PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau biasa disingkat menjadi BRI, adalah sebuah badan usaha milik negara Indonesia yang bergerak di bidang perbankan mikro. Pemerintah Indonesia memegang mayoritas saham perusahaan ini melalui Danantara.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kantor pusat di Jakarta | |
Jenis perusahaan | Perusahaan perseroan (Persero) terbuka |
|---|---|
| Kode emiten | BEI: BBRI |
| Industri | Jasa keuangan |
| Didirikan | 16 Desember 1895 (1895-12-16) (hari jadi resmi) 18 Desember 1968 (1968-12-18) (menurut UU No. 21/1968; formal) |
| Pendiri | Raden Bei Aria Wirjaatmadja |
| Kantor pusat | Jakarta Pusat, DKI Jakarta |
Wilayah operasi | Indonesia |
Tokoh kunci | Hery Gunardi[1] (Direktur Utama) Kartika Wirjoatmodjo[1] (Komisaris Utama) |
| Produk |
|
| Merek |
|
| Jasa | |
| Pendapatan | |
| Total aset | |
| Total ekuitas | |
| Pemilik | Danantara Asset Management (52,66%) BP BUMN (0,53%) Publik (46,81%) |
Karyawan | |
| Anak usaha | Lihat daftar |
| Situs web | www |
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau biasa disingkat menjadi BRI, adalah sebuah badan usaha milik negara Indonesia yang bergerak di bidang perbankan mikro. Pemerintah Indonesia memegang mayoritas saham perusahaan ini melalui Danantara.
Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, hingga tahun 2025, bank ini memiliki 7.385 unit kerja, 10.650 unit ATM, dan 9.007 unit Cash Recycle Machine (CRM) yang tersebar di seluruh Indonesia. BRI juga memiliki sembilan unit kerja luar negeri (termasuk sub-branch) di enam negara antara lain di New York (Amerika Serikat), Hong Kong, Singapura, Kepulauan Cayman, Taiwan, dan Timor Leste.[3][4]
Bagian ini memerlukan pengembangan dengan menambahkan konten tentang evolusi BRI dari sistem bank koperasi bergaya Raiffeisen dan bank/lumbung desa menjadi bank tersendiri. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya. |
Bank ini memulai sejarahnya di Purwokerto pada tanggal 16 Desember 1895 saat Raden Bei Aria Wirjaatmadja mendirikan De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden untuk mengelola dan menyalurkan dana koperasi yang dihimpun dari petani dan nelayan, ditambah bantuan dana dari pemerintah kolonial Belanda untuk para petani dan nelayan di area Banyumas kepada masyarakat dengan skema yang sederhana. Nama organisasi tersebut kemudian beberapa kali diubah, mulai dari Hulp en Spaarbank der Inlandshe Bestuurs Ambtenareen, De Poerwokertosche Hulp Spaar-en Landbouw Credietbank atau Volksbank, Centrale Kas Voor Volkscredietwezen Algemene, Algemene Volkscredietbank (AVB), hingga pada masa pendudukan Jepang, nama organisasi ini kembali diubah menjadi Bank Rakjat (庶民銀行code: ja is deprecated , shominginkō, Kunrei-shiki: Syomin Ginkoo).
Setelah Indonesia merdeka, pada bulan Februari 1946, pemerintah Indonesia menetapkan organisasi ini sebagai sebuah bank pemerintah dengan nama Bank Rakyat Indonesia (BRI).[5] Bank ini sempat berhenti beroperasi pada tahun 1948, tetapi setelah Perjanjian Renville diteken, bank ini dapat kembali beroperasi dengan nama 'Bank Rakyat Indonesia Serikat'. Pada tahun 1960, pemerintah menggabungkan bank ini ke dalam Bank Koperasi, Tani dan Nelayan (BKTN).[6] Pada tahun 1965, sebagai bagian dari penerapan konsep bank berjuang, BKTN digabung ke dalam Bank Indonesia[7] dan mulai berbisnis dengan nama Bank Indonesia urusan Koperasi, Tani, dan Nelayan. Sebulan kemudian, pemerintah mengubah nama Bank Indonesia menjadi 'Bank Negara Indonesia',[8] sehingga bank tersebut juga diubah namanya menjadi Bank Negara Indonesia Unit II.

Pada tahun 1968, pemerintah memisahkan bank tersebut menjadi sebuah perusahaan tersendiri dengan nama "Bank Rakyat Indonesia".[9] Setahun kemudian, pemerintah menunjuk bank ini sebagai satu-satunya penyalur program kredit Bimbingan Masal (Bimas). Pada tahun 1984, pemerintah menghentikan program Bimas, sehingga bank ini mulai menyalurkan kredit mikro secara komersial. Pada tahun 1992, pemerintah menetapkan bank ini sebagai sebuah persero.[10] Pada akhir tahun 2003, bank ini resmi melantai di Bursa Efek Jakarta. Pada tahun 2007, bank ini mengakuisisi Bank Jasa Artha dan kemudian mengubah nama bank tersebut menjadi Bank BRIsyariah untuk berbisnis di bidang perbankan syariah.
Pada bulan Maret 2011, bank ini mengakuisisi mayoritas saham Bank Agro yang dipegang oleh Dana Pensiun Perkebunan (Dapenbun) dan kemudian mengubah nama bank tersebut menjadi BRI Agro. Pada bulan Desember 2011, bank ini juga mengakuisisi mayoritas saham BRIngin Remittance dan kemudian mengubah nama perusahaan tersebut menjadi BRI Remittance. Pada tahun 2015, bank ini mengakuisisi Bringin Life dan kemudian mengubah nama perusahaan tersebut menjadi BRI Life. Pada bulan Agustus 2015, bank ini meluncurkan Teras BRI Kapal untuk mempermudah masyarakat di pesisir kepulauan dalam mengakses layanannya. Bank ini kemudian juga meresmikan BRI Corporate University untuk menunjang pendidikan bagi para pekerjanya.
Pada bulan Juni 2016, bank ini meluncurkan satelit BRIsat dari Guyana Prancis untuk menunjang layanan digitalnya. Bank ini kemudian juga mengakuisisi BTMU Finance dan kemudian mengubah nama perusahaan tersebut menjadi BRI Finance. Pada bulan Februari 2017, bank ini meluncurkan Teras BRI Kapal Bahtera Seva II dan Teras BRI Kapal Bahtera Seva III untuk mempermudah masyarakat pesisir di Labuan Bajo dan Halmahera untuk mengakses layanannya. Pada tahun 2018, bank ini mengakuisisi 67% saham Danareksa Sekuritas dan 35% saham Danareksa Investment Management dengan harga Rp 819 milliar.[11] Pada tahun 2018 juga, bank ini meluncurkan kecerdasan buatan bernama Sabrina sebagai untuk mempermudah nasabahnya dalam mendapatkan informasi mengenai layanannya.
Pada awal tahun 2019, bank ini mengakuisisi salah satu anak usaha dari Bahana Artha Ventura, yakni Sarana NTT Ventura, yang kemudian diubah namanya menjadi BRI Ventures, sebagai bagian dari rencana bank ini untuk masuk ke bisnis modal ventura.[12] Pada tahun 2019 juga, BRI Agro meluncurkan aplikasi PINANG untuk mempermudah nasabahnya dalam mengajukan pinjaman. Bank ini lalu juga mengakuisisi BRINS[13] dan kemudian mengubah nama perusahaan tersebut menjadi BRI Insurance. Bank ini juga meluncurkan aplikasi BRImo untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses layanannya. Pada bulan Desember 2019, bank ini meluncurkan aplikasi CERIA untuk mempermudah nasabahnya dalam mengajukan pinjaman.
Sepanjang tahun 2020, sebagai bagian dari upaya untuk menyelamatkan debitur yang terdampak COVID-19, bank ini merestrukturisasi pinjaman dengan total nilai Rp186,6 triliun yang diberikannya kepada 2,8 juta debitur. Pada akhir tahun 2020, bank ini mengubah nama Danareksa Sekuritas menjadi BRI Danareksa Sekuritas untuk menegaskan status perusahaan tersebut sebagai anak usahanya.[14] Pada tahun 2021, Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah resmi digabung ke dalam Bank BRIsyariah sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menyatukan bank syariah milik BUMN. Nama bank tersebut kemudian diubah menjadi Bank Syariah Indonesia dengan mayoritas sahamnya dipegang oleh Bank Mandiri.[15][4] Pada tahun 2021 juga, pemerintah menyerahkan mayoritas saham Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani ke bank ini sebagai bagian dari upaya untuk membentuk holding BUMN yang bergerak di bidang ultra mikro.[16] Guna menunjang proses tersebut, bank ini kemudian menyelenggarakan rights issue pada bulan September 2021.[17]

Pada akhir tahun 2022, bank ini meningkatkan kepemilikan sahamnya di Danareksa Investment Management menjadi 65%[18] dan kemudian mengubah nama perusahaan tersebut menjadi BRI Manajemen Investasi.[19][20] Pada bulan Maret 2025, pemerintah menyerahkan mayoritas saham perusahaan ini ke Biro Klasifikasi Indonesia, sebagai bagian dari upaya untuk membentuk holding operasional di internal Danantara.[21]
Pada 16 Oktober 2025, bertepatan dengan kick-off rangkaian perayaan HUT BRI ke-130, BRI melakukan soft-launching terhadap logo baru yang sebelumnya telah diubah pada tahun 2020 (tahun di mana tulisan "BANK BRI" disederhanakan menjadi "BRI"), di mana bentuk huruf "BRI" berjenis font AU Passata mengalami penyesuaian ketebalan menjadi lebih ramping,[22] tulisan "Bank Rakyat Indonesia" berjenis font Inter Display (salah satu varian dari Inter) ditempatkan dibawah logo BRI yang diperbarui,[23] menetapkan Nusantara Blue, Cakrawala Blue, dan Mentari Blue sebagai warna resmi baru, serta "Satu Bank Untuk Semua" sebagai slogan baru BRI. Logo dan slogan baru tersebut kemudian diperkenalkan secara luas pada 16 Desember 2025 saat peluncuran logo baru hampir semua lini usaha yang berada dibawah naungan BRI Group.[24] Logo ini memiliki makna bahwa BRI meninggalkan kesan sebagai bank yang "tua" dan "kuno" di mata konsumen generasi muda dan masyarakat perkotaan serta bertransformasi sebagai bank modern dan universal yang menjangkau semua lapisan masyarakat di manapun berada yang berlandaskan pada nilai-nilai progresif dan consumer-centric.[25] Dikembalikannya tulisan "Bank Rakyat Indonesia" menegaskan kembali komitmen bahwa meskipun dari transformasi dan modernisasi yang dijalankan, BRI tetap mempertahankan akar kerakyatannya, di mana secara historis bank ini lahir dan tumbuh bersama rakyat.[26]
Sedangkan dari slogan "Satu Bank Untuk Semua", slogan ini merepresentasikan komitmen BRI untuk senantiasa hadir melayani seluruh lapisan masyarakat Indonesia melalui rangkaian produk dan layanan keuangan yang lengkap, mulai dari segmen mikro hingga korporasi. Slogan tersebut juga merefleksikan karakter BRI yang modern, relevan dan inklusif, sejalan dengan transformasi berkelanjutan yang tengah dijalankan perusahaan.[22]
Pada 6 Januari 2026, dalam rangka implementasi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang BUMN melalui Perjanjian Pengalihan Saham Milik Negara Republik Indonesia Berupa Saham Seri B Pada BUMN Kepada Badan Pengaturan BUMN tanggal 5 Januari 2026, sekaligus mengalihkan fungsi pengelolaan negara dari Kementerian BUMN kepada BP BUMN, BRI mengalihkan 806,11 juta saham Seri B atau setara 0,53% yang sebelumnya dimiliki oleh Danantara Asset Management kepada BP BUMN, yang kemudian dijadikan sebagai saham Seri A Dwiwarna.[27] Dengan pengalihan kepemilikan saham Seri B tersebut, porsi kepemilikan saham Danantara Asset Management berkurang menjadi 52,66%, kendati tidak mempengaruhi komposisi kepemilikan saham Negara Republik Indonesia secara keseluruhan.[28]

BRI menjadi salah satu sponsor resmi program kepedulian terhadap lagu anak-anak dan kompetisi paduan suara Dendang Kencana pada penyelenggaraan tahun 2017.[butuh rujukan] Dalam bidang olahraga, BRI pernah menjadi salah satu sponsor resmi sebuah klub maupun event olahraga besar, seperti ditetapkannya BRI oleh FC Barcelona sebagai Official Commercial Banking Partner of Barcelona in Indonesia (Mitra Perbankan Komersial Resmi FC Barcelona di Indonesia) pada 30 Desember 2025, dengan masa sponsorship berlaku hingga 31 Desember 2027.[29]
BRI adalah salah satu bank terbesar di Indonesia yang menawarkan berbagai layanan perbankan bagi nasabah individu, bisnis kecil dan menengah, serta korporat. Beberapa jenis layanan yang ditawarkan oleh BRI antara lain:
Selain itu, BRI juga menyediakan berbagai jenis layanan tambahan seperti asuransi, safe deposit box, dan layanan pengiriman uang yang dapat memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi perbankan.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), BRI turut melaksanakan Program Tanggung Jawab Sosial atau Corporate Sosial Responsibility (CSR) melalui BRI Peduli.
