Teologi Perjamuan Kudus adalah cabang teologi Kristen yang membahas makna, tujuan, dan implikasi spiritual dari Perjamuan Kudus atau Ekaristi. Perjamuan Kudus dipandang sebagai salah satu sakramen utama dalam banyak tradisi Kristen dan memiliki perbedaan penafsiran teologis antara denominasi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Agustus 2025) |
Perjamuan Terakhir karya Leonardo da Vinci | |
| Jenis | Teologi Kristen |
|---|---|
| Penggolongan | Kristen |
| Teologi | Kristologi, Soteriologi |
Teologi Perjamuan Kudus adalah cabang teologi Kristen yang membahas makna, tujuan, dan implikasi spiritual dari Perjamuan Kudus atau Ekaristi. Perjamuan Kudus dipandang sebagai salah satu sakramen utama dalam banyak tradisi Kristen dan memiliki perbedaan penafsiran teologis antara denominasi.[1]
Perjamuan Kudus berakar pada Perjamuan Terakhir yang dilakukan Yesus bersama para murid-Nya sebelum penyaliban. Dalam perjamuan itu, Yesus memberikan roti dan anggur sebagai lambang tubuh dan darah-Nya. Tradisi ini kemudian menjadi bagian sentral dalam ibadah Kristen.[2]
Gereja Katolik mengajarkan doktrin transubstansiasi, yaitu perubahan hakikat roti dan anggur menjadi tubuh dan darah Kristus, meskipun rupa lahiriahnya tetap sama.[3]
Gereja Ortodoks Timur juga memandang Ekaristi sebagai kehadiran nyata Kristus, tetapi tidak mendefinisikan prosesnya secara filosofis seperti transubstansiasi. Misteri ini dianggap sakral dan tidak dapat dijelaskan sepenuhnya dengan akal manusia.[4]
Pandangan Protestan beragam:
Perjamuan Kudus dipandang sebagai sarana anugerah yang memperbarui iman dan mempererat persatuan jemaat dengan Kristus. Dalam tradisi Katolik dan Ortodoks, perayaan Ekaristi juga dipandang sebagai partisipasi dalam pengorbanan Kristus di salib.[1]