PT Santoso Kencana Sakti adalah perusahaan otobus Indonesia yang berpusat di Kota Magelang, Jawa Tengah. Perusahaan otobus ini melayani bus antarkota dan bus pariwisata, yang melayani trayek dari Yogyakarta menuju Jakarta dan sebaliknya melalui Magelang dan Semarang. Perusahan otobus ini memiliki garasi utama dan kantor pusat di Magelang Selatan, Magelang.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Unit bus pariwisata milik PO Santoso saat berjalan di Jalan Magelang, Sleman | |
| Didirikan | 1970 (1970) |
|---|---|
| Kantor pusat | Jalan Soekarno-Hatta, Magelang Selatan, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia |
| Wilayah layanan | Jawa |
| Jenis layanan | |
| Trayek | 1 |
| Tujuan akhir | |
| Jenis bahan bakar | Diesel |
| Direktur Utama | Sardjito Sani |
PT Santoso Kencana Sakti adalah perusahaan otobus Indonesia yang berpusat di Kota Magelang, Jawa Tengah. Perusahaan otobus ini melayani bus antarkota dan bus pariwisata, yang melayani trayek dari Yogyakarta menuju Jakarta dan sebaliknya melalui Magelang dan Semarang. Perusahan otobus ini memiliki garasi utama dan kantor pusat di Magelang Selatan, Magelang.
PO Santoso didirikan pada tahun 1970 oleh pasangan suami-istri yang berprofesi sebagai dokter. Pendiri utama, Anwar Sani, memilih untuk berhenti dari praktik kedokterannya dan fokus mengembangkan bisnis angkutan darat ini, sementara sang istri tetap menjalankan praktik medis sekaligus memberikan pelayanan kesehatan kepada karyawan perusahaan.[1] Santoso sendiri merupakan hasil pewarisan PO Tresno, yang dimiliki oleh Thung Tjie Hing, seorang perempuan Tionghoa-Indonesia asal Kabupaten Purworejo. Ketika usaha tersebut dibagi kepada anak dan tiga cucu Thung, lahirlah tiga PO yang berbeda, yaitu Santoso yang dikelola oleh anak Thung, Anwar Sani, serta Hidup Baru dan Kencana Jaya yang dikelola oleh 3 cucunya Hambali bersaudara, yang kemudian juga mengembangkan Sumber Alam.[2][3]
Pada tahap awal perkembangannya, PO Santoso membuka layanan trayek bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dan antarprovinsi (AKAP) bumel. Jalur yang dilayani meliputi Yogyakarta–Magelang–Semarang, Purwokerto–Magelang–Semarang, serta Cilacap–Magelang–Semarang. Layanan AKDP ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan perusahaan. Seiring meningkatnya pengalaman operasional dan kepercayaan masyarakat, tidak berselang lama pihak manajemen mencoba memperluas layanan dengan membuka bus malam, sebuah langkah strategis yang menandai ambisi Santoso untuk menjangkau pasar yang lebih luas.[4] PO ini memulai bisnisnya dengan menggunakan unit Mitsubishi Fuso T653 dan Mercedes-Benz LP 911.[5][1]

Ekspansi besar berikutnya dilakukan sekitar tahun 1976 dengan memasuki wilayah Gunungkidul, sebuah daerah yang saat itu memiliki potensi penumpang cukup besar, terutama untuk tujuan luar daerah. Pada tahap awal, PO Santoso hanya mengoperasikan satu unit bus dengan tujuan Bogor. Keberhasilan penetrasi pasar di wilayah ini tidak lepas dari peran agen bus yang bersedia bekerja untuk Santoso. Dari hanya satu unit bus, armada PO Santoso secara bertahap terus bertambah menjadi dua, tiga, dan seterusnya, seiring meningkatnya jumlah penumpang dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang diberikan.[4]
Garasi pertama PO Santoso terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Magelang. Pada tahun 1980-an, sehubungan dengan bertambahnya jumlah armada, manajemen Santoso membangun garasi bus baru di Kupatan. Santoso kemudian mengoperasikan Mercedes-Benz OF 1112 untuk mendukung operasional bus malamnya. Memasuki dekade 1990-an, seiring dengan bertambahnya jumlah bus yang dimiliki Santoso, garasi utama Santoso pindah lagi ke lokasi baru di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Magelang.[1][6]
Saat ini Santoso mengoperasikan bus antarkota dan bus pariwisata. PO Santoso sudah diwariskan kepada generasi keempat, Randy Sani, anak dari Sardjito Sani, cucu Anwar, cicit Thung, yang terus mempertahankan warisan dan bahkan melakukan penjenamaan ulang bus untuk menyesuaikan pasar. Ia bahkan berekspansi dengan membuka restoran, studio rajah, hingga layanan perbengkelan bus di garasinya. Ia bahkan memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tingginya dengan mengambil program studi desain.[1][6] Randy dikenal aktif di YouTube dengan nama akun Randy Santoso Official, yang banyak membahas aktivitas di garasi bus PO Santoso.
Armada awal PO Santoso menggunakan model bus ekonomi non-AC, yang pada masa awal beroperasi dipilih untuk rute-rute bumel Jenis bus yang digunakan pun cukup beragam, termasuk Mitsubishi Fuso T653 dan Mercedes-Benz LP 911, yang mencerminkan standar armada yang cukup baik pada zamannya.[5] Seiring berjalannya waktu, Santoso mempertahankan kualitas operasional armadanya dengan rajin meremajakan unitnya sesuai kebutuhan pasar dan kondisi jalan. Santoso konsisten menggunakan sasis Mercedes-Benz OH 1518 Cooler, yang dikenal tangguh untuk perjalanan jauh. Armada ini juga menunjukkan bahwa Santoso mampu menyesuaikan diri dengan kondisi pasar transportasi di Jawa Tengah dan luar daerahnya.[1][5] Santoso diketahui merupakan pelanggan tetap karoseri bus produksi Tri Sakti, serta merupakan kolektor karoseri Joybus dan Infinity dari generasi ke generasi.[butuh rujukan]
Di bawah kepemimpinan Randy Sani, Santoso melakukan penjenamaan ulang pada pola pengecatannya, dari yang dominan putih atau oranye menjadi merah dan hitam.[5] Selain melakukan penjenamaan ulang, Santoso mengusung jargon "Melegenda dan Tetap Tepercaya", yang teksnya ditempel di seluruh unit-unit bus operasionalnya. Jargon tersebut dibuat sekitar tahun 2018 oleh Randy sendiri.[7][4]
Saat ini, Santoso hanya mengoperasikan satu trayek, yakni Kota Yogyakarta–DKI Jakarta via Kota Magelang dan Kota Semarang. Seiring dinamika transportasi modern, Santoso menghadapi tantangan besar dari bus-bus pendatang baru dari luar Kabupaten Gunungkidul. Di era 1990-an, Santoso bersaing dengan tiga PO unggulan asal Kabupaten Wonogiri: Ismo, Tunggal Dara, dan Timbul Jaya. Namun, setelah 2000, persaingan semakin ketat, karena PO dari luar Gunungkidul mulai merambah masuk. Masyarakat yang memilih untuk tidak merantau membuat permintaan terhadap Santoso berkurang, sehingga perusahaan perlu berinovasi. Inovasi tersebut mencakup penataan ulang penjemputan, perluasan layanan antar area, dan integrasi penumpang agar armada tetap optimal. Bahkan, bus-bus yang masih non-AC sudah tak lagi diminati, sehingga membutuhkan unit pengganti yang ber-AC. Upaya ini menunjukkan bagaimana PO Santoso terus beradaptasi dengan perubahan tren transportasi di Indonesia.[4][8][9]
Santoso juga mengoperasikan bus pariwisata untuk bermacam-macam keperluan wisata. Bahkan pada Juli 2020, Santoso mengembangkan layanan paket wisata yang dikemas dalam bentuk open trip bagi wisatawan dengan tarif terjangkau, menggunakan jenama Santoso Tour. Layanan ini beroperasi selama sehari penuh; mengajak peserta mengunjungi beberapa destinasi populer di Daerah Istimewa Yogyakarta. Perjalanan bus pariwisata Santoso dimulai dari garasi PO Santoso di Magelang menuju Pantai Parangtritis dengan estimasi waktu tempuh sekitar tiga jam. Setelah menikmati keindahan pantai serta beristirahat untuk makan dan salat, peserta kemudian diajak melanjutkan perjalanan ke Tebing Breksi. Paket wisata ini berakhir sekitar sore dan kembali ke garasi PO Santoso.[10]
Pada Oktober 2020, Santoso membuka paket wisata open trip dengan nama "Pacitan Tour" yang mengajak peserta mengunjungi berbagai destinasi menarik di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Dalam perjalanan ini, wisatawan diajak menikmati keindahan Pantai Klayar, menjelajahi Gua Gong, serta dilanjutkan dengan berbelanja di pusat oleh-oleh sebelum singgah di kawasan Jalan Malioboro. Layanan ini juga memiliki penjemputan di Kabupaten Temanggung.[11]