri khusus sesuai kebutuhan Bagong, seperti Max Facelift yang menonjolkan tampilan agresif untuk layanan AKDP, serta Navigator 4×4 yang dirancang khusus untuk menghadapi kondisi jalan ekstrem di kawasan pertambangan.[17][18][19]
Armada bus pariwisata Bagong terdiri atas bus sedang maupun bus besar dengan spesifikasi dan desain yang lebih premium. Untuk bus besar pariwisata, Bagong menggunakan karoseri Avante H8, sementara pada April 2024 divisi pariwisata ini juga merilis unit baru dengan karoseri Jetbus5 produksi Adi Putro. Selain armada berbahan bakar konvensional, Bagong turut mengoperasikan bus listrik yang menggunakan sasis Wintrone Orionis dengan karoseri eNavigator, yaitu versi listrik dari Navigator. Bus listrik ini secara khusus diperuntukkan bagi layanan angkutan karyawan pertambangan, sejalan dengan kebutuhan operasional dan isu keberlanjutan.[15][20][17]
Dari sisi tampilan, PO Bagong memiliki ciri khas visual yang kuat dan mudah dikenali. Unit bus reguler AKDP menggunakan pola pengecatan dasar putih yang dipadukan dengan guratan warna jingga, ungu, dan merah, serta ornamen bintang yang menghiasi bodi samping bus. Sementara itu, bus pariwisata tampil dengan dominasi warna biru—hingga kerap dijuluki "Bagong Biru"—lengkap dengan motif batik dan ilustrasi empat tokoh Panakawan dalam pewayangan Jawa, yakni Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong, yang menjadi asal-usul nama perusahaan. Adapun bus listrik Bagong dibedakan melalui pola pengecatan berwarna merah, sehingga setiap jenis layanan memiliki identitas visual yang jelas dan konsisten.[15][17]
PO Bagong mengoperasikan satu-satunya layanan antar lintas batas negara (ALBN) pada trayek Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia–Dili, Timor-Leste. Layanan ini menggunakan bus kelas non-ekonomi yang secara khusus diberi label "Lintas Batas Negara" pada bodinya, menegaskan perannya sebagai angkutan internasional. Armada yang digunakan memakai karoseri Navigator produksi Tentrem dengan sasis Mitsubishi Fuso Canter FE84G, ditenagai mesin berkapasitas 3.907 cc (238,4 cu in). Kehadiran trayek ALBN ini menjadi bagian dari ekspansi bisnis PO Bagong dan mendapatkan sambutan positif dari kalangan pecinta bus maupun masyarakat umum, yang menaruh harapan agar perusahaan ini ke depannya dapat membuka lebih banyak rute lintas negara lainnya.[21]

Sejak awal berdiri, PO Bagong memfokuskan bisnisnya pada layanan bus antarkota dalam provinsi (AKDP) di wilayah Jawa Timur. Hampir seluruh kabupaten di provinsi tersebut telah terjangkau oleh jaringan trayek Bagong, menjadikannya salah satu operator yang memiliki cakupan layanan luas. Kota Malang, sebagai lokasi kantor pusat perusahaan, dan Kota Surabaya, sebagai pusat perekonomian utama Jawa Timur, menjadi titik keberangkatan utama armada Bagong.[22][23] Dari kedua kota ini, Bagong melayani berbagai tujuan penting seperti Blitar,[24] Jember[25], Jombang,[26] Kediri,[26][23] Magetan[27], Ponorogo,[28] Trenggalek,[29] dan Tulungagung, yang menghubungkan pusat-pusat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial di wilayah tersebut.[30][31]
Selain trayek-trayek utama AKDP tersebut, PO Bagong juga mengoperasikan satu trayek khusus, yaitu Surabaya–Probolinggo–Lumajang–Kencong–Ambulu, Jember. Bus yang melayani rute ini memiliki ciri khas berupa pola pengecatan berwarna ungu (bekas PO Ramayana), yang membedakannya dari armada Bagong pada trayek lain. Menariknya, operasional bus di jalur ini berjalan di atas trayek milik PT Sabar Indah Mulia Perkasa (berjalan dengan jenama Princess Mulia) dan dilaksanakan melalui kerja sama operasional antara kedua perusahaan, menunjukkan fleksibilitas serta strategi kolaboratif Bagong dalam memperluas dan mempertahankan layanan AKDP-nya di Jawa Timur.[32]
Bus raya terpadu yang dioperasikan oleh Bagong mencakup Trans Batam di Kepulauan Riau[1], Trans Banjarbakula di Kalimantan Selatan[2] Trans Palu di Sulawesi Tengah[3], dan Trans Manado di Sulawesi Utara[33]. Selain itu, Bagong juga mengoperasikan Trans Jatim dengan koridor berikut:
PO Bagong mengoperasikan satu-satunya layanan bus antar-jemput (shuttle) pada rute Batu–Cangar–Mojokerto. Layanan ini dilayani menggunakan bus kecil dengan kapasitas sekitar 15 tempat duduk yang telah dilengkapi fasilitas pendingin udara (AC) untuk menunjang kenyamanan penumpang. Dari segi tampilan, armada shuttle Bagong memiliki ciri khas tersendiri dengan pola pengecatan berwarna hijau yang dipadukan garis kuning dan putih, sehingga tampil berbeda dibandingkan bus reguler Bagong yang umumnya menggunakan warna lain. Kehadiran layanan shuttle ini ditujukan untuk melayani mobilitas penumpang pada jalur pegunungan dan penghubung antardaerah dengan karakter perjalanan jarak pendek hingga menengah.[35]

Selain layanan angkutan reguler dan shuttle, PO Bagong juga mengembangkan unit usaha bus pariwisata yang melayani jasa sewa kendaraan untuk berbagai kebutuhan, seperti perjalanan wisata umum, wisata religi, kunjungan bisnis, hingga kegiatan karyawisata. Armada bus pariwisata Bagong dikelola secara terpisah dari unit bus reguler, yang dapat dikenali dari perbedaan pola pengecatannya. Divisi pariwisata ini melayani perjalanan wisata baik dalam pulau maupun antarpulau, dengan pilihan armada yang beragam, mulai dari bus besar, bus sedang, bus kecil, hingga kendaraan penumpang seperti Toyota HiAce, sehingga mampu menyesuaikan kapasitas dan kebutuhan perjalanan pelanggan.[15][36]