PT Puspa Jaya Transport adalah perusahaan otobus Indonesia yang berpusat di Kota Bandar Lampung. Didirikan pada tahun 1978 oleh I Ketut Narya, seorang transmigran dari Bali, perusahaan otobus ini melayani bus antarkota dalam provinsi (AKDP), antarkota antarprovinsi (AKAP), perkotaan, dan pariwisata, melayani trayek dari Kota Bandar Lampung menuju kota-kota di Jawa dan Bali. Perusahaan otobus ini memiliki kantor pusat dan garasi utama di Kecamatan Rajabasa.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Sebelumnya | Puspasari divisi Lampung |
|---|---|
| Didirikan | 31 Oktober 1978 (1978-10-31) |
| Kantor pusat | Jalan Bypass Soekarno-Hatta 3, Rajabasa, Bandar Lampung, Indonesia |
| Wilayah layanan | |
| Jenis layanan | |
| Garasi |
|
| Armada | |
| Jenis bahan bakar | Diesel |
| Direktur Utama | I Ketut Pasek |
| Situs web | www |
PT Puspa Jaya Transport adalah perusahaan otobus Indonesia yang berpusat di Kota Bandar Lampung. Didirikan pada tahun 1978 oleh I Ketut Narya, seorang transmigran dari Bali, perusahaan otobus ini melayani bus antarkota dalam provinsi (AKDP), antarkota antarprovinsi (AKAP), perkotaan, dan pariwisata, melayani trayek dari Kota Bandar Lampung menuju kota-kota di Jawa dan Bali. Perusahaan otobus ini memiliki kantor pusat dan garasi utama di Kecamatan Rajabasa.
Sebelum mendirikan perusahaan otobus, I Ketut Narya awalnya adalah seorang guru. Namun setelah terjadi letusan Gunung Agung di Bali pada 1963, ia memilih ikut program transmigrasi ke Lampung, tepatnya ke daerah Way Kanan—sebagai bagian dari upaya relokasi penduduk dari Bali.[1] Setibanya di Lampung, I Ketut Narya bersama rombongan transmigran membuka lahan, mendirikan perkampungan, serta berdagang hasil bumi di kawasan tersebut. Dari situ kemudian muncullah gagasan untuk mendirikan perusahaan jasa angkutan darat karena kebutuhan mobilitas warga transmigran dan masyarakat sekitarnya.[2]
Pada 31 Oktober 1978, Narya memulai usaha angkutan bus ini.[3] Awalnya, perusahaan otobus yang dirintis oleh Narya adalah Puspasari, dibentuk sebagai divisi dari perusahaan otobus milik Dharma Jaya Group.[1] Pada awalnya, armada Puspasari hanya berjumlah satu unit bus, dengan trayek rute lokal dari Banjit, Way Kanan ke Rajabasa, Bandar Lampung. Trayek ini mencerminkan kebutuhan mobilitas penduduk lokal serta transmigran di Lampung.[1][2]
Kemajuan besar terjadi pada tahun 1989, ketika Puspasari mulai berekspansi melayani rute bus antarkota antarprovinsi—yakni Lampung ke Jawa, dengan tujuan antara lain Yogyakarta dan Solo. Ini menandakan ekspansi bisnis dari perusahaan otobus yang hanya melayani AKDP menjadi perusahaan otobus AKAP. Puspasari juga sempat membuka rute hingga Lampung–Denpasar, menjawab kebutuhan warga transmigran Bali agar bisa mudik.[4]
Selanjutnya, pada tahun 1992 terjadi perubahan signifikan dalam struktur kepemimpinan dan identitas perusahaan. Kepemimpinan diserahkan kepada putra pertama I Ketut Narya, yaitu I Ketut Pasek. Di bawah kepemimpinan I Ketut Pasek, kerja sama operasi dengan Dharma Jaya Group berakhir dan nama perusahaan secara resmi diubah menjadi Puspa Jaya—menandai transisi dari sebuah divisi perusahaan otobus lain menjadi entitas mandiri yang lebih modern dan luas cakupannya.[2][3]
Setelah berganti nama, Puspa Jaya terus berkembang. Sejak era kepemimpinan generasi kedua, Puspa Jaya mulai memperkenalkan layanan bus non-ekonomi (AC), memperluas rute ke berbagai kota di Lampung hingga ke Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta kemudian merambah ke layanan bus pariwisata dan bahkan taksi pada dekade 2000-an. Terakhir, Puspa Jaya membuka bus kelas eksekutif dengan trayek Bandar Lampung–Wonogiri. Dengan demikian, Puspa Jaya tidak hanya menjadi armada angkutan lintas provinsi, tetapi juga melayani kebutuhan wisata dan transportasi massal yang lebih luas.[3]
Pada tahun 2011, Pasek memperoleh penghargaan Pengusaha Otobus Berprestasi dari Gubernur Lampung kala itu, Sjachroedin Zainal Pagaralam.[1]
Berdasarkan wawancara dengan Kurnia Lesani Adnan di kanal YouTube PerpalZ TV, Pasek mengatakan bahwa awalnya dia tidak tertarik mengelola Puspa Jaya karena tidak memiliki kecakapan dalam berbisnis transportasi umum. Ia bercita-cita menjadi arsitek dan ingin berkuliah di Universitas Gadjah Mada program studi teknik arsitektur. Namun, ia memiliki seorang adik yang kuliah di Yogyakarta dan menikah di sana. Ia diberi tugas mengurusi kantor perwakilan dan agen bus yang ada di Yogyakarta, sehingga Pasek dan adiknya harus sama-sama mengelola Puspa Jaya sebagai perusahaan keluarga. Karena berkeinginan untuk menambah wawasan mengenai bisnis transportasi umum, Pasek akhirnya berkuliah di Amerika Serikat untuk belajar sumber daya manusia selama 3 semester.[2]

Puspa Jaya tergolong sebagai perusahaan otobus yang tidak pilih-pilih sasis maupun karoseri bus. Antara 2023 hingga 2025, tercatat perusahaan otobus ini mengoperasikan sasis buatan Hino dan Mercedes-Benz. Untuk sasis Hino, perusahaan otobus ini mengoperasikan sasis GB 150L Euro 4 untuk bus sedangnya,[5] serta RK8 R260 dan RN 285 untuk bus besarnya.[6] Sementara untuk sasis Mercedes-Benz, Puspa Jaya mengoperasikan sasis OH 1626L Euro 4.[7]
Sementara itu, untuk karoseri busnya, Puspa Jaya setia dengan karoseri produksi Adi Putro (Jetbus berbagai seri) dan Laksana. Dari Laksana, Puspa Jaya mengoperasikan bus sedang dengan karoseri Tourista untuk armada bus pariwisatanya.[5] Untuk bus besar dari Laksana, Puspa Jaya menggunakan karoseri Legacy SR-3 Neo HD Prime Ultimate-R.[7] Selain dari kedua perusahaan karoseri tersebut, Puspa Jaya juga tercatat memesan bus dari perusahaan karoseri Manunggal, dengan bentuk bodi yang serupa dengan Tri Sakti Infinity.[8]
Ciri khas bus ini adalah pola pengecatannya yang serba hijau dengan garis-garis kuning, serta ciri khas logo perusahaan, yakni sekuntum bunga kemboja, yang ditempel di atas lampu utama bus.[5]
Pada tanggal 24 November 2022, Puspa Jaya mendapat kepercayaan dari Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk mengoperasikan bus perkotaan dengan trayek Itera–Tanjungkarang.[9]
Sejak awal didirikan sebagai divisi Puspasari, Puspa Jaya telah menjadikan bus bertrayek (antarkota dalam provinsi dan antarprovinsi) sebagai lini bisnis utamanya, dengan Bandar Lampung sebagai titik awal pemberangkatannya.[1] Saat ini, trayek utama antarkota antarprovinsi (AKAP) yang dipegang oleh Puspa Jaya secara keseluruhan adalah Bandar Lampung–Kota Denpasar,[10] lewat Kota Yogyakarta maupun Kota Semarang. Namun, saat ini trayek yang aktif adalah Bandar Lampung menuju Kota Semarang, Kota Yogyakarta, Kota Surakarta, Kota Blitar, dan Malang.[5]
Akibat dari PPKM yang diberlakukan pada masa tanggap darurat Covid-19 di Indonesia, sejak 2021, Puspa Jaya juga melayani rute antarkota dalam provinsi dengan trayek dimulai dari Rajabasa, tempat kantor pusatnya, menuju Bandar Jaya, Panjang, Kota Agung, Kotabumi, Mesuji, Banjit, Metro, Menggala, Bukit Kemuning, dan Baradatu.[11]
Puspa Jaya juga melayani bus pariwisata untuk kebutuhan perjalanan keluarga, bisnis, kedinasan, karyawisata, perjalanan religi, dan kebutuhan perjalanan kelompok lainnya. Terdapat unit bus sedang[5] dan bus besar, dan tampilannya kira-kira sama dengan bus antarkotanya.