Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Gunung Harta

PT Gunung Harta adalah perusahaan otobus Indonesia yang berpusat di Kabupaten Tabanan, Bali. Perusahaan otobus ini menjalankan bus antarkota dan pariwisata. Didirikan pada tahun 1993 oleh I Wayan Sutika, Gunung Harta awalnya melayani bus antarkota dalam provinsi di Bali, kemudian melakukan ekspansi menjadi rute bus antarkota antarprovinsi dengan rute Jawa dan Bali. Sekitar 2001, PT Gunung Harta kemudian membuka cabang di Kota Malang, Jawa Timur yang kelak menjadi PT Gunung Harta Transport Solutions (GHTS), yang beroperasi sebagai perusahaan terpisah, meski masih satu grup. Per 2017, PT Gunung Harta memiliki 110 karyawan.

perusahaan otobus Indonesia
Diperbarui 12 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Gunung Harta
PT Gunung Harta
Sebuah bus Gunung Harta di Terminal Purabaya
Didirikan1993; 33 tahun lalu (1993)
Mulai operasi1993
Kantor pusatTabanan, Bali, Indonesia
Wilayah layanan
  • Jawa
  • Madura
  • Bali
Jenis layanan
  • Bus antarkota
  • bus pariwisata
Hub
  • Terminal Pulo Gebang
  • Terminal Leuwipanjang
  • Terminal Mangkang
  • Terminal Purabaya
  • Terminal Mengwi
Ruang tungguEksekutif, VIP, Ekonomi
GarasiTabanan, Malang, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya
Jenis bahan bakarDiesel
Direktur UtamaKadek Jaya Manuaba
Situs webwww.gunungharta.com

PT Gunung Harta adalah perusahaan otobus Indonesia yang berpusat di Kabupaten Tabanan, Bali. Perusahaan otobus ini menjalankan bus antarkota dan pariwisata. Didirikan pada tahun 1993 oleh I Wayan Sutika, Gunung Harta awalnya melayani bus antarkota dalam provinsi di Bali, kemudian melakukan ekspansi menjadi rute bus antarkota antarprovinsi dengan rute Jawa dan Bali. Sekitar 2001, PT Gunung Harta kemudian membuka cabang di Kota Malang, Jawa Timur yang kelak menjadi PT Gunung Harta Transport Solutions (GHTS), yang beroperasi sebagai perusahaan terpisah, meski masih satu grup.[1] Per 2017, PT Gunung Harta memiliki 110 karyawan.[2]

Sejarah

I Wayan Sutika adalah seorang laki-laki asal Bali yang tumbuh besar di Wongaya Gede, Penebel, Tabanan. Meski demikian, sebagian besar kehidupannya ia jalani di Banjar Anyar, Kediri, Tabanan. Dari lingkungan inilah Sutika mulai merintis usaha transportasi yang kelak dikenal luas sebagai PO Gunung Harta.[3]

Dengan modal awal satu unit bus Mercedes-Benz 1813,[3] pada tahun 1993 Sutika mendirikan PO Gunung Harta yang saat itu masih berbadan hukum usaha dagang dengan nama UD Gunung Harta. Pada masa awal operasinya, Gunung Harta melayani rute antarkota dalam provinsi (AKDP) Denpasar–Gilimanuk. Kepercayaan masyarakat Bali serta dukungan lembaga jasa keuangan menjadi faktor penting yang mendorong perkembangan usaha ini.[2]

Pada tahun 1995, Gunung Harta mulai memperluas layanannya ke angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP).[2] Perkembangan perusahaan terus berlanjut hingga pada tahun 1999 status badan hukum Gunung Harta berubah menjadi perseroan terbatas dengan nama PT Gunung Harta.[3] Di tahun yang sama, I Wayan Sutika juga sempat terjun ke dunia politik sebagai anggota DPRD Bali periode 1999–2004 melalui PDI Perjuangan, sebelum akhirnya memutuskan untuk fokus kembali mengelola perusahaannya.[4]

Memasuki tahun 2004, Gunung Harta telah mengoperasikan sekitar 40 unit bus dan membuka berbagai trayek baru dari Denpasar menuju Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat (non-Bodebek), hingga DKI Jakarta. Selain mengembangkan layanan AKAP, Gunung Harta juga merambah ke sektor bus pariwisata dan jasa kurir, sambil tetap mempertahankan layanan AKDP di Bali sebagai fondasi awal kesuksesannya.[5] Pada tahun 2016, Sutika menyerahkan jabatan direktur utama PT Gunung Harta kepada anak keduanya, Kadek Jaya Manuaba, seiring dengan bertambahnya usia.[3]

