Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiDaftar Perdana Menteri Indonesia
Artikel Wikipedia

Daftar Perdana Menteri Indonesia

Perdana Menteri Republik Indonesia adalah jabatan politik di Indonesia yang ada dari tahun 1945 hingga 1966. Selama periode ini, perdana memimpin kabinet Indonesia, salah satu dari tiga cabang pemerintahan bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden. Setelah mengeluarkan dekrit pada tahun 1959, Presiden Soekarno mengambil alih peran dan wewenang perdana menteri hingga ia mengundurkan diri pada tahun 1966.

kepala pemerintahan Indonesia pada masa Revolusi Nasional hingga berakhirnya masa Demokrasi Terpimpin
Diperbarui 16 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Daftar Perdana Menteri Indonesia
Perdana Menteri Republik Indonesia
Lambang negara Indonesia
Bendera Indonesia
Pejabat pertama
Sutan Sjahrir
14 November 1945 – 27 Juni 1947
GelarYang Mulia
Anggota
  • Kabinet
  • Komite Nasional Indonesia Pusat
  • Dewan Perwakilan Rakyat
KediamanGedung Pancasila
KantorJakarta
Ditunjuk olehPresiden
Dasar hukum
  • Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (Maklumat Wakil Presiden No. X)
  • Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia
Pejabat perdanaSutan Sjahrir
Dibentuk14 November 1945
Pejabat terakhir
  • Djoeanda Kartawidjaja (resmi)
  • Soekarno (tidak resmi)
Jabatan dihapus
  • 9 Juli 1959 (Landasan konstitusional dicabut)
  • 25 Juli 1966 (Pengunduran diri Soekarno)
WakilWakil Perdana Menteri Indonesia

Perdana Menteri Republik Indonesia adalah jabatan politik di Indonesia yang ada dari tahun 1945 hingga 1966. Selama periode ini, perdana memimpin kabinet Indonesia, salah satu dari tiga cabang pemerintahan bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden. Setelah mengeluarkan dekrit pada tahun 1959, Presiden Soekarno mengambil alih peran dan wewenang perdana menteri hingga ia mengundurkan diri pada tahun 1966.

Sejarah

Undang-Undang Dasar 1945 menyatakan bahwa Indonesia menggunakan sistem presidensial dalam menjalankan roda pemerintahan. Dengan demikian, tidak ada ketentuan secara konstitusional bahwa pemerintahan dipimpin oleh Perdana Menteri, melainkan dipegang oleh Presiden yang juga kepala negara. Pada awal kemerdekaan, posisi Perdana Menteri justru diadakan untuk memimpin kabinet dan jalannya pemerintahan. Kemudian, jabatan Perdana Menteri dijamin oleh Pasal 52 UUD Sementara 1950. Perdana Menteri ditunjuk atas kewenangan Presiden dan ditugaskan untuk menangani anggaran belanja pemerintah dan bertanggung jawab atas kabinet, serta bertanggung jawab kepada Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Dalam praktik pemerintahannya, Perdana Menteri bertanggung jawab kepada Badan Pekerja-Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP) atau Dewan Perwakilan Rakyat Sementara (DPRS) dan perlu bermusyawarah dengan Presiden sebelum membuat kebijakan baru ataupun keputusan besar. Namun, apabila Perdana Menteri bersitegang dengan BP-KNIP atau Presiden, maka lembaga lain dapat dipilih sebagai alternatif.

Pada 5 Juli 1959, Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden yang menyatakan bahwa, karena ketidakmampuan Konstituante untuk mencapai mayoritas dua pertiga, UUD 1945 akan diberlakukan kembali, ini dihapus landasan konstitusional bagi kantor Perdana Menteri. Namun, pada tanggal 9 Juli pada tahun yang sama, Sukarno mengambil jabatan Perdana Menteri selain Kepresidenan, kemudian menggunakan kalimat "Saya Menteri Presiden dan Perdana" sebagai pesan yang dominan dalam pidato-pidatonya setelah kudeta yang gagal terhadap pemerintah pada tahun 1965 dan pelepasan dokumen mentransfer semua kekuatan politik untuk Soeharto, Soekarno kehilangan gelar Perdana Menteri bersama-sama dengan Presiden tersebut.

