Kutoarjo merupakan sebuah kota kecamatan yang berada dalam wilayah administratif Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kota Kutoarjo adalah titik keramaian di Kabupaten Purworejo, & pernah menjadi ibukota dari kadipaten Semawung pada masa Hindia Belanda. Namun semenjak tahun 1934 wilayahnya digabungkan dengan Kabupaten Purworejo.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kutoarjo | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Tengah | ||||
| Kabupaten | Purworejo | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Nur Huda, S.STp.M.Ip | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | 67,771 jiwa (est. Oktober 2.015) jiwa | ||||
| Kode Kemendagri | 33.06.09 | ||||
| Kode BPS | 3306090 | ||||
| Luas | 37,59 km² | ||||
| Kepadatan | 1.802,9 jiwa/km² | ||||
| Desa/kelurahan | 27 | ||||
| |||||
Kutoarjo (bahasa Jawa: ꦏꦸꦛꦲꦂꦗcode: jv is deprecated , translit. Kutha-Harja) merupakan sebuah kota kecamatan yang berada dalam wilayah administratif Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kota Kutoarjo adalah titik keramaian di Kabupaten Purworejo, & pernah menjadi ibukota dari kadipaten Semawung pada masa Hindia Belanda.[1] Namun semenjak tahun 1934 wilayahnya digabungkan dengan Kabupaten Purworejo.[2]

Menurut sejarah, Kutoarjo pada masa penjajahan Hindia Belanda merupakan ibu kota Kabupaten Semawung.[1] Hal ini menjelaskan mengapa pola pembangunan perkotaan di Kutoarjo mirip dengan Purworejo. Pada tahun 1934, wilayah ini digabung dengan Kabupaten Purworejo.[1] Setelah bergabung dengan Kabupaten Purworejo posisi Kutoarjo bukan lagi sebagai ibu kota kabupaten tetapi daerah setingkat di atas kecamatan atau dikenal dengan kawedanan. Setelah kemerdekaan dan penetapan Jawa Tengah sebagai provinsi pada tahun 1950, kedudukan Kutoarjo menjadi kecamatan. Pola pembangunan dan penataan kota yang khas dapat dilihat dari adanya Alun-alun, Pendapa, Masjid dan gedung-gedung pemerintahan yang berdekatan.
Kutoarjo dilewati langsung oleh Jalan Nasional Rute 3 dan jalur kereta api lintas selatan sehingga menjadikannya lokasi transit pengguna transportasi umum untuk melanjutkan perjalanannya. Selain itu, terdapat Stasiun Kutoarjo yang merupakan stasiun besar tipe A yang terletak di Kelurahan Semawung Daleman, Kutoarjo, Purworejo. Perusahaan otobus (PO) Sumber Alam berkantor pusat di Kutoarjo.
Kecamatan Kutoarjo memiliki jumlah penduduk terbanyak kedua setelah Purworejo. Akan tetapi kepadatan penduduknya yang paling tinggi di Kabupaten Purworejo.[3]
| Laki-laki | Perempuan | Total | ||
| 33.912 | 50.04% | 33.859 | 49,96% | 67.771 |
Berikut adalah persentase jumlah penduduk berdasarkan agama di Kutoarjo[3]
| Islam | 64.278 | 94,85% |
| Kristen | 1.852 | 2,73% |
| Katolik | 1.548 | 2,28% |
| Hindu | 10 | 0,01% |
| Buddha | 77 | 0,11% |
| Konghuchu | 6 | 0,01% |

