Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

San (perusahaan otobus)

PT San Putra Sejahtera adalah sebuah perusahaan otobus Indonesia yang berpusat di Kota Bengkulu. Didirikan oleh Hasanuddin Adnan pada tahun 1978 dengan nama Siliwangi Antar Nusa sebagai usaha angkutan barang kecil, perusahaan ini menjelma menjadi operator bus antarkota antarprovinsi dengan trayek lintas pulau. San konsisten memfokuskan bisnisnya pada layanan AKAP jarak jauh, menghubungkan kota-kota di Sumatra menuju berbagai tujuan strategis di Jawa. Keberadaan PO San menjadi penting dalam sejarah bus Indonesia karena berhasil menjaga kesinambungan trayek lintas Sumatra–Jawa sejak era kapal feri dan jalan non-tol hingga era Jalan Tol Trans-Sumatra dan Trans-Jawa, menjadi pelopor perjalanan AKAP jarak jauh yang berkelanjutan, serta mampu beradaptasi dengan modernisasi melalui digitalisasi tiket, peremajaan rutin armada, hingga langkah awal menuju bus listrik, tanpa meninggalkan identitas, nilai kekeluargaan, dan filosofi layanan yang telah dibangun lintas generasi. Kantor pusat dan garasi utama perusahaan otobus ini terletak di Bajak, Teluk Segara, Kota Bengkulu.

perusahaan otobus Indonesia
Diperbarui 1 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

San (perusahaan otobus)

PT San Putra Sejahtera
Bus San dengan karoseri Jetbus SD-V3++ dan sasis Scania
Didirikan
  • 1978; 48 tahun lalu (1978) (transportasi barang)
  • 30 Januari 1990; 36 tahun lalu (1990-01-30) (CV SAN Travel)
Kantor pusatJalan M.T. Haryono 18, Bajak, Teluk Segara, Bengkulu, Indonesia
Wilayah layanan
  • Sumatra
  • Jawa
Jenis layananBus antarkota
Garasi
  • Bengkulu
  • Pekanbaru
  • Jakarta
  • Solo
Armada90 unit/hari
  • Mercedes-Benz
  • Scania
  • Golden Dragon
  • Yutong
Jenis bahan bakar
  • Diesel
  • listrik
Direktur UtamaKurnia Lesani Adnan
Situs webpo-san.co.id

PT San Putra Sejahtera adalah sebuah perusahaan otobus Indonesia yang berpusat di Kota Bengkulu. Didirikan oleh Hasanuddin Adnan pada tahun 1978 dengan nama Siliwangi Antar Nusa sebagai usaha angkutan barang kecil, perusahaan ini menjelma menjadi operator bus antarkota antarprovinsi dengan trayek lintas pulau. San konsisten memfokuskan bisnisnya pada layanan AKAP jarak jauh, menghubungkan kota-kota di Sumatra menuju berbagai tujuan strategis di Jawa. Keberadaan PO San menjadi penting dalam sejarah bus Indonesia karena berhasil menjaga kesinambungan trayek lintas Sumatra–Jawa sejak era kapal feri dan jalan non-tol hingga era Jalan Tol Trans-Sumatra dan Trans-Jawa, menjadi pelopor perjalanan AKAP jarak jauh yang berkelanjutan, serta mampu beradaptasi dengan modernisasi melalui digitalisasi tiket, peremajaan rutin armada, hingga langkah awal menuju bus listrik, tanpa meninggalkan identitas, nilai kekeluargaan, dan filosofi layanan yang telah dibangun lintas generasi. Kantor pusat dan garasi utama perusahaan otobus ini terletak di Bajak, Teluk Segara, Kota Bengkulu.

Sejarah

Awal pendirian

San berawal dari sebuah usaha kecil di Bengkulu yang dirintis oleh Hasanuddin Adnan pada tahun 1978. Pada masa itu, Hasanuddin hanya bermodal dua unit truk kecil yang digunakan untuk mengangkut barang.[1] Latar belakang keluarganya yang telah lama berkecimpung di dunia transportasi—sebagai pemilik perusahaan otobus Bengkulu Indah[2]—memberikan pengaruh besar dalam membentuk naluri kewirausahaannya. Saat masih bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu, Hasanuddin melihat langsung keterbatasan sarana distribusi barang di daerah tersebut. Kondisi ini mendorongnya untuk memanfaatkan peluang di sektor angkutan barang, yang kala itu masih sangat terbuka dan dibutuhkan oleh masyarakat.[3]

Pengalaman Hasanuddin sebagai aparatur negara sekaligus pelaku usaha membuatnya semakin yakin untuk menekuni dunia transportasi darat secara serius. Puncaknya terjadi pada awal dekade 1980-an, ketika pemerintah menjalankan program transmigrasi besar-besaran akibat pembangunan Waduk Gajah Mungkur. Pada periode 1982–1983, Hasanuddin mengambil peran aktif dalam memfasilitasi kebutuhan angkutan barang dan logistik untuk mendukung program tersebut.[4] Kesibukan dan tanggung jawab usaha yang semakin besar akhirnya membuatnya mengambil keputusan penting untuk mengundurkan diri dari status PNS pada tahun 1984, demi fokus sepenuhnya membangun usaha transportasi yang dirintisnya secara mandiri.[1]

Nama "San" yang kemudian melekat erat dengan perusahaan ini memiliki kisah tersendiri. Menurut Hasanuddin, "San" adalah nama panggilan yang berasal dari namanya sendiri, Hasanuddin, dan bukan merupakan singkatan dari "Siliwangi Antar Nusa". Nama "Siliwangi Antar Nusa" justru muncul ketika ia masih bekerja sebagai PNS dan membawahi urusan angkutan. Saat itu, ia sedang mengemudikan kendaraan milik Pangdam Sriwijaya dan mengalami kendala di kawasan Pelabuhan Merak. Untuk menghindari gangguan, kendaraan miliknya diminta menggunakan nama "Siliwangi Antar Nusa". Meskipun sempat merasa canggung karena kata "Siliwangi" identik dengan tokoh semi-mitologis masyarakat Sunda sementara dirinya berasal dari Sumatra, Hasanuddin akhirnya merasa cocok dan menilai nama tersebut membawa makna baik, sehingga resmi digunakan sebagai nama perusahaan yang kemudian berbadan hukum persekutuan komanditer.[4][2]

Membuka bus antarkota

Perjalanan usaha San memasuki babak baru ketika Hasanuddin memutuskan untuk merambah bisnis angkutan penumpang. Peralihan ini dimulai secara resmi pada 30 Januari 1990 dengan pendirian CV San Travel.[5] Perusahaan ini mengoperasikan layanan bus antar-jemput dengan armada awal sebanyak sembilan unit bus sedang, empat di antaranya bermerek Mazda T4000. Rute perdana yang dibuka adalah Bengkulu–Bekasi, sebuah jalur strategis yang menghubungkan Sumatra dan Jawa serta menjadi urat nadi mobilitas para perantau dan pelaku usaha. Seiring meningkatnya permintaan, armada bus San berkembang menjadi bus besar dengan fasilitas yang semakin lengkap dan nyaman.[3]

Reputasi PO San tumbuh seiring dengan komitmen perusahaan terhadap kualitas layanan. Ketepatan waktu, keramahan kru, serta kondisi armada yang terawat menjadikan San sebagai salah satu moda transportasi andalan masyarakat Bengkulu dan wilayah sekitarnya. Dalam mengelola perusahaan, Hasanuddin menanamkan nilai-nilai dasar yang kuat, seperti akhlak, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan rasa memiliki. Nilai-nilai ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi diterapkan secara konsisten kepada seluruh karyawan, termasuk para pengemudi dan kru bus. Disiplin kerja menjadi prinsip utama, dengan penekanan pada keselamatan, perilaku profesional, dan kenyamanan penumpang selama perjalanan.[3]

Seiring perkembangan regulasi yang menuntut perusahaan angkutan umum berbadan hukum perseroan terbatas, keluarga Hasanuddin berupaya mendaftarkan nama Siliwangi Antar Nusa ke Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU). Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena adanya kemiripan nama dengan badan usaha atau organisasi lain. Sebagai solusi, keluarga Hasanuddin kemudian menetapkan nama badan hukum PT San Putra Sejahtera. Badan hukum ini resmi dikukuhkan pada tahun 2003 dan menjadi payung hukum utama bagi seluruh operasional perusahaan, tanpa menghilangkan identitas San yang telah dikenal luas oleh masyarakat.[6][4]

San di bawah Kurnia Lesani Adnan

Tongkat estafet kepemimpinan perusahaan kemudian diteruskan kepada Kurnia Lesani, putra ketiga Hasanuddin, biasa dipanggil Sani. Sejak usia muda, Sani telah terlibat langsung dalam kegiatan perusahaan dan mempelajari berbagai aspek operasional, mulai dari pengelolaan bengkel, pembelian suku cadang, hingga pelayanan pelanggan. Meskipun latar pendidikannya hanya sampai Sekolah Teknik Menengah jurusan Teknik Mesin dan sempat menempuh pendidikan Manajemen Transportasi selama satu semester di Universitas Gunadarma, pengalaman lapangan dan dedikasinya menjadikan Sani sosok yang disegani di dunia transportasi darat. Di bawah kepemimpinannya, San tetap berpegang pada nilai-nilai lama, namun dibalut dengan semangat modernisasi dan inovasi.[3][7]

Di era kepemimpinan Sani, PO San mengalami transformasi signifikan melalui digitalisasi dan peningkatan kualitas layanan. Ia memperkenalkan aplikasi pemesanan tiket daring bernama Buzzit, yang memungkinkan penumpang memesan tiket dan memilih kursi secara langsung melalui ponsel. Selain itu, armada San diperbarui menjadi bus-bus premium dengan fasilitas modern demi meningkatkan kenyamanan dan daya saing.[8][9] Sani juga aktif dalam organisasi industri transportasi, termasuk sebagai Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), serta kerap menyuarakan pentingnya keselamatan dan profesionalisme pengemudi.[7][10] Kiprahnya semakin dikenal publik melalui kanal YouTube PerpalZ TV, dan pada 15 November 2025, San meraih penghargaan redBus People’s Choice Award kategori AKAP Medium Sumatra Terfavorit, menegaskan posisinya sebagai salah satu perusahaan otobus terkemuka di Indonesia.[11][12]

Armada

Bus San dengan karoseri Legacy SR-2 XHD Prime produksi Laksana.

San saat ini mengoperasikan lebih dari 90 unit bus aktif yang melayani rute utama lintas Sumatra hingga Jawa.[13] Jumlah armada tersebut terus mengalami peningkatan seiring berkembangnya jaringan transportasi darat nasional, khususnya terkait operasional Jalan Tol Trans-Sumatra yang secara signifikan mempercepat mobilitas antardaerah. San dikenal konsisten dalam melakukan regenerasi armada setiap tahun dengan menghadirkan unit-unit baru guna menjaga kualitas layanan. Beberapa penambahan armada penting tercatat, seperti peluncuran tujuh unit bus baru pada tahun 2019, penambahan sepuluh unit Mercedes-Benz OH 1526 menjelang musim mudik Lebaran 2023, serta kedatangan delapan unit bus premium berbasis sasis Scania pada tahun 2024. Dengan strategi ekspansi tersebut, PO San berhasil mempertahankan posisinya sebagai salah satu perusahaan otobus terdepan di Indonesia, sejalan dengan jargon pelayanannya, Transport with Care, yang menitikberatkan pada aspek kenyamanan, keselamatan, dan profesionalisme.[14][15][16]

Dalam operasionalnya, PO San menggunakan beragam jenis sasis dari produsen otomotif global untuk menyesuaikan kebutuhan setiap kelas layanan. Sasis Scania menjadi salah satu tulang punggung armada, mencakup tipe K310iB, K360iB, K410iB 6×2, hingga K450CB Euro 5. Sasis-sasis tersebut dikenal memiliki performa mesin yang kuat, sistem pengereman ABS yang andal, serta suspensi udara yang memberikan stabilitas dan kenyamanan optimal untuk perjalanan jarak jauh.[14][17][18][19] Selain Scania, PO San juga mengandalkan sasis Mercedes-Benz seperti OH 1526, O 500 RS 1836, dan OC 500 RF 2542 yang banyak digunakan pada armada kelas eksekutif dan premium karena efisiensi bahan bakar, ketahanan mesin, serta kemudahan dalam perawatan.[20][14]

Selain armada modern, perjalanan panjang PO San juga tercermin dari beragam sasis yang pernah digunakan sejak masa awal operasional. Beberapa di antaranya adalah Mazda T4000, Mitsubishi Colt Diesel 120 PS, Isuzu Bison TLD, Mercedes-Benz 508D, Mitsubishi RM 117, Nissan RB87, Volvo B7R, dan Hino RG. Tidak hanya mengandalkan produk Jepang dan Eropa, PO San juga pernah menggunakan sasis buatan Tiongkok seperti Golden Dragon XML6127D53, khususnya untuk unit-unit dengan pola pengecatan bergaya heritage, serta sasis Yutong. Bahkan dalam beberapa periode, perusahaan juga melakukan perakitan ulang bus dari unit bekas yang tidak terpakai sebagai bagian dari upaya efisiensi dan pemanfaatan aset.[21][22][23][24]

Dari sisi karoseri, PO San dikenal menggunakan produk-produk karoseri dalam negeri yang berkualitas tinggi. Sejumlah karoseri yang sedang maupun pernah digunakan antara lain Adi Putro dengan model Jetbus3+ dan Jetbus5,[25][26] Stadabus Supernova,[27] Laksana dengan seri Legacy SR-1 dan SR-2,[28] Tentrem Avante H8,[29] serta Rahayu Santosa S-Liner Super High-Deck.[30] Kolaborasi dengan berbagai karoseri tersebut memungkinkan PO San menghadirkan variasi desain, konfigurasi kabin, serta kelas layanan yang menyesuaikan kebutuhan penumpang, mulai dari kelas ekonomi hingga premium.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap inovasi dan keberlanjutan, PO San juga mulai memasuki era transportasi ramah lingkungan dengan menghadirkan bus listrik. Pemerintah Provinsi Bengkulu secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap kehadiran bus listrik PO San yang direncanakan melayani angkutan mudik Lebaran 2026. Wakil Gubernur Bengkulu menilai langkah ini sebagai kontribusi nyata dalam mewujudkan transportasi hijau yang mampu mengurangi emisi dan polusi udara. Sani menjelaskan bahwa bus listrik yang dimiliki PO San merupakan bus listrik SAG model Aletra J8 yang tengah menjalani uji performa dan kesiapan operasional untuk layanan antarkota dan antarprovinsi. Uji jalan telah dilakukan sejak 22 Januari 2026 dengan rute jarak jauh Jakarta–Bengkulu, kemudian kembali melalui Palembang, menandai langkah serius PO San dalam mempersiapkan transformasi menuju transportasi masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.[31]

Ciri khas tampilan

PO San dikenal memiliki ciri khas tampilan bus yang kuat dan sarat makna filosofis, menjadikannya bukan sekadar elemen estetika, melainkan identitas perusahaan yang merefleksikan nilai serta sejarah keluarga pendirinya. Pada masa awal debut operasional, armada San tampil dengan kombinasi warna biru muda, biru tua, abu-abu, serta aksen merah yang dipadukan dengan ilustrasi dua pohon kelapa. Setiap unsur warna mengandung simbol tersendiri: biru muda melambangkan kesejukan dan ketenangan dalam berpikir, biru tua merepresentasikan fondasi yang kokoh sebagai pijakan usaha, sementara merah menjadi simbol semangat dan keberanian dalam menghadapi tantangan. Gambar dua pohon kelapa bukan sekadar ornamen, melainkan penanda hubungan antargenerasi dalam keluarga besar San, yang menegaskan bahwa perusahaan ini tumbuh dari kesinambungan nilai dan kerja sama lintas generasi.[32]

Selain melalui komposisi warna, livery klasik PO San juga memuat elemen naratif yang lebih mendalam. Salah satunya adalah detail jumlah buah pada pohon kelapa yang digambarkan, yang merepresentasikan jumlah anggota keluarga pendiri dan menjadi simbol penghormatan terhadap peran masing-masing dalam perjalanan perusahaan. Pendekatan visual seperti ini memperlihatkan bagaimana PO San memaknai desain bus sebagai media cerita tentang asal-usul, nilai kekeluargaan, serta perjalanan panjang di industri transportasi darat. Keunikan tersebut bahkan sempat dihadirkan kembali melalui unit-unit bertema heritage yang menggunakan karoseri Jetbus SD-V3++ di atas sasis Golden Dragon, sebagai bentuk penghargaan terhadap identitas lama sekaligus pengingat akan filosofi dasar yang terus dijaga hingga kini.[32]

