Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Bank Nationalnobu

Bank Nationalnobu atau lebih dikenal sebagai Nobu Bank, adalah perusahaan publik yang bergerak di bidang perbankan dan berkantor pusat di Lippo Village, Tangerang, Banten.

perusahaan asal Indonesia
Diperbarui 6 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bank Nationalnobu
PT Bank Nationalnobu Tbk
Jenis perusahaan
Publik
Kode emitenBEI: NOBU
IndustriPerbankan
DidirikanJakarta, Indonesia (1990) (sebagai Bank Alfindo)
PendiriAlfi Gunawan
Kantor pusatGraha Nobu, Jl. Boulevard Diponegoro No. 101, Lippo Village, Kabupaten Tangerang
Tokoh kunci
  • Suhaimin Djohan (Presiden Direktur)
  • Adrianus Mooy (Komisaris Utama)
PendapatanRp 347 miliar (2017), Rp 431 miliar (2018), Rp 341 miliar (Maret 2025) Kenaikan
Laba bersih
Rp 34 miliar (2017), Rp 44 miliar (2018), Rp 110 miliar (Maret 2025) Kenaikan
IndukLippo Group (38,92%)
Hanwha Life Insurance (40%)
Situs webwww.nobubank.com

Bank Nationalnobu atau lebih dikenal sebagai Nobu Bank, adalah perusahaan publik yang bergerak di bidang perbankan dan berkantor pusat di Lippo Village, Tangerang, Banten.

Sejarah

Bank ini berawal dari PT Bank Alfindo Sejahtera (Bank Alfindo) yang dimiliki Alfi Gunawan, pendiri dari perusahaan air minum Ades dan didirikan pada 13 Februari 1990, saat itu bernama PT Alfindo Sejahtera Bank (Alfindo Bank). Kemudian, setelah sempat hendak diubah menjadi Bank First Union atau Bank Union, nama Bank Alfindo berganti menjadi Bank Nationalnobu mulai 18 Maret 2008.[1] Memasuki pertengahan 2000-an, Alfi tak sanggup memenuhi Arsitektur Perbankan Indonesia dan mencari investor baru demi banknya. Sempat sebuah raksasa perbankan asal Austria, Raiffeisen Bank International, menjajaki rencana pembelian Bank Nobu; belakangan, Alfi merencanakan menjual bank itu pada Nio Yantony dan Hendro Setiawan yang memiliki Pikko Group.[1] Sebagai informasi, Pikko dahulu pernah memiliki Bank Pikko dari 1996-2004 sebelum dimerger ke Bank Century.[2][3]

Belakangan, Pikko lebih memilih berkongsi dengan Lippo Group yang didirikan Mochtar Riady. Keduanya pada 28 September 2010 meneken akta akuisisi dengan PT Gunawan Sejahtera (perusahaan milik Alfi Gunawan) untuk membeli saham perusahaan tersebut di Bank Nationalnobu.[1] Bank Nobu saat itu hanyalah bank kecil nondevisa bermodal Rp 100 miliar, Dana Pihak Ketiga Rp 24 miliar dan kantor yang sedikit.[4] Perusahaan milik Mochtar, PT Kharisma Buana Nusantara, menyuntik dana sebesar Rp 60 miliar sekaligus mengambil posisi pemegang saham mayoritas (69,2%) dan 30,8% sisanya akan menjadi milik Pikko.[5] Akuisisi itu menandakan kembalinya Lippo Group ke dunia perbankan, setelah melepas kepergian Lippo Bank yang diambil alih pemerintah, lalu dijual ke Swissasia Global, yang kemudian dijual lagi ke Khazanah Nasional. Setelah dijual, Lippo Bank merger ke Bank CIMB Niaga pada tahun 2008.

Setelah dikuasai Lippo, aset Bank Nobu meningkat pesat. Pada 2011 asetnya hanya Rp 333,83 miliar, pada 2015 sudah meningkat pesat menjadi Rp 6,703 triliun. Demikian pula laba bersihnya pada 2011 hanya Rp 1,92 miliar, sudah melonjak menjadi Rp 18,21 miliar pada 2015. Kredit yang disalurkan juga sudah berlipat-lipat dari hanya Rp 162,77 miliar pada 2011 menjadi Rp 3,482 triliun pada 2015. Demikian pula dana pihak ketiga yang dihimpunnya sudah melonjak dari Rp 200,14 miliar menjadi Rp 4,801 triliun. Pada akhir tahun 2011, kantor pusat Bank Nationalnobu pindah dari Jembatan Lima ke Graha Granadha di Jl. Jend. Sudirman. Kemudian kembali pindah (hingga 2023) ke Plaza Semanggi Lt. UG dan 9, Jl. Jend. Sudirman Kav. 50, Jakarta. Nuansa kantor di lantai UG yang cerah dan transparan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung mal yang berlalu lalang. Bank Nationalnobu mempunyai fokus dalam segmen ritel dan UMKM.

Perusahaan melaksanakan IPO pada 20 Mei 2013, dengan melepas 52% saham ke publik.[6] Pemegang saham perusahaan setelah IPO meliputi PT Kharisma Buana Nusantara atau Mochtar Riady menjadi 24,12%, Nio Yantony 9,65%, PT Prima Cakrawala Sentosa 5,08%, PT Lippo General Insurance Tbk 5,08%, dan PT Putera Mulia Indonesia 4,06%, sisanya masyarakat.[7] Pada tahun yang sama dengan IPO, Bank Nobu menjadi bank devisa. Selanjutnya, kepemilikan Bank Nobu sepenuhnya dikuasai oleh Lippo, pasca Nio Yatony, pemilik Pikko menjual sahamnya yang tersisa (9,01%) di tanggal 7 Juni 2018.[8]

Rencana merger dan akuisisi oleh Hanwha

Secara mengejutkan, pada Maret 2023, Bank Nobu mengumumkan rencana merger dengan Bank MNC Internasional milik konglomerat lain, Hary Tanoesoedibjo. Isu merger yang juga diiyakan pihak Otoritas Jasa Keuangan ini lebih ditujukan untuk meningkatkan modal bank hasil konsolidasi agar naik kelas, mengingat kedua bank sudah mampu memenuhi modal inti Rp 3 triliun yang dipersyaratkan OJK.[9] Menurut OJK, konsolidasi ini akan menguntungkan mengingat bank hasil merger akan disokong pemodal yang sama-sama kuat, dengan target selesai di bulan Juni 2023.[10] Namun, sampai bulan September 2023, rencana merger ini tidak kunjung terlaksana. Sempat pada Mei 2024 isu tersebut kembali menghangat ketika Grup MNC (lewat PT MNC Land Tbk) dan Grup Lippo (lewat PT Prima Cakrawala Sentosa) saling membeli 10% saham antar kedua bank milik mereka. Namun, setahun kemudian, kedua belah pihak resmi melepas kembali saham masing-masing.[11] Akhirnya, pada 22 November 2025, OJK resmi mengumumkan pembatalan merger Nobu Bank dan MNC Bank, dengan syarat keduanya tetap memperkuat permodalan.[12]

Gagal menggandeng MNC, keluarga Riady justru berhasil menarik investor asing yaitu raksasa asuransi jiwa asal Korea Selatan, Hanwha Life Insurance Co. Ltd. (yang juga sudah memiliki usaha di Indonesia). Setelah pada April 2023 sukses menguasai 62% saham asuransi umum PT Lippo General Insurance Tbk, pada 1 Juli 2025 Hanwha ikut membeli 40% saham PT Bank Nobu Tbk senilai Rp 3,79 triliun.[13] Pengakuisisian ini seiring adanya kerjasama antara Hanwha dan Lippo Group dan perjanjian akuisisi yang diteken pada 3 Mei 2024.[14] Setelah akuisisi itu, Bank Nobu dan Hanwha Life Insurance Indonesia berusaha bersinergi, seperti dalam pemasaran produk bancassurance.[15] Kini, Nobu Bank bisa dikatakan merupakan joint venture antara Lippo Group dan Hanwha Group.

Struktur kepemilikan

Berikut struktur kepemilikan dari Bank Nationalnobu per 31 Desember 2025:[16]

No.Pemegang SahamKepemilikan
1Hanwha Life Insurance Co. Ltd.40,00%
2PT Prima Cakrawala Sentosa20,87%
3PT Matahari Department Store Tbk9,74%
5PT Star Pacific Tbk8,31%
6OCBC Securities Pte. Ltd.6,90%
7Masyarakat (masing-masing <5%)13,18%

Produk dan Jasa

  • Laku Pandai
  • Nobu Debit Mastercard
  • Nobu Savings
  • Nobu Junior
  • Nobu Payroll
  • Nobu Savings Plan
  • Savings Plus By Nobu
  • Nobu Deposits
  • Nobu Giro
  • Nobu Savings Dollar
  • Nobu Deposits Dollar
  • Nobu Giro Dollar
  • Nobu Savings & Investment Plan (NSIP), tabungan rencana dan reksa dana
  • Agen Penjual Reksa Dana
  • Bancassurance
  • Nobu Loan
    • Kredit Modal Kerja (pinjaman rekening koran, demand loan)
    • Kredit Investasi (pinjaman tetap angsuran)
    • Kredit Usaha Rakyat (KUR)
    • Kredit Konsumsi (KPR, KPM)
  • Nobu Card
  • Nobu Direct
  • Nobu www.banking
  • Nobu Virtual Account
  • Nobu e-Money
  • Nobu Link
  • Nobu ePay
  • Nobu QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard)
  • Nobu Mobile

Referensi

  1. 1 2 3 Prospektus NOBU, 2014
  2. ↑ Dunia EKUIN dan PERBANKAN, Volume 9,Masalah 15-16
  3. ↑ Jurnal hukum bisnis, Volume 5-9
  4. ↑ Artikel: Lippo siap besarkan Bank Nobu di detik.com
  5. ↑ Artikel: Lippo Group Gandeng Petinggi Pikko Kuasai Nobu Bank di detik.com
  6. ↑ Suara Pembaruan - IPO,Bank Nobu Genjot Kredit UKM[pranala nonaktif permanen]
  7. ↑ Inilah.com - Pasar Modal - Bank National Nobu dapat kode bursa NOBU
  8. ↑ Jual Saham ke James Riady, Bos Pikko Cabut dari Bank Nobu
  9. ↑ NOBU dan Bank MNC resmi umumkan merger
  10. ↑ OJK Beberkan Rencana Merger Bank Nobu (NOBU) dan Bank MNC (BABP)
  11. ↑ Merger Batal, NOBU dan KPIG Kembali Tukar Guling Saham
  12. ↑ Lika Liku Rencana Merger MNC Bank dan NOBU hingga Berujung Pisah Jalan
  13. ↑ Bukan Sama MNC, Nobu Bank Umumkan Diakuisisi Hanwha
  14. ↑ OJK belum terima pengajuan tertulis akuisisi Bank Nobu oleh Hanwha
  15. ↑ Hanwha Life dan Nobu Bank Perkuat Kemitraan Strategis Bancassurance
  16. ↑ "Struktur Kepemilikan". Nobu Bank. Diakses tanggal 31 Agustus 2025.

Pranala luar

  • (Indonesia) Situs web resmi
  • l
  • b
  • s
Bank di Indonesia
Bank sentral: Bank Indonesia
Sistem konvensional
Bank BUMN
Bank Mandiri · Bank Negara Indonesia · Bank Rakyat Indonesia · Bank Tabungan Negara
Anak usaha bank BUMN: Bank Hibank · Bank Mandiri Taspen · Bank Raya
Bank pembangunan daerah
Bank Sumut · Bank Nagari · Bank Jambi · Bank Sumsel Babel · Bank Bengkulu · Bank Lampung · Bank Jakarta · Bank BJB · Bank Jateng · Bank BPD DIY · Bank Jatim · Bank Banten · Bank BPD Bali · Bank NTT · Bank Kalbar · Bank Kalteng · Bank Kalsel · Bank Kaltimtara · Bank BSG · Bank Sulteng · Bank Sulselbar · Bank Sultra · Bank Maluku Malut · Bank Papua
Bank swasta
Bank Allo · Bank Amar · Bank ANZ Indonesia · Bank Artha Graha Internasional · Bank BNP Paribas Indonesia · Bank Bumi Arta · Bank Capital · Bank CCB Indonesia · Bank Central Asia · Bank CIMB Niaga · Bank CTBC Indonesia · Bank Danamon · Bank Digital BCA · Bank DBS Indonesia · Bank Ganesha · Bank Hana Indonesia · Bank HSBC Indonesia · Bank IBK Indonesia · Bank ICBC Indonesia · Bank Ina · Bank Index · Bank Jago · Bank J Trust Indonesia · Bank KB Indonesia · Bank Krom · Bank Maspion · Bank Mayapada · Bank Maybank Indonesia · Bank Mega · Bank Mestika · Bank Mizuho Indonesia · Bank MNC · Bank Multiarta Sentosa · Bank Nobu · Bank Neo Commerce · Bank OCBC Indonesia · Bank of India Indonesia · Bank OK! Indonesia · Bank Panin · Bank Permata · Bank QNB Indonesia · Bank Resona Perdania · Bank Saqu Indonesia · Bank Sahabat Sampoerna · Bank SBI Indonesia · Bank Seabank Indonesia · Bank Shinhan Indonesia · Bank Sinarmas · Bank SMBC Indonesia · Bank Superbank · Bank UOB Indonesia · Bank Victoria · Bank Woori Saudara
Kantor cabang bank asing
Bank of America · Bank of China · Citibank · Deutsche Bank · MUFG Bank · JPMorgan Chase · Standard Chartered
Sistem syariah
Bank syariah BUMN
Bank Syariah Indonesia · Bank Syariah Nasional
Bank syariah daerah
Bank Aceh Syariah · Bank BJB Syariah · Bank NTB Syariah · BRK Syariah
Bank syariah swasta
Bank Aladin · Bank BCA Syariah · Bank BTPN Syariah · Bank KB Syariah · Bank Muamalat Indonesia · Bank Mega Syariah · Bank Nano Syariah · Bank Panin Dubai Syariah
Unit usaha syariah
Bank BPD DIY Syariah · Bank CIMB Niaga Syariah · Bank Danamon Syariah · Bank Jago Syariah · Bank Jakarta Syariah · Bank Jambi Syariah · Bank Jateng Syariah · Bank Jatim Syariah · Bank Kalbar Syariah · Bank Kalsel Syariah · Bank Kaltimtara Syariah · Bank Maybank Syariah · Bank Nagari Syariah · Bank OCBC Syariah · Bank Permata Syariah · Bank Sulselbar Syariah · Bank Sumsel Babel Syariah · Bank Sumut Syariah
Lihat pula: Bank Perekonomian Rakyat

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Rencana merger dan akuisisi oleh Hanwha
  3. Struktur kepemilikan
  4. Produk dan Jasa
  5. Referensi
  6. Pranala luar

Artikel Terkait

Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan

organisasi yang dibentuk oleh pemerintahan Jepang pada tahun 1945 ketika menduduki Indonesia

Daftar badan usaha milik negara di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Hermanto Tanoko

Komisaris, PT Avia Avian Tbk

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026