Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Gerakan Perang Salib

Gerakan Perang Salib, yakni gerakan religius, politis, dan militer besar-besaran pada Abad Pertengahan, lazimnya dianggap berawal dari Konsili Clermont tahun 1095, ketika Paus Urbanus II mencanangkan pelaksanaan ekspedisi bersenjata untuk menolong umat Kristen Timur yang hidup di bawah pemerintahan Muslim. Ekspedisi bersenjata itu dikemas Sri Paus sebagai ziarah penyilih dosa. Pada masa itu, kewibawaan Sri Paus sudah meningkat lewat pembenahan tatanan hidup bergereja, dan ketegangan dengan para penguasa sekuler mendorong tumbuhnya gagasan perang suci, yang memadukan teori perang yang sah dari zaman klasik, preseden-preseden Alkitabiah, dan ajaran Agustinus tentang kekerasan yang dapat dibenarkan. Ziarah bersenjata, yang diselaraskan dengan ajaran agama Katolik yang kristosentris dan militan pada masa itu, menyalakan semangat juang di mana-mana. Ekspansi bangsa Eropa juga kian dimungkinkan oleh pertumbuhan ekonomi, surutnya kekuatan-kekuatan lama Laut Tengah, dan tidak bersatunya umat Islam. Faktor-faktor tersebut membuka peluang bagi tentara salib untuk melakukan perebutan wilayah dan mendirikan empat negara di kawasan Levans. Perjuangan untuk mempertahankan kedaulatan negara-negara ini menginspirasi perang-perang salib berikutnya. Kepausan juga melancarkan perang salib yang membidik sasaran-sasaran lain, yaitu orang-orang Muslim di jazirah Iberia, orang-orang pagan di kawasan Baltik, dan pihak-pihak lain yang menentang kewibawaan Sri Paus.

Wikipedia article
Diperbarui 23 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Gerakan Perang Salib
Kerangka kerja perang suci KristenTemplat:SHORTDESC:Kerangka kerja perang suci Kristen
Artikel ini berisi tentang dimensi teoritis, sosiologis, institusional, militer, dan finansial dari Perang Salib. Untuk ekspedisi-ekspedisi militer ke Tanah Suci, lihat Perang Salib.
Gerakan Perang Salib
Paus Urbanus II menyerukan Perang Salib yang pertama pada Konsili Clermont, miniatur dari penghujung abad ke-15
Asal mula
Teori perang yang sah • Penitensi • Ziarah Kristen • Reforma Gregorian
Jenis
Perang Salib • Perang Salib Rakyat • Perang Salib Iberia • Perang Salib Utara• Perang Salib melawan orang Kristen
Teori dan Praktik
Indulgensi • Bula Perang Salib • Dakwah • Kaul • Tata perang • Ordo militer • Keuangan • Kritik
Negara
Negara-negara Tentara Salib • Siprus • Yunani jajahan Peranggi • Negara Ordo Kesatria Jerman • Rodos • Malta
Kawan dan Lawan
Orang Bizantin • Orang Armenia • Umat Yakubi • Orang Yahudi
  • l
  • b
  • s

Gerakan Perang Salib, yakni gerakan religius, politis, dan militer besar-besaran pada Abad Pertengahan, lazimnya dianggap berawal dari Konsili Clermont tahun 1095, ketika Paus Urbanus II mencanangkan pelaksanaan ekspedisi bersenjata untuk menolong umat Kristen Timur yang hidup di bawah pemerintahan Muslim. Ekspedisi bersenjata itu dikemas Sri Paus sebagai ziarah penyilih dosa. Pada masa itu, kewibawaan Sri Paus sudah meningkat lewat pembenahan tatanan hidup bergereja, dan ketegangan dengan para penguasa sekuler mendorong tumbuhnya gagasan perang suci, yang memadukan teori perang yang sah dari zaman klasik, preseden-preseden Alkitabiah, dan ajaran Agustinus tentang kekerasan yang dapat dibenarkan. Ziarah bersenjata, yang diselaraskan dengan ajaran agama Katolik yang kristosentris dan militan pada masa itu, menyalakan semangat juang di mana-mana. Ekspansi bangsa Eropa juga kian dimungkinkan oleh pertumbuhan ekonomi, surutnya kekuatan-kekuatan lama Laut Tengah, dan tidak bersatunya umat Islam. Faktor-faktor tersebut membuka peluang bagi tentara salib untuk melakukan perebutan wilayah dan mendirikan empat negara di kawasan Levans. Perjuangan untuk mempertahankan kedaulatan negara-negara ini menginspirasi perang-perang salib berikutnya. Kepausan juga melancarkan perang salib yang membidik sasaran-sasaran lain, yaitu orang-orang Muslim di jazirah Iberia, orang-orang pagan di kawasan Baltik, dan pihak-pihak lain yang menentang kewibawaan Sri Paus.

Meskipun mengedepankan keikutsertaan orang-orang dari kalangan elit kesatria, yang digugah semangat juangnya dengan cara mengungkit nilai-nilai keutamaan kesatria yang menjadi pedoman hidup mereka, gerakan ini bergantung kepada dukungan luas dari kaum rohaniwan, masyarakat perkotaan, dan rakyat tani. Sekalipun dicegah, kaum wanita pun ikut terseret arus gerakan ini, baik sebagai peserta, sebagai pengemban tugas dan tanggung jawab kaum pria yang menjadi tentara salib dan berangkat ke Tanah Suci, maupun sebagai korban. Banyak orang menjadi tentara salib lantaran ingin mendapatkan indulgensi (penghapusan siksa dosa), tetapi keuntungan materi juga menjadi salah satu daya pikat. Biasanya perang salib dimaklumkan melalui bula Sri Paus, dan para pesertanya mengikrarkan kaul ikut berjuang dengan cara "memikul salib", yang dilambangkan melalui tindakan menjahitkan tanda salib pada pakaian mereka. Kegagalan menunaikan kaul ini dapat membuat seorang peserta diekskomunikasi. Gelora semangat juang yang berulang kali memuncak dari waktu ke waktu memunculkan "perang salib rakyat" yang dilancarkan tanpa izin paus.

Perang-perang yang dilancarkan atas izin paus memunculkan pranata-pranata dan ideologi-ideologi yang khas. Kendati mula-mula pendanaannya acak-acakan, kemudian hari perang-perang ini didanai dengan cara yang lebih tertata melalui pengenaan pajak kepada rohaniwan dan penjualan indulgensi. Pasukan inti tentara salib beranggotakan kesatria-kesatria aswasada berpersenjataan berat, didukung pasukan infanteri, laskar-laskar pribumi, dan bantuan angkatan laut dari kota-kota maritim. Tentara salib mengukuhkan kekuasaannya dengan cara membangun puri-puri yang kuat, dan penyatuan nilai-nilai keutamaan kesatria dengan nilai-nilai luhur kerahiban menghasilkan ordo-ordo militer. Gerakan ini membuat dunia Kristen Barat bertambah luas dan menciptakan negara-negara perbatasan yang baru, beberapa di antaranya bertahan hingga permulaan zaman modern. Perang salib menyuburkan pertukaran budaya dan masih membekas dalam seni rupa dan seni sastra Eropa. Sekalipun meredup akibat Reformasi Protestan, "liga-liga suci" anti-Usmani terus memelihara semangat gerakan perang salib hingga abad ke-18.

Latar belakang

Pada umumnya Perang salib didefinisikan sebagai perang agama Kristen yang dikobarkan oleh para pejuang Eropa Barat pada Abad Pertengahan demi merebut Yerusalem.[1][2] Kampanye-kampanye militer yang berkaitan dengannya berbeda-beda dari segi luas jangkauan, rentang waktu, dan tujuan yang memotivasi.[3][4] Gerakan perang salib yang lebih luas menumbuhkan pranata-pranata dan ideologi-ideologi khas yang membentuk tatanan kehidupan bermasyarakat di Eropa Katolik maupun di kawasan-kawasan sekitarnya.[5][6]

Teori-teori perang yang sah dari zaman klasik

Lihat pula: Penghujung zaman Kekaisaran Romawi
Salah satu halaman naskah Kota Allah dari awal abad ke-12

Pada zaman klasik, filsuf-filsuf Yunani dan ahli-ahli hukum Romawi merumuskan teori-teori perang yang sah, yang kelak memengaruhi teologi perang salib. Aristoteles menitikberatkan kebutuhan akan akhir yang sah, dengan menegaskan bahwa "perang semestinya dilakukan demi perdamaian". Hukum Romawi mengharuskan adanya sebab yang sah, dan berpendirian bahwa hanya pemerintah yang sah sajalah yang berhak memaklumkan perang. Bela negara, pemulihan hak, dan penghukuman dianggap sebagai alasan-alasan yang dapat diterima.[7]

Meskipun Alkitab—susastra pokok agama Kristen—menyajikan pandangan-pandangan yang saling bertentangan mengenai kekerasan,[keterangan 1][9] kristenisasi Kekaisaran Romawi pada abad ke-4 menuntun kepada pengembangan teori perang yang sah versi Kristen. Uskup Ambrosius adalah teolog pertama yang menyamakan musuh-musuh negara Kristen dengan musuh-musuh Gereja.[10][11]

Pada tahun 395, Kekaisaran Romawi terbagi permanen menjadi belahan timur dan belahan barat.[12] Peristiwa penyerbuan dan penjarahan kota Roma, yang terjadi 15 tahun kemudian, mendorong Agustinus—anak didik Ambrosius—untuk menulis risalah Kota Allah,[13] yang memaparkan pandangannya bahwa larangan membunuh yang termaktub di dalam Alkitab tidak berlaku atas perang-perang yang dilancarkan atas izin Allah.[14] Agustinus berpendirian bahwa perang yang sah haruslah dimaklumkan oleh pemerintah yang sah, dikobarkan dengan alasan yang sah apabila upaya damai sudah menemui jalan buntu, dan dilaksanakan secara terkendali dengan didasari niat baik.[10][15] Renungan-renungannya nyaris terlupakan sesudah Kekaisaran Romawi Barat runtuh pada tahun 476.[10][16]

Tiga tatanan peradaban

Informasi lebih lanjut: Abad Pertengahan Awal

Di atas puing-puing Kekaisaran Romawi Barat, tumbuh kerajaan-kerajaan Kristen baru, yang rata-rata dipimpin oleh seorang panglima perang Jermani. Kemahiran dalam bertempur dan kesetiakawanan merupakan nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh kaum bangsawan di kerajaan-kerajaan baru itu. Kaum rohaniwan kerap menyanjung-nyanjung perilaku kekerasan mereka demi mendapatkan perlindungan, sekalipun Gereja tetap mengecap pembunuhan sebagai perbuatan dosa, sehingga pelakunya harus menjalankan laku tobat—biasanya puasa[17]—untuk mendapatkan pengampunan dosa.[18]

Sementara itu, belahan timur Kekaisaran Romawi masih terus bertahan, kendati banyak bagian dari wilayah kedaulatannya, termasuk Yerusalem, sudah jatuh ke tangan Khilafah Islamiyah yang sedang gencar melebarkan sayap pada pertengahan abad ke-7.[19][20] Alquran, susastra tersuci agama Islam, menyerukan jihad, yakni perjuangan untuk menyiarkan dan membela agama.[keterangan 2][22][23] Pada awal abad ke-8, tentara Muslim memasuki Eropa dan menaklukkan sebagian besar jazirah Iberia. Umat Kristen yang hidup di bawah pemerintahan Muslim harus membayar pajak khusus yang disebut jizyah.[24] Begitu perang-perang penaklukan mereda, muncullah tiga tatanan peradaban, yaitu Eropa Barat yang terfragmentasi, Romawi Timur yang sedang melemah, dan dunia Islam yang kian menanjak.[25]

Perang suci dan ketakwaan

Perlawanan terhadap ekspansi Muslim lambat laun memunculkan sebuah negara kecil di barat laut jazirah Iberia, yaitu Kerajaan Asturias. Seiring bergulirnya waktu, perlawanan ini tumbuh menjadi sebuah gerakan ekspansi, yang dianggap oleh masyarakat setempat sebagai gerakan yang diizinkan Allah. Invasi berulang kelompok-kelompok non-Kristen ke Eropa Barat pada abad ke-9 menghidupkan kembali gagasan perang suci,[15] yaitu perang yang dilancarkan atas izin seorang pemimpin spiritual, untuk mencapai tujuan-tujuan yang bersifat religius, dan berpahalakan keselamatan.[26] Paus Leo IV adalah paus pertama yang menjanjikan pahala keselamatan bagi orang-orang yang berjuang membela wilayah kedaulatan paus pada tahun 846.[27][28]

Ketika perang mulai terjadi terus-menerus, muncul golongan militer baru yang beranggotakan petarung-petarung berkuda, dan dikenal dengan sebutan milites di dalam karya-karya tulis sezaman. Mereka adalah orang-orang yang terampil menggunakan berbagai jenis senjata, misalnya ganjur yang berat.[29][30] Supaya perilaku kekerasan mereka tidak kebablasan, para petinggi Gereja mencetuskan gerakan Damai Allah.[31][32] Ironisnya, usaha-usaha untuk membatasi pertumpahan darah justru membuat Gereja menjadi termiliterisasi, karena para uskup berlomba-lomba membentuk angkatan perang dalam rangka menegakkan Damai Allah.[33]

Gambar denah Gereja Makam Kudus di dalam sebuah naskah dari awal abad ke-9 yang berisi risalah De locis sanctis (Ihwal Tempat Suci) karangan Adomnánus, seorang rahib Irlandia

Saat pemerintah pusat melemah, orang-orang kuat di daerah-daerah merebut kendali atas paroki-paroki maupun biara-biara, dan acap kali mengangkat rohaniwan yang kurang layak. Umat beriman merasa khawatir kalau-kalau pengangkatan yang melangkahi kewenangan Gereja itu akan membuat sakramen-sakramen yang dilayankan oleh si rohaniwan menjadi tidak sah.[34][35] Kekhawatiran ini membuat mereka bertambah cemas memikirkan azab akhirat.[17][36] Orang yang berbuat dosa diharapkan mengakui dosanya dan menjalankan laku tobat untuk dirukunkan kembali dengan Gereja. Lantaran laku tobat bisa sangat memberatkan, para imam mulai menawarkan indulgensi, yaitu pengalihan laku tobat ke dalam bentuk tindakan seperti bersedekah atau berziarah.[37][38] Ziarah laku tobat ke Palestina, yang dikenal sebagai Tanah Suci, dinilai istimewa lantaran keterkaitan erat kawasan itu dengan karya pelayanan Yesus,[39][40] juga lantaran di kawasan itulah orang dapat berziarah ke Gereja Makam Kudus, yang diyakini sebagai lokasi peristiwa penyaliban dan kebangkitan Yesus.[41][42]

Pembenahan tatanan hidup bergereja

Artikel utama: Pembenahan Kluni dan Pembenahan Gregorius
Informasi lebih lanjut: Sejarah kepausan (1048–1257)

Di zaman yang penuh dengan kekerasan itu, kepedulian terhadap urusan azab akhirat semakin meningkat, sehingga menyuburkan gerakan-gerakan berbenah di dalam lingkungan Gereja, lembaga yang dipercaya sebagai saluran pengalir rahmat Allah. Pada tahun 910, piagam pendirian biara Kluni menetapkan preseden dengan memberikan hak kepada para rahib untuk bebas memilih abas mereka. Upaya pembenahan tatanan hidup bergereja yang diprakarsai biara Kluni merembet dengan cepat ke mana-mana, didukung oleh kaum bangsawan yang menghargai syafaat para rahib bagi keselamatan jiwa mereka.[43][44] Pusat maupun cabang-cabang biara Kluni hanya tunduk kepada kewibawaan paus.[45][46]

Para paus, yang dihormati sebagai pengganti Rasul Petrus, menyatakan diri sebagai pemimpin tertinggi Gereja, dengan menyitir kata-kata pujian Yesus kepada Petrus.[47] Pada kenyataannya, keluarga-keluarga bangsawan Roma mengendalikan kepausan sampai Kaisar Hendrikus III memasuki kota Roma pada tahun 1053. Kaisar Hendrikus mengangkat rohaniwan-rohaniwan yang mencetuskan Pembenahan Gregorius demi tegaknya "kebebasan Gereja", melarang simoni alias praktik jual-beli jabatan gerejawi, dan menjadikan para kardinal, yakni rohaniwan-rohaniwan senior, sebagai satu-satunya pihak yang berhak memilih paus.[48][49] Andrew Latham, sarjana hubungan internasional, berpendapat bahwa Pembenahan Gregorius membuat Gereja Barat berkonflik dengan "sederet kekuatan sosial di dalam maupun di luar dunia Kristen".[50] Pada masa itu, perbedaan-perbedaan teologi dan liturgi di antara kelompok Kristen arus utama di Barat dan kelompok Kristen arus utama di Timur sudah semakin dalam,[keterangan 3] dan berbuntut aksi saling ekskomunikasi pada tahun 1054 dan perpecahan antara Gereja Katolik di barat dan Gereja-Gereja Ortodoks di timur.[51][52]

Kebangkitan semangat bergama mulai mengakar seiring munculnya komunitas-komunitas rahib seperti tarekat Kartusian dan tarekat Sistersien, dan menyebarnya Tata Tertib Santo Agustinus di kalangan rohaniwan sekuler. Kristosentrisme—fokus baru kepada hidup dan sengsara Kristus—juga turut menempa corak kehidupan pada masa itu, dan menginspirasi para penceramah keliling.[53]

Situasi dunia menjelang perang salib pertama

Lihat pula: Periode Suhu Hangat Abad Pertengahan
Peta Eropa menjelang Pertempuran Manzikert

Sekitar tahun 1000, ada empat kekuatan besar yang mendominasi kawasan sekitar Laut Tengah, yaitu khilafah bani Umayah di Andalus, khilafah bani Fatimah di Mesir, khilafah bani Abas (secara nominal) di Timur Tengah, dan Kekaisaran Romawi Timur di Eropa Selatan dan Anatolia. Dalam hitungan beberapa dasawarsa, semuanya mengalami krisis serius, khususnya di timur, tempat kekeringan dan gelombang dingin memicu kelaparan dan kerawanan.[54][55] Perubahan iklim menguntungkan Eropa Barat, memicu pertumbuhan ekonomi dan peningkatan populasi.[56] Kota-kota di Eropa Barat masih relatif kecil-kecil ukurannya. Kota-kota terbesar sekalipun, seperti Venesia dan Roma, hanya berpenduduk kurang dari 40.000 jiwa.[keterangan 4][56]

Memikul salib

Artikel utama: Kaul Perang Salib

Tentara salib mengikrarkan kaul keikutsertaan dalam perjuangan, dan biasanya diikuti upacara penjahitan lambang salib berbahan kain biasa atau kain sutra—biasanya berwarna merah—pada mantel mereka. Dengan "memikul salib", mereka membulatkan tekad untuk menanggapi seruan Kristus yang termaktub di dalam Injil Matius, yaitu "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus … memikul salibnya dan mengikut Aku".[57][58] Upacara ini menggemakan kembali semangat imitatio Christi (mengikuti jejak Kristus), gerakan spiritual abad ke-11 yang mendorong umat beriman meneladani Kristus dengan cara melayani sesama.[53] Benda-benda khas peziarah seperti tongkat dan pundi-pundi juga dibagi-bagikan.[59] Lambang salib harus terus melekat pada pakaian tentara salib sampai mereka kembali dari medan perang. Pencopotan lambang salib sebelum waktunya dapat dikenai sanksi oleh pihak Gereja,[keterangan 5][61] dengan pengecualian langka seperti sakit, miskin, atau ketidakcakapan.[62] Pada akhir abad ke-12, tentara salib secara luas dikenal dengan sebutan crucesignati (orang-orang yang diberi tanda salib).[63]

Hak istimewa

Selaku orang-orang yang sedang melaksanakan laku tobat dan ziarah bersenjata, tentara salib digolongkan oleh hukum kanonik sebagai rohaniwan sementara di bawah yurisdiksi gerejawi.[64] Hah-hak istimewa sekuler yang mula-mula diberikan kepada mereka tidak terdokumentasi dengan baik. Menurut salah satu kitab kumpulan hukum kanonik, tentara salib perdana berikut barang-barang bawaan mereka berada "di bawah perlindungan keamanan Jeda Allah". Guibertus dari Nogent, mencatat bahwa Paus Urbanus menawarkan perlindungan kepada tentara salib dan seisi rumahnya, dengan ancaman ekskomunikasi bagi siapa saja yang berani mencelakai mereka.[65] Pendekatan hukum semacam ini masih disifatkan sebagai "barang baru" pada tahun 1107 oleh Ivo dari Chartres, ahli hukum kanon yang enggan mengadili perkara perebutan sebuah benteng tentara salib.[keterangan 6][67] The First Lateran Council formalized it, protecting the crusaders' "rumah dan seisi rumah" tentara salib and ordering latae sententiae or automatic excommunication for infractions, but enforcement was inconsistent.[68] Paus Egenius III juga suspended lawsuits against crusaders and interest payment on their debts,[69][70] and authorised them to sell land—including fiefs—without the consent of family members or lords.[71]

Baca juga

  • Sejarah agama Kristen
  • Kekerasan atas nama agama
  • Agama Kristen dan kekerasan

Keterangan

  1. ↑ Perjanjian Lama mencitrakan perang-perang bangsa Israel melawan musuh-musuh mereka sebagai perang-perang yang dilancarkan atas izin Allah, tetapi memuat pula Titah Kelima yang melarang pembunuhan. Dalam Perjanjian Baru, Yesus menyatakan bahwa "barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang", tetapi Yesus juga berkata, "Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang."[8]
  2. ↑ Meskipun jihad maupun perang salib sama-sama adalah wujud dari perang suci, tidak ada bukti keterkaitan yang bersifat langsung di antara keduanya. Sejarawan Paul M. Cobb menisbatkan kemiripan keduanya kepada "akar bersamanya di dalam suatu monoteisme universal yang bertuhankan Allah yang cemburu".[21]
  3. ↑ Perbedaan-perbedaan paling kentara di antara kedua komunitas Kristen itu terletak di dalam pengubahan isi Syahadat Nikea secara sepihak oleh Gereja Barat, dan penggunaan roti beragi alih-alih roti tak beragi dalam perayaan Ekaristi—upacara utama liturgi Kristen—oleh Gereja Timur.[51]
  4. ↑ Sebagai perbandingan, Konstantinopel, ibu kota Romawi Timur, diperkirakan berpenduduk 600.000 jiwa, sementara Bagdad, ibu kota bani Abas, maupun Kairo, ibu kota bani Fatimah, berpenduduk kira-kira 500.000 jiwa, dan Kordoba, ibu kota bani Umayah berpenduduk sekurang-kurangnya 100.000 jiwa.[56]
  5. ↑ Ekskomunikasi Kaisar Frederikus II merupakan contoh nyata. Sang kaisar bertolak menuju medan perang pada tahun 1227, tetapi wabah penyakit memaksanya pulang. Meskipun demikian, Paus Gregorius IX menjatuhkan pidana ekskomunikasi kepadanya karena sudah gagal menunaikan kaul. Jotischky berpendapat bahwa mungkin saja alasan sebenarnya di balik ekskomunikasi Frederikus adalah usaha-usaha yang dilakukannya untuk mengukuhkan kekuasaannya atas Gereja di Sisilia.[60]
  6. ↑ Paus Paskalis II sudah mengamanatkan kepada Ivo untuk mengekskomunikasi Rotrodus III, Bupati Perche, lantaran bangsawan Prancis itu sudah mendirikan sebuah benteng di atas lahan milik Hugo II dari Le Puiset. Ivo ragu-ragu, dan mengungkapkan bahwa dia tidak "ingin menghukum orang dengan cara-cara hasasin, tanpa melewati sidang pengadilan".[66]

Rujukan

  1. ↑ Hornby 2005, hlm. 370.
  2. ↑ Nicholson 2004, hlm. xlviii.
  3. ↑ Jotischky 2017, hlm. 10–11.
  4. ↑ Nicholson 2004, hlm. xl–xli, xlviii.
  5. ↑ Murray 2006, hlm. xxxi.
  6. ↑ Lloyd 2002, hlm. 65.
  7. ↑ Tyerman 2019, hlm. 13–14.
  8. ↑ Asbridge 2012, hlm. 14–15.
  9. ↑ Jaspert 2006, hlm. 14.
  10. 1 2 3 Tyerman 2019, hlm. 14.
  11. ↑ Madden 2013, hlm. 2.
  12. ↑ Lock 2006, hlm. 358.
  13. ↑ Backman 2022, hlm. 56–59.
  14. ↑ Tyerman 2019, hlm. 15, 482 (note 21).
  15. 1 2 Jaspert 2006, hlm. 15.
  16. ↑ Jaspert 2006, hlm. 14–15.
  17. 1 2 Thomson 1998, hlm. 69–70.
  18. ↑ Jaspert 2006, hlm. 14, 30–31.
  19. ↑ Backman 2022, hlm. 126, 141–143.
  20. ↑ Lock 2006, hlm. 4.
  21. ↑ Cobb 2016, hlm. 29.
  22. ↑ Hillenbrand 2018, hlm. 89–91.
  23. ↑ Jaspert 2006, hlm. 75.
  24. ↑ Cobb 2016, hlm. 30.
  25. ↑ Backman 2022, hlm. 144–146.
  26. ↑ Dennis 2001, hlm. 31.
  27. ↑ Tyerman 2007, hlm. 38.
  28. ↑ Bysted 2014, hlm. 53–54.
  29. ↑ Jaspert 2006, hlm. 16.
  30. ↑ Bull 2002, hlm. 24.
  31. ↑ Backman 2022, hlm. 213–214.
  32. ↑ Jaspert 2006, hlm. 17–18.
  33. ↑ Morris 2001, hlm. 144.
  34. ↑ Backman 2022, hlm. 214–215.
  35. ↑ Jaspert 2006, hlm. 25.
  36. ↑ Jaspert 2006, hlm. 30–31.
  37. ↑ Mayer 2009, hlm. 25–27.
  38. ↑ Bysted 2014, hlm. 20, 96.
  39. ↑ Cobb 2016, hlm. 33–34.
  40. ↑ Jaspert 2006, hlm. 21–22.
  41. ↑ Tyerman 2019, hlm. xxiii–xxv.
  42. ↑ Jotischky 2017, hlm. 34–36.
  43. ↑ Thomson 1998, hlm. 33–35.
  44. ↑ Jaspert 2006, hlm. 27–28.
  45. ↑ Jaspert 2006, hlm. 27.
  46. ↑ Latham 2011, hlm. 231.
  47. ↑ Thomson 1998, hlm. 39.
  48. ↑ Thomson 1998, hlm. 82–85.
  49. ↑ Jotischky 2017, hlm. 25.
  50. ↑ Latham 2011, hlm. 240.
  51. 1 2 Jaspert 2006, hlm. 4.
  52. ↑ Jotischky 2017, hlm. 28–29.
  53. 1 2 Jaspert 2006, hlm. 29.
  54. ↑ Tyerman 2019, hlm. 33–41, 47.
  55. ↑ Ellenblum 2012, hlm. 3.
  56. 1 2 3 Tyerman 2019, hlm. 47.
  57. ↑ Riley-Smith 2002a, hlm. 69.
  58. ↑ Tyerman 2019, hlm. 4–5.
  59. ↑ Riley-Smith 2002a, hlm. 691.
  60. ↑ Jotischky 2017, hlm. 237–238.
  61. ↑ Riley-Smith 2002a, hlm. 71.
  62. ↑ Lloyd 2002, hlm. 48.
  63. ↑ Tyerman 2019, hlm. 5.
  64. ↑ Riley-Smith 2005, hlm. 128.
  65. ↑ Brundage 1997, hlm. 141–143.
  66. ↑ Brundage 1997, hlm. 144–145.
  67. ↑ Riley-Smith 2002a, hlm. 71–72.
  68. ↑ Brundage 1997, hlm. 146-147, 152–153.
  69. ↑ Jaspert 2006, hlm. 64.
  70. ↑ Brundage 1997, hlm. 147.
  71. ↑ Blaydes & Paik 2016, hlm. 558.

Kepustakaan

  • Ailes, Marianne (2019). "The Chanson de geste". Dalam Bale, Anthony (ed.). The Cambridge Companion to the Literature of the Crusades. Cambridge Companions to Literature. Cambridge University Press. hlm. 25–38. ISBN 978-1-1084-7451-1.
  • Al'Zoby, Mazhar (2021). "'Frankish Invasions' and 'A Cosmic Struggle between Islam and Christianity'—A View from Jordan". Dalam Hinz, Felix; Meyer-Hamme, Johannes (ed.). Controversial Histories—Current Views on the Crusades. Engaging the Crusades. Vol. Three. Routledge. hlm. 24–25. ISBN 978-0-367-51127-2.
  • Asbridge, Thomas (2012) [2010]. The Crusades: The War for the Holy Land. Simon and Schuster. ISBN 978-1-8498-3688-3.
  • Backman, Clifford R. (2022) [2009]. The Worlds of Medieval Europe (Edisi Fourth). Oxford University Press. ISBN 978-0-1975-7153-8.
  • Blaydes, Lisa; Paik, Christopher (Summer 2016). "The Impact of Holy Land Crusades on State Formation: War Mobilization, Trade Integration, and Political Development in Medieval Europe". International Organization. 70 (3): 551–586. doi:10.1017/S0020818316000096. ISSN 0020-8183. JSTOR 24758130.
  • Bartlett, Robert (1994) [1993]. The Making of Europe: Conquest, Colonization and Cultural Change, 950–1350. Penguin Books. ISBN 978-0-140-15409-2.
  • Bouras, Charalambos (2001). "The Impact of Frankish Architecture on Thirteenth-Century Byzantine Architecture". Dalam Laiou, Angeliki E.; Mottahedeh, Roy Parviz (ed.). The Crusades from the Perspectives of Byzantium and the Muslim World. Dumbarton Oaks Research Library. hlm. 247–262. ISBN 978-0-88402-277-0.
  • Brundage, James A. (1997). "Crusaders and Jurists: The Legal Consequences of Crusader Status". Dalam Vauchez, André (ed.). Le concile de Clermont de 1095 et l'appel à la croisade. Actes du Colloque Universitaire International de Clermont-Ferrand (23-25 juin 1995). Publications de l'École française de Rome. Vol. 236. École française de Rome. hlm. 141–154. ISBN 978-2-7283-0388-5.
  • Bull, Marcus (2002) [1999]. "Origins". Dalam Riley-Smith, Jonathan (ed.). The Oxford History of the Crusades. Oxford University Press. hlm. 15–34. ISBN 978-0-1928-0312-2.
  • Bysted, Ane L. (2014). The Crusade Indulgence: Spiritual Rewards and the Theology of the Crusades, ca 1095–1216. History of Warfare. Vol. 103. BRILL. ISBN 978-9-0042-8043-4.
  • Carr, Mike (2016) [2014]. Merchant Crusaders in the Aegean, 1291–1352. Warfare in History. The Boydell Press. ISBN 978-1-7832-7405-5.
  • Caspi-Reisfeld, Keren (2001). "Women Warriors during the Crusades, 1095–1254". Dalam Edgington, Susan B.; Lambert, Sarah (ed.). Gendering the Crusades. University of Wales Press. hlm. 94–107. ISBN 978-0-7083-1698-6.
  • Cassidy-Welch, Megan (2023). Crusades and Violence. ARC Humanities Press. ISBN 978-1-6418-9475-3.
  • Chazan, Robert (2006). The Jews of Medieval Western Christendom, 1000–1500. Cambridge Medieval Textbooks. Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-84666-0.
  • Chrissis, Nikolaos G. (2021). "Western Agression and Greco—Latin Interaction—A View from Syria". Dalam Hinz, Felix; Meyer-Hamme, Johannes (ed.). Controversial Histories—Current Views on the Crusades. Engaging the Crusades. Vol. Three. Routledge. hlm. 42–44. ISBN 978-0-367-51127-2.
  • Christiansen, Eric (1997) [1980]. The Northern Crusades (Edisi Second). Penguin Books. ISBN 978-0-14-026653-5.
  • Cobb, Paul M. (2016) [2014]. The Race for Paradise: An Islamic History of the Crusades. Oxford University Press. ISBN 978-0-1987-8799-0.
  • Constable, Giles (2001). "The Historiography of the Crusades". Dalam Laiou, Angeliki E.; Mottahedeh, Roy Parviz (ed.). The Crusades from the Perspectives of Byzantium and the Muslim World. Dumbarton Oaks Research Library. hlm. 1–22. ISBN 978-0-88402-277-0.
  • Cortest, Luis (1998). "Introduction". Dalam Economou, George (ed.). Poem of the Cid: A Modern Translation with Notes by Paul Blackburn. University of Oklahoma Press. hlm. xi–xvi. ISBN 978-0-8061-3022-4.
  • Coureas, Nicholas (2021). "The Crusades Confront the Orthdoxs—A Greek Cypriot Viewpoint". Dalam Hinz, Felix; Meyer-Hamme, Johannes (ed.). Controversial Histories—Current Views on the Crusades. Engaging the Crusades. Vol. Three. Routledge. hlm. 39–41. ISBN 978-0-367-51127-2.
  • Dennis, George T. (2001). "Defenders of the Christian People: Holy War in Byzantium". Dalam Laiou, Angeliki E.; Mottahedeh, Roy Parviz (ed.). The Crusades from the Perspectives of Byzantium and the Muslim World. Dumbarton Oaks Research Library. hlm. 31–40. ISBN 978-0-88402-277-0.
  • Dickson, Gary (2006). "Popular Crusades". Dalam Murray, Alan V. (ed.). K–Q. The Crusades: An Encyclopedia. Vol. III. ABC Clio. hlm. 975–979. ISBN 978-1-57607-862-4.
  • Dodwell, C. R. (1993). The Pictorial Arts of the West: 800–1200. Pelican History of Art. Yale University Press. ISBN 978-0-300-06493-3.
  • Edbury, Peter (2002) [1999]. "The Latin East, 1291–1661". Dalam Riley-Smith, Jonathan (ed.). The Oxford History of the Crusades. Oxford University Press. hlm. 291–322. ISBN 978-0-1928-0312-2.
  • El-Azhari, Taef Kamal (2021). "The Former Victors over the Crusades in Palestine—A View from Egypt". Dalam Hinz, Felix; Meyer-Hamme, Johannes (ed.). Controversial Histories—Current Views on the Crusades. Engaging the Crusades. Vol. Three. Routledge. hlm. 45–46. ISBN 978-0-367-51127-2.
  • Ellenblum, Ronnie (2012). The Collapse of the Eastern Mediterranean: Climate Change and the Decline of the East, 950–1072. Cambridge University Press. ISBN 978-1-1070-2335-2.
  • Folda, Jaroslav (2002) [1999]. "Art in the Latin East, 1098–1291". Dalam Riley-Smith, Jonathan (ed.). The Oxford History of the Crusades. Oxford University Press. hlm. 138–154. ISBN 978-0-1928-0312-2.
  • Forey, Alan (2002) [1999]. "The Military Orders, 1120–1312". Dalam Riley-Smith, Jonathan (ed.). The Oxford History of the Crusades. Oxford University Press. hlm. 15–34. ISBN 978-0-1928-0312-2.
  • France, John (1999). Western Warfare in the Age of the Crusades, 1000–1300. Cornell University Press. ISBN 978-0-8014-3671-0.
  • Friedman, Yvonne (2001). "Captivity and Randsom: The Experience of Women". Dalam Edgington, Susan B.; Lambert, Sarah (ed.). Gendering the Crusades. University of Wales Press. hlm. 121–139. ISBN 978-0-7083-1698-6.
  • Gerstel, Sharon E. J. (2001). "Art and Identity in the Medieval Morea". Dalam Laiou, Angeliki E.; Mottahedeh, Roy Parviz (ed.). The Crusades from the Perspectives of Byzantium and the Muslim World. Dumbarton Oaks Research Library. hlm. 263–286. ISBN 978-0-88402-277-0.
  • Ghazarian, Jacob G. (2005) [2000]. The Armenian Kingdom in Cilicia during the Crusades: The Integration of Cilician Armenians with the Latins, 1080–1393. RoutledgeCurzon. ISBN 978-0-7007-1418-6.
  • Haydock, Nickolas (2009a). "'The Unseen Cross Upon the Breast': Medievalism, Orientalism, and Discontent". Dalam Haydock, Nickolas; Risden, E. L. (ed.). Hollywood in the Holy Land: Essays on Film Depictions of the Crusades and Christian–Muslim Clashes. McFarland & Company. hlm. 1–38. ISBN 978-0-7864-4156-3.
  • Haydock, Nickolas (2009b). "Homeland Security: Northern Crusades through the East–European Eyes of Alexander Nevsky and the Nevsky Tradition". Dalam Haydock, Nickolas; Risden, E. L. (ed.). Hollywood in the Holy Land: Essays on Film Depictions of the Crusades and Christian–Muslim Clashes. McFarland & Company. hlm. 47–96. ISBN 978-0-7864-4156-3.
  • Hillenbrand, Carole (2018) [1999]. The Crusades: Islamic Perspectives. Edinburgh University Press. ISBN 978-0-7486-0630-6.
  • Hodgson, Natasha R. (2017) [2007]. Women, Crusading and the Holy Land in Historical Narrative. Warfare in History. The Boydell Press. ISBN 978-1-78327-270-9.
  • Hornby, A. S. (2005) [1948]. Wehmeier, Sally; McIntosh, Colin; Turnbull, Joanna; Ashby, Michael (ed.). Oxford Advanced Learner's Dictionary (Edisi Seventh). Oxford University Press. ISBN 978-0-1943-1606-4.
  • Housley, Norman (2002) [1999]. "The Crusading Movement, 1274–1700". Dalam Riley-Smith, Jonathan (ed.). The Oxford History of the Crusades. Oxford University Press. hlm. 258–290. ISBN 978-0-1928-0312-2.
  • Irwin, Robert (2002) [1999]. "Islam and the Crusades, 1096–1699". Dalam Riley-Smith, Jonathan (ed.). The Oxford History of the Crusades. Oxford University Press. hlm. 211–257. ISBN 978-0-1928-0312-2.
  • Isa, Mohamad (2021). "A Sate of Continuous Rape and Violation—A View from Syria". Dalam Hinz, Felix; Meyer-Hamme, Johannes (ed.). Controversial Histories—Current Views on the Crusades. Engaging the Crusades. Vol. Three. Routledge. hlm. 62–63. ISBN 978-0-367-51127-2.
  • Jaspert, Nikolas (2006) [2003]. The Crusades. Routledge. ISBN 978-0-4153-5968-9.
  • Jeffreys, Elizabeth; Jeffreys, Michael (2001). "The "Wild Beast from the West": Immediate Literary Reactions in Byzantium to the Second Crusade". Dalam Laiou, Angeliki E.; Mottahedeh, Roy Parviz (ed.). The Crusades from the Perspectives of Byzantium and the Muslim World. Dumbarton Oaks Research Library. hlm. 101–116. ISBN 978-0-88402-277-0.
  • Jotischky, Andrew (2017) [2004]. Crusading and the Crusader States (Edisi Second). Routledge. ISBN 978-1-1388-0806-5.
  • Kazhdan, Alexander (2001). "Latins and Franks in Byzantium: Perception and Reality from the Eleventh to the Twelfth Century". Dalam Laiou, Angeliki E.; Mottahedeh, Roy Parviz (ed.). The Crusades from the Perspectives of Byzantium and the Muslim World. Dumbarton Oaks Research Library. hlm. 83–100. ISBN 978-0-88402-277-0.
  • Kostick, Conor (2008). The Social Structure of the First Crusade. The Medieval Mediterranean: Peoples, Economies and Cultures, 400–1500. Vol. 76. Brill. ISBN 978-90-04-16665-3.
  • Lapina, Elizabeth (2019). "Crusader Chronicles". Dalam Bale, Anthony (ed.). The Cambridge Companion to the Literature of the Crusades. Cambridge Companions to Literature. Cambridge University Press. hlm. 11–24. ISBN 978-1-1084-7451-1.
  • Latham, Andrew (March 2011). "Theorizing the Crusades: Identity, Institutions, and Religious War in Medieval Latin Christendom". International Studies Quarterly. 5 (1): 223–243. doi:10.1111/j.1468-2478.2010.00642.x. ISSN 0020-8833. JSTOR 23019520.
  • Lilie, Ralph-Johannes (1993) [1981]. Byzantium and the Crusader States, 1096-1204. Oxford University Press. ISBN 978-0-19-820407-7.
  • Lloyd, Simon (2002) [1999]. "The Crusading Movement, 1096–1274". Dalam Riley-Smith, Jonathan (ed.). The Oxford History of the Crusades. Oxford University Press. hlm. 35–67. ISBN 978-0-1928-0312-2.
  • Lock, Peter (1995). The Franks in the Aegean, 1204–1500. Longman. ISBN 978-0-58-205139-3.
  • Lock, Peter (2006). The Routledge Companion to the Crusades. Routledge Companion to History. Routledge. ISBN 978-0-4153-9312-6.
  • Luttrell, Anthony (2002) [1999]. "The Military Orders, 1312–1798". Dalam Riley-Smith, Jonathan (ed.). The Oxford History of the Crusades. Oxford University Press. hlm. 323–362. ISBN 978-0-1928-0312-2.
  • MacEvitt, Christopher (2008). The Crusades and the Christian World of the East: Rough Tolerance. The Middle Ages. University of Pennsylvania Press. ISBN 978-0-8122-2083-4.
  • Madden, Thomas F. (2013). The Concise History of the Crusades. Critical Issues in World and International History (Edisi Third). Rowman & Littlefield. ISBN 978-1-4422-1575-7.
  • Mallett, Alex (2020) [2014]. Popular Muslim Reactions to the Franks in the Levant, 1097–1291. Routledge. ISBN 978-0-367-60103-4.
  • Mayer, Hans Eberhard (2009) [1965]. The Crusades. Diterjemahkan oleh John Gillingham (Edisi Second). Oxford University Press. ISBN 978-0-19-873097-2.
  • Menache, Sophia (2021). "In the Frontier of the Former Kingdom of Jerusalem: Risk of Misunderstanding—A View from Israel". Dalam Hinz, Felix; Meyer-Hamme, Johannes (ed.). Controversial Histories—Current Views on the Crusades. Engaging the Crusades. Vol. Three. Routledge. hlm. 72–74. ISBN 978-0-367-51127-2.
  • Morris, Colin (2001) [1989]. The Papal Monarchy: The Western Church from 1050 to 1250. Oxford History of the Christian Church. Clarendon Press. ISBN 978-0-19-826925-0.
  • Murray, Alan V. (2006). "Preface". Dalam Murray, Alan V. (ed.). A–C. The Crusades: An Encyclopedia. Vol. I. ABC Clio. hlm. xxxi–xxxii. ISBN 978-1-57607-862-4.
  • Nicholson, Helen (2004). The Crusades. Greenwood Guides to Historic Events of the Medieval World. Greenwood Press. ISBN 978-0-313-32685-1.
  • O'Callaghan, Joseph F. (2003). Reconquest and Crusade in Medieval Spain. The Middle Ages. University of Pennsylvania Press. ISBN 978-0-8122-1889-3.
  • Paterson, Linda (2019). "The Troubadours and Their Lyrics". Dalam Bale, Anthony (ed.). The Cambridge Companion to the Literature of the Crusades. Cambridge Companions to Literature. Cambridge University Press. hlm. 39–53. ISBN 978-1-1084-7451-1.
  • Phillips, Jonathan (2002) [1999]. "The Latin East, 1098–1291". Dalam Riley-Smith, Jonathan (ed.). The Oxford History of the Crusades. Oxford University Press. hlm. 111–137. ISBN 978-0-1928-0312-2.
  • Phillips, Jonathan (2014) [2002]. The Crusades, 1095–1204. Seminar Studies (Edisi Second). Routledge. ISBN 978-1-4058-7293-5.
  • Pringle, Denys (2002) [1999]. "Architecture in the Latin East, 1098–1571". Dalam Riley-Smith, Jonathan (ed.). The Oxford History of the Crusades. Oxford University Press. hlm. 155–175. ISBN 978-0-1928-0312-2.
  • Riley-Smith, Jonathan (2002a) [1999]. "The State of Mind of Crusaders to the East, 1095–1300". Dalam Riley-Smith, Jonathan (ed.). The Oxford History of the Crusades. Oxford University Press. hlm. 68–89. ISBN 978-0-1928-0312-2.
  • Riley-Smith, Jonathan (2002b) [1999]. "Revival and Survival". Dalam Riley-Smith, Jonathan (ed.). The Oxford History of the Crusades. Oxford University Press. hlm. 385–389. ISBN 978-0-1928-0312-2.
  • Riley-Smith, Jonathan (2005) [2001]. "The Crusading Movement". Dalam Hartmann, Anja V.; Hauser, Beatrice (ed.). War, Peace and World Orders in European History. Routledge. hlm. 127–140. ISBN 978-0-415-24440-4.
  • Routledge, Michael (2002) [1999]. "Songs". Dalam Riley-Smith, Jonathan (ed.). The Oxford History of the Crusades. Oxford University Press. hlm. 90–110. ISBN 978-0-1928-0312-2.
  • Shachar, Uri Zvi (2019). "Hebrew Crusade Literature in Its Latin and Arabic Contexts". Dalam Bale, Anthony (ed.). The Cambridge Companion to the Literature of the Crusades. Cambridge Companions to Literature. Cambridge University Press. hlm. 102–118. ISBN 978-1-1084-7451-1.
  • Sturtevant, Paul B. (2009). "SaladiNasser: Nasser's Political Crusade in El Naser Salah Ad-Din". Dalam Haydock, Nickolas; Risden, E. L. (ed.). Hollywood in the Holy Land: Essays on Film Depictions of the Crusades and Christian–Muslim Clashes. McFarland & Company. hlm. 123–146. ISBN 978-0-7864-4156-3.
  • Thomson, John A. (1998). The Western Church in the Middle Ages. Arnold. ISBN 978-0-340-60118-1.
  • Thomson, Robert W. (2001). "The Crusaders through Armenian Eyes". Dalam Laiou, Angeliki E.; Mottahedeh, Roy Parviz (ed.). The Crusades from the Perspectives of Byzantium and the Muslim World. Dumbarton Oaks Research Library. hlm. 71–82. ISBN 978-0-88402-277-0.
  • Tibble, Steve (2025) [2024]. Crusader Criminals: The Knights Who Went Rogue in the Holy Land. Yale University Press. ISBN 978-0-300-28429-4.
  • Tyerman, Christopher (2007) [2006]. God's War: A History of the Crusades. Penguin Books. ISBN 978-0-1402-6980-2.
  • Tyerman, Christopher (2011). The Debate on the Crusades, 1099–2010. Issues in Historiography. Manchester University Press. ISBN 978-0-7190-7320-5.
  • Tyerman, Christopher (2019). The World of the Crusades: An Illustrated History. Yale University Press. ISBN 978-0-3002-1739-1.
  • Wicks, Jared (September 1967). "Martin Luther's Treatise on Indulgences". Theological Studies. 28 (3): 481–518. doi:10.1177/004056396702800302.

Bacaan tambahan

  • Boas, Adrian J., ed. (2016). The Crusader World. The Routledge Worlds. Routledge. ISBN 978-0-415-82494-1.
  • Maier, Christophe T. (2010). Crusade Propaganda and Ideology: Model Sermons for the Preaching of the Cross. Cambridge University Press. doi:10.1017/CBO9780511496554. ISBN 978-0-5114-9655-4.
  • Nicholson, Helen J, ed. (2005). Palgrave Advances in the Crusades. Palgrave Macmillan. doi:10.1057/9780230524095. ISBN 978-1-4039-1237-4.
  • Polk, William R. (2018). Crusade and Jihad: The Thousand-Year War Between the Muslim World and the Global North. The Henry L. Stimson Lectures Series. Yale University Press. ISBN 978-0-3002-2290-6.
  • Spencer, Stephen J. (2019). Emotions in a Crusading Context, 1095-1291. Oxford University Press. ISBN 978-0-1988-3336-9.
  • Tyerman, Christopher (1995). "Were There Any Crusades in the Twelfth Century?". The English Historical Review. 110 (437). Oxford University Press: 553–577. doi:10.1093/ehr/CX.437.553. JSTOR 578335.
  • l
  • b
  • s
Negara-Negara Tentara Salib
Levans
  • Kerajaan Yerusalem
    • daerah
  • Kepangeranan Antiokhia
  • Kabupaten Edesa
  • Kabupaten Tripoli
    • Daerah lungguh Republik Genova di Jibelet
  • Kerajaan bangsa Armenia di Kilikia
  • Kerajaan Siprus
Negeri Yunani
  • Kekaisaran Latin di Konstantinople
    • Kadipaten Filipopolis
  • Kerajaan Tesalonika
  • Kepangeranan Akhaya
  • Kadipaten Atena
  • Kadipaten Neopatras
  • Kadipaten Kepulauan
  • Triarki Negroponte
  • Kabupaten Kefalonia dan Zakintos
  • Daerah Lungguh Argos dan Nauplia
  • Stato da Màr Republik Venesia
  • Ordo Kesatria Pramuhusada
    • Kesatria Pramuhusada di Rodos
  • Koloni-koloni Genova
Prusia
dan Livonia
  • Negara Kesatria Jerman*
    • Ordo Kesatria Jerman
    • Ordo Kesatria Livonia
  • Serikat Persaudaraan Pedang Livonia*
  • Keuskupan Agung Riga
  • Keuskupan Kurland
  • Keuskupan Dorpat
  • Keuskupan Ösel–Wiek
  • Tanah Dobrzyń
    • Ordo Kesatria Dobrzyń
  • Kota Bebas Riga
  • Ordo militer
  • Gerakan Perang Salib
    • Perang Salib
  • l
  • b
  • s
Abad Pertengahan di Eropa
Awal Abad Pertengahan
  • Akhir Abad Kuno
  • Bahasa Slav Gereja Lama
  • Civitas Schinesghe
  • Inggris Angelsaksen
  • Invasi Hongaria ke Eropa
  • Kadipaten Kroasia
  • Kebangkitan Islam
  • Kebangkitan Republik Venesia
  • Kekaisaran Bulgaria Pertama
  • Kekaisaran Karling
  • Kekaisaran Peranggi
  • Kekristenan pada Abad Pertengahan
    • Kristenisasi
  • Kepangeranan Agung Serbia
  • Kepangeranan Serbia
  • Kerajaan Kroasia
  • Kerajaan orang barbar
  • Keterpurukan agama Helenistis
  • Keterpurukan Kekaisaran Romawi Barat
  • Negara Gereja
  • Periode Migrasi
  • Pertumbuhkembangan Kekaisaran Romawi Timur
  • Reconquista
  • Rus Kiev
  • Zaman Viking
Puncak Abad Pertengahan
  • Feodalisme
  • Invasi Mongol ke Eropa
  • Kebangkitan Republik Genova
  • Kekaisaran Bulgaria Kedua
  • Kekaisaran Georgia
  • Kekaisaran Romawi Suci
  • Kerajaan Hongaria
  • Kerajaan Polandia
  • Kerajaan Portugal
  • Kerajaan Serbia
  • Komunalisme
  • Kontroversi Investitur
  • Kroasia dalam kesatuan pribadi dengan Hongaria
  • Manorialisme
  • Penaklukan Norman
  • Perang Salib
  • Periode Hangat Abad Pertengahan
  • Perseteruan Capet–Plantagenet
  • Rahbaniyat
  • Republik Firenze
  • Skisma Akbar
  • Skolastisisme
Akhir Abad Pertengahan
  • Adat kesatria
  • Burgundia
  • Humanisme Renesans
  • Inggris
  • Kastila
  • Kebangkitan Kekaisaran Usmani
  • Kejatuhan Konstantinopel
  • Kekaisaran Serbia
  • Krisis Akhir Abad Pertengahan
    • Kelaparan Besar
  • Milan
  • Perang Mawar
  • Perang Pengikut Hus
  • Perang Seratus Tahun
  • Prajurit upahan Swis
  • Prancis
  • Skisma Barat
  • Universitas
  • Zaman Es Kecil
Kebudayaan
  • Arsitektur
  • Boga
  • Cara berperang
  • Dalam budaya populer
  • Demografi
  • Filsafat
  • Gerakan Perang Salib
  • Gereja dan negara
  • Hastiludium
  • Ilmu pengetahuan
  • Ilmu pengobatan
  • Ilmu sihir
  • Istana keliling
  • Kaum hawa
  • Kubah
  • Minstrel
  • Pengadilan lewat ujian
  • Perbudakan
  • Perburuan
  • Pertanian
  • Rumah tangga
  • Seni musik
    • Alat musik
  • Seni puisi
  • Seni rupa
  • Seni sastra
  • Tari-tarian
  • Teater
  • Teknologi
Terkait
  • Abad Kegelapan
  • Antropologi Abad Pertengahan
  • Arkeologi Abad Pertengahan
  • Daftar topik mendasar
  • Disabilitas pada Abad Pertengahan
  • Historiografi pada Abad Pertengahan
  • Istilah untuk lahan
  • Kesalahpahaman
  • Linimasa
  • Medievalisme
  • Neomedievalisme
  • Perang rakyat tani
  • Reka ulang Abad Pertengahan
  • Sejarah pascaklasik
  • Studi Abad Pertengahan
  • Category Kategori
  • l
  • b
  • s
Sejarah Eropa
Prasejarah
  • Zaman Batu Tua Eropa
  • Zaman Batu Muda Eropa
  • Zaman Perunggu Eropa
  • Zaman Besi Eropa
Zaman Klasik
  • Yunani Klasik
  • Republik Romawi
  • Zaman Helenistik
  • Kekaisaran Romawi
  • Gereja Perdana
    • Agama Kristen pada Akhir Abad Kuno
  • Krisis abad ke-3
  • Runtuhnya Kekaisaran Romawi Barat
  • Akhir Abad Kuno
Abad Pertengahan
  • Awal Abad Pertengahan
  • Zaman Migrasi
  • Agama Kristen pada Abad Pertengahan
    • Kristenisasi
  • Negeri Franka
  • Kekaisaran Romawi Timur
  • Kekaisaran Bulgaria
    • ke-1
    • ke-2
  • Kekaisaran Karoling
    • Renaisan Karoling
  • Negara-negara republik bahari
  • Zaman Viking
  • Rus Kiev
  • Kekaisaran Romawi Suci
  • Puncak Abad Pertengahan
  • Feodalisme
  • Gerakan Perang Salib
  • Perang Salib
  • Invasi Mongol
  • Kekaisaran Serbia
  • Akhir Abad Pertengahan
  • Perang Seratus Tahun
  • Uni Kalmar
  • Renaisans
Awal Zaman Modern
  • Agama Kristen pada Zaman Modern
    • Reformasi Protestan
  • Abad Penjelajahan
  • Zaman Barok
  • Perang Tiga Puluh Tahun
  • Monarki absolut
  • Kekaisaran Utsmaniyah
  • Kekaisaran Portugis
  • Kekaisaran Spanyol
  • Prancis pada Awal Zaman Modern
  • Persemakmuran Polandia-Lituania
  • Hetmanat Kozak
  • Kekaisaran Swedia
  • Republik Belanda
  • Kekaisaran Britania
  • Monarki Habsburg
  • Kekaisaran Rusia
  • Abad Pencerahan
Zaman Modern
  • Divergensi Besar
  • Revolusi Industri
  • Revolusi Prancis
  • Perang-perang Napoleon
  • Nasionalisme
  • Revolusi beruntun tahun 1848
  • Perang Dunia I
  • Revolusi Rusia
  • Periode antarperang
  • Perang Dunia II
  • Perang Dingin
  • Integrasi Eropa
Baca juga
  • Seni rupa Eropa
  • Sejarah genetis Eropa
  • Sejarah agama Kristen
  • Sejarah kawasan Laut Tengah
  • Sejarah Uni Eropa
  • Sejarah peradaban Barat
  • Sejarah bahari Eropa
  • Sejarah militer Eropa
  • l
  • b
  • s
Sejarah Gereja Katolik
Umum
  • Sejarah Gereja Katolik
  • Sejarah kelembagaan
  • Linimasa
  • Kepausan
    • keperdanaan paus
  • Konsili oikumene Katolik
    • tujuh yang terdahulu
  • Kitab Suci Katolik
    • kanon
    • Vulgata
  • Gerakan Perang Salib
  • Sejarah Kuria Roma
  • Institusi religius
  • Kerahiban Kristen
  • Budaya Katolik
    • seni rupa
    • sumbangsih bagi peradaban
  • Kota Vatikan
  • Negara Gereja
  • Gereja Latin
  • Gereja-Gereja Katolik Timur
  • Sejarah teologi Katolik
Gereja Purba
(30–325/476)
Awal Mula dan
Zaman Apostolik (30–100)
  • Jesus
    • Karya
    • Penyaliban
    • Kebangkitan
    • Amanat Agung
  • Roh Kudus
  • Maria
  • Yohanes Pembaptis
  • Para rasul dalam Perjanjian Baru
    • Pengutusan
    • Petrus
    • Yohanes
    • Paulus
  • Stefanus
  • Konsili Yerusalem
  • Pisah dari Yahudi
  • Perjanjian Baru
    • Latar belakang
    • Injil-injil
    • Kisah-kisah
    • Surat-surat Paulus
    • Surat-surat umum
    • Wahyu
Zaman Pranikea (100–325)
  • Aniaya
  • Bapa Gereja
    • Bapa Apostolik
      • Paus Klemens I
      • Polikarpus
      • Ignasius
    • Irenaeus
  • Yustinus Martir
  • Kanon
  • Tertulianus
  • Origenes
Abad Kuno
(313–476)
Gereja Raya
(180–451)
Agama negara
Kekaisaran Romawi

(380–451)
  • Konstantinus Agung
    • Agama Kristen
  • Kontroversi ajaran Arius
  • Basilika Agung Santo Yohanes Lateran
  • Bangunan lama Basilika Santo Petrus
  • Konsili Nikea I
  • Paus Silvester I
  • Konsili Konstantinopel I
  • Kanon Kitab Suci
  • Heronimus
  • Vulgata
  • Konsili Efesus
  • Konsili Kalsedon
Abad Pertengahan Awal
  • Benediktus Nursia
  • Kerahiban
  • Konsili Konstantinopel II
  • Paus Gregorius I
  • Kidung Gregorian
  • Konsili Konstantinopel III
  • Santo Bonifasius
  • Ikonoklasme Bizantin
  • Konsili Nikea II
  • Karolus Agung
  • Paus Leo III
  • Konsili Konstantinopel IV
  • Skisma Timur–Barat
Abad Pertengahan Madya
  • Paus Urbanus II
  • Kontroversi investitur
  • Bentrok dengan kekaisaran
  • Perang Salib
  • Universitas
  • Skolastisisme
  • Konsili Lateran I
  • Konsili Lateran II
  • Konsili Lateran III
  • Paus Inosensius III
  • Kekaisaran Latin
  • Fransiskus Asisi
  • Konsili Lateran IV
  • Inkuisisi
  • Konsili Lyon I
  • Konsili Lyon II
  • Bernardus Clairvaux
Abad Pertengahan Akhir
  • Tomas Aquinas
  • Paus Bonifasius VIII
  • Skisma Barat
    • Kepausan Avignon
  • Paus Klemens V
  • Konsili Vienne
  • Kesatria Haikal
  • Katerina Siena
  • Paus Aleksander VI
  • Abad Penjelajahan Samudra
Reformasi Protestan dan
Kontrareformasi
  • Reformasi Protestan
  • Kontrareformasi
  • Exsurge Domine
  • Pembubaran biara
  • Konsili Trente
  • Tomas More
  • Paus Leo X
  • Serikat Yesus
  • Ignasius Loyola
  • Fransiskus Xaverius
  • Paus Pius V
  • Misa Tridentina
  • Teresia Avila
  • Yohanes Salib
  • Petrus Kanisius
  • Filipus Neri
  • Robertus Belarminus
  • Perang agama Eropa
  • Perang Tiga Puluh Tahun
Zaman Barok sampai
Revolusi Prancis
  • Paus Inosensius XI
  • Paus Benediktus XIV
  • Pemberangusan Serikat Yesus
  • Abad Pencerahan
  • Antirohaniwan
  • Paus Pius VI
  • Pemberontakan Shimabara
  • Maklumat Nantes
  • Dekristenisasi Prancis semasa Revolusi Prancis
Abad Ke-19
  • Paus Pius VII
  • Paus Pius IX
  • Amerika Serikat
  • Dogma Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda
  • Bunda Maria La Salette
  • Bunda Maria Lourdes
  • Konsili Vatikan I
  • Infalibilitas Paus
  • Paus Leo XIII
  • Suster Maria dari Hati Ilahi
  • Doa Konsekrasi kepada Hati Kudus Yesus
  • Rerum novarum
Abad Ke-20
  • Paus Pius X
  • Bunda Maria Fatima
  • Aniaya terhadap Gereja Katolik dan Paus Pius XII
  • Paus Pius XII
  • Konsekrasi kepada Hati Tak Bernoda Maria oleh Paus Pius XII pada tahun 1942
  • Dogma Maria Diangkat ke Surga
  • Perjanjian Lateran
  • Republik Spanyol II
  • Jerman Nazi
  • Mit brennender Sorge
  • Paus Yohanes XXIII
  • Pacem in terris
  • Konsili Vatikan II
  • Oikumene
  • Yahudi
  • Paus Paulus VI (penobatan)
  • Paus Yohanes Paulus I
  • Bunda Teresa
  • Uni Sovyet
  • Paus Yohanes Paulus II
  • HIV/AIDS
  • Hari Orang Muda Sedunia
    • 1995
Abad Ke-21
  • Skandal pelecehan seksual
  • Islam
  • Hari Orang Muda Sedunia
    • 2000
    • 2002
    • 2005
    • 2008
    • 2011
    • 2013
    • 2016
    • 2019
    • 2023
  • Paus Benediktus XVI
  • Paus Fransiskus
  • Laudato si'
  • Deklarasi Havana
  • Pandemi COVID-19
  • Paus Leo XIV
  •  Portal Katolik
  • l
  • b
  • s
Sejarah Kekristenan
  • Penyebaran
  • Sejarah teologi
  • Historisitas Alkitab
  • Daftar martir Kekristenan
Abad
  • ke-1
  • ke-2
  • ke-3
  • ke-4
  • ke-5
  • ke-6
  • ke-7
  • ke-8
  • ke-9
  • ke-10
  • ke-11
  • ke-12
  • ke-13
  • ke-14
  • ke-15
  • ke-16
  • ke-17
  • ke-18
  • ke-19
  • ke-20
  • ke-21
The Nicene Creed at the First Council of Nicaea
Gereja perdana
Awal mula
dan Zaman Apostolik
  • Latar belakang
  • Kronologi kehidupan Yesus
    • Kelahiran
    • Kehidupan
    • Pembaptisan
    • Pelayanan
    • Penyaliban
    • Kebangkitan
    • Amanat Agung
    • Kenaikan
    • Kesejarahan
  • Roh Kudus
  • Para rasul dalam Perjanjian Baru
  • Umat Kristen Yahudi
    • Perpecahan
  • Rasul Paulus
  • Konsili Yerusalem
    • Injil
    • Kisah Para Rasul
    • Surat-surat Paulus
    • Surat-surat umum
    • Wahyu
Periode pra-Nikea
  • Keragaman teologi
    • Adopsionisme
    • Arianisme
    • Doketisme
    • Donatisme
    • Gnostisisme
    • Marsionisme
    • Montanisme
  • Perkembangan Kanon
  • Penganiayaan
  • Bapa Apostolik dan Bapa Gereja
    • Klemens
    • Polikarpus
    • Ignatius
    • Ireneus
    • Yustinus Martir
    • Tertulianus
    • Origenes
  • Gereja Raya
  • Afrika
  • Pengikut Tomas
Kuno akhir
  • Konstantinus I
    • dan Kekristenan
    • Pergeseran
  • Gereja negara Kekaisaran Romawi
  • Monastisisme
  • Konsili
  • Nikea
    • Kredo
    • Kekristenan
  • Athanasius
  • Hieronimus
  • Augustinus
  • Konstantinopel I
  • Efesus
  • Kalsedon
  • Kalsedonisme
  • Non-Kalsedonisme
  • Kanon Alkitab
Kristen Katolik
(Garis waktu)
  • Kepausan
    • Perkembangan keutamaan
    • Penentangan Ortodoks Timur
  • Damai Tuhan
  • Gerakan Perang Salib
  • Lateran IV
  • Leo X
  • Kontra-Reformasi
    • Trento
    • Seni Rupa
    • Yesuit
      • Fransiskus Xaverius
  • Thomas More
  • Pembubaran Biara
  • Perang
  • Batu misa dan lubang imam
  • Guadalupe
  • Jansenisme
  • Molinisme
  • Neo-skolastisisme
  • Teresa
  • Modernisme
  • Gereja Katolik Bebas
  • Vatikan I dan Vatikan II
    • Komunitas gerejawi
Kekristenan
Timur
  • Ortodoks Timur
    • Sejarah
  • Ortodoks Oriental
    • Sejarah
  • Gereja di Timur
  • Krisostomus
  • Nestorianisme
  • Ikon
    • Ikonodul
    • Ikonoklasme
  • Skisma Timur-Barat
  • Kejatuhan Konstantinopel
  • Armenia
  • Georgia
  • Yunani
  • Koptik
  • Suriah
  • Etiopia
  • Utsmaniyah
  • Bulgaria
  • Rusia
  • Serbia
Abad
Pertengahan
  • Pelagianisme
  • Gregorius I
  • Keltik
  • Jermanik
    • Anglo-Saxon
    • Franka
    • Goth
    • Skandinavia
      • Islandia
  • Slav
    • Bohemia
    • Bulgaria
    • Rus' Kiev
    • Moravia
    • Polandia
    • Pomerania
  • Kontroversi Penobatan
  • Anselmus
  • Abelardus
  • Bernardus
  • Bogomilisme
  • Bosnia
  • Katarisme
  • Saudara-Saudara Apostolik
  • Dulcinianisme
  • Perang Salib
  • Waldensianisme
  • Inkuisisi
  • Skolastisisme
  • Mistisisme Kristen
  • Dominikus
  • Fransiskus
  • Bonaventura
  • Aquinas
    • Quinque viae
  • Wycliffe
  • Kepausan Avignon
  • Skisma Barat
  • Reformasi Bohemia
  • Hus
  • Konsiliarisme
    • Sinode
Reformasi
dan
Protestanisme
  • Erasmus
  • Perjamuan Kudus
  • Lima Solae
  • Debat Calvinis–Arminian
  • Arminianisme
  • Kontra
  • Perang agama Eropa
  • Nikodemit
  • Hukum dan Injil
  • Etika kerja Protestan
Lutheranisme
  • Luther
    • 95 Dalil
    • Dewan Worms
    • Teologi
    • Alkitab
  • Melanchthon
  • Buku Konkord
  • Skolatisisme
  • Perjamuan Kudus
  • Seni rupa
Calvinisme
  • Zwingli
  • Kalvin
  • Huguenot
  • Presbiterianisme
  • Skotlandia
  • Knox
  • TULIP
  • Baptisan
  • Dordrecht
  • Tiga Formula Kesatuan
  • Westminster
  • Skolatisisme
  • Mazmur metrik
Anglikan
  • Henry VIII
  • Cranmer
  • Elizabeth I
  • 39 Pasal
  • Puritan
  • Perang Saudara
  • Buku Doa Umum
  • Alkitab
Anabaptis
  • Teologi
  • Reformasi Radikal
  • Grebel
  • Saudara-Saudara Anabaptis Swiss
  • Müntzer
  • Sinode Para Martir
  • Menno Simons
  • Smyth
  • Cermin Para Martir
  • Ausbund
1640–1789
  • Kebangkitan
  • Misi
    • garis waktu
  • Baptis
  • Maklumat toleransi
  • Kongregasional
  • Kebangunan Rohani Pertama
  • Metodisme
  • Millerisme
  • Pietisme
    • Tesis Merton
  • Lutheranisme Lama dan Baru
1789–sekarang
  • Pertemuan kemah
  • Gerakan Kekudusan
  • Kebangunan Rohani Kedua
  • Gerakan Restorasionisme
  • Saksi-Saksi Yehuwa
    • Sejarah
  • Gerakan OSZA
    • Sejarah
  • Advent
    • Sejarah
  • Adventisme
  • Gerakan Oxford
  • Laestadianisme
  • Kebangunan Rohani Finlandia
  • Eksistensialisme Kristen
  • Kebangunan Rohani Ketiga
  • Kebangunan Rohani Azusa
  • Musik gospel
  • Kontroversi fundamentalis-modernis
  • Pasifisme Kristen
  • Oikumenisme
  • Gerakan Yesus
  • Pentakostalisme
  • Karismatik
  • Teologi pembebasan
  • Epistemologi Calvinisme
  • Kebangunan Rohani Keempat
  • Evangelikalisme
  • Protestan arus utama
  • Kristen sayap kiri dan sayap kanan
  • l
  • b
  • s
Kekristenan
  • Indeks
  • Garis-Garis Besar
  • Glosarium
  • Daftar tokoh Kristen
  • Menurut Negara
Alkitab
  • Kanon
  • Nabi
  • Perjanjian Lama
  • Perjanjian Baru
Dasar
  • Gereja
  • Syahadat
  • Injil
  • Perjanjian Baru
  • Tradisi
  • Ibadah
Sejarah
Lini Masa
Kristen Perdana
  • Yesus
    • Kelahiran
    • Pembaptisan
    • Karya Pelayanan
    • Khotbah di Bukit
    • Wafat
    • Kebangkitan
    • Amanat Agung
  • Para Rasul
  • Bapa-Bapa Gereja
    • Bapa-Bapa Apostolik
Gereja Raya
  • Zaman Pra-Nikea
  • Akhir Abad Kuno
  • Konstantinus Agung
  • Tujuh Konsili Ekumene Pertama
    • Nikea I
    • Kalsedon
  • Gereja Negara Kekaisaran Romawi
  • Kanon Alkitab
Abad Pertengahan
  • Kerahiban
  • Negara Gereja
  • Skisma Akbar
  • Kontroversi Investitur
  • Gerakan Perang Salib
  • Perang Salib
  • Abad Penjelajahan Samudra
Zaman Modern
  • Reformasi Protestan
  • Reformasi Katolik
  • Perang Tiga Puluh Tahun
  • Abad Pencerahan
  • Revolusi Prancis
  • Persekusi:
    • Komunis
  • Islam
Denominasi
(Daftar)
Kristen Barat
  • Adventis
  • Anabaptis
  • Anglikan
  • Baptis
  • Injili
  • Kalvinis
  • Karismatik
  • Katolik
  • Kekudusan
  • Lutheran
  • Metodis
  • Pentakosta
  • Protestan
  • Perhimpunan Handai Tolan
Kristen Timur
  • Ortodoks Timur
  • Ortodoks Oriental (Miafisit)
  • Gereja di Timur (Nestorian)
  • Katolik Timur
Restorasionis
  • Saksi Yehuwa
  • Gerakan Orang Suci Zaman Akhir
  • Iglesia ni Cristo
Teologi
  • Allah
    • Tritunggal
    • Bapa
    • Anak/Putra
    • Roh Kudus
  • Kristologi
  • Syahadat Nikea
  • Tradisi Suci
  • Dosa Asal
  • Keselamatan
  • Lahir Baru
  • Ibadat
  • Mariologi
    • Teotokos
  • Orang Kudus
  • Eklesiologi
    • Empat Tanda
    • Tubuh Kristus
    • Satu Gereja Sejati
    • Umat Allah
    • Hukum Kanon
  • Sakramen
    • Baptis
    • Ekaristi/Perjamuan Kudus
    • Perkawinan
    • Krisma/Peneguhan Sidi
    • Tobat/Pengakuan Dosa
    • Pengurapan Orang Sakit
    • Imamat Kudus
  • Misi
  • Pembasuhan
    • Kesehatan
Filsafat
  • Hukum Kodrati
  • Etika
  • Ilmu Pengetahuan
    • Evolusi
  • Politik
  • Pandangan tentang miskin dan kaya
Lain-lain
Kebudayaan
  • Arsitektur
    • Arsitektur katedral dan gereja besar
  • Bendera
  • Seni rupa
    • Yesus
    • Maria
  • Sastra
  • Musik
  • Bangunan gereja
    • Katedral
  • Peran dalam peradaban
  • Baca juga:
  • Hubungan dengan agama-agama lain
  • Kristen budaya
  • Kritik
  • Aniaya
Gerakan
  • Asketisme
  • Karismatik
  • Demokrasi Kristen
  • Lingkungan Hidup
  • Eksistensialisme
  • Fundamentalisme
  • Pembebasan
  • Kiri/Kanan
  • Pasifisme
  • Kemakmuran
Kerja Sama
  • Dunia Kristen
  • Ekumenisme
    • Charta Oecumenica
    • Dewan Gereja Sedunia
    • Aliansi Injili Sedunia
  • Nondenominasionalisme
  •  Portal Kristen
  • Wikipedia book Buku
  • Category Kategori
Portal
Akses topik terkait
  • Portal Kristen
  • Portal Islam
  • Portal Sejarah
  • Portal Agama

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang
  2. Teori-teori perang yang sah dari zaman klasik
  3. Tiga tatanan peradaban
  4. Perang suci dan ketakwaan
  5. Pembenahan tatanan hidup bergereja
  6. Situasi dunia menjelang perang salib pertama
  7. Memikul salib
  8. Hak istimewa
  9. Baca juga
  10. Keterangan
  11. Rujukan
  12. Kepustakaan
  13. Bacaan tambahan

Artikel Terkait

Perang Salib

perang-perang agama di Timur Tengah dan Eropa antara abad ke-15 sampai abad ke-17

Perang Salib Pertama

artikel daftar Wikimedia

Negara-negara Tentara Salib

negara-negara Kristen di Levant, 1098–1291

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026