Pada armada modern, PO San mengembangkan identitas visualnya dengan menampilkan tiga pohon kelapa sebagai simbol utama. Pohon kelapa dipilih karena mencerminkan kekuatan dan kebermanfaatan, mengingat seluruh bagian pohon kelapa dapat digunakan dan memiliki nilai guna. Filosofi ini sejalan dengan misi PO San untuk terus memberikan layanan transportasi yang konsisten, bermanfaat, dan dapat diandalkan oleh masyarakat. Meski warna bodi bus dapat berbeda antar unit, simbol pohon kelapa tetap dipertahankan sebagai penanda khas yang mudah dikenali.[33] Di samping itu, PO San juga menerapkan aturan tegas terkait larangan pemasangan aksesori tambahan pada bodi maupun kaca bus, seperti lampu strobo, stiker julukan, hingga klakson telolet atau Basuri. Larangan ini didasarkan pada pertimbangan keselamatan dan kenyamanan, karena aksesori tersebut dapat membebani sistem kelistrikan dan rem, mengganggu penumpang, serta berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, sehingga mempertegas komitmen PO San terhadap profesionalisme dan keselamatan operasional.[34]

Trayek

San menjadikan bus antarkota antarprovinsi sebagai satu-satunya lini bisnis. Secara khusus, San mengandalkan trayek jarak jauh antarkota antarprovinsi yang menghubungkan wilayah Sumatra dan Jawa. Fokus utama trayek San berada pada koridor lintas barat–timur Indonesia bagian barat, dengan titik awal keberangkatan dari Kota Pekanbaru di Provinsi Riau dan Kota Bengkulu yang juga merupakan kantor pusat perusahaan, kemudian melayani tujuan ke berbagai kota besar di Pulau Jawa. Trayek terjauhnya adalah Pekanbaru–Blitar, Jawa Timur, dengan jarak tempuh mencapai sekitar 2.000 km (1.200 mi) dan waktu perjalanan berkisar antara dua hingga tiga hari, tergantung pada kondisi lalu lintas, cuaca, serta kesiapan infrastruktur jalan raya. Dalam operasionalnya, San memanfaatkan jaringan strategis seperti Jalan Tol Trans-Sumatra dan Trans-Jawa untuk mempercepat perjalanan, meskipun sebagian rute masih harus melewati jalan non-tol yang menuntut ketahanan armada dan kru dalam perjalanan panjang.[35]

Keunikan San tidak hanya terletak pada trayeknya yang ekstrem jaraknya, tetapi juga pada pendekatan layanan operasionalnya. Berbeda dengan mayoritas PO di Indonesia, San tidak membuka agen bus dan memilih menggunakan kantor perwakilan resmi di sepanjang trayeknya. Hingga 2025, tercatat terdapat 83 perwakilan San yang beroperasi, berfungsi sebagai perpanjangan tangan perusahaan dalam melayani penumpang sekaligus menangani situasi darurat. Kebijakan ini berkaitan erat dengan filosofi perusahaan yang menempatkan keselamatan dan keseluruhan penanganan penumpang sebagai tanggung jawab langsung perusahaan. Dengan tidak melibatkan agen pihak ketiga, San memastikan bahwa apabila terjadi gangguan teknis atau insiden di perjalanan, seluruh aspek penanganan—mulai dari administrasi hingga koordinasi dengan pihak berwenang dan pihak terdampak—dapat ditangani secara terpusat dan profesional oleh perusahaan sendiri atau melalui rumah makan mitra yang telah bekerja sama.[36]

Dari sisi kelas pelayanan, PO San mengalami perkembangan signifikan seiring meningkatnya kebutuhan kenyamanan pada perjalanan jarak sangat jauh. Awalnya, San hanya mengoperasikan bus kelas ekonomi AC dan bisnis, tetapi kini perusahaan banyak mengandalkan armada kelas eksekutif dan premium, terutama dengan penggunaan sasis tronton untuk menunjang stabilitas dan kenyamanan perjalanan lintas pulau.[35] Meski demikian, San menyatakan belum tertarik memasuki segmen bus tidur karena mempertimbangkan tingkat kejenuhan penumpang dalam perjalanan panjang serta kondisi jalan yang belum sepenuhnya ideal.[37] Sebagai alternatif, San terus bereksperimen dengan kelas super eksekutif hingga meluncurkan kelas tertinggi bernama Madar Class pada 15 April 2025. Kelas ini menawarkan konfigurasi kursi 2-1 dengan sandaran tangan dan kaki, dilengkapi bantal dan selimut, layanan hiburan video sesuai permintaan (AVOD), mini pantry, serta toilet di dalam bus. Armada Madar Class menggunakan karoseri Jetbus produksi Adi Putro dan saat ini dioperasikan pada trayek Jakarta–Bengkulu, menjadi representasi puncak layanan San dalam menghadirkan kenyamanan di rute lintas Sumatra–Jawa.[38][39]

Referensi

  1. 1 2 Anshori, Luthfi. "Sejarah PO SAN: dari Usaha Angkutan Barang, Kini Punya 90 Unit Bus". detikoto. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  2. 1 2 Sukarno, Puput Ady (2 Desember 2019). "FOUNDER PO SAN HASANUDDIN ADNAN : "Ada Kesulitan, Di Situlah Saya Lihat Peluang"". Bisnis.com. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  3. 1 2 3 4 Radityasani, M.F.; Ferdian, A. (31 Maret 2021). "Asal Mula PO SAN, dari Satu Unit Truk Sampai Jadi Kebanggaan Bengkulu". Kompas.com. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  4. 1 2 3 Khoiri, Ahmad Masaul. "Mengenal PO SAN yang Lahir di Masa Transmigrasi". detikTravel. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  5. ↑ GridOto.com. "35 Tahun Berkiprah, PO SAN Blak-blakan Soal Tantangan di Industri Transportasi - Gridoto". www.gridoto.com. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  6. ↑ Okezone (30 Desember 2022). "Kisah Pendiri PO SAN yang Dulunya PNS - PAGE ALL : Okezone Economy". https://economy.okezone.com/. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  7. 1 2 Sari, Puput Ady Sukarno & Sri Mas (6 Januari 2020). ""Saya Lebih Suka Diremehkan daripada Dipuja"". Bisnis.com. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  8. ↑ Sukarno, Puput Ady (2 Desember 2019). "Ingin Pesan Tiket Bus, PO SAN Punya Aplikasi Buzzit". Bisnis.com. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  9. ↑ cowasjp.com. "Bus Kurnia". CoWaSJP.com. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  10. ↑ "PO. SAN sebut sertifikasi pengemudi bus perlu diperketat". Antara News. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  11. ↑ Hadyan, Rezha (7 September 2020). "Ketika Bus Harus "Perpal", Lahirlah PerpalzTV di YouTube". Bisnis.com. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  12. ↑ S., Alam (15 November 2025). "redBus Berikan Penghargaan Operator Bus Terbaik Indonesia". RRI. Diakses tanggal 1 Desember 2025.
  13. ↑ "Sejarah PO SAN, 35 Tahun Rajai Jalur Bus Sumatera-Jawa hingga Generasi Kedua - News+ on RCTI+". RCTI+. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  14. 1 2 3 Sukarno, Puput Ady (1 Desember 2019). "Ada Tol Trans-Sumatra, PO SAN Luncurkan 7 Unit Bus Baru". Bisnis.com. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  15. ↑ "Sambut Lebaran, PO SAN luncurkan 10 bus Mercedes-Benz". Antara News. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  16. ↑ Jateng, ANTARA News. "PO SAN luncurkan 8 bus premium besutan Scania". ANTARA News Jateng. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  17. ↑ "PO SAN Hadirkan 4 Unit Bus Baru, Pakai Sasis Scania K360". Tempo. 5 Oktober 2022 | 11.55 WIB. Diakses tanggal 2025-10-31.
  18. ↑ Jateng, ANTARA News. "PO SAN luncurkan 8 bus premium besutan Scania". ANTARA News Jateng. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  19. ↑ Sari, J.P.I.; Ferdian, A. (31 Maret 2024). "PO SAN Rilis Bus Baru Pakai Sasis Scania". Kompas.com. Diakses tanggal 1 November 2025.
  20. ↑ Setiawan, E.; Maulana, A. (14 Maret 2023). "PO SAN Luncurkan 10 Unit Bus Mercedes-Benz OH 1526". Kompas.com. Diakses tanggal 1 November 2025.
  21. ↑ "10 Bus Lintas Sumatera yang Populer, ALS, ANS sampai Naikilah Perusahaan Minang". Tempo. 19 Juli 2023 | 08.54 WIB. Diakses tanggal 2025-10-31.
  22. ↑ Anshori, Luthfi. "PO SAN Rilis 2 Bus Baru Hasil Retrofit, Pakai Sasis Golden Dragon dan Livery Klasik". detikoto. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  23. ↑ Media, Kompas Cyber (22 Juli 2020). "Sasis Bus AKAP dari China Mulai Eksis". KOMPAS.com. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  24. ↑ Khoiri, Ahmad Masaul. "PO SAN: Ubah Bangkai Jadi Bus Baru". detikTravel. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  25. ↑ "PO SAN pakai empat Jet Bus 3+ Voyager buatan karoseri Adiputro". Antara News. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  26. ↑ "Berita Otomotif Terkini dan Komunitas Otomotif Indonesia". kabaroto. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  27. ↑ Media, Kompas Cyber (24 Desember 2024). "Bus Supernova PO SAN: Inovasi Karoseri Stadabus yang Unik". KOMPAS.com. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  28. ↑ Khoiri, Ahmad Masaul. "Cerita PO SAN Racik Sendiri Baju Busnya Bersama Laksana dan Adiputro". detikTravel. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  29. ↑ Media, Kompas Cyber (4 April 2024). "PO SAN Rilis Bus Baru, Tampil Gahar Pakai Avante H8". KOMPAS.com. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  30. ↑ "Rahayu Santosa luncurkan model-model bus terbaru". merdeka.com. 15 November 2016. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  31. ↑ Agency, ANTARA News. "Bengkulu bakal operasikan bus listrik jelang Lebaran 2026". ANTARA News Bengkulu. Diakses tanggal 29 Januari 2026.
  32. 1 2 GridOto.com. "Sangat Dalam dan Penuh Pesan Menyentuh, Ini Makna Filosofis Livery Klasik PO SAN - Gridoto". www.gridoto.com. Diakses tanggal 29 Januari 2026.
  33. ↑ Putra B. (22 Maret 2024). "Punya Desain Unik, Ini Arti dan Filosofi Livery 5 PO Bus Indonesia". kabaroto. Diakses tanggal 29 Januari 2026.
  34. ↑ detikcom, Tim. "Fenomena 'Om Telolet Om' di Bus AKAP Ramai Lagi, Ketua IPOMI Bilang Begini". detikoto. Diakses tanggal 29 Januari 2026.
  35. 1 2 Media, Kompas Cyber (21 Juni 2021). "PO SAN Punya Trayek Terjauh di Indonesia dengan Bus Tronton Halaman all - Kompas.com". KOMPAS.com. Diakses tanggal 29 Januari 2026.
  36. ↑ Khoiri, Ahmad Masaul. "Ternyata PO SAN Tak Punya Agen Bus, Diganti Apa?". detikTravel. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  37. ↑ Liputan6.com (2 Februari 2025). "PO. SAN Belum Tertarik Main Sleeper Bus, Ini Alasannya". liputan6.com. Diakses tanggal 29 Januari 2026. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  38. ↑ antaranews.com (25 Januari 2023). "HUT Ke-33, harga tiket bus PO SAN rute jarak jauh Rp330.000". Antara Jateng. Diakses tanggal 29 Januari 2026.
  39. ↑ Sari, J.P.I.; Ferdian, A. (15 April 2025). "PO SAN Rilis Madar Class Rute Jakarta-Bengkulu, Kasta Tertinggi". Kompas.com. Diakses tanggal 1 November 2025.

Pranala luar

  • Media terkait San (Indonesia) buses di Wikimedia Commons
  • (Indonesia) Situs web resmi
  • (Indonesia) Daftar kantor perwakilan SAN
  • (Indonesia) Situs web resmi Buzzit
  • l
  • b
  • s
Perusahaan bus di Indonesia
Bus antarnegara
  • Bagong
  • DAMRI
Bus perkotaan
  • Agra Mas
  • Bagong
  • DAMRI
  • Hiba Utama
  • Lorena
  • Mayasari Bakti
  • Sinar Jaya
  • Transjakarta
Bus antarkota
  • Agra Mas
  • AKAS
  • ALS
  • ANS
  • Arimbi/Bima Suci
  • Bagong
    • MTrans
  • Bandung Express
  • Bejeu
  • Budiman
  • Cititrans
  • Coyo
  • DAMRI
  • Dewi Sri
  • Dharma Jaya Group
  • Efisiensi/Tividi
  • Eka/Mira
  • Gapuraning Rahayu
  • Garuda Mas
  • Gumarang Jaya
  • Gunung Harta
  • Gunung Mulia
  • Handoyo
  • Harapan Jaya
  • Haryanto
  • Hiba Group
  • Jaya Utama Indo
  • Kalisari
  • Kramat Djati
  • Kurnia Anugerah Pusaka
  • Lorena/Karina
  • Majoe Muda Mandiri
  • Maju Lancar/Citra Adi Lancar
  • Makmur/Halmahera
  • Mayasari Group
    • MGI/CBU
    • Primajasa
  • Medal Sekarwangi
  • Medali Mas
  • Muji Jaya
  • Mulyo
  • New Shantika
  • NPM
  • Nusantara
  • Pahala Kencana
  • Pandawa 87
  • PMTOH
  • Primadona
  • Puspa Jaya
  • Putera Mulya
  • Putra Remaja
  • Rajawali
  • Raya
  • Restu
  • Rimba Raya
  • Rosalia Indah
  • Royal Safari/Blue Line
  • Safari Dharma Raya
  • Sahabat Prima Abadi
  • San
  • Santoso
  • Sempati Star
  • Sinar Dempo
  • Sinar Jaya/DMI
  • Sindoro Sejahtera Mulya
  • STJ/TMT
  • Suharno Group
  • Sumber Alam
  • Sumber Group
  • TAM
  • Tami Jaya
  • Tentrem
  • Tunggal Dara
  • Unicorn Indorent
  • Yessoe Travel
Bus pariwisata
  • Agam Tungga Jaya
  • Agra Icon
  • AKAS
  • AO Transport
  • Arimbi
  • Arion
  • Bagong Biru
  • Bejeu
  • Bigbird
  • Bimo Transport
  • Blue Star
  • Budiman
  • DAMRI
  • Dewi Sri
  • Eagle High
  • Efisiensi Group
  • Eka
  • Fransindo Trans
  • Gapuraning Rahayu/Putra Ardiya
  • Golden Star
  • Gunung Harta
  • Gunung Mulia
  • Harapan Jaya
  • Haryanto
  • Hiba Utama
  • Indo Trans
  • Jaya Utama Indo
  • Kalisari
  • Karyajasa
  • Kramat Djati/Pakar Wisata
  • Mayasari Group
    • City Miles
    • City Trans Utama
    • RedWhite Star
  • Medali Mas
  • Muji Jaya Gemilang
  • Nirwana Luxury Tourist Bus
  • Nusantara
  • Nyaman Holiday
  • Pandawa 87
  • Panorama/White Horse Group
  • Prayogo
  • Puspa Jaya
  • Putra Remaja
  • Rahma Wisata
  • Raya
  • Restu
  • Rimba Raya
  • Rosalia Indah
  • Sahabat Prima Abadi
  • Safari Dharma Raya
  • Santoso
  • Sari Lorena
  • Starbus
  • Sindoro Satriamas
  • Subur Jaya
  • Sumber Alam
  • Sumber Waras Putra
  • TAM
  • Tami Jaya
  • Tentrem
  • Trac Astra
  • Tunggal Dara
  • Unicorn Indorent
  • Vido Trans Nusa
  • Vircansa Tour Bus
Bus antar-jemput
karyawan
  • Arion
  • Bagong
  • Blue Star
  • Eagle High
  • Harapan Jaya
  • Hiba Utama / Berdikari
  • Jejak Hasanah
  • Kalisari
  • Pakar Wisata
  • Restu
  • Starbus
  • Trac Astra
  • White Horse Group
Bus antar-jemput
  • Bagong
  • Bejeu
  • Budiman
  • Cititrans
  • DAMRI
  • DayTrans
  • Efisiensi
  • Indo Trans
  • Joglosemar
  • Lorena
  • Mayasari Group
    • RedWhite Star
    • TRAVL
  • Muji Jaya
  • Putra Remaja
  • Rimba Raya
  • Rosalia Indah
  • Sahabat Shuttle
  • Sempati Star
  • Sinar Jaya
  • Sumber Alam
Bus permukiman
  • AO Shuttle
  • DAMRI
  • Harapan Jaya
  • Lorena
  • Sinar Jaya
  • Transjakarta
  • Wifend Darma Persada
Bus pemadu moda
  • Agra Mas
  • DAMRI
  • Harapan Jaya
  • Hiba Utama
  • Lorena
  • Pahala Kencana
  • Primajasa/RedWhite Star
  • Sinar Jaya
Bus apron bandara
  • Gapura Angkasa

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Awal pendirian
  3. Membuka bus antarkota
  4. San di bawah Kurnia Lesani Adnan
  5. Armada
  6. Ciri khas tampilan
  7. Trayek
  8. Referensi
  9. Pranala luar

Artikel Terkait

Bagong (perusahaan otobus)

perusahaan otobus Indonesia

Raya (perusahaan otobus)

perusahaan otobus Indonesia

Restu (perusahaan otobus)

perusahaan otobus Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026