Perjanjian Baru (bahasa Yunani Koine: Ἡ Καινὴ Διαθήκη,[1] Hē Kainḕ Diathḗkē), atau biasa disingkat PB, merupakan bagian utama kedua kanon Alkitab Kristen, yang bagian pertamanya adalah Perjanjian Lama (PL) yang utamanya didasarkan pada Alkitab Ibrani. Perjanjian Baru berbahasa Yunani ini membahas ajaran-ajaran dan pribadi Yesus, serta berbagai peristiwa dalam Kekristenan pada abad ke-1. Umat Kristen memandang PB bersama-sama dengan PL sebagai kitab suci. PB (baik sebagian maupun secara keseluruhan) telah sering kali menyertai penyebaran agama Kristen di seluruh dunia. Selain itu PB juga dianggap mencerminkan dan berfungsi sebagai suatu sumber bagi moralitas dan teologi Kristen. Berbagai frasa dan bacaan yang diambil langsung dari PB juga dimuat (bersama dengan bacaan-bacaan dari PL) ke dalam beragam liturgi Kristen. PB telah memengaruhi berbagai gerakan keagamaan, filosofis, dan politik dalam dunia Kristen.
Perjanjian Baru merupakan sebuah antologi, yakni koleksi karya-karya Kristiani yang ditulis dalam bahasa Yunani yang umum digunakan pada abad pertama, pada waktu yang berbeda-beda oleh berbagai penulis yang adalah murid-murid Yahudi pertama kali dari Yesus. Dalam hampir semua tradisi Kristen masa kini, PB meliputi 27 kitab. Teks-teks aslinya dituliskan pada abad pertama dan mungkin abad kedua Era Kristen, dan secara umum diyakini tertulis dalam bahasa Yunani Koine, yang mana merupakan bahasa umum (lingua franca) di Mediterania Timur mulai dari masa Penaklukan Aleksander Agung (335–323 SM) sampai evolusi dari bangsa Yunani Bizantium (ca 600 M). Semua karya yang pada akhirnya tergabung dalam PB ini tampaknya dituliskan paling akhir ca 150 M,[2] dan beberapa akademisi menganggapnya tidak lebih dari 70 M[3] atau 80 M.[4]
Koleksi teks-teks terkait seperti surat-surat dari Rasul Paulus (suatu koleksi utama yang telah ada pada awal abad ke-2) dan Injil kanonik dari Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes (ditegaskan oleh Ireneus pada akhir abad ke-2 sebagai Keempat Injil) secara bertahap bergabung dengan karya tunggal dan koleksi lainnya dalam beragam kombinasi yang berbeda untuk membentuk berbagai kanon Kitab Suci Kristen. Seiring berjalannya waktu beberapa kitab yang diperdebatkan seperti Kitab Wahyu dan beberapa Surat-surat Umum dimasukkan ke dalam kanon, yang mana pada awalnya karya-karya ini tidak dianggap sebagai Kitab Suci. Karya-karya lainnya yang pada awalnya dianggap sebagai Kitab Suci, seperti 1 Klemens, Gembala Hermas, dan Diatessaron, tidak dimasukkan dalam kanon Perjanjian Baru. Kanon Perjanjian Lama tidak sepenuhnya seragam di antara semua kelompok Kristen utama seperti Katolik Roma, Protestan, Ortodoks Yunani, Ortodoks Slavia, dan Ortodoks Armenia. Namun demikian kanon Perjanjian Baru yang berisikan 27 kitab ini, setidaknya sejak Abad Kuno Akhir, telah diakui hampir secara universal dalam Kekristenan (lihat: Perkembangan kanon Perjanjian Baru).
Perjanjian Baru memuat:
- empat narasi kehidupan, ajaran, kematian, dan kebangkitan Yesus, disebut "Injil" (atau "kabar baik");
- sebuah narasi tentang pelayanan para Rasul dalam Gereja perdana, disebut "Kisah Para Rasul", dan mungkin ditulis oleh penulis yang sama seperti Injil Lukas;
- dua puluh satu surat, disebut juga "epistola" dari bahasa Yunani epistole, yang dituliskan oleh berbagai penulis, memuat penanganan konflik, pengajaran, nasihat, dan doktrin Kristiani;
- suatu Apokalips, yakni Kitab Wahyu, yang mana merupakan sebuah kitab nubuat, memuat beberapa petunjuk kepada tujuh jemaat setempat di Asia Kecil, tetapi kebanyakan mengandung semiotika kenabian tentang akhir zaman.
Kitab-kitab
Dalam naskah-naskah kuno sampai abad ke-5, kitab-kitab ini terbagi atas 4 bagian, untuk memudahkan penggunaan, di mana kitab Kisah Para Rasul selalu digabung dan ditempatkan sebelum surat-surat umum.[5]
Perbandingan ukuran bagian-bagian Perjanjian Baru[5]
Injil
Keempat Injil dalam Perjanjian Baru menceritakan kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus dari Nazaret (Injil Markus dalam teks aslinya berakhir dengan kuburan kosong dan tidak menceritakan penampakan setelah kebangkitan, tetapi kekosongan kuburan menyiratkan kebangkitan). Kata "Injil" berasal dari bahasa Inggris Kuno gōd-spell[6] (jarang godspel), artinya "kabar baik" atau "glas". Padanannya dalam bahasa Ibrani adalah "besorah". (בְּשׂוֹרָה). Injil dianggap sebagai "kabar baik" tentang Kerajaan Mesias yang akan datang, dan penebusan melalui kehidupan dan kematian Yesus, pesan utama Kekristenan.
Mulai akhir abad kedua, keempat catatan naratif tentang kehidupan dan karya Yesus Kristus disebut sebagai "Injil tentang ..." atau "Injil menurut ..." diikuti oleh nama penulis yang diduga. Penulis pertama yang secara eksplisit menyebutkan Injil kanonik adalah Ireneus dari Lyon,[8][9] yang mempromosikan keempat Injil kanonik dalam bukunya Melawan Ajaran Sesat, yang ditulis sekitar tahun 180.[10]
- Injil Matius, yang dikaitkan dengan Rasul Matius. Injil ini dimulai dengan silsilah Yesus dan kisah kelahirannya yang mencakup kunjungan orang Majus dan pelarian ke Mesir, dan diakhiri dengan pengutusan murid-murid oleh Yesus yang telah bangkit.[11] Injil ini penuh dengan penggenapan nubuat-nubuat Perjanjian Lama.
- Injil Markus, yang dikaitkan dengan Markus sang Penginjil. Injil ini dimulai dengan khotbah Yohanes Pembaptis dan baptisan Yesus, dan diakhiri dengan Kenaikan Yesus.[12] Serta menceritakan kisah Yesus dari segi sebagai Hamba.
- Injil Lukas, yang dikaitkan dengan Lukas sang Penginjil, yang bukan salah satu dari Dua Belas Rasul, tetapi disebutkan sebagai sahabat Rasul Paulus dan sebagai seorang tabib.[13] Serta mempresentasikan Yesus sebagai Anak Manusia yang datang untuk mencari dan menyelamatkan mereka yang terhilang.
- Injil Yohanes, yang dikaitkan dengan Yohanes Penginjil.[14] Injil ini dimulai dengan prolog filosofis dan diakhiri dengan penampakan Yesus yang telah bangkit,[14] serta mempresentasikan Yesus sebagai Firman Allah yang menjelma menjadi manusia, Kristus, yang berarti, Yang Diurapi.
Keempat Injil yang akhirnya dimasukkan ke dalam Perjanjian Baru ini hanyalah sebagian kecil dari sekian banyak Injil Kristen awal lainnya. Keberadaan teks-teks tersebut bahkan disebutkan di awal Injil Lukas.[15] Banyak Injil non-kanonik juga ditulis, semuanya lebih lambat daripada keempat Injil kanonik, dan seperti Injil kanonik, Injil-Injil tersebut menganjurkan pandangan teologis tertentu dari masing-masing penulisnya. Dalam kajian modern, Injil Sinoptik merupakan sumber utama untuk merekonstruksi pelayanan Kristus.[18][19]
Kisah Para Rasul
Kitab Kisah Para Rasul adalah narasi tentang pelayanan dan aktivitas para rasul setelah kematian dan kebangkitan Kristus, yang kemudian berlanjut dan berfungsi sebagai kelanjutan dari Injil Lukas. Dengan meneliti gaya, ungkapan, dan bukti lainnya, para cendekiawan modern umumnya menyimpulkan bahwa Kisah Para Rasul dan Injil Lukas memiliki penulis yang sama, yang disebut sebagai Lukas–Kisah Para Rasul. Lukas–Kisah Para Rasul tidak menyebutkan nama penulisnya. Tradisi gereja mengidentifikasinya sebagai Lukas sang Penginjil, sahabat Paulus, tetapi pandangan kritis pada akhir abad ke-20 terbagi rata mengenai apakah Lukas sang tabib yang menulisnya karena banyaknya perbedaan antara Kisah Para Rasul dan surat-surat Paulus yang otentik, meskipun sebagian besar sarjana masih percaya bahwa penulisnya, baik bernama Lukas atau tidak, pernah bertemu dengan Paulus.[21][22][23][25] Tanggal penulisan yang paling mungkin adalah sekitar tahun 80–90 M, meskipun beberapa sarjana menetapkan tanggalnya jauh lebih lambat,[26][27] Bukti-bukti paling awal untuk Injil Lukas termasuk dalam tipe teks Barat dan Aleksandria, dan pandangan yang dominan adalah bahwa teks Barat mewakili proses revisi yang disengaja pada abad kedua, karena variasi-variasi tersebut tampaknya membentuk pola-pola tertentu.[29]
Surat-surat Paulus
Surat-surat Paulus kepada jemaat
Surat-surat Paulus adalah tiga belas kitab Perjanjian Baru yang menyebutkan Rasul Paulus sebagai penulisnya.[a] Kepengarangan Paulus atas enam surat tersebut masih diperdebatkan. Empat di antaranya dianggap oleh sebagian besar sarjana modern sebagai pseudopigrafa, yaitu, sebenarnya tidak ditulis oleh Paulus meskipun dikaitkan kepadanya dalam surat-surat itu sendiri. Pendapat lebih terbagi mengenai dua surat lain yang masih diperdebatkan (2 Tesalonika dan Kolose).[33] Surat-surat ini ditulis kepada komunitas Kristen di kota-kota atau wilayah geografis tertentu, seringkali untuk membahas masalah yang dihadapi oleh komunitas tersebut. Tema-tema penting meliputi hubungan dengan masyarakat "pagan" yang lebih luas, dengan Yudaisme, dan dengan umat Kristen lainnya.[34]
- Roma - Penelaahan yang sistematis atas pembenaran, pengudusan dan pemuliaan. Menelaah rencana Allah atas orang Yahudi maupun non-Yahudi.
- 1 Korintus - Surat ini menyoroti perpecahan dalam jemaat dan teguran atas pelanggaran susila, masalah mencari keadilan kepada orang-orang yang tidak beriman, dan kebiasaan-kebiasaan yang salah dalam Perjamuan Kudus. Juga menyinggung tentang penyembahan berhala, pernikahan, dan kebangkitan.
- 2 Korintus - Pembelaan Paulus atas kerasulannya.
- Galatia - Paulus membuktikan kesalahan dari legalisme (menganggap Hukum Taurat sebagai mutlak dalam memperoleh keselamatan) dan menelaah mengenai tempat yang layak bagi anugrah di dalam kehidupan orang-orang Kristen.
- Efesus - Posisi orang percaya di dalam Kristus dan informasi mengenai peperangan rohani.
- Filipi - Paulus membicarakan tentang pemenjaraannya, kasihnya kepada jemaat di Filipi. Ia mendesak mereka ke arah kesalehan dan memperingatkan mereka akan bahaya legalisme.
- Kolose - Paulus memfokuskan pada keutamaan Yesus Kristus dalam penciptaan, penebusan, dan kekudusanNya.
- 1 Tesalonika - Pelayanan Paulus kepada jemaat Tesalonika. Pengajaran mengenai kesucian dan menyinggung tentang kembalinya Kristus untuk yang kedua kalinya.
- 2 Tesalonika - Koreksi-koreksi atas pendapat yang salah mengenai Hari Tuhan.
Surat-surat Paulus kepada orang
Empat surat Paulus terakhir dalam Perjanjian Baru ditujukan kepada individu-individu tertentu. Surat-surat tersebut meliputi:
- 1 Timotius - Instruksi-instruksi kepada Timotius mengenai kepemimpinan yang benar dan cara-cara menghadapi ajaran sesat, peranan wanita dalam gereja, doa, dan syarat-syarat bagi penilik jemaat dan diaken.
- 2 Timotius - Sepucuk surat untuk menguatkan Timotius.
- Titus - Paulus meninggalkan Titus di Kreta guna menggembalakan gereja-gereja di sana. Syarat-syarat menjadi penatua gereja dan penilik jemaat.
- Filemon - Sepucuk surat kepada seorang tuan mengenai budaknya yang melarikan diri. Permohonan Paulus kepada Filemon supaya mengampuni Onesimus, budaknya.
Semua surat di atas, kecuali Filemon, dikenal sebagai surat-surat pastoral. Surat-surat ini ditujukan kepada individu yang bertugas mengawasi pastoral gereja-gereja dan membahas isu-isu kehidupan Kristen, doktrin, dan kepemimpinan. Surat-surat ini sering kali membahas masalah yang berbeda dari surat-surat sebelumnya. Banyak yang percaya bahwa surat-surat ini bersifat pseudepigrafi. Beberapa sarjana (misalnya, Bill Mounce, Ben Witherington, R.C. Sproul) berpendapat bahwa surat-surat tersebut benar-benar karya Paulus, atau setidaknya ditulis di bawah pengawasan Paulus.
Ibrani
Surat kepada orang Ibrani ditujukan kepada audiens jemaat Kristen Yahudi yang telah percaya bahwa Yesus adalah Yang Diurapi (Ibrani: מָשִׁיחַ—ditransliterasikan dalam bahasa Inggris sebagai "Moshiach", atau "Mesias"; Yunani: Χριστός—ditransliterasikan dalam bahasa Inggris sebagai "Christos", untuk "Kristus") yang dinubuatkan dalam tulisan-tulisan Kitab Suci Ibrani. Dimana surat ini ditulis yang sedang di ambang kembali memeluk Yudaisme. Penulis membahas keunggulan perjanjian baru dan pelayanan Yesus dibandingkan dengan Perjanjian Hukum Musa[35] dan mendesak para pembaca untuk mempertimbangkan implikasi praktis dari keyakinan ini hingga akhir surat.[36] Surat ini juga Menyinggung juga tentang keimaman Melkisedek.
