Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Sumber Alam

PT Sumber Alam Ekspres adalah perusahaan otobus Indonesia yang berasal dari Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Perusahaan otobus ini melayani bus antarkota, bus pariwisata, dan bus antar-jemput, serta melayani kota-kota di lintas selatan dan tengah Jawa dengan titik awal dari Kota Yogyakarta dan Kecamatan Purworejo, [[Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Perusahan otobus ini memiliki garasi utama dan kantor pusat di Kecamatan Kutoarjo.

perusahaan otobus Indonesia
Diperbarui 2 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sumber Alam
Untuk kegunaan lain, lihat Sumber Alam (disambiguasi).
PT Sumber Alam Ekspres
Bus Sumber Alam dengan karoseri Triun DX produksi Trijaya Union
Didirikan1975; 51 tahun lalu (1975)
Kantor pusatKutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Indonesia
Wilayah layananJawa
Jenis layanan
  • Bus antarkota
  • bus pariwisata
  • bus antar-jemput
Tujuan akhir
  • DKI Jakarta
  • Kota Semarang (Jawa Tengah)
  • Kota Yogyakarta
Hub138 agen
GarasiKutoarjo, Purworejo, Jawa Tengah, Indonesia
Jenis bahan bakar
  • Diesel
  • listrik
Direktur UtamaAnthony Steven Hambali
Situs webwww.sumberalam.co.id

PT Sumber Alam Ekspres adalah perusahaan otobus Indonesia yang berasal dari Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Perusahaan otobus ini melayani bus antarkota, bus pariwisata, dan bus antar-jemput, serta melayani kota-kota di lintas selatan dan tengah Jawa dengan titik awal dari Kota Yogyakarta dan Kecamatan Purworejo, [[Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Perusahan otobus ini memiliki garasi utama dan kantor pusat di Kecamatan Kutoarjo.

Sejarah

PO Tresno, Hidup Baru, dan Kencana Jaya

Pada dekade 1960-an, seorang perempuan Tionghoa-Indonesia yang tinggal di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, bernama Thung Tjie Hing, mendirikan PO Tresno. Pada tahun 1969, seiring usianya yang semakin tua, Thung tidak ingin melanjutkan bisnis bus ini dan ingin menyerahkannya kepada anak dan tiga cucunya.[1] Masing-masing anak dan cucu Thung mendapatkan unit bus: anaknya pun membentuk perusahaan otobus dengan nama PO Santoso, sedangkan tiga cucu Thung mendirikan dua perusahaan otobus baru bernama PO Hidup Baru dan Kencana Jaya.[2]

Ketika Hidup Baru dan Kencana Jaya dirintis, Thung memanggil Himawan Hambali, cucunya, untuk ditanya, apakah dia siap mengambil alih 5 unit bus PO Tresno. Akhirnya bus itu pun dibagi bersama dengan dua saudaranya, termasuk Judi Setijawan Hambali.[1] Saat debut operasionalnya, Hidup Baru dan Kencana Jaya hanya melayani trayek bus antarkota dalam provinsi (AKDP). Kendati berawal dengan fasilitas dan armada yang sangat terbatas,[2] usaha tersebut tumbuh karena ketekunan dan dedikasi pendirinya dalam memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat di wilayah selatan Jawa Tengah, khususnya rute Purworejo–Yogyakarta dan sekitarnya.

Berdirinya Sumber Alam

Logo Sumber Alam (1975–2025)

Pada tahun 1975, Judi Setijawan Hambali beserta kedua saudaranya mendirikan PO Sumber Alam, yang berfokus sebagai bus antarkota antarprovinsi (AKAP).[3] Pada masa awal berdirinya, perusahaan otobus ini hanya memiliki enam unit bus dengan layanan trayek yang masih terbatas, yakni Yogyakarta–Jakarta via lintas selatan dan tengah Jawa,[4] dengan mengambil alih trayek PO Jaya. Untuk menunjang kegiatan usahanya itu, Judi memindahkan pusat operasional dan manajemen perusahaan ke Kutoarjo, Purworejo, agar lebih mudah mengontrol kegiatan administrasi, bengkel, dan layanan pelanggan. Himawan Hambali kemudian bertolak ke Jakarta untuk mengurus akta pendirian perseroan terbatas dengan nama legal PT Sumber Alam Ekspres. Karena PO Jaya sudah menggunakan nama legal PT Sumber Alam, notaris memutuskan untuk membuatkan akta pendirian PT Sumber Alam Ekspres dengan domisili di Jakarta.[1]

Pada tahun 1984, karena sudah tak sanggup mengelola PO Sumber Alam, kedua saudaranya menyerahkan sepenuhnya PO Sumber Alam kepada Judi Setijawan. Kemudian pada tahun 1990-an, PO Hidup Baru dan Kencana Jaya dilebur juga ke Sumber Alam.[4][2] Di bawah kepemimpinannya, Judi Setijawan mengelola perusahaan dengan prinsip kekeluargaan, keterampilan, dan inovasi berkelanjutan. Diketahui, Judi Setijawan juga sangat terampil sebagai mekanik dan suka merawat kendaraan tua. Sebagai pehobi otomotif, ia mengoleksi 20 kendaraan antik sebagai koleksi.[5]

Sumber Alam tidak hanya melayani AKAP. Sumber Alam juga melayani trayek antarkota dalam provinsi (AKDP) dan juga bus antar-jemput (shuttle). Pelayanan yang baik, membuat masyarakat di jalur Pantai Selatan Jawa menjadikan Sumber Alam sebagai andalan bepergian ke Jakarta dan daerah-daerah lain di sekitarnya.[5]

Seiring meningkatnya skala operasional, Sumber Alam mulai melakukan diversifikasi usaha di luar sektor transportasi. Perusahaan ini mendirikan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kutoarjo untuk melayani kebutuhan internal armada sekaligus masyarakat umum. Selain itu, Sumber Alam juga mengembangkan rumah makan transit di jalur-jalur utama, yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat istirahat penumpang, tetapi juga sebagai sumber pendapatan tambahan bagi perusahaan. Inovasi-inovasi tersebut memperkuat posisi PO Sumber Alam sebagai pemain besar di industri transportasi darat nasional.[5][4]

Era Anthony Steven Hambali

Bus AKAP Sumber Alam saat melaju di Jalan Ring Road Selatan, Yogyakarta. Bus ini menggunakan karoseri Legacy SR-3 Neo HD Prime produksi Laksana

Memasuki era 2000-an, PO Sumber Alam mulai memasuki babak baru dalam sejarah perusahaannya dengan terjadinya estafet kepemimpinan kepada generasi penerus keluarga. Sosok yang kemudian tampil adalah Anthony Steven Hambali, yang akrab disapa Tony, cicit dari pendiri Thung dan putra dari Judi Setijawan. Sekitar tahun 2001, Tony mulai aktif terlibat langsung dalam manajemen perusahaan. Kehadirannya menandai awal regenerasi kepemimpinan yang tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga membawa semangat pembaruan dalam pengelolaan perusahaan otobus yang telah lama berkiprah di industri transportasi darat Indonesia.[1]

Pada masa awal keterlibatannya di jajaran manajemen, Tony sudah menunjukkan visi bisnis yang cukup progresif. Salah satu gagasan penting yang ia rencanakan adalah pembentukan divisi bus pariwisata sebagai lini usaha baru di luar layanan reguler. Dalam proses perencanaannya, Tony mengusulkan agar armada bus pariwisata dipisahkan secara khusus dari armada reguler, baik dari sisi pengelolaan maupun identitas layanan. Langkah ini mencerminkan pemahamannya akan segmentasi pasar serta kebutuhan akan standar pelayanan yang berbeda antara angkutan umum antarkota dan layanan pariwisata.[2]

Sebelum benar-benar memegang kendali penuh perusahaan, Tony memilih untuk belajar langsung dari bawah dengan terjun ke proses operasional di lapangan. Ia mempelajari berbagai aspek penting, mulai dari sistem pengaturan trayek, manajemen perawatan armada, hingga dinamika pelayanan pelanggan sehari-hari. Pendekatan ini membuatnya memahami persoalan riil yang dihadapi perusahaan dan karyawan. Sikapnya yang rendah hati, rasa ingin tahu yang tinggi, serta kemauannya untuk mendengar membuat Tony relatif cepat diterima oleh para karyawan lama yang telah puluhan tahun mengabdi di Sumber Alam.[6]

Kepribadian Tony yang humoris, sederhana, dan terbuka terhadap inovasi dan gagasan baru menjadi ciri khas kepemimpinannya sejak awal. Ia tidak menjaga jarak dengan para pekerja maupun pelanggan, dan dikenal aktif berinteraksi dengan komunitas pecinta bus di Indonesia. Melalui media sosial, Tony kerap membagikan aktivitas kesehariannya yang berkaitan dengan dunia transportasi bus, sehingga citra PO Sumber Alam terasa lebih dekat dan membumi di mata masyarakat. Pendekatan komunikasi ini turut memperkuat hubungan emosional antara perusahaan, pelanggan, dan penggemar transportasi bus.[6]

Di tengah proses regenerasi tersebut, PO Sumber Alam juga meraih berbagai pengakuan atas kinerjanya. Pada tahun 2007, perusahaan ini memperoleh penghargaan sebagai "Perusahaan Bus Terbaik" dari Menteri Perhubungan saat itu, Jusman Syafii Djamal. Pengakuan tersebut menegaskan posisi Sumber Alam sebagai salah satu operator bus yang diperhitungkan secara nasional.[5] Selanjutnya, pada 16 Maret 2011, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia kembali memberikan penghargaan loyalitas atas 30 tahun kontribusi Sumber Alam dalam sejarah transportasi bus di Indonesia, menandai konsistensi perusahaan dalam melayani masyarakat lintas generasi.[7]

Di bawah kepemimpinan Tony, Sumber Alam mengalami transformasi yang signifikan, terutama dalam hal digitalisasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Ia memperkenalkan sistem pemesanan tiket secara daring, mengadopsi pengelolaan armada berbasis digital, serta membangun citra perusahaan yang kuat melalui media sosial. Tony juga menaruh perhatian besar pada kesejahteraan karyawan, khususnya pengemudi dan awak kru, dengan memberikan pelatihan keselamatan dan layanan pelanggan. Kepeduliannya terhadap masyarakat tecermin dari kebijakan menahan kenaikan harga tiket pada masa mudik Lebaran agar tetap terjangkau.[6] Setelah meninggalnya Judi Setijawan pada 27 November 2017, Tony resmi mengambil alih pucuk kepemimpinan,[8] dan pada peringatan 50 tahun Sumber Alam ia meluncurkan penjenamaan baru perusahaan.[9] Puncaknya, pada 15 November 2025, Sumber Alam meraih People’s Choice Award dari redBus sebagai AKAP Medium Jawa Tengah Terfavorit, menegaskan keberhasilan perpaduan strategi bisnis modern dan nilai sosial humanis di era kepemimpinannya.[10]

Armada

Sumber Alam dengan karoseri Laksana Legacy SR-2

Sumber Alam menggunakan berbagai jenis sasis, tetapi sasis Hino adalah yang paling diandalkan sejak Sumber Alam pertama kali dirintis, dan masih diikuti penambahan unit Mercedes-Benz. Sepanjang sejarahnya, Hino (RM, RG, dan RK) dengan standar emisi Euro 4 menjadi andalan utama. Ketika direkturnya Boy Setyadi Nugroho ditanya terkait dengan kecintaan Sumber Alam terhadap sasis Hino, ia menjawab bahwa Judi Setijawan memiliki teman yang kenal dekat dengan karyawan Hino Motors. Namun, unit-unit yang baru justru menggunakan sasis Mercedes-Benz OF 1623 mesin depan, dengan suspensi udara.[11]

Untuk bus besar, Sumber Alam setia dengan karoseri bus produksi Laksana dari waktu ke waktu. Bahkan Dimas Raditya, salah satu anggota aktif Forum Bismania Indonesia, menyebut bahwa Sumber Alam menjadi salah satu dari sedikit perusahaan otobus Indonesia yang sepanjang hayatnya tidak pernah menggunakan bus-bus buatan perusahaan karoseri Adi Putro, bersama dengan Anas Nasional Sejahtera (ANS), Arimbi/Bima Suci, Borlindo, Mayasari Bakti, dan Tentrem. Selain itu, kedua perusahaan juga terlibat dalam pengembangan bus bio smart[12] dan bus physical distancing dengan konfigurasi kursi yang berjarak dan tambahan filtrasi sirkulasi udara, selama masa pandemi Covid-19.[13] Sementara itu, untuk armada bus antar-jemputnya menggunakan karoseri buatan New Armada, dengan sasis Hino 115 SDBL STD Euro 4; serta unit bus kecil rakitan Trijaya Union, dengan karoseri Neo Grantour.[14][15]

Pada perayaan ulang tahun ke-50, Sumber Alam meluncurkan empat unit bus baru dari Trijaya Union dengan karoseri Triun DX serta pola pengecatan baru yang didominasi biru dongker dan putih, serta logo perusahaan yang baru. Bahkan, jargon baru perusahaan yang berbunyi "Keluarga di Perjalanan Anda™" juga ditempelkan di bodi bus. Selain itu, Sumber Alam juga memperkenalkan kelas layanan baru New Generation Executive Class yang menghadirkan interior khusus 26 bangku leg-rest, kabin lebih lapang tanpa bagasi di atas kepala, pilar dengan ornamen menyala, tirai khusus, dan fitur bio-filter serta inlet AC untuk kenyamanan penumpang selama perjalanan panjang.[9]

Sumber Alam menjalin kerja sama dengan Kalista, anak usaha dari Indika Energy, dalam menghadirkan layanan bus listrik antarkota antarprovinsi (AKAP) terjauh pertama di Indonesia, dengan rute Yogyakarta–Bekasi (Pondok Ungu), menggunakan armada bus listrik Higer KLQ6121ZAEV.[16][17] Ketika Kompas.com bertanya kepada Tony mengenai kerja sama strategis ini, ia menjawab bahwa hingga 2025, Pemerintah belum memiliki langkah nyata yang dapat segera diambil terkait transisi energi untuk bus antarkota. Hal tersebut membuat Sumber Alam masih pikir-pikir jika ingin bekerja sama dengan lembaga pemerintahan. Menurutnya, bekerja sama dengan sektor swasta dengan modal yang sudah diperhitungkan dengan matang sudah dirasa cukup dan dapat langsung dieksekusi tanpa proses yang terlalu panjang dan berbelit-belit.[18]

Kerja sama operasi

Sumber Alam menjalin kerja sama operasi dengan dua perusahaan otobus ternama di Indonesia untuk memperluas jangkauan layanannya melalui skema tiket terusan. Dua mitra tersebut adalah PO Haryanto yang berbasis di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, serta NPM (Naikilah Perusahaan Minang) yang berasal dari Kota Padang Panjang, Sumatera Barat. Kolaborasi ini memungkinkan penumpang memperoleh kemudahan perjalanan lintas pulau tanpa harus membeli tiket terpisah, karena sistem tiket terusan telah terintegrasi antarperusahaan. Melalui pola kerja sama tersebut, penumpang Sumber Alam dari rute Yogyakarta yang hendak menuju kota-kota di Sumatra seperti Bandar Lampung, Palembang, Jambi, hingga Padang akan melakukan transit dan melanjutkan perjalanan menggunakan armada NPM. Skema ini tidak hanya memperluas konektivitas antardaerah, tetapi juga memperkuat posisi Sumber Alam sebagai operator yang adaptif dalam membangun jejaring antarpulau.[19][20]

Trayek

Bus antarkota

Sejak awal berdiri, Sumber Alam memfokuskan bisnisnya pada layanan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) sebagai tulang punggung perusahaan. Trayek utama yang dirintis sejak masa awal operasional adalah rute DKI Jakarta (Jabodetabek) menuju Daerah Istimewa Yogyakarta dan berbagai kota di Jawa Tengah. Jalur ini ditempuh melalui jalur tengah yang tersambung dengan jalur selatan Pulau Jawa, menjadikannya salah satu koridor penting dalam jaringan transportasi darat perusahaan.[4] Seiring perkembangan infrastruktur, Sumber Alam juga mengoperasikan layanan melalui Jalan Tol Trans-Jawa, khususnya via Kartasura. Pemanfaatan jalan tol ini memungkinkan waktu tempuh yang lebih singkat sekaligus meningkatkan kenyamanan perjalanan. Kehadiran opsi jalur tol memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan sistem transportasi nasional serta kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat.[21]

Bisnis nontrayek

Bus antar-jemput

Selain layanan AKAP, Sumber Alam turut mengoperasikan bus antar-jemput (shuttle) dalam provinsi (AJDP) dan antarprovinsi (AJAP). Saat ini, rute AJDP yang masih aktif adalah Semarang–Purworejo–Cilacap. Sebelumnya, perusahaan otobus ini juga pernah melayani rute Semarang–Purwokerto, Banyumas (AJDP) dan Semarang–Magelang–Yogyakarta (AJAP). Layanan ini menjadi pelengkap jaringan utama AKAP dengan menyasar mobilitas jarak menengah yang membutuhkan fleksibilitas serta frekuensi perjalanan lebih tinggi.[22]

Bus pariwisata dan carteran

Unit bus pariwisata milik Sumber Alam, dengan karoseri Laksana Legacy generasi pertama

Inovasi penting dalam perkembangan perusahaan terjadi pada awal 2000-an ketika Anthony Steven Hambali menggagas pembentukan divisi bus pariwisata. Sejak dirintis pada 2001, divisi ini dirancang terpisah dari divisi reguler meskipun secara tampilan armada memiliki kemiripan dengan bus AKAP. Pemisahan ini bertujuan menjaga standar pelayanan, perawatan armada, serta segmentasi pasar antara penumpang reguler dan pelanggan wisata.[2]

Di samping memiliki bus pariwisata, Sumber Alam juga dikenal karena memiliki koleksi mobil dan bus kuno. Contohnya Mitsubishi Fuso R Series 470 (produksi 1963) dan Dodge D Series (produksi 1970-an), dengan ciri khas bonnet-nya. Bus ini hanya disewakan, misalnya untuk wisata sejarah Kabupaten Purworejo, acara pre-wedding, serta properti film. Film yang menggunakan bus kuno Sumber Alam misalnya Gundala, Si Manis Jembatan Ancol, dan Srimulat.[23]

Selain mobil dan bus kuno, Sumber Alam juga dikenal melalui armada carteran eksklusifnya, termasuk bus limusin berstatus sewaan. Bus ini diklaim sebagai salah satu bus tronton (triple-axle) pertama di Indonesia, menggunakan sasis Mercedes-Benz OH 1521 dengan panjang mencapai 13,20 m (43,3 ft) dan karoseri buatan Laksana. Fasilitasnya tergolong mewah, meliputi dua ruang audio visual terpisah, kursi premium, mini pantry, toilet, sofa, serta lift difabel. Atas modifikasinya tersebut, bus limusin ini bahkan meraih rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) pada 2009 sebagai bus limusin modifikasi terpanjang di Indonesia, menegaskan citra Sumber Alam sebagai operator yang inovatif dalam layanan carteran premium.[24]

Referensi

  1. 1 2 3 4 "Kisah PO Sumber Alam, Didirikan Seorang Perempuan Kini Punya Ratusan Bus dan SPBU - News+ on RCTI+". RCTI+. Diakses tanggal 1 November 2025.
  2. 1 2 3 4 5 Media, Kompas Cyber (7 April 2021). "PO Sumber Alam, Dirintis Seorang Wanita sampai Punya SPBU dan Restoran Sendiri". KOMPAS.com. Diakses tanggal 1 November 2025.
  3. ↑ Okezone (28 Januari 2023). "6 Fakta Menarik PO Bus yang Punya SPBU Sendiri : Okezone Economy". https://economy.okezone.com/. Diakses tanggal 1 November 2025.
  4. 1 2 3 4 Riani 2018, hlm. 47.
  5. 1 2 3 4 Riyanto, H. Arif. "PO Sumber Alam, Perusahaan Otobus Kebanggaan Warga Purworejo". Radar Magelang. Diakses tanggal 1 November 2025.
  6. 1 2 3 Humaedi, I. (28 Agustus 2023). "Profil Bos PO Sumber Alam Anthony Steven, Dikenal Humoris dan Rendah Hati". iNews. Diakses tanggal 1 November 2025.
  7. ↑ "10 PERUSAHAAN BUS DAPATKAN PENGHARGAAN LOYALITAS Kementerian Perhubungan Republik Indonesia". dephub.go.id. Diakses tanggal 15 November 2025.
  8. ↑ Kurniawan et al. 2025, hlm. 2.
  9. 1 2 "Bus Baru PO Sumber Alam Edisi Spesial Ulang Tahun ke-50". Kompas.com. 21 Maret 2025. Diakses tanggal 9 Juni 2025.
  10. ↑ S., Alam (15 November 2025). "redBus Berikan Penghargaan Operator Bus Terbaik Indonesia". RRI. Diakses tanggal 1 Desember 2025.
  11. ↑ Radityasani, M.F.; Ferdian, A. (19 Agustus 2025). "Alasan PO Sumber Alam Langganan Pakai Bus Sasis Hino". Kompas.com. Diakses tanggal 1 November 2025.
  12. ↑ Muhammad Fathan Radityasani (4 Maret 2021). Azwar Ferdian (ed.). "Tidak Semua PO Bus Pakai Bodi Buatan Adiputro". Kompas.com. Diakses tanggal 27 Juli 2022.
  13. ↑ M. Lutfi Andika (6 Juli 2020). "Bus Physical Distancing Buatan Jawa Tengah Punya Formasi Tempat Duduk 1-1-1". Detik.com. Diakses tanggal 27 Juli 2022.
  14. ↑ Sari, J.P.I.; Ferdian, A. (6 Maret 2024). "PO Sumber Alam Luncurkan Mikrobus Rakitan Karoseri New Armada". Kompas.com. Diakses tanggal 1 November 2025.
  15. ↑ Sari, J.P.I.; Ferdian, A. (24 Agustus 2024). "PO Sumber Alam Luncurkan Mikrobus Karya Karoseri Trijaya Union". Kompas.com. Diakses tanggal 18 Februari 2026.
  16. ↑ Apriliano, B.; Hardiyanto, S. (26 Mei 2025). "Sumber Alam Luncurkan Bus Listrik Jakarta-Yogyakarta, Berikut Spesifikasinya." Kompas.com. Diakses tanggal 1 November 2025.
  17. ↑ Anshori, Luthfi. "Terobosan Baru! PO Sumber Alam Pakai Bus Listrik buat Trayek Yogyakarta-Bekasi". detikoto. Diakses tanggal 1 November 2025.
  18. ↑ Media, Kompas Cyber (3 Mei 2025). "Pakai Bus Listrik, PO Sumber Alam Pilih Kerja Sama dengan Swasta". KOMPAS.com. Diakses tanggal 30 Desember 2025.
  19. ↑ Asrori, Achmad. "Mengenal Bus NPM, PO Legendaris Antar Kota Antar Provinsi Asal Padang Panjang Sumatera Barat - Jawa Pos". Jawa Pos. Diakses tanggal 2 Oktober 2025.
  20. ↑ Sari, S.P. (4 Juli 2022). "Berdiri sejak Zaman Penjajahan, Ini Rahasia PO Bus NPM Bertahan hingga Generasi Ketiga". iNews. Diakses tanggal 2 Oktober 2025.
  21. ↑ Media, Kompas Cyber (21 Februari 2025). "Impresi Naik Bus Sumber Alam dari Jakarta ke Kartasura". KOMPAS.com. Diakses tanggal 1 November 2025.
  22. ↑ Riani 2018, hlm. 48.
  23. ↑ Anshori, Luthfi. "PO Sumber Alam Punya Bus Jadul, Bisa Disewa buat Prewedding sampai Main Film". detikoto. Diakses tanggal 1 November 2025.
  24. ↑ Anshori, Luthfi. "Ini Bus Limo PO Sumber Alam: Bus Tronton Pertama di Indonesia, Ada Lift-nya". detikoto. Diakses tanggal 18 Februari 2026.

Daftar pustaka

  • Kurniawan, M.K.; Sandika, A.Z.; Wibowo, D.A.; Wigayana, K.B.; Muthoriq, E. (2025). "EVALUASI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN PENGANGKUTAN ANGKUTAN UMUM (PT SUMBER ALAM EKSPRES)". Jurnal Abdimas Transjaya. 3 (1): 1–11.
  • Riani, E.D.S. (2018). PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS MELALUI KEPUASAN PELANGGAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Kasus pada Penumpang Shuttle PO. Sumber Alam Jurusan Semarang-Cilacap) (S1 thesis). Universitas Diponegoro. Diakses tanggal 1 November 2025.

Pranala luar

Media terkait Sumber Alam buses di Wikimedia Commons

  • (Indonesia) Situs web resmi Sunting ini di Wikidata
  • (Indonesia) Situs web penjualan tiket Sumber Alam
  • l
  • b
  • s
Perusahaan bus di Indonesia
Bus antarnegara
  • Bagong
  • DAMRI
Bus perkotaan
  • Agra Mas
  • Bagong
  • DAMRI
  • Hiba Utama
  • Lorena
  • Mayasari Bakti
  • Sinar Jaya
  • Transjakarta
Bus antarkota
  • Agra Mas
  • AKAS
  • ALS
  • ANS
  • Arimbi/Bima Suci
  • Bagong
    • MTrans
  • Bandung Express
  • Bejeu
  • Budiman
  • Cititrans
  • Coyo
  • DAMRI
  • Dewi Sri
  • Dharma Jaya Group
  • Efisiensi/Tividi
  • Eka/Mira
  • Gapuraning Rahayu
  • Garuda Mas
  • Gumarang Jaya
  • Gunung Harta
  • Gunung Mulia
  • Handoyo
  • Harapan Jaya
  • Haryanto
  • Hiba Group
  • Jaya Utama Indo
  • Kalisari
  • Kramat Djati
  • Kurnia Anugerah Pusaka
  • Lorena/Karina
  • Majoe Muda Mandiri
  • Maju Lancar/Citra Adi Lancar
  • Makmur/Halmahera
  • Mayasari Group
    • MGI/CBU
    • Primajasa
  • Medal Sekarwangi
  • Medali Mas
  • Muji Jaya
  • Mulyo
  • New Shantika
  • NPM
  • Nusantara
  • Pahala Kencana
  • Pandawa 87
  • PMTOH
  • Primadona
  • Puspa Jaya
  • Putera Mulya
  • Putra Remaja
  • Rajawali
  • Raya
  • Restu
  • Rimba Raya
  • Rosalia Indah
  • Royal Safari/Blue Line
  • Safari Dharma Raya
  • Sahabat Prima Abadi
  • San
  • Santoso
  • Sempati Star
  • Sinar Dempo
  • Sinar Jaya/DMI
  • Sindoro Sejahtera Mulya
  • STJ/TMT
  • Suharno Group
  • Sumber Alam
  • Sumber Group
  • TAM
  • Tami Jaya
  • Tentrem
  • Tunggal Dara
  • Unicorn Indorent
  • Yessoe Travel
Bus pariwisata
  • Agam Tungga Jaya
  • Agra Icon
  • AKAS
  • AO Transport
  • Arimbi
  • Arion
  • Bagong Biru
  • Bejeu
  • Bigbird
  • Bimo Transport
  • Blue Star
  • Budiman
  • DAMRI
  • Dewi Sri
  • Eagle High
  • Efisiensi Group
  • Eka
  • Fransindo Trans
  • Gapuraning Rahayu/Putra Ardiya
  • Golden Star
  • Gunung Harta
  • Gunung Mulia
  • Harapan Jaya
  • Haryanto
  • Hiba Utama
  • Indo Trans
  • Jaya Utama Indo
  • Kalisari
  • Karyajasa
  • Kramat Djati/Pakar Wisata
  • Mayasari Group
    • City Miles
    • City Trans Utama
    • RedWhite Star
  • Medali Mas
  • Muji Jaya Gemilang
  • Nirwana Luxury Tourist Bus
  • Nusantara
  • Nyaman Holiday
  • Pandawa 87
  • Panorama/White Horse Group
  • Prayogo
  • Puspa Jaya
  • Putra Remaja
  • Rahma Wisata
  • Raya
  • Restu
  • Rimba Raya
  • Rosalia Indah
  • Sahabat Prima Abadi
  • Safari Dharma Raya
  • Santoso
  • Sari Lorena
  • Starbus
  • Sindoro Satriamas
  • Subur Jaya
  • Sumber Alam
  • Sumber Waras Putra
  • TAM
  • Tami Jaya
  • Tentrem
  • Trac Astra
  • Tunggal Dara
  • Unicorn Indorent
  • Vido Trans Nusa
  • Vircansa Tour Bus
Bus antar-jemput
karyawan
  • Arion
  • Bagong
  • Blue Star
  • Eagle High
  • Harapan Jaya
  • Hiba Utama / Berdikari
  • Jejak Hasanah
  • Kalisari
  • Pakar Wisata
  • Restu
  • Starbus
  • Trac Astra
  • White Horse Group
Bus antar-jemput
  • Bagong
  • Bejeu
  • Budiman
  • Cititrans
  • DAMRI
  • DayTrans
  • Efisiensi
  • Indo Trans
  • Joglosemar
  • Lorena
  • Mayasari Group
    • RedWhite Star
    • TRAVL
  • Muji Jaya
  • Putra Remaja
  • Rimba Raya
  • Rosalia Indah
  • Sahabat Shuttle
  • Sempati Star
  • Sinar Jaya
  • Sumber Alam
Bus permukiman
  • AO Shuttle
  • DAMRI
  • Harapan Jaya
  • Lorena
  • Sinar Jaya
  • Transjakarta
  • Wifend Darma Persada
Bus pemadu moda
  • Agra Mas
  • DAMRI
  • Harapan Jaya
  • Hiba Utama
  • Lorena
  • Pahala Kencana
  • Primajasa/RedWhite Star
  • Sinar Jaya
Bus apron bandara
  • Gapura Angkasa
Ikon rintisan

Artikel bertopik korporasi atau perusahaan Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. PO Tresno, Hidup Baru, dan Kencana Jaya
  3. Berdirinya Sumber Alam
  4. Era Anthony Steven Hambali
  5. Armada
  6. Kerja sama operasi
  7. Trayek
  8. Bus antarkota
  9. Bisnis nontrayek
  10. Bus antar-jemput
  11. Bus pariwisata dan carteran
  12. Referensi
  13. Daftar pustaka
  14. Pranala luar

Artikel Terkait

Bagong (perusahaan otobus)

perusahaan otobus Indonesia

Raya (perusahaan otobus)

perusahaan otobus Indonesia

Restu (perusahaan otobus)

perusahaan otobus Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026