Wacana Sistem Semi Presidensial

Isu dan wacana muncul seiring dengan dorongan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) untuk mengamendemen kelima UUD 1945. Salah satunya adalah wacana sistem semi-presidensil. Adnan Buyung Nasution, pengamat politik dan aktivis Indonesia mengusulkan sistem semi presidensial hubungan perdana menteri dan presiden adalah simbiosis mutualisme. Sistem semi-presidensil menjadi solusi dari lemahnya kekuasaan presiden dan begitu kuatnya kekuasaan DPR dari hasil amendemen konstitusi empat kali sehingga DPR sering 'menyandera' kebijakan presiden.[1]

Daftar

No. urut Perdana Menteri
(lahir–meninggal)
Potret Mulai menjabat Akhir menjabat Partai
1 Sutan Sjahrir
(1909–1966)
14 November 1945 12 Maret 1946 Partai Sosialis
12 Maret 1946 2 Oktober 1946
2 Oktober 1946 3 Juli 1947
2 Amir Sjarifoeddin
(1907–1948)
3 Juli 1947 11 November 1947 Partai Sosialis
11 November 1947 29 Januari 1948
3 Mohammad Hatta
(1902–1980)
29 Januari 1948 19 Desember 1948 Nonpartisan
Syafruddin Prawiranegara[a] 19 Desember 1948 14 Juli 1949 –
(3) Mohammad Hatta 14 Juli 1949 4 Agustus 1949 Nonpartisan
4 Agustus 1949 20 Desember 1949
20 Desember 1949 6 September 1950
– Soesanto Tirtoprodjo
(Penjabat Sementara)
(1900–1967)
20 Desember 1949 21 Januari 1950 Partai Nasional Indonesia
4 Abdoel Halim
(1911–1987)
21 Januari 1950 6 September 1950 Nonpartisan
5 Mohammad Natsir
(1908–1993)
6 September 1950[2] 21 April 1951 Partai Masyumi
6 Soekiman Wirjosandjojo
(1898–1974)
26 April 1951 1 April 1952 Partai Masyumi
7 Wilopo
(1909–1981)
1 April 1952 30 Juli 1953 Partai Nasional Indonesia
8 Ali Sastroamidjojo
(1903–1976)
30 Juli 1953 12 Agustus 1955 Partai Nasional Indonesia
9 Burhanuddin Harahap
(1917–1987)
12 Agustus 1955 24 Maret 1956 Partai Masyumi
10 Ali Sastroamidjojo 24 Maret 1956 9 April 1957 Partai Nasional Indonesia
11 Djoeanda Kartawidjaja
(1911–1963)
9 April 1957[3] 6 Juli 1959 Nonpartisan

Catatan

  1. ↑ Perdana Menteri petahana Republik Indonesia Mohammad Hatta ditangkap dan diasingkan oleh pihak sekutu Belanda pada tanggal 19 Desember 1948. kemudian pemerintahan dilanjutkan oleh Kabinet Darurat yang dipimpin oleh Syafruddin Prawiranegara

Jabatan lain yang terkait

Pejabat
(lahir–wafat)
Potret Mulai menjabat Akhir menjabat Partai
Djuanda Kartawidjaja
(Menteri Pertama)
(1911–1963)
9 Juli 1959 13 November 1963 Nonpartisan
Soekarno

(Pemimpin Kabinet) (1901-1970)

9 Juli 1959 25 Juli 1966 Nonpartisan
Soeharto
(Ketua Presidium Kabinet)
(1921–2008)
25 Juli 1966 17 Oktober 1967 ABRI
(Sekber Golkar)

Lihat pula

Artikel ini adalah bagian dari seri
Politik dan Ketatanegaraan
Republik Indonesia
(Negara Kesatuan Republik Indonesia)
Hukum
Ideologi

  • Pancasila
Konstitusi

  • Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Peraturan Perundang-Undangan
  • Ketetapan MPR (Tap MPR)
  • Undang-Undang (UU)
  • Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu)
  • Peraturan Pemerintah (PP)
  • Peraturan Presiden (Perpres)
  • Peraturan Daerah (Perda)
    • Provinsi
    • Kabupaten/Kota
Hirarki Lembaga Negara
  • Organ Lapis Pertama
  • Organ Lapis Kedua
  • Organ Lapis Ketiga
Pemerintahan Pusat
Legislatif

  • Majelis Permusyawaratan Rakyat
  • Ketua: Ahmad Muzani (Gerindra)

  • Dewan Perwakilan Rakyat
  • Ketua: Puan Maharani (PDI-P)

  • Dewan Perwakilan Daerah
  • Ketua: Sultan Bachtiar Najamudin (Independen)
Eksekutif

  • Presiden Indonesia
  • Prabowo Subianto Djojohadikusumo (Gerindra)
    • Riwayat

  • Wakil Presiden Indonesia
  • Gibran Rakabuming Raka (Independen)
    • Riwayat

  • Kabinet
  • Petahana: Merah Putih
  • Menteri
  • Pejabat setingkat menteri
Yudikatif

  • Mahkamah Agung
  • Ketua: Sunarto

  • Mahkamah Konstitusi
  • Ketua: Suhartoyo

  • Komisi Yudisial
  • Ketua: Amzulian Rifai

  • Badan peradilan
  • (di bawah Mahkamah Agung)
  • Peradilan umum
  • Peradilan agama
  • Peradilan tata usaha negara
  • Peradilan militer
  • Khusus: Pengadilan khusus
Lembaga Lain

  • Badan Pemeriksa Keuangan
  • Ketua: Isma Yatun

  • Lembaga menurut UUD secara implisit
  • Dewan Pertimbangan Presiden
  • Komisi Pemilihan Umum
  • Bank Indonesia

  • Alat Negara
  • Tentara Nasional Indonesia
    • Angkatan Darat
    • Angkatan Laut
    • Angkatan Udara
  • Kepolisian Negara Republik Indonesia
Pemerintahan Daerah
Pembagian Administratif
  • Provinsi
  • Khusus: Daerah Khusus
  • Daerah Istimewa
  • Daftar: Umum
  • Ibu Kota
  • Lambang
  • IPM
  • PDRB
  • Titik Tertinggi

  • Kabupaten
  • Kota
  • Khusus: Kabupaten administrasi
  • Kota administrasi
  • Daftar: Umum
  • Provinsi
  • Lambang
  • Hanya Kabupaten
    • Waktu Pembentukan
  • Hanya Kota
    • Provinsi
    • Luas Wilayah
    • Jumlah Penduduk
    • Kepadatan Penduduk
    • Hari Jadi
  • Wilayah Metropolitan

  • Kecamatan
  • Desa/kelurahan
    • Daftar
    • Istilah Khusus
Kepala Daerah
  • Gubernur
  • Daftar: Petahana
  • Riwayat
  • Wakil gubernur
    • Riwayat

  • Bupati
  • Daftar: Riwayat
  • Wakil bupati
    • Riwayat

  • Wali Kota
  • Daftar: Riwayat
  • Wakil wali kota
    • Riwayat
Legislatif Daerah
  • Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
  • Provinsi
    • Daftar
  • Kabupaten/Kota
    • Daftar
Politik Praktis
Pemilihan Umum
  • Pemilihan Legislatif
  • 2029
  • 2024
  • 2019
  • 2014
  • 2009
  • 2004
  • 1999
  • 1997
  • 1992
  • 1987
  • 1982
  • 1977
  • 1971
  • 1955

  • Pemilihan Presiden
  • 2029
  • 2024
  • 2019
  • 2014
  • 2009
  • 2004
  • Tak langsung: 1999
  • 1998
  • 1993
  • 1988
  • 1983
  • 1978
  • 1973
  • 1968
  • 1963
  • 1945
Pemilihan Lokal
  • Pemilihan Legislatif Daerah
  • 1957–1958

