Emisi nol bersih (bahasa Inggris: net-zero emission) adalah usaha yang dilakukan untuk menjaga keseimbangan emisi gas rumah kaca yang masuk dan keluar melalui atmosfer. Emisi dalam hal ini dapat didefinisikan sebagai gas rumah kaca ataupun gas karbon dioksida saja (CO2), sehingga usaha ini juga dikenal sebagai emisi karbon nol bersih. Usaha untuk mencapai kesetimbangan ini dibutuhkan untuk menangkal perubahan iklim. Untuk mencapai kesetimbangan nol bersih ini, diperlukan upaya untuk mengusahakan pengurangan emisi, misalnya dengan beralih dari energi dari bahan bakar fosil ke energi yang berkelanjutan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Emisi nol bersih (bahasa Inggris: net-zero emission) adalah usaha yang dilakukan untuk menjaga keseimbangan emisi gas rumah kaca yang masuk dan keluar melalui atmosfer.[1] Emisi dalam hal ini dapat didefinisikan sebagai gas rumah kaca ataupun gas karbon dioksida saja (CO2), sehingga usaha ini juga dikenal sebagai emisi karbon nol bersih.[2] Usaha untuk mencapai kesetimbangan ini dibutuhkan untuk menangkal perubahan iklim.[3] Untuk mencapai kesetimbangan nol bersih ini, diperlukan upaya untuk mengusahakan pengurangan emisi, misalnya dengan beralih dari energi dari bahan bakar fosil ke energi yang berkelanjutan.
Masyarakat umumnya menggunakan istilah "netralitas karbon" atau "netralitas iklim" untuk mereferensikan upaya mencapai emisi nol bersih.[4][5][6][7]: 22–24 Namun, sering kali istilah ini memiliki arti yang berbeda.[8] Sebagai contoh, standar untuk memperoleh sertifikasi netralitas karbon memperbolehkan lebih banyak emisi karbon berlebih yang nantinya dapat dilunasi untuk menyeimbangkannya. Sementara standar untuk nol bersih umumnya mengharuskan pengurangan emisi karbon hingga 90% dan hanya boleh melakukan skema pelunasan karbon bagi 10% emisinya.[9]