Kitab ini telah diterima secara luas oleh gereja Kristen sebagai kitab yang diilhami oleh Tuhan dan karenanya berotoritas, meskipun ada pengakuan akan ketidakpastian tentang siapa penulis manusianya. Mengenai kepengarangan, meskipun Surat kepada Ibrani tidak secara internal mengklaim telah ditulis oleh Rasul Paulus, beberapa kemiripan dalam susunan kata dengan beberapa Surat Paulus telah dicatat dan disimpulkan. Pada zaman kuno, beberapa orang mulai mengaitkannya dengan Paulus dalam upaya untuk memberikan karya anonim tersebut silsilah kerasulan yang eksplisit.[37]
Pada abad ke-4, Hieronimus dan Agustinus dari Hippo mendukung kepengarangan Paulus. Gereja sebagian besar setuju untuk memasukkan Ibrani sebagai surat keempat belas Paulus, dan menegaskan kepengarangan ini hingga Reformasi. Surat kepada orang Ibrani mengalami kesulitan untuk diterima sebagai bagian dari kanon Kristen karena anonimitasnya.[38] Sejak abad ke-3, Origenes menulis tentang surat itu, "Orang-orang zaman dahulu telah mewariskannya sebagai surat Paulus, tetapi siapa yang menulis surat itu, hanya Tuhan yang tahu."[39]
Para sarjana kontemporer sering menolak kepengarangan Paulus atas surat kepada orang Ibrani, berdasarkan gaya dan teologinya yang khas, yang dianggap membedakannya dari tulisan-tulisan Paulus.
Surat-surat umum
- Yakobus - Ajaran tentang hubungan antara iman dan perbuatan.
- 1 Petrus - Surat ini untuk menguatkan penerima suratnya dalam penderitaan mereka dan agar mereka tetap rendah hati.
- 2 Petrus - Membicarakan mengenai batin tiap pribadi, peringatan mengenai ajaran palsu, dan menyinggung mengenai Hari Tuhan. Surat ini dikaitkan dengan Rasul Petrus, meskipun secara luas dianggap bukan ditulis olehnya.[42]
- 1 Yohanes - Surat yang memperingatkan jemaat terhadap ajaran-ajaran sesat pada permulaan sejarah Gereja.
- 2 Yohanes - Puji-pujian untuk mereka yang berjalan di dalam Kristus dan sebuah peringatan untuk tetap berjalan di dalam kasih Allah.
- 3 Yohanes - Yohanes berterimakasih kepada Gayus atas kebaikannya terhadap jemaat Allah dan menegur Diotrefes.
- Yudas - Mengekspos guru-guru palsu dan menggunakan ibarat-ibarat dalam Perjanjian Lama dalam melukiskan penghakiman atas mereka. Nasihat-nasihat untuk meneguhkan iman.
Ketujuh surat terakhir disebut surat-surat umum.
Kitab Wahyu
Kitab terakhir Perjanjian Baru adalah Kitab Wahyu, juga dikenal sebagai Apokalips Yohanes. Dalam kanon Perjanjian Baru, kitab ini dianggap sebagai literatur kenabian atau apokaliptik. Kepengarangannya telah dikaitkan dengan Yohanes sang Rasul (dalam hal ini seringkali dianggap bahwa Yohanes sang Rasul adalah Yohanes sang Penginjil, yaitu penulis Injil Yohanes) atau kepada Yohanes lain yang disebut "Yohanes dari Patmos" sesuai dengan pulau tempat teks tersebut mengatakan wahyu diterima (1:9). Beberapa orang menetapkan tanggal penulisannya sekitar tahun 81–96 M, dan yang lain sekitar tahun 68 M.[43] Karya ini dimulai dengan surat-surat kepada tujuh jemaat lokal di Asia Kecil (sekarang wilayah Turki) dan setelah itu berbentuk sebuah apokaliptik, sebuah "pengungkapan" nubuat dan misteri ilahi, sebuah genre sastra yang populer dalam Yudaisme dan Kekristenan kuno.[44]
Kanon Perjanjian Baru
Catatan tabel
- ↑ Perkembangan kanon Alkitab Armenia termasuk kompleks. Kitab-kitab Perjanjian Baru ekstra-kanonik yang terlihat dalam turunan dan daftar kanon historis, baik yang khusus dalam tradisi ini maupun yang juga terdapat di luar tradisi ini, tidak pernah meraih status yang sama. Beberapa kitab tersebut tidak tercantum dalam tabel ini. Contohnya adalah Doa Euthalius, Beristirahatnya St. Yohanes Penginjil, Doktrin Addai, sebuah bacaan dari Injil Yakobus, Kanon Para Rasul yang Kedua, Perkataan Yustus, Dionisius Areopagus, Khotbah Petrus, dan sebuah Puisi dari Ghazar. Berbagai sumber juga menyebutkan penambahan kanon Armenia yang tak terdefinisikan atas Injil Markus dan Yohanes; tetapi hal ini mungkin merujuk pada penambahan umum (Markus 16:9-20 dan Yohanes 7:53–8:11) yang dibahas pada bagian lain dari catatan-catatan ini. Suatu kemungkinan pengecualian di sini terkait kekhususan kanonika adalah Kanon Apostolik Kedua, yang mana berasal dari sumber yang sama (Konstitusi-konstitusi Apostolik) dengan bagian-bagian tertentu kanon yang lebih luas dari Perjanjian Baru Tewahedo Ortodoks. Ada beberapa ketidakpastian mengenai apakah benar doktrin dari Addai, atau suatu karya terkait yang disebut Kisah Tadeus, yang tercantum dalam daftar kanon Armenia. Selain itu korespondensi antara Raja Abgar dan Yesus Kristus, yang ditemukan dalam berbagai bentuk (misalnya dalam Doktrin Addai dan Kisah Tadeus), terkadang ditampilkan secara terpisah (lihat daftar ini). Perlu dicatat bahwa Doa Euthalius dan Beristirahatnya St. Yohanes Penginjil tercantum dalam lampiran Alkitab Zohrab Armenia tahun 1805. Namun beberapa dari kitab yang disebutkan sebelumnya ini, walaupun ditemukan dalam daftar kanon, tidak pernah tercantum sebagai bagian dari naskah Alkitab Armenia apa pun.
- ↑ Meskipun secara luas dianggap non-kanonik, Injil Yakobus mendapat penerimaan awal secara liturgis di beberapa gereja Timur dan tetap menjadi sumber utama bagi banyak tradisi Kekristenan terkait Maria, ibu Yesus.
- 1 2 3 4 Diatessaron, harmoni Injil menurut Tatian, menjadi suatu teks standar dalam beberapa gereja berbahasa Suryani hingga abad ke-5, karena membuka jalan bagi keempat Injil terpisah yang ditemukan dalam Pesyita.
- 1 2 3 4 Bagian-bagian dari keempat kitab ini tidak ditemukan dalam sumber-sumber kuno yang paling dapat diandalkan; dalam beberapa kasus dianggap sebagai penambahan di kemudian hari; dan oleh karenanya secara historis tidak ada dalam setiap tradisi Alkitab. Bagian-bagian yang dimaksud yaitu: Markus 16:9–20, Yohanes 7:53–8:11, Comma Johanneum, dan sebagian Kisah versi Barat. Pada berbagai tingkatan, terkadang ada argumen-argumen atas keaslian ayat-ayat ini (terutama yang dari Injil Yohanes).
- ↑ Skeireins, sebuah komentari Injil Yohanes dalam bahasa Goth, dimasukkan dalam Alkitab Wulfila. Yang terlestarikan hingga saat ini berupa fragmen-fragmen.
- 1 2 Kisah Paulus dan Tekla, Surat dari Jemaat Korintus kepada Paulus, dan Surat Paulus yang Ketiga kepada Jemaat di Korintus adalah bagian dari narasi Kisah Paulus yang lebih besar, yang mana merupakan bagian dari suatu katalog stikometri kanon Perjanjian Baru yang ditemukan dalam Kodeks Claromontanus, namun yang terlestarikan hanya berupa fragmen-fragmen. Beberapa konten dalam masing-masing bagian ini mungkin dikembangkan secara terpisah.
- ↑ Surat Paulus yang Ketiga kepada Jemaat di Korintus sering kali ditampilkan dan dikemas sebagai suatu tanggapan terhadap Surat dari Jemaat Korintus kepada Paulus.
- ↑ Surat kepada Jemaat di Laodikia terdapat dalam beberapa tradisi dan terjemahan barat selain Katolik Roma. Teristimewa adalah dimasukannya surat ini oleh John Wycliffe dalam terjemahan bahasa Inggris yang dibuatnya, dan penggunaan surat ini oleh kaum Quaker sampai pada suatu saat di mana mereka memproduksi suatu terjemahan dan membuat permohonan untuk kanonisitasnya (Annotations karya Matthew Pool, pada Kolose 4:16). Bagaimanapun surat tersebut ditolak secara luas oleh kebanyakan kalangan Protestan.
- ↑ Banyak terjadi perdebatan apakah Surat Ibrani ditulis oleh Rasul Paulus atau orang lain. Pengelompokan ke dalam "surat-surat Paulus" tersebut berdasarkan Tradisi Gereja.
- 1 2 3 4 Keempat kitab ini dipertanyakan atau "ditentang" oleh Martin Luther, dan ia mengubah urutan Perjanjian Baru yang disusunnya untuk mencerminkan hal ini; tetapi baik Luther, maupun himpunan Lutheran mana pun setelahnya, tidak mengeluarkan kitab-kitab tersebut. Alkitab Luther Jerman tradisional hingga saat ini masih dicetak dengan urutan Perjanjian Baru sesuai pengaturan yang dibuat Luther. Sebagian besar kalangan Protestan memandang keempat kitab ini kanonik sepenuhnya.
- 1 2 3 4 5 Pesyita tidak memasukkan 2 Yohanes, 3 Yohanes, 2 Petrus, Yudas, dan Wahyu, tetapi Alkitab tertentu dari tradisi Siria modern memasukkan terjemahannya kelak dari kitab-kitab tersebut. Sampai saat ini leksionari resmi yang digunakan Gereja Ortodoks Siria dan Gereja Asiria dari Timur menampilkan ajaran-ajaran hanya dari kedua puluh dua kitab Pesyita, sebuah versi yang dijadikan pertimbangan untuk penyelesaian pertanyaan-pertanyaan doktrinal.
- ↑ Apokalips Petrus, meskipun tidak tercantum dalam tabel ini, disebutkan dalam fragmen Muratori dan merupakan bagian sebuah katalog stikometri dari kanon Perjanjian Baru yang ditemukan dalam Kodeks Claromontanus. Tulisan ini juga sangat dihargai oleh Klemens dari Aleksandria.
- ↑ Tulisan-tulisan lainnya yang dikenal dari para Bapa Apostolik dan tidak tercantum dalam tabel ini yaitu: tujuh Surat Ignatius, Surat Polikarpus, Kemartiran Polikarpus, Surat kepada Diognetus, fragmen Kuadratus dari Athena, fragmen Papias dari Hierapolis, Peninggalan Para Tua-tua yang Terlestarikan karya Ireneus, dan Kredo Para Rasul.
- ↑ Meskipun tidak tercantum dalam tabel ini, Konstitusi-konstitusi Apostolik dipandang kanonik oleh beberapa kalangan seperti Alexios Aristenos, John dari Salisbury, dan Grigor Tat`evatsi (dalam batasan tertentu). Tulisan-tulisan tersebut bahkan digolongkan sebagai bagian dari kanon Perjanjian Baru dalam himpunan Konstitusi itu sendiri. Selain itu juga merupakan sumber bagi sejumlah besar konten dalam kanon yang lebih luas dari Tewahedo Ortodoks.
- 1 2 3 4 5 Kelima tulisan yang dikaitkan dengan para Bapa Apostolik ini sekarang sudah tidak dianggap kanonik dalam tradisi Alkitab apa pun, meskipun beberapa tradisi tetap memandangnya lebih tinggi dibandingkan dengan tradisi lainnya. Namun demikian kepengarangan awal dan dimasukkannya semua tulisan tersebut dalam berbagai kodeks Alkitab kuno, serta penerimaannya dalam berbagai tingkatan tertentu oleh beragam otoritas awal, membuatnya diperlakukan sebagai literatur yang mendasar bagi Kekristenan secara keseluruhan.
- 1 2 Klemens Ethiopik dan Didaskalia Ethiopik berbeda, dan seharusnya tidak dicampuradukkan, dengan dokumen-dokumen gerejawi lainnya yang dikenal di barat dengan nama serupa.
Naskah-naskah awal
Rylands Library Papyrus P52 umumnya dianggap sebagai saksi tertua yang masih ada untuk teks Perjanjian Baru, dibuat antara tahun 117 dan 138 Masehi.[50][51]
Beberapa naskah penting yang berisi teks awal dari kitab-kitab dalam Perjanjian Baru misalnya:
Referensi
- ↑ (Yunani) Ἡ καινὴ διαθήκη - bibliotheca Augustana
- ↑ Lihat pengantar Perjanjian Baru standar yang tercantum dalam bagian "Bacaan lanjutan": Goodspeed, Kümmel, Duling and Perrin, Koester, Conzelmann and Lindemann, Brown, dan Ehrman.
- ↑ Dr. John A. T. Robinson menganggap semua kitab PB bertarikh sebelum 70 M (lihat pranala).
- ↑ (Inggris) William F. Albright, 'We can already say emphatically that there is no long any basis for dating any book of the New Testament after about 80 AD http://www.bethinking.org/bible/the-dating-of-the-new-testament (Section 3 Acceptance of Early Dates)
- 1 2 3 (Inggris) David Trosbich, "The Oldest Extant Editions of the Letters of Paul" Diarsipkan 2005-02-16 di Wayback Machine.
- ↑ "Gospel". Merriam-Webster Dictionary. Diakses tanggal 10 May 2016.
- ↑ Trobisch, David (2012). "The New Testament in Light of Book Publishing in Antiquity" (PDF). Dalam Kloppenberg, John S.; Newman, Judith H. (ed.). Editing the Bible: Assessing the Task Past and Present. Resources for Biblical Study. Vol. 69. Atlanta, GA: Society of Biblical Literature. hlm. 161–170. ISBN 978-1-58983-648-8.
- ↑ Irenaeus, Against Heresies III.11
- ↑ Due to its reference to Eleutherus as the current bishop of Rome, the work is usually dated ca 180. Schaff, Philip (2001) [ca 1885] "Introductory Note to Irenæus Against Heresies", Ante-Nicene Fathers, Volume I, Against Heresies, William B. Eerdmans Publishing Company.
- ↑ Gil, Jesús; Domínguez, Joseángel (2022). Bible Portico. Diterjemahkan oleh Scott, Helena. Saxum International Foundation. hlm. 103. ISBN 979-12-80113-17-7.
- ↑ Gil, Jesús; Domínguez, Joseángel (2022). Bible Portico. Diterjemahkan oleh Scott, Helena. Saxum International Foundation. hlm. 104. ISBN 979-12-80113-17-7.
- ↑ Fitzmyer, Joseph A. (1981). The Gospel according to Luke (I–IX). Anchor Bible. Vol. 28 (Edisi 2nd). New York: Doubleday. hlm. 35–53. ISBN 0-385-00515-6.
- 1 2 Gil, Jesús; Domínguez, Joseángel (2022). Bible Portico. Diterjemahkan oleh Scott, Helena. Saxum International Foundation. hlm. 106. ISBN 979-12-80113-17-7.
- ↑ Luke 1:1–4
- ↑ Sanders 2010.
- ↑ (Sanders 2010): "Namun, Injil Yohanes sangat berbeda sehingga tidak dapat diselaraskan dengan Injil Sinoptik kecuali dalam hal-hal yang sangat umum [...] Para sarjana secara bulat memilih versi ajaran Yesus dalam Injil Sinoptik [...] Oleh karena itu, Injil Sinoptik adalah sumber utama untuk pengetahuan tentang Yesus historis. Namun, Injil Sinoptik bukanlah setara dengan biografi akademis tokoh sejarah baru-baru ini. Sebaliknya, Injil Sinoptik adalah dokumen teologis yang memberikan informasi yang dianggap perlu oleh para penulisnya untuk perkembangan keagamaan komunitas Kristen tempat mereka bekerja."
