Suku Rambang adalah salah satu kelompok etnis yang mayoritas bermukim di Provinsi Sumatera Selatan. Masyarakat Melayu Rambang mendiami wilayah Kota Prabumulih, Kabupaten Muara Enim yang tersebar di wilayah Kecamatan Rambang, Kecamatan Rambang Niru, Kecamatan Empat Petulai Dangku dan Kecamatan Lubai, serta Kabupaten Ogan Ilir di Kecamatan Rambang Kuang dan daratan yang masih bersinggungan dengan Sungai Rambang. Asal-usul dan Persebaran
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Jumlah populasi | |
|---|---|
| 144.986[1] | |
| Daerah dengan populasi signifikan | |
| Bahasa | |
| Asli Melayu Tengah | |
| Agama | |
| Islam | |
| Kelompok etnik terkait | |
| Ogan, Melayu Basemah, Melayu Enim, Melayu Semende |
Suku Rambang (Rambang; Jawi: ملايو رمبڠ) adalah salah satu kelompok etnis yang mayoritas bermukim di Provinsi Sumatera Selatan.[2][3] Masyarakat Melayu Rambang mendiami wilayah Kota Prabumulih, Kabupaten Muara Enim yang tersebar di wilayah Kecamatan Rambang, Kecamatan Rambang Niru, Kecamatan Empat Petulai Dangku dan Kecamatan Lubai, serta Kabupaten Ogan Ilir di Kecamatan Rambang Kuang dan daratan yang masih bersinggungan dengan Sungai Rambang. Asal-usul dan Persebaran
Nama "Rambang" sendiri diyakini berasal dari nama Sungai Rambang, sebuah sungai yang mengalir di wilayah tempat suku ini menetap.
Sungai tersebut memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, baik sebagai sumber air, jalur transportasi, maupun pusat aktivitas ekonomi.
Oleh karena itu, masyarakat yang bermukim di sekitarnya kemudian dikenal sebagai "Orang Rambang".
Sejak dahulu, Suku Rambang dikenal sebagai masyarakat agraris. Marga-marga yang termasuk kedalam suku ini : marga Rambang kapak tengah,marga lubai ,marga Rambang IV suku,marga Rambang niru,marga lubuk keliat.
Struktur Sosial dan Adat Istiadat
Suku Rambang menganut sistem kekerabatan patrilineal, di mana garis keturunan dihitung dari pihak ayah. Dalam kehidupan bermasyarakat, mereka menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan, gotong royong, dan musyawarah.
Dalam menyelesaikan masalah, masyarakat lebih memilih jalan damai melalui adat dan tokoh masyarakat ketimbang jalur hukum formal.
Upacara adat seperti pernikahan, khitanan, dan panen raya masih dijalankan dengan khidmat.
Dalam Kesehariannya suku Melayu Rambang berbicara menggunakan bahasa Melayu Rambang. Bahasa Melayu Rambang sendiri merupaka bahasa yang tergabung dalam kelompok Bahasa Melayu Tengah yang berdialek "E" pada setiap akhir kata.