  • Pemilihan Kepala Daerah
  • 2029
  • 2024
  • 2020
  • 2018
  • 2017
  • 2015
  • 2013
  • 2012
  • 2011
  • 2010
  • 2008
  • 2007
  • 2006
  • 2005

  • Undang-Undang
  • Daerah Pemilihan
Partai Politik
  • Daftar partai
  • Pemimpin partai
  • Tokoh Partai
  • Komposisi dalam DPR
  • Koalisi
  • Sayap Pemuda
  • Partai yang Bubar
Kebijakan luar negeri
Hubungan internasional
  • Bilateral
    (negara individu)

  • Multilateral
  • Keanggotaan: ASEAN
  • PBB
  • APEC
  • G20
  • Nonblok
  • WTO
  • BRICS
  • Kerja sama: Uni Eropa
Perwakilan Diplomatik
  • Dari Indonesia
  • Lengkap
  • Kedutaan Besar
  • Konsulat Jenderal
  • Konsulat

  • Untuk Indonesia
  • Lengkap
  • Kedutaan Besar
  • Konsuler di Surabaya
  •  Portal Indonesia
  •  Portal Politik
  • Negara lainnya
  • Atlas
  • l
  • b
  • s
  • Indonesia
  • Sejarah Indonesia
  • Politik Indonesia
  • Daftar tokoh Indonesia
  • Daftar Presiden Indonesia
  • Daftar Wakil Presiden Indonesia
  • Daftar Wakil Perdana Menteri Indonesia
  • Daftar kabinet Indonesia
  • Sejarah Lembaga Kepresidenan Indonesia
  • Daftar ibu dan bapak negara Indonesia

Referensi

  1. ↑ "Buyung Wacanakan Sistem Semi-Presidensil dengan Perdana Menteri". detiknews. Diakses tanggal 2024-07-08.
  2. ↑ Feith, Herbert. The Decline of Constitutional Democracy in Indonesia. hal 168
  3. ↑ Mimbar Penerangan. Departemen Penerangan Republik Indonesia. 27 Agustus 1957. hlm. 208.
Bibliografi
  • Abdullah, Taufik (2009). Indonesia: Towards Democracy. Singapore: Institute of South-East Asian Studies. ISBN 978-981-230-365-3. OCLC 646982290. Diakses tanggal 13 July 2011.
  • Kahin, George McTurnan (1952). Nationalism and Revolution in Indonesia. Ithaca, New York: Cornell University Press. ISBN 0-8014-9108-8.
  • Cribb, Robert; Kahin, Audrey (2004). Historical Dictionary of Indonesia. Scarecrow Press Inc. ISBN 978-0-8108-4935-8.
  • Pringgodigdo, Abdul Karim (1957). The office of President in Indonesia as defined in the three constitutions, in theory and practice. Ithaca, New York: Cornell University.
  • Ricklefs, M.C. (2008) [1981]. A History of Modern Indonesia Since c.1300 (Edisi 4th). London: MacMillan. ISBN 978-0-230-54685-1.
  • Simanjuntak, P. N. H. (2003), Kabinet-Kabinet Republik Indonesia: Dari Awal Kemerdekaan Sampai Reformasi [Cabinets of the Republic of Indonesia: From the Beginning of Independence to the Reform Era], Jakarta: Djambatan, ISBN 979-428-499-8
  • Mrázek, Rudolf (1996). Sjahrir: politik dan pengasingan di Indonesia. Yayasan Obor Indonesia. ISBN 978-979-461-231-6.

Pranala luar

  • (Inggris) World Statesmen

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Wacana Sistem Semi Presidensial
  3. Daftar
  4. Catatan
  5. Jabatan lain yang terkait
  6. Lihat pula
  7. Referensi
  8. Pranala luar

Artikel Terkait

Daftar presiden Indonesia

artikel daftar presiden

Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia

pemerintahan tandingan di Sumatra Tengah (1958–1961)

Sejarah Indonesia

aspek sejarah

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026