Sejak tahun 2019, KUB Tidu Berkah Jaya bekerjasama dengan salah satu eksportir dari Solo. Dari sini, para anggotanya memproduksi kerajinan rajut. Mulai dari bentuk kepala gajah, jerapah, hingga keranjang laundry. Seluruh hasil karya rajut buatan anggota KUB Berkah Jaya sampai diekspor ke Amerika dan Thailand. Total pesanan hasil karya rajut bisa mencapai 700-1.000 barang.[31]
Tergabung dalam program "Klasterkuhidupku" dari BRI, KUB Berkah Jaya mendapat dukungan baik dari pembiayaan hingga pelatihan dari BRI. Selain itu, KUB Berkah Jaya juga mendapat bantuan CSR BRI. Bantuan tersebut digunakan untuk pembangunan sarana pra-sarana, pembelian peralatan usaha hingga dianggarkan bagi pelatihan anggota KUB.
Melalui program "Klasterkuhidupku" BRI berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu para pelaku UMKM, di mana tidak hanya berupa modal usaha saja tetapi juga berupa berbagai pelatihan dan program pemberdayaan lainnya.
BRI melalui aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR) mengambil peran mendorong kelestarian lingkungan Kampung Bali Jakarta dengan berbagai program dan aktivitas yang bertujuan mendorong kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.[32]
Berbagai kegiatan dan penyaluran bantuan telah dilakukan di Kelurahan Kampung Bali antara lain penataan kawasan sungai/kali (Jaga Sungai Jaga Kehidupan), pelaksanaan program Bertani di Kota (BRINita), edukasi pengolahan sampah bagi warga (Yok Kita Gas), pelatihan dan pendampingan bagi pelaku Usaha, Kecil dan Menengah (UMKM), serta penyaluran bantuan infrastruktur lainnya dalam rangka penataan lingkungan sebagai kawasan percontohan unggulan.

Hingga akhir tahun 2025, bank ini memiliki 10 anak usaha, yakni:
Disamping anak perusahaan yang dikelola BRI Group, BRI juga memiliki lembaga yang berafiliasi langsung dengan perusahaan tersebut, yaitu Institut Teknologi dan Bisnis BRI, Dana Pensiun Bank Rakyat Indonesia (Dapen BRI) dan Yayasan Kesejahteraan Pekerja Bank Rakyat Indonesia (YKP BRI).[33] Selain itu, BRI tercatat memiliki 15,38% saham di Bank Syariah Indonesia, yang sebelumnya pernah merupakan BRI Syariah.
Dewan Komisaris dan Direksi BRI adalah sebagai berikut.[34]
| Nama | Posisi |
|---|---|
| Kartika Wirjoatmodjo | Komisaris Utama |
| Parman Nataatmadja | Wakil Komisaris Utama/Komisaris Independen |
| Edi Susianto | Komisaris Independen |
| Lukmanul Khakim | Komisaris Independen |
| Helvi Yuni Moraza | Komisaris Independen |
| Awan Nurmawan Nuh | Komisaris |
| Nama | Posisi |
|---|---|
| Hery Gunardi | Direktur Utama |
| Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari | Wakil Direktur Utama |
| Aquarius Rudianto | Direktur Network & Retail Funding |
| Alexander Dippo Paris Yunimar Situmorang | Direktur Commercial Banking |
| Saladin Dharma Nugraha Effendi | Direktur Information Technology |
| Hakim Putratama | Direktur Operations |
| Akhmad Purwakajaya | Direktur Micro |
| Farida Thamrin | Direktur Treasury & International Banking |
| Eti Yuniarti | Direktur Manajemen Risiko |
| Aris Hartanto | Direktur Consumer Banking |
| Achmad Royadi | Direktur Finance & Strategy |
| Mahdi Yusuf | Direktur Legal & Compliance |
Berikut daftar direktur Utama BRI sejak tahun 1983:
| Direktur Utama | Awal | Akhir | Ket. |
|---|---|---|---|
| Kamardy Arief | Agustus 1983 | 1992 | [35] |
| Iwan Prawiranata | 1992 | 13 September 1993 | [36] |
| Djokosantoso Moeljono | 13 September 1993 | 2000 | [37] |
| Rudjito | 2000 | 17 Mei 2005 | [38] |
| Sofyan Basir | 17 Mei 2005 | 23 Desember 2014 | [39] |
| Asmawi Syam | 2 Januari 2015 | 15 Maret 2017 | [40][41] |
| Suprajarto | 15 Maret 2017 | 2 September 2019 | [42] |
| Sunarso | 2 September 2019 | 24 Maret 2025 | [43] |
| Hery Gunardi | 24 Maret 2025 | Sekarang | [44] |
BRI mempunyai beberapa slogan yang berganti seiring waktu: