PT Indomarco Prismatama, yang beroperasi dengan nama Indomaret, adalah jaringan toko kelontong eceran Indonesia dengan lebih dari 21.900 gerai di 32 provinsi di seluruh negeri. Jaringan ini dimiliki oleh Indoritel dan bermarkas di Jakarta, merupakan jaringan toko kelontong pertama dan terbesar di Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Menara Indomaret (kanan), kantor pusat Indomaret | |
| Indomaret | |
Jenis perusahaan | Anak perusahaan |
| Industri | Eceran |
| Didirikan | Juni 20, 1988 (1988-06-20) |
| Kantor pusat | Menara Indomaret, Jakarta Utara, Jakarta, Indonesia |
Cabang | 22.414 gerai (Februari 2024) |
Wilayah operasi | Indonesia (kecuali Sumatera Barat) |
Tokoh kunci | Sinarman Jonathan (CEO) |
| Pendapatan | Rp15,86 triliun (2020) |
| Rp328,8 miliar (2020) | |
| Pemilik | Indoritel (40%) |
Karyawan | 170.000+ (2020) |
| Induk | Salim Group |
| Situs web | www |

PT Indomarco Prismatama, yang beroperasi dengan nama Indomaret, adalah jaringan toko kelontong eceran Indonesia dengan lebih dari 21.900 gerai di 32 provinsi[1] di seluruh negeri. Jaringan ini dimiliki oleh Indoritel dan bermarkas di Jakarta, merupakan jaringan toko kelontong pertama dan terbesar di Indonesia.
Toko Indomaret pertama dibuka di Ancol, Jakarta Utara, pada Juni 1988. Pada tahun 2014, merek ini memiliki 10.600 gerai. 60% gerainya merupakan milik sendiri dan waralaba, sementara 40% sisanya adalah milik perusahaan, tersebar di kota-kota di wilayah Jabodetabekjur, Sumatra (kecuali Sumatera Barat, di mana izinnya dicabut untuk melindungi pedagang kecil[2]), Jawa, Madura, Kepulauan Nusa Tenggara, Kalimantan, Kepulauan Maluku, Sulawesi, dan Papua.[3][4][5][6][7]
Indomaret memiliki dua sub-merek: Indomaret Point, yang menyediakan makanan cepat saji dan menyediakan area tempat duduk, dan Indomaret Fresh yang lebih besar, yang menjual buah-buahan, sayur-sayuran, dan daging.[8] Lokasi Indomaret ini selalu berdekatan di satu daerah. Strategi berdekatan, bertujuan untuk membangun pasar yang luas mengingat perilaku konsumen yang dinamis dalam industri ritel.[9]
Pada tahun 2013, PT Dyviacom Intrabumi Tbk (DNET), mengakuisisi 3 perusahaan yang bergerak dibidang ritel, yaitu PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (Sari Roti), PT Fastfood Indonesia Tbk (KFC) dan PT Indomarco Prismatama (Indomaret). DNET kemudian berubah nama menjadi PT Indoritel Makmur Internasional Tbk, dan menjadi induk perusahaan bagi ketiganya.[10]
Kepemilikan DNET di Indomaret dan Sari Roti merupakan pemegang saham mayoritas di mana masing-masing memiliki 40% dan 31,5%. Sedangkan di KFC, DNET menjadi pemegang saham terbesar kedua 35,8%.
Per tanggal 26 September 2014, Salim Group (induk usaha Indomaret) melalui kongsi strategis dengan Philadel (Philadel Terra Lestari), telah memiliki 20% saham PT Bank Ina Perdana Tbk (Bank Ina). Philadel berencana menambah kepemilikan saham di Bank Ina hingga 30% untuk mensinergikan sistem kantor tanpa cabang Bank Ina dengan jaringan retail Indomaret.[11]
Pada tanggal 24 Agustus 2017, PT XL Axiata Tbk telah mengumumkan bahwa Elevenia, sebuah perusahaan Online Shopping, tak akan lagi menjadi milik perusahaannya. Sehari sebelumnya, juga beredar kabar bahwa mitra XL di Elevenia, SK Planet, juga hengkang. Per paruh kedua 2017, Elevenia memang di bawah Grup Salim (induk usaha Indomaret) lewat PT Jaya Kencana Mulia Lestari dan Superb Premium Pte. Ltd.[12] Pada tahun 2021 melakukan kegiatan rilis layanan tarik tunai tanpa kartu dengan Bank Permata.[13]