Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Jīvitindriya

Jīvitindriya adalah istilah Buddhis yang diterjemahkan sebagai "indra kehidupan", "kemampuan kehidupan", "unsur kehidupan", "daya kehidupan", atau "vitalitas". Jīvitindriya diidentifikasi sebagai salah satu dari tujuh faktor mental universal (sabbacittasādhāraṇa-cetasika) dalam ajaran Abhidhamma Theravāda. Dalam konteks ini, jīvitindriya didefinisikan sebagai faktor-mental yang mempertahankan kehidupan citta (kesadaran/pikiran/batin) dan faktor mental lain yang menyertainya. Karakteristik dari jīvitindriya dikatakan sebagai "pengawasan tanpa henti".

Salah satu dari 7 cetasika universal
Diperbarui 1 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Terjemahan dari
Jīvitindriya
Inggrislife faculty,
vitality
Palijīvitindriyacode: pi is deprecated
Sanskertajīvitindriyacode: sa is deprecated
Tionghoa命根code: zh is deprecated
Myanmarဇီဝိတိန္ဒြိယcode: my is deprecated
Thaiชีวิตินทรีย์code: th is deprecated
(RTGS: chiwitinsi)
Vietnammạng quyềncode: vi is deprecated
Daftar Istilah Buddhis
  • l
  • b
  • s
Bagian dari Abhidhamma Theravāda
52 faktor mental (cetasika)
Buddhisme Theravāda
7 universal (sabbacittasādhāraṇa)
  • Phassa
  • Vedanā
  • Saññā
  • Cetanā
  • Ekaggatā (Samādhi)
  • Jīvitindriya
  • Manasikāra
6 sesekali (pakiṇṇaka)
  • Vitakka
  • Vicāra
  • Adhimokkha
  • Viriya
  • Pīti
  • Chanda
14 tidak baik (akusala)
  • 4 tidak baik universal (akusalasādhāraṇa):
  • Moha
  • Ahirika
  • Anottappa
  • Uddhacca
  • 3 keserakahan (lobha):
  • Lobha
  • Diṭṭhi
  • Māna
  • 4 kebencian (dosa):
  • Dosa
  • Issā
  • Macchariya
  • Kukkucca
  • 3 yang terakhir:
  • Thīna
  • Middha
  • Vicikicchā
25 indah (sobhana)
  • 19 indah universal (sobhanasādhāraṇa):
  • Saddhā
  • Sati
  • Hiri
  • Ottappa
  • Alobha
  • Adosa
    • Mettā
  • Tatramajjhattatā
    • Upekkhā
  • Kāyapassaddhi
  • Cittapassaddhi
  • Kāyalahutā
  • Cittalahutā
  • Kāyamudutā
  • Cittamudutā
  • Kāyakammaññatā
  • Cittakammaññatā
  • Kāyapāguññatā
  • Cittapāguññatā
  • Kāyujukatā
  • Cittujukatā
  • 3 penahanan diri (virati):
  • Sammāvācā
  • Sammākammanta
  • Sammā-ājīva
  • 2 tanpa batas (appamañña):
  • Karuṇā
  • Muditā
  • 1 indra kebijaksanaan (paññindriya):
  • Paññā
    • Amoha
  • l
  • b
  • s

Jīvitindriya (bahasa Pali dan Sanskerta) adalah istilah Buddhis yang diterjemahkan sebagai "indra kehidupan", "kemampuan kehidupan", "unsur kehidupan", "daya kehidupan", atau "vitalitas". Jīvitindriya diidentifikasi sebagai salah satu dari tujuh faktor mental universal (sabbacittasādhāraṇa-cetasika) dalam ajaran Abhidhamma Theravāda. Dalam konteks ini, jīvitindriya didefinisikan sebagai faktor-mental yang mempertahankan kehidupan citta (kesadaran/pikiran/batin) dan faktor mental lain yang menyertainya. Karakteristik dari jīvitindriya dikatakan sebagai "pengawasan tanpa henti" (ceaseless watching).[1][2]

Definisi

Theravāda

Bhikkhu Bodhi, dalam terjemahannya atas kitab Abhidhammatthasaṅgaha, menyatakan:

Ada dua macