PT Rimba Raya Putra adalah perusahaan otobus Indonesia yang berpusat di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Perusahaan otobus ini mengoperasikan bus antarkota, bus pariwisata, dan bus antar-jemput kelas non-ekonomi. Perusahaan otobus ini merupakan salah satu pemain penting yang telah merevolusi bus AKAP yang melayani trayek Jakarta, Banten, dan Jawa Barat menuju kabupaten-kabupaten di kawasan Muria Raya melalui pantai utara Jawa pada dekade 2020-an. Kantor pusat dan garasi utamanya terletak di Wedelan, Bangsri, Jepara.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Didirikan | 1965 (1965) (usaha kehutanan) |
|---|---|
| Mulai operasi | 1989 (1989) (bergeser ke transportasi) |
| Kantor pusat | Jalan Raya Bangsri–Keling, Bangsri, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia |
| Wilayah layanan | Jawa dan Bali |
| Jenis layanan | |
| Tujuan akhir |
|
| Ruang tunggu | Tersedia di setiap kantor perwakilan, terutama untuk bus antar-jemput |
| Jenis bahan bakar | |
| Direktur Utama | Muhammad Rizky Alamsyah |
| Situs web | rimbarayabus |
PT Rimba Raya Putra[a] adalah perusahaan otobus Indonesia yang berpusat di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Perusahaan otobus ini mengoperasikan bus antarkota, bus pariwisata, dan bus antar-jemput kelas non-ekonomi. Perusahaan otobus ini merupakan salah satu pemain penting yang telah merevolusi bus AKAP yang melayani trayek Jakarta, Banten, dan Jawa Barat menuju kabupaten-kabupaten di kawasan Muria Raya melalui pantai utara Jawa pada dekade 2020-an. Kantor pusat dan garasi utamanya terletak di Wedelan, Bangsri, Jepara.
Rimba Raya berawal dari sebuah usaha penebangan kayu karet yang dirintis sejak tahun 1965 oleh Sulaiman. Usaha awal ini menjadi fondasi berdirinya kelompok usaha Rimba Raya yang kemudian terus berkembang dari waktu ke waktu. Pada masa itu, kegiatan usaha masih berfokus pada sektor kehutanan dan pengolahan kayu, yang dijalankan secara bertahap dan penuh ketekunan. Dari usaha sederhana inilah semangat kewirausahaan keluarga pendiri mulai tumbuh dan menjadi cikal bakal ekspansi ke bidang usaha lainnya di kemudian hari.[1]
Menjelang awal dekade 1990-an, usaha yang dimiliki oleh Sulaiman tersebut mulai bergeser ke sektor transportasi darat dalam skala kecil. Sulaiman melihat adanya peluang besar dan cukup menjanjikan di sektor transportasi darat. Pada tahap awal, bisnis transportasi ini masih terbatas dan dijalankan secara sederhana, tetapi menjadi langkah penting dalam transformasi perusahaan dari sektor kehutanan menuju sektor jasa transportasi. Inisiatif ini menandai babak baru dalam sejarah perusahaan.[1]
Seiring berjalannya waktu, usaha transportasi tersebut berkembang menjadi perusahaan otobus yang melayani angkutan penumpang. Pada awal operasionalnya, Rimba Raya melayani trayek bus antarkota dalam provinsi Jepara–Semarang dan Jepara–Pati; pergi-pulang. Kehadiran layanan ini mendapat respons positif dari masyarakat sekitar, sehingga memperkuat posisi Rimba Raya sebagai salah satu perintis transportasi darat di wilayah Jepara. Sulaiman membuka kantor pusat operasional dan garasi utamanya di Jalan Raya Bangsri–Keling, Jepara.[1]
Pada generasi kedua, kepemimpinan Rimba Raya diserahkan kepada generasi kedua, Sulkhan. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan otobus ini mulai merambah berbagai bidang bisnis lain. Namun demikian, Sulkhan memiliki tekad kuat agar Rimba Raya fokus kepada bisnis transportasi, khususnya bus pariwisata. Dengan pengelolaan yang lebih profesional, Rimba Raya pun berkembang pesat dan mulai melayani bisnis nontrayek jarak jauh, termasuk ke daerah tujuan wisata seperti Bali dan Malang.[1]
