Perjanjian Lateran adalah salah satu dari bagian dari Pakta Lateran 1929, perjanjian kesepakatan antara Kerajaan Italia di bawah pemerintahan Raja Vittorio Emanuele III dan Takhta Suci di bawah kepemimpinan Paus Pius XI untuk mengakhiri Permasalahan Roma yang telah ada sejak dulu. Perjanjian dan pakta terkait dinamakan berdasarkan tempat ditandatanganinya pada tanggal 11 Februari 1929 di Istana Lateran, dan kemudian diratifikasi oleh Parlemen Italia pada tanggal 7 Juni 1929. Perjanjian tersebut mengakui Kota Vatikan sebagai negara yang merdeka di bawah kedaulatan Takhta Suci. Pemerintah Italia juga setuju untuk memberikan kompensasi finansial kepada Gereja Katolik Roma atas hilangnya wilayah Negara Kepausan. Pada tahun 1948, Perjanjian Lateran diakui dalam Undang-Undang Dasar Italia untuk mengatur hubungan antara negara dan Gereja Katolik.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Delegasi Vatikan dan Italia sebelum menandatangani perjanjian | |
| Jenis | Perjanjian bilateral |
|---|---|
| Konteks | Pembentukan negara kepausan di Semenanjung Italia |
| Ditandatangani | 11 Februari 1929 (1929-02-11) |
| Lokasi | Roma, Italia |
| Efektif | 7 Juni 1929 |
| Syarat | Ratifikasi oleh Takhta Suci dan Kerajaan Italia |
| Penanda tangan | |
| Bahasa | Italia |
| Artikel ini merupakan bagian dari seri |
| Kota Vatikan |
|---|
Perjanjian Lateran (bahasa Italia: Patti Lateranensicode: it is deprecated ; bahasa Latin: Pacta Lateranensiacode: la is deprecated ) adalah salah satu dari bagian dari Pakta Lateran 1929, perjanjian kesepakatan antara Kerajaan Italia di bawah pemerintahan Raja Vittorio Emanuele III dan Takhta Suci di bawah kepemimpinan Paus Pius XI untuk mengakhiri Permasalahan Roma yang telah ada sejak dulu. Perjanjian dan pakta terkait dinamakan berdasarkan tempat ditandatanganinya pada tanggal 11 Februari 1929 di Istana Lateran,[1] dan kemudian diratifikasi oleh Parlemen Italia pada tanggal 7 Juni 1929. Perjanjian tersebut mengakui Kota Vatikan sebagai negara yang merdeka di bawah kedaulatan Takhta Suci. Pemerintah Italia juga setuju untuk memberikan kompensasi finansial kepada Gereja Katolik Roma atas hilangnya wilayah Negara Kepausan.[2] Pada tahun 1948, Perjanjian Lateran diakui dalam Undang-Undang Dasar Italia untuk mengatur hubungan antara negara dan Gereja Katolik.[3]
Pakta Lateran sering ditampilkan sebagai tiga perjanjian: perjanjian konsiliasi 27 pasal, konvensi keuangan tiga pasal, dan konkordat 45 pasal.[4][5][6][7] Namun, situs web Takhta Suci menyajikan konvensi keuangan sebagai lampiran dari perjanjian konsiliasi, dengan mempertimbangkan pakta tersebut sebagai dua dokumen:[8]