Gunung Harta Transport Solutions

"}},"i":0}}]}' id="mwUw"/>
PT Gunung Harta Transport Solutions
Bus GHTS dengan karoseri Jetbus5 produksi Adi Putro
Didirikan9 Desember 2011 (2011-12-09)
Kantor pusatMalang, Jawa Timur, Indonesia
Wilayah layananJawa
Jenis layanan
  • Bus antarkota
  • bus pariwisata
Hub
  • Terminal Pulo Gebang
  • Terminal Leuwipanjang
  • Terminal Purabaya
  • Terminal Mengwi
Ruang tungguTersedia di kantor pusat dan garasi utama GHTS di Malang
Armada90 unit (2024)
Jenis bahan bakarDiesel
Direktur UtamaI Gede Yoyok Santoso
Situs webwww.gununghartasolutions.com

PT Gunung Harta Transport Solutions (GHTS atau Gunung Harta Solutions) awalnya merupakan Gunung Harta divisi Malang, yang dibentuk pada tahun 2001 oleh anak sulung dari Sutika, I Gede Yoyok Santoso. Divisi Malang ini kemudian berubah menjadi perusahaan terpisah sejak 9 Desember 2011[butuh rujukan] dan awalnya berjalan sebagai bus pariwisata. Namun, pada tahun 2016, GHTS membuka trayek antarkota antarprovinsi (AKAP) dengan fokus pada rute bus DKI Jakarta/Kota Bandung, Jawa Barat menuju Jawa Timur dan Jawa Timur menuju Pulau Bali.[3][1]

Pada tahun 2023, GHTS mengumumkan kerja sama mereka dengan PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk. (TKDN) atas pengadaan alat keselamatan canggih berupa sistem kamera pengawas yang diperlengkapi teknologi akal imitasi (AI) dengan perangkat ADAS & Driver Behavior Alerts. Dirancang untuk meningkatkan keamanan penumpang serta pengemudi bus. Sistem ini memiliki fitur deteksi objek, sistem peringatan dini, dan pemantauan kondisi kendaraan secara real time. Hal ini dilakukan dalam rangka mewujudkan perjalanan bebas kecelakaan.[6]

Pada 15 Agustus 2024, GHTS mengumumkan bahwa mereka tak lagi menggunakan bahan bakar solar, dan beralih menggunakan BBM nonsubsidi Dex Series produksi Pertamina. Pada waktu itu, GHTS mengoperasikan 90 armada dengan 17 trayek. Yoyok Santoso beranggapan bahwa menggunakan Dex Series membuat performa bus menjadi lebih efisien, karena selama masih menggunakan solar, bus-bus GHTS sering gonta-ganti filter setiap dua kali pergi pulang, bahkan yang ada tujuh kali. Hal ini menurutnya, berdampak pada performa mesin dan olinya.[7]

Per 2024, GHTS mengoperasikan 90 unit bus.[8] GHTS merupakan salah satu perusahaan otobus Indonesia yang banyak mengoleksi sasis tronton; per 2023 sendiri jumlah sasis tronton yang dimiliki GHTS berjumlah 36 unit. Menurut Yoyok Santoso sendiri, sasis tronton memiliki kaki-kaki yang lebih kokoh, sehingga diklaim memberi kenyamanan yang lebih daripada sasis reguler karena minim guncangan. Hal ini juga didukung dengan rampungnya Jalan Tol Trans-Jawa antara Jakarta dan Surabaya.[9]

Armada

Demi meningkatkan layanannya kepada penumpang, baik Gunung Harta maupun GHTS dikenal rajin meremajakan armada bus yang dimilikinya.[10] Armada bus Gunung Harta maupun GHTS memakai sasis bus premium dan tronton seperti Scania (K360iB[11] dan K410iB[12]), Volvo B11R I-Shift,[9] Mercedes-Benz (OC 500 RF 2542,[12] O500 RS 1836,[13] OH 1626,[9] dan OH 1526),[14] Hino (RG 240 PS[15] dan RM 280 PS),[16] serta MAN RR4 480.[17]

Gunung Harta merah tergolong tidak pilih-pilih karoseri bus. Pada Gunung Harta merah, terdapat karoseri bus produksi Adi Putro (Jetbus berbagai seri),[18] Laksana (Legacy SR),[19] Tentrem (Avante),[20] dan New Armada (Skylander).[21] Sementara untuk GHTS, bus-busnya lebih mengandalkan karoseri Adi Putro.[22]

Pada 25 Maret 2018, GHTS mengumumkan rencana meremajakan armadanya dengan merilis armada berbasis Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 6×2 dan Scania K410 IB 6×2. Bus-bus tersebut menggunakan karoseri Jetbus3+ produksi Adi Putro. Bus tersebut memiliki kapasitas 36 penumpang, dengan fasilitas leg rest, USB, selimut, bantal, service makan, serta audio/video. Ciri khas lainnya yang dimiliki Gunung Harta adalah adanya fasilitas toilet dan area merokok untuk penumpang. Bahkan pada saat yang sama, Yoyok Santoso juga berencana menyelenggarakan pemesanan tiket daring, bekerja sama dengan BRI.[22]

Sementara itu, pada 16 Januari 2025, Gunung Harta meluncurkan kelas Suites Combi untuk rute Yogyakarta–Denpasar. Bus yang diproduksi di Laksana tersebut memiliki kursi dengan konfigurasi 2+1 pada bagian depan ke tengah. Pada kabin tengah, terdapat toilet, dispenser air minum, dan mini bar, sedangkan pada bagian belakangnya terdapat fasilitas kursi sleeper.[19] Bus-bus Gunung Harta dan GHTS mengadopsi teknologi TransTRACK, sistem pemantau penunjang keselamatan yang dikembangkan oleh PT Indo Trans Teknologi.[23]

Ciri khas tampilan

Bus milik Gunung Harta sendiri bisa dikenali dengan warna coraknya yang berwarna hijau pupus dan merah. Saat ini, warna hijau pupus, yang merupakan warna pola pengecatan Gunung Harta sebelum membentuk spin-off, dimiliki oleh GHTS, sedangkan warna merah dipegang oleh entitas yang asli (PT Gunung Harta).[1]

Meskipun perusahaan ini menggunakan gambar gunung hijau sebagai logonya, armada bus Gunung Harta lebih dikenal dengan gambar karakter Walt Disney, Miki Tikus, di atas awan pada corak bus. Ikon yang menggambarkan Miki Tikus sedang berbaring di atas balon dengan santai ini merepresentasikan kenyamanan bus Gunung Harta itu sendiri, mengingat sebagian besar armada bus Gunung Harta sudah dibekali dengan suspensi udara sehingga membuat perjalanan terasa sangat nyaman. Gunung Harta juga dikenal karena sering membuat pengaturan tempat duduk 16 di kiri dan 18 di kanan agar penumpang tidak berdesakan.[10]

Trayek

Bus antarkota

Baik Gunung Harta dan GHTS menjadikan bus antarkota antarprovinsi sebagai lini bisnis utamanya. Hanya saja, fokus trayeknya sendiri berbeda antara kedua perusahaan tersebut. Gunung Harta yang asli ("merah") melayani trayek dari Kota Denpasar, Bali, menuju Kota Yogyakarta;[24] serta Kota Semarang, Jawa Tengah;[25] Kota Bandung, Jawa Barat;[26] dan DKI Jakarta.[27] Bahkan, Gunung Harta juga masih memiliki trayek Denpasar–Gilimanuk serta DKI Jakarta–Yogyakarta, yang merupakan trayek debutnya.[2] Sementara itu, GHTS lebih banyak mengandalkan trayek-trayek panas via tol Trans-Jawa, melayani trayek dengan tujuan DKI Jakarta serta Kota Bandung, Jawa Barat menuju[28] Jember,[29] Kediri,[30] Kota Malang,[28] Ponorogo,[31] dan Sumenep[32] di Jawa Timur, atau Kota Malang, Jawa Timur menuju Denpasar, Bali.[33][29]

Bisnis nontrayek

Bus pariwisata milik Gunung Harta awalnya diinisiasi oleh divisi Malang (yang kini menjadi GHTS).[3] Namun setelah dipisahkan, baik Gunung Harta maupun GHTS sama-sama memiliki bus pariwisatanya sendiri-sendiri. Armadanya kira-kira sama dengan bus AKAP.

Referensi

  1. 1 2 3 Media, Kompas Cyber (2023-06-18). "Penjelasan Mengapa Bus AKAP Gunung Harta Punya Warna Merah dan Hijau". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-10-12.
  2. 1 2 3 4 Marga & Sintaasih 2017, hlm. 6712.
  3. 1 2 3 4 5 6 Raharyo, Yoyo. "Sosok I Wayan Sutika, Bos Besar Bus Gunung Harta, Merintis dari Bawah hingga Punya Ratusan Armada - Pengabar". Sosok I Wayan Sutika, Bos Besar Bus Gunung Harta, Merintis dari Bawah hingga Punya Ratusan Armada - Pengabar. Diakses tanggal 2025-10-11.
  4. ↑ Raharyo, Yoyo. "Sisi Lain I Wayan Sutika, Owner Bus Gunung Harta, Ternyata Pernah Menjajal Dunia Politik - Pengabar". Sisi Lain I Wayan Sutika, Owner Bus Gunung Harta, Ternyata Pernah Menjajal Dunia Politik - Pengabar. Diakses tanggal 2025-10-11.
  5. ↑ Marga & Sintaasih 2017, hlm. 6712-6713.
  6. ↑ developer, medcom.id. "PT TKDN Bikin Armada Transportasi GHTS Makin Canggih". medcom.id. Diakses tanggal 2025-10-12.
  7. ↑ Jaen, E. (2024-08-16). "Gunung Harta Jadi PO Bus Pertama Gunakan BBM Non Subsidi". Radio Republik Indonesia. Diakses tanggal 2025-10-12.
  8. ↑ Digital, Media (2024-08-15). "Gunung Harta Jadi PO Bus Pertama Pakai BBM Non Subsidi". Bisnis.com. Diakses tanggal 2025-10-31.
  9. 1 2 3 GridOto.com. "Terbanyak di Indonesia, Ternyata Ini Alasan PO Gunung Harta Koleksi Sasis Tronton - Gridoto". www.gridoto.com. Diakses tanggal 2025-10-12.
  10. 1 2 Marga & Sintaasih 2017, hlm. 6713.
  11. ↑ "JETBUS 5 SHD SCANIA K360IB". Gunung Harta Transport Solutions (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-10-12.
  12. 1 2 ZCH1708 (2018-03-27). "Ini Fasilitas Lengkap Enam Armada Premium Bus Gunung Harta Peremajaan Trayek Bus Malam". otodriver. Diakses tanggal 2025-10-12. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  13. ↑ Pratama, Ilham (2021-04-26). "Seperti Ini Detail Bus 'Legendaris' PO Gunung Harta, Masih Berkaca Tunggal". otodriver. Diakses tanggal 2025-10-12.
  14. ↑ Media, Kompas Cyber (2023-01-04). "PO Gunung Harta Luncurkan 2 Bus Baru Rakitan Laksana". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-10-12.
  15. ↑ "Lebih Dekat dengan Hino RG, Bus Paling Disegani di Pantura pada Masanya Karena Larinya | AutoFun". Berita Mobil AutoFuns. 2021-11-27. Diakses tanggal 2025-10-12.
  16. ↑ disway.id. "PO Gunung Harta Rilis 2 Armada Baru Jetbus 5 SHD dengan Sasis Volvo dan Hino". disway.id. Diakses tanggal 2025-10-12.
  17. ↑ Nagata (2025-05-15). "Persiapkan Bus Baru, PO GHTS Gunakan Sasis MAN RR4 480". kabaroto. Diakses tanggal 2025-10-12.
  18. ↑ Radityasani, M.F.; Ferdian, A. (2022-11-04). "Bus Baru PO Gunung Harta, Pakai Bodi Jetbus SD-V 3++". Kompas.com. Diakses tanggal 2025-12-01.
  19. 1 2 Radityasani, M.F.; Ferdian, A. (2022-12-01). "Suites Combi Bus PO Gunung Harta Denpasar-Yogyakarta, Tarif Rp 370.000". Kompas.com. Diakses tanggal 2025-12-01.
  20. ↑ Media, Kompas Cyber (2024-01-21). "PO Gunung Harta Rilis Bus Mewah Baru Buatan Karoseri Tentrem". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-12-01.
  21. ↑ Radityasani, M.F.; Ravel, S. (2025-11-05). "Bus Baru PO Gunung Harta, Bodi Skylander R25 Berbasis Mercedes-Benz". Kompas.com. Diakses tanggal 2025-12-01.
  22. 1 2 ZCH1708 (2018-03-27). "Ini Fasilitas Lengkap Enam Armada Premium Bus Gunung Harta Peremajaan Trayek Bus Malam". otodriver. Diakses tanggal 2025-10-12. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  23. ↑ "Perjalanan Anggia Meisesari Membesarkan TransTrack". swa.co.id. Diakses tanggal 2025-12-01.
  24. ↑ Khasanah, Uswatun (2025-08-27). "4 Sleeper Bus Yogyakarta—Bali dengan Fasilitas Komplet". IDN Times. Diakses tanggal 2025-12-01.
  25. ↑ GridOto.com. "PO Gunung Harta Kini Punya Trayek Baru, Denpasar-Demak via Solo - Gridoto". www.gridoto.com. Diakses tanggal 2025-12-01.
  26. ↑ Sari, J.P.I.; Kurniawan, A. (2025-03-04). "Layanan Bus AKAP Baru PO Gunung Harta Rute Denpasar-Bandung". Kompas.com. Diakses tanggal 2025-12-01.
  27. ↑ Sari, J.P.I.; Ferdian, A. (2025-10-20). "Pilihan Bus AKAP Rute Jakarta ke Bali, Tikat mulai Rp 600.000". Kompas.com. Diakses tanggal 2025-12-01.
  28. 1 2 Media, Kompas Cyber (2025-04-08). "Mengapa Bus Tingkat Populer di Jakarta-Malang?". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-12-01.
  29. 1 2 Media, Kompas Cyber (2025-01-06). "PO Gunung Harta Buka Rute Jember - Bandung, Pakai Bus Eksekutif". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-12-01.
  30. ↑ Alharis, Mohammad Basid. "7 Rekomendasi Bus AKAP Kediri-Jakarta yang Nyaman dan Harga Terjangkau - Radar Kediri". 7 Rekomendasi Bus AKAP Kediri-Jakarta yang Nyaman dan Harga Terjangkau - Radar Kediri. Diakses tanggal 2025-12-01.
  31. ↑ Sari, J.P.I.; Kurniawan, A. (2024-03-29). "Harga Tiket Bus AKAP Jakarta – Ponorogo di Mudik Lebaran 2023". Kompas.com. Diakses tanggal 2025-12-01.
  32. ↑ Satria, Zaki Narayan (2025-03-23). "2 Sleeper Bus Jakarta—Madura dan Cara Beli Tiketnya". IDN Times. Diakses tanggal 2025-12-01.
  33. ↑ Nagata (2024-07-08). "Bus Baru PO GHTS Layani Rute Malang-Denpasar, Ada Empat Kursi Eksklusif". kabaroto. Diakses tanggal 2025-12-01.

Daftar pustaka

  • Marga, C.P.W.; Sintaasih, D.K. (2017). "PENGARUH KONFLIK KERJA-KELUARGA DAN STRES TERHADAP PHYSICAL WITHDRAWAL BEHAVIOUR" (PDF). e-Jurnal Manajemen Unud. 6 (12): 6708–6733.

Pranala luar

Media terkait Gunung Harta buses di Wikimedia Commons

  • (Indonesia) Situs web resmi Gunung Harta
  • (Indonesia) Situs web pemesanan tiket Gunung Harta
  • (Indonesia) Situs web resmi GHTS
  • (Indonesia) Situs web pemesanan tiket GHTS
  • l
  • b
  • s
Perusahaan bus di Indonesia
Bus antarnegara
  • Bagong
  • DAMRI
Bus perkotaan
  • Agra Mas
  • Bagong
  • DAMRI
  • Hiba Utama
  • Lorena
  • Mayasari Bakti
  • Sinar Jaya
  • Transjakarta
Bus antarkota
  • Agra Mas
  • AKAS
  • ALS
  • ANS
  • Arimbi/Bima Suci
  • Bagong
    • MTrans
  • Bandung Express
  • Bejeu
  • Budiman
  • Cititrans
  • Coyo
  • DAMRI
  • Dewi Sri
  • Dharma Jaya Group
  • Efisiensi/Tividi
  • Eka/Mira
  • Gapuraning Rahayu
  • Garuda Mas
  • Gumarang Jaya
  • Gunung Harta
  • Gunung Mulia
  • Handoyo
  • Harapan Jaya
  • Haryanto
  • Hiba Group
  • Jaya Utama Indo
  • Kalisari
  • Kramat Djati
  • Kurnia Anugerah Pusaka
  • Lorena/Karina
  • Majoe Muda Mandiri
  • Maju Lancar/Citra Adi Lancar
  • Makmur/Halmahera
  • Mayasari Group
    • MGI/CBU
    • Primajasa
  • Medal Sekarwangi
  • Medali Mas
  • Muji Jaya
  • Mulyo
  • New Shantika
  • NPM
  • Nusantara
  • Pahala Kencana
  • Pandawa 87
  • PMTOH
  • Primadona
  • Puspa Jaya
  • Putera Mulya
  • Putra Remaja
  • Rajawali
  • Raya
  • Restu
  • Rimba Raya
  • Rosalia Indah
  • Royal Safari/Blue Line
  • Safari Dharma Raya
  • Sahabat Prima Abadi
  • San
  • Santoso
  • Sempati Star
  • Sinar Dempo
  • Sinar Jaya/DMI
  • Sindoro Sejahtera Mulya
  • STJ/TMT
  • Suharno Group
  • Sumber Alam
  • Sumber Group
  • TAM
  • Tami Jaya
  • Tentrem
  • Tunggal Dara
  • Unicorn Indorent
  • Yessoe Travel
Bus pariwisata
  • Agam Tungga Jaya
  • Agra Icon
  • AKAS
  • AO Transport
  • Arimbi
  • Arion
  • Bagong Biru
  • Bejeu
  • Bigbird
  • Bimo Transport
  • Blue Star
  • Budiman
  • DAMRI
  • Dewi Sri
  • Eagle High
  • Efisiensi Group
  • Eka
  • Fransindo Trans
  • Gapuraning Rahayu/Putra Ardiya
  • Golden Star
  • Gunung Harta
  • Gunung Mulia
  • Harapan Jaya
  • Haryanto
  • Hiba Utama
  • Indo Trans
  • Jaya Utama Indo
  • Kalisari
  • Karyajasa
  • Kramat Djati/Pakar Wisata
  • Mayasari Group
    • City Miles
    • City Trans Utama
    • RedWhite Star
  • Medali Mas
  • Muji Jaya Gemilang
  • Nirwana Luxury Tourist Bus
  • Nusantara
  • Nyaman Holiday
  • Pandawa 87
  • Panorama/White Horse Group
  • Prayogo
  • Puspa Jaya
  • Putra Remaja
  • Rahma Wisata
  • Raya
  • Restu
  • Rimba Raya
  • Rosalia Indah
  • Sahabat Prima Abadi
  • Safari Dharma Raya
  • Santoso
  • Sari Lorena
  • Starbus
  • Sindoro Satriamas
  • Subur Jaya
  • Sumber Alam
  • Sumber Waras Putra
  • TAM
  • Tami Jaya
  • Tentrem
  • Trac Astra
  • Tunggal Dara
  • Unicorn Indorent
  • Vido Trans Nusa
  • Vircansa Tour Bus
Bus antar-jemput
karyawan
  • Arion
  • Bagong
  • Blue Star
  • Eagle High
  • Harapan Jaya
  • Hiba Utama / Berdikari
  • Jejak Hasanah
  • Kalisari
  • Pakar Wisata
  • Restu
  • Starbus
  • Trac Astra
  • White Horse Group
Bus antar-jemput
  • Bagong
  • Bejeu
  • Budiman
  • Cititrans
  • DAMRI
  • DayTrans
  • Efisiensi
  • Indo Trans
  • Joglosemar
  • Lorena
  • Mayasari Group
    • RedWhite Star
    • TRAVL
  • Muji Jaya
  • Putra Remaja
  • Rimba Raya
  • Rosalia Indah
  • Sahabat Shuttle
  • Sempati Star
  • Sinar Jaya
  • Sumber Alam
Bus permukiman
  • AO Shuttle
  • DAMRI
  • Harapan Jaya
  • Lorena
  • Sinar Jaya
  • Transjakarta
  • Wifend Darma Persada
Bus pemadu moda
  • Agra Mas
  • DAMRI
  • Harapan Jaya
  • Hiba Utama
  • Lorena
  • Pahala Kencana
  • Primajasa/RedWhite Star
  • Sinar Jaya
Bus apron bandara
  • Gapura Angkasa


Ikon rintisan

Artikel bertopik korporasi atau perusahaan Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Gunung Harta Transport Solutions
  3. Armada
  4. Ciri khas tampilan
  5. Trayek
  6. Bus antarkota
  7. Bisnis nontrayek
  8. Referensi
  9. Daftar pustaka
  10. Pranala luar

Artikel Terkait

Bagong (perusahaan otobus)

perusahaan otobus Indonesia

Raya (perusahaan otobus)

perusahaan otobus Indonesia

Restu (perusahaan otobus)

perusahaan otobus Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026