Dengan nama legal PT Rimba Raya Putra, perusahaan otobus ini membuka jasa bus pariwisata dan memulai debutnya pada Maret 2012.[2] Pada awal pendiriannya, PO ini mengoperasikan unit bus besar dengan sasis Mercedes-Benz OH 1526 dengan karoseri Jetbus HD produksi Adi Putro. Perkembangan armada terus berlanjut, hingga pada tahun 2016 Rimba Raya telah menambah beberapa unit bus baru dengan mesin Mercedes-Benz tipe OH 1526 dan OH 1626, serta Hino R260 Air Suspension. Pendiri perusahaan ini, Sulaiman, menggunakan nama Rimba Raya yang berarti "hutan yang luas", yang melambangkan harapan dan visi perusahaan untuk terus berkembang menjadi perusahaan besar di masa depan, layaknya hamparan hutan yang luas dan kuat, sebagaimana usaha yang telah ia rintis dari awal.[1]
Pucuk kepemimpinan Rimba Raya kemudian berpindah ke generasi ketiga, Muhammad Rizky Alamsyah.[3] Di tangan Alamsyah, perusahaan otobus ini kemudian dikembangkan tidak hanya melayani bus pariwisata, tetapi juga merambah ke bisnis bus antar-jemput (shuttle/travel); per 2021 telah melayani 3 rute.[4] Kemudian, pada 15 Desember 2024, perusahaan otobus ini terjun ke bisnis bus antarkota antarprovinsi kelas premium dengan trayek Jepara–Jakarta.[5]

PO Rimba Raya dikenal memiliki armada bus yang cukup beragam dan terus berkembang, khususnya dari segi sasis dan karoseri yang dipilih untuk menunjang operasi bus antarkota maupun pariwisata. Rimba Raya pertama kali debut di bus pariwisata dengan Mercedes-Benz OH 1526 dan karoseri Jetbus HD produksi Adi Putro. Kemudian, PO ini mengoperasikan Mercedes-Benz OH 1526, OH 1626, dan Hino R260 yang sudah dilengkapi dengan suspensi udara. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Rimba Raya tidak hanya memakai sasis standar, tetapi juga mengeksplorasi sasis, komponen, dan konfigurasi premium untuk meningkatkan kenyamanan dan kapabilitas perjalanan jauh.[1]
Saat ini Rimba Raya sangat memercayakan karoseri bus buatan Laksana untuk mayoritas armada unggulannya. Saat perayaan ulang tahunnya ke-8 pada 19 Maret 2020, perusahaan otobus ini meluncurkan bus dengan sasis Hino RK 260 dengan karoseri Legacy SR-2 HD Prime.[2] Untuk segmen pariwisata yang terus tumbuh, Rimba Raya juga memperkenalkan bus Prestige Ultimate dengan karoseri Legacy SR-3 Neo XHD Prime Ultimate R yang dipasang pada sasis Hino RM 280 bersuspensi udara. Bus ini memiliki tampilan eksterior yang agresif dan interior sesuai preferensi operator, meskipun tidak dilengkapi toilet, namun menyediakan kenyamanan perjalanan pariwisata dengan bangku berkonfigurasi rapat serta pencahayaan hangat.[6]
Ketika hendak mengembangkan AKAP, Rimba Raya sangat mengandalkan sasis premium buatan Scania. Rimba Raya meluncurkan bus tidur dengan bodi Legacy SR-3 Neo Suites Class Ultimate R di atas sasis Scania K450CB Euro 5. Unit bus tidur ini mengusung konfigurasi 1-1 dengan total 26 kursi tidur, lengkap dengan fasilitas video sesuai permintaan (AVOD), USB, toilet, dan dispenser air, menggarisbawahi komitmen Rimba Raya untuk menghadirkan layanan AKAP yang premium dan nyaman bagi pelanggan.[7]
Rimba Raya diketahui memiliki dua jenis sasis langka. Unit bus Rimba Raya yang banyak diperbincangkan dalam dunia otomotif dan transportasi bus adalah unit dengan dua jenis sasis Scania yang justru lebih sering digunakan untuk bus raya terpadu (BRT), tetapi digunakan untuk layanan bus AKAP maupun pariwisata. Bus-bus dengan Scania K310iB 6×2 tersebut, menggunakan karoseri buatan Laksana, yakni Legacy SR-3 XHD Prime Ultimate. Rimba Raya memilihnya untuk bus pariwisata, menempatkannya di atas sasis premium dengan konfigurasi roda 6×2 dan mesin berkapasitas 9,3 liter bertenaga 310 hp (230 kW), memberikan keseimbangan antara tenaga dan efisiensi untuk perjalanan jauh.[8]
Di segmen bus AKAP, sasis khas BRT yang digunakan oleh Rimba Raya adalah Scania K250iB, yang diperkenalkan dalam acara GIICOMVEC 2020 dan saat dipamerkan, sasis tersebut dipasang pada bodi bus ala Transjakarta. Sasis dengan panjang 12 m (39 ft) tersebut menggunakan dapur pacu 9.000 cc (550 cu in) dan memiliki daya mesin hingga 250 hp (190 kW). Sasis tersebut juga memiliki suspensi udara, sistem rem antiterkunci (ABS), dan retarder. Di Rimba Raya, unit bus dengan sasis ini menggunakan karoseri Legacy SR-3 Neo HD Panorama Prestige Ultimate R dari Laksana dan menggunakan kursi penumpang konfigurasi 2-1 yang diperlengkapi leg rest serta memiliki toilet.[9]
Selain varian premium Scania dan karoseri Laksana, Rimba Raya juga masih mengandalkan bus-bus buatan Adi Putro. Rimba Raya meluncurkan bus berbodi Jetbus5 SHD yang dikenal luas di industri bus Indonesia. Bus ini memakai sasis Hino, menggabungkan bodi modern kaca ganda dengan interior yang fokus pada kapasitas penumpang lebih banyak tanpa toilet, sesuai dengan standar bus pariwisata kelas atas yang tetap mempertahankan kenyamanan melalui playlist hiburan dan konfigurasi kursi 2-2.[10]
Di awal debut sebagai bus pariwisata, pola pengecatan Rimba Raya didominasi oleh warna hijau yang melambangkan alam (sebagaimana bisnis awal pendirinya) dan kerja keras; serta warna kuning melambangkan keceriaan dan semangat. Warna ini juga dipadu dengan warna perak yang melambangkan masa depan cemerlang; serta warna logam yang melambangkan semangat jiwa muda.[11] Namun, sejak terjun ke bus AKAP, unit bus Rimba Raya untuk pariwisata dibedakan tampilannya dengan unit bus untuk AKAP. Bus-bus tersebut menggunakan warna dasar putih dengan kombinasi hijau toska.[9] Sementara itu, unit-unit bus pariwisata yang lebih baru menggunakan warna merah jambu.[6]
Terdapat juga pola pengecatan khusus, yang diluncurkan pada 19 Maret 2020 bertepatan dengan ulang tahun perusahaan. Pola pengecatan tersebut adalah warna biru toska yang dipadu dengan grafis model ombak warna merah jambu. Pola pengecatan bus tersebut dibuat oleh Stefanus Nandi Febrian.[2]
Sejak pertama kali dirintis, Rimba Raya melayani sewa bus pariwisata sebagai lini bisnis utamanya. Destinasi yang banyak dituju oleh para penyewanya sendiri antara lain Bali, Malang, Yogyakarta, Jakarta, dan Bandung. Unit-unitnya sendiri banyak disewa oleh biro perjalanan, penyelenggara acara, dan kelompok perseorangan untuk bermacam-macam keperluan, termasuk acara keluarga, acara warga, gathering perusahaan, wisata religi, hingga karyawisata.[12] Per 2018, Rimba Raya tercatat paling banyak disewa oleh pelajar/mahasiswa dengan persentase 39%. Hal ini menunjukkan bahwa karyawisata menjadi sumber pendapatan terbesar bagi Rimba Raya kala itu.[13]

Sejak dekade 2010-an dan berlanjut hingga sekarang, bus antar-jemput (shuttle/travel) mulai digandrungi oleh pelaku perjalanan di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal ini dikarenakan shuttle atau travel lebih fleksibel, lebih aman, dan lebih nyaman bila dibandingkan dengan bus antarkota dalam provinsi reguler atau bus bumel. Rimba Raya pun melakukan ekspansi bisnis dengan membuka bus antar-jemput menggunakan jenama Rimba Raya Premium Travel sejak 6 Maret 2019. Per 2021, Rimba Raya Premium Travel telah mengoperasikan rute Jepara–Yogyakarta, Kelet–Jepara–Semarang, dan Jepara–Solo. Unitnya sendiri menggunakan Toyota HiAce.[4] Dalam perkembangannya, Rimba Raya juga menambah dua rute, yakni Jepara–Cirebon dan Jepara–Wonosobo–Purwokerto.
Rimba Raya juga memiliki layanan bus antar-jemput yang menggunakan kendaraan bus listrik, yang dijenamai sebagai Rimba Raya e-Shuttle. Bus antar-jemput e-Shuttle dirancang untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih modern dan ramah lingkungan. Diluncurkan pada November 2025, armada yang digunakan berupa bus-bus listrik yang diproduksi oleh Wuling Motors, Wuling Mitra EV, serta melayani rute debut Semarang–Kudus.[14]
Sejak akhir tahun 2024, Rimba Raya akhirnya melayani bus antarkota antarprovinsi (AKAP) menggunakan unit-unit premium maupun sasis khas BRT. Oleh karena itu, layanan bus AKAP ini dijenamakan sebagai Rimba Raya Premium. Satu-satunya trayek utama dari Rimba Raya adalah Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah–DKI Jakarta, menyediakan kelas Fabulous dan Marvelous. Kelas Fabulous setara dengan kelas super eksekutif (menggunakan tempat duduk), sedangkan Marvelous—kelas tertingginya—menggunakan bus tidur (sleeper).[5]