- ↑ Ehrman 2003, hlm. 235
- ↑ Fitzmyer, Joseph (1998). The Acts of the Apostles (The Anchor Yale Bible Commentaries). Yale University Press. hlm. 50. ISBN 978-0300139822.
- ↑ Peterson, David (2009). The Acts of the Apostles. Eerdmans. hlm. 1-4, 17. ISBN 978-0802837318.
- ↑ Keener, Craig (2020). Acts (New Cambridge Bible Commentary). Cambridge University Press. hlm. 49. ISBN 978-1108468688.
- ↑ Pervo, Richard (2015). "Acts in Ephesus (and Environs) c. 115" (PDF). Forum. 3 (Fall 2015): 125–151. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2 March 2021.
- ↑ Trobisch, David. "Who Published the New Testament?" (PDF). Free Inquiry. 28 (Dec. 2007/Jan. 2008): 30–33. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 21 April 2021.
...Acts provides information that makes it possible to identify Luke, the author of the Gospel, as the doctor who travels with Paul and to identify Mark as someone close to Peter and Paul. This 'canon consciousness' suggests that the book of Acts was composed at a later date than is typically thought; this theory is supported by the first attestation of the book around 180 CE.
- ↑ Boring, M. Eugene (2012). An Introduction to the New Testament: History, Literature, Theology. Westminster John Knox Press. ISBN 978-0-664-25592-3.
- ↑ Galatia 6:11
- ↑ 2 Tesalonika 2:2, 2 Tesalonika 3:17
- ↑
- ↑ Bassler, Jouette M. (2010). "Paul and his Letters". In Aune, David E. The Blackwell Companion to the New Testament. Wiley-Blackwell. p. 388. ISBN 978-1-4443-1894-4.
- ↑ Roetzel, Calvin J. (2009). The Letters of Paul: Conversations in Context (5th ed.). Louisville, Kentucky: Westminster John Knox. p. ix–x ISBN 978-0-664-23392-1
- ↑ Ibrani 1 Ibrani 2 Ibrani 3 Ibrani 4 Ibrani 5 Ibrani 6 Ibrani 7 Ibrani 8 Ibrani 9 Ibrani 10:1–18
- ↑ Ibrani 10:19–39 Ibrani 11 Ibrani 12 Ibrani 13:1–25
- ↑ Attridge, Harold W. (1989). Hebrews. Hermeneia. Philadelphia: Fortress. pp. 1–6.
- ↑ Lane, William L. (1991). Hebrews 1–8. Word Biblical Commentary series, Vol. 47A. Dallas, Texas: Word Books. p. cliv.
- ↑ Eusebius. "Chapter 25". Church History, Book VI.
- ↑ Fornberg, Tord (1977). An Early Church in a Pluralistic Society: A Study of 2 Peter (Thesis). Coniectanea Biblica, New Testament Series 9. Diterjemahkan oleh Gray, Jean. Lund: Gleerup. hlm. 14. ISBN 9789140044372. OCLC 1244729487.
- ↑ Mounce, Robert (1998). The Book of Revelation (revised ed.). The New International Commentary on the New Testament Series. Cambridge, UK: Eerdmans. pp. 15–16. ISBN 0-8028-2537-0.
- ↑ For a detailed study of the Apocalypse of John, see Aune, David E. (1998). Revelation, 3 volumes. Word Biblical Commentary series. Nashville, Tennessee: Thomas Nelson.
- ↑ (Inggris) Burris, Catherine and Van Rompay, Lucas. 2002. "Thecla in Syriac Christianity: Preliminary Observations" in Hugoye: Journal of Syriac Studies, Vol. 5, No. 2.
- ↑ (Inggris) Carter, Nancy A. 2000. "The Acts of Thecla: A Pauline Tradition Linked to Women."
- ↑ (Inggris) Pelikan, Jaroslav (2005). Whose Bible Is It?. New York, NY: Penguin. ISBN 0-670-03385-5.
- ↑
Herbermann, Charles, ed. (1913). "Canon of the New Testament" . Catholic Encyclopedia. New York: Robert Appleton Company.
- ↑ (Inggris) Philip Schaff, "Chapter IX. Theological Controversies, and Development of the Ecumenical Orthodoxy", History of the Christian Church, CCEL
- ↑ (Inggris) Ed C. H. Roberts, An Unpublished Fragment of the Fourth Gospel in the John Rylands Library, Manchester University Press, 1935.
- ↑ (Inggris) H. Idris Bell, T.C.Skeat, Fragments of an Unknown Gospel and other early Christian papyri (1935).
Bacaan lanjutan
- (Inggris) Brown, Raymond E. (1997). An Introduction to the New Testament. Anchor Bible Reference Library; New York: Doubleday.
- (Inggris) Bultmann, Rudolf (1951–1955). Theology of the New Testament, English translation, 2 volumes. New York: Scribner.
- (Inggris) Burkett, Delbert (2002). An introduction to the New Testament and the origins of Christianity. Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-00720-7.
- (Inggris) von Campenhausen, Hans (1972). The Formation of the Christian Bible, English translation. Philadelphia: Fortress Press.
- (Inggris) Conzelmann, Hans and Lindemann, Andreas (1999). Interpreting the New Testament: An Introduction to the Principles and Methods of New Testament Exegesis, English translation. Peabody, Mass.: Hendrickson.
- (Inggris) Dormeyer, Detlev (1998). The New Testament among the Writings of Antiquity, English translation. Sheffield.
- (Inggris) Duling, Dennis C. and Perrin, Norman (1993). The New Testament: Proclamation and Parenesis, Myth and History, 3d edition. New York: Harcourt Brace.
- (Inggris) Ehrman, Bart D. (2011). The New Testament: A Historical Introduction to the Early Christian Writings, 5th edition. New York: Oxford University Press.
- (Inggris) Ehrman, Bart D. (2005). Lost Christianities: The Battles for Scripture and the Faiths We Never Knew. Oxford University Press.
- (Inggris) Goodspeed, Edgar J. (1937). An Introduction to the New Testament. Chicago: University of Chicago Press.
- (Inggris) Levine, Amy-Jill and Brettler, Marc Z. (2011), The Jewish Annotated New Testament. Oxford: Oxford University Press.
- (Inggris) Koester, Helmut (1995 and 2000). Introduction to the New Testament, 2d edition, 2 volumes. Berlin: Walter de Gruyter.
- (Inggris) Kümmel, Werner Georg (1996). Introduction to the New Testament, revised and enlarged English translation. Nashville: Abingdon Press.
- (Inggris) Mack, Burton L. (1995). Who Wrote the New Testament?. San Francisco: HarperSanFrancisco.
- (Inggris) Neill, Stephen and Wright, Tom (1988). The Interpretation of the New Testametnt, 1861-1986, new edition. Oxford: Oxford University Press.
- (Inggris) Perkins, Pheme (2009). Introduction to the Synoptic Gospels. Eerdmans. ISBN 978-0-8028-6553-3.
- (Inggris) Schnelle, Udo (1998). The History and Theology of the New Testament Writings, English translation. Minneapolis: Fortress Press.
- (Inggris) Zahn, Theodor (1910). Introduction to the New Testament, English translation, 3 volumes. Edinburgh: T&T Clark.
Catatan
- ↑ Joseph Barber Lightfoot dalam Komentar tentang Surat kepada Jemaat Galatia menulis: "Pada titik ini[30] Rasul mengambil pena dari juru tulisnya, dan paragraf penutup ditulis dengan tangannya sendiri. Sejak surat-surat mulai dipalsukan atas namanya[31] tampaknya sudah menjadi kebiasaannya untuk mengakhiri surat dengan beberapa kata tulisan tangannya sendiri, sebagai tindakan pencegahan terhadap pemalsuan semacam itu.... Dalam kasus ini, ia menulis satu paragraf penuh, merangkum pelajaran utama dari surat tersebut dalam kalimat-kalimat yang singkat, bersemangat, dan terputus-putus. Ia juga menulisnya dengan huruf besar dan tebal (Yunani: pelikois grammasin), agar tulisan tangannya mencerminkan energi dan tekad jiwanya."[32]
Pranala luar
Wikisumber memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini:
Wikisource Yunani memiliki teks asli yang berkaitan dengan artikel ini:
Referensi umum
- (Inggris) New Testament Gateway Diarsipkan 2020-01-13 di Wayback Machine. Annotated guide to academic New Testament Web resources including not only other Web sites, but articles and course materials
- (Inggris) Jewish Studies for Christians Diarsipkan 2019-12-09 di Wayback Machine. An Online Study Group exploring the Jewish setting of the early Jesus movement. (An Israeli blog led by Dr. Eliyahu Lizorkin-Eyzenberg).
- Sanders, E. P. (2010). "Jesus Christ". Encyclopædia Britannica. Diarsipkan dari asli tanggal 3 May 2015. Diakses tanggal 27 November 2010.
- (Inggris) "Introduction to New Testament History and Literature" course materials Diarsipkan 2010-08-15 di Wayback Machine. "Open Yale course" taught at Yale University by Dale B. Martin
- (Inggris) New Testament Reading Room: Extensive on-line New Testament resources (including reference works, commentaries, translations, atlases, language tools, and works on New Testament theology), Tyndale Seminary
- (Inggris) Biblicalstudies.org New Testament pages Bibliographies on the New Testament and its individual books
- (Inggris) Christianity.com Bible Study Tools Diarsipkan 2008-07-05 di Wayback Machine. For-profit, conservative religious site with links to translations, as well as to mostly out-dated and non-critical commentaries, concordances, and other reference works
- (Inggris) Pastoral articles on the New Testament for ministerial training Diarsipkan 2012-01-14 di Wayback Machine. Wisconsin Lutheran Seminary (WELS)
- (Inggris) Jewish reading of the New Testament Haaretz essay on reclaiming the New Testament as an integral part of Jewish literature
Perkembangan dan kepengarangan
Bahasa Yunani
|
|---|
Pembagian utama | |
|---|
| Pembagian | |
|---|
| Perkembangan | |
|---|
| Naskah | |
|---|
| Lihat pula | |
|---|
|
|
|---|
| Internasional | |
|---|
| Nasional | |
|---|
| Lain-lain | |
|---|