Surat Yohanes yang Ketiga adalah bagian kitab ketiga terakhir dari Perjanjian Baru dalam Alkitab Kristen secara keseluruhan, dan dikaitkan dengan Yohanes Penginjil, yang secara tradisional dianggap sebagai penulis Injil Yohanes dan dua surat Yohanes lainnya. Merupakan surat yang ditujukan untuk melawan para pemimpin palsu yang menganggu kehidupan jemaat. Surat ini ditulis oleh "pemimpin jemaat" kepada seorang pemuka jemaat yang bernama Gayus. Penulis surat ini memuji Gayus karena bantuannya kepada orang-orang Kristen lainnya. Ia juga memperingatkan Gayus terhadap seorang laki-laki bernama Diotrefes. Gayus dalam 3 Yohanes tidak diketahui secara jelas, yang cukup jelas hanyalah ia memegang peranan penting dalam jemaat setempat. Surat ini ditutup seperti 2 Yohanes. Dikirim salam dari teman-teman Gayus dan kepada sahabat-sahabat ditempat tinggal yang isinya adalah bagaimana seharusnya hidup berjemaat.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


| Surat Yohanes yang Ketiga | |
|---|---|
Gambar Rasul Yohanes di minuscule 482. | |
| Kitab | Surat 3 Yohanes |
| Kategori | Surat-surat umum |
| Bagian Alkitab Kristen | Perjanjian Baru |
| Urutan dalam Kitab Kristen | 25 |
| Bagian dari Alkitab Kristen | ||||
| Perjanjian Baru | ||||
|---|---|---|---|---|
|
|
||||
| Bagian dari serial artikel tentang |
| Yohanes dalam Alkitab |
|---|
| Kesusastraan Yohanes |
| Kepengarangan |
| Kesusastraan terkait |
| Lihat pula |
Surat Yohanes yang Ketiga[a] adalah bagian kitab ketiga terakhir dari Perjanjian Baru dalam Alkitab Kristen secara keseluruhan, dan dikaitkan dengan Yohanes Penginjil, yang secara tradisional dianggap sebagai penulis Injil Yohanes dan dua surat Yohanes lainnya. Merupakan surat yang ditujukan untuk melawan para pemimpin palsu yang menganggu kehidupan jemaat.[4] Surat ini ditulis oleh "pemimpin jemaat" (Rasul Yohanes) kepada seorang pemuka jemaat yang bernama Gayus.[4] Penulis surat ini memuji Gayus karena bantuannya kepada orang-orang Kristen lainnya.[4] Ia juga memperingatkan Gayus terhadap seorang laki-laki bernama Diotrefes.[4] Gayus dalam 3 Yohanes tidak diketahui secara jelas, yang cukup jelas hanyalah ia memegang peranan penting dalam jemaat setempat.[5] Surat ini ditutup seperti 2 Yohanes. Dikirim salam dari teman-teman Gayus dan kepada sahabat-sahabat ditempat tinggal yang isinya adalah bagaimana seharusnya hidup berjemaat.[5]
Surat 3 Yohanes sebetulnya merupakan sebuah kesatuan dengan surat 2 Yohanes.[6] Pengarang surat ini menyebut dirinya penatua (3 Yoh 1).[6] Sebutan penatua sebetulnya menunjuk pada dua kemungkinan:[4]
Surat ini diyakini ditulis antara tahun 60-65 M.[7] Pendapat lain memberi perkiraan tahun 90-100.[8]
Surat Yohanes yang ketiga memiliki masalah dan situasi yang sama dengan Surat 1 Yohanes dan 2 Yohanes.[9] Dalam surat ini juga terdapat pengajar-pengajar palsu yang mengajarkan ajaran yang bertentangan dengan kekristenan.[9] Dengan demikian, surat ini memiliki maksud untuk memperingatkan para pembacanya agar siap siaga menghadapi para pengajar sesat.[9]
Dalam surat ini, terdapat seorang tokoh yang berperan yaitu yang bernama Gayus.[10] Sang penatua dalam surat ini memuji kebaikan Gayus sebagai contoh yang patut ditiru.[10] Dia menyatakan tindakan menolong para utusan gerejawi merupakan tindakan yang seharusnya dilakukan seluruh umat Kristen.[10] Dalam hubungan ini, yaitu menolong para utusan, Gayus telah mengambil bagian dalam pekerjaan untuk kebenaran.[10]
Surat Yohanes yang Ketiga | ||
| Didahului oleh: Surat 2 Yohanes |
Perjanjian Baru Alkitab |
Diteruskan oleh: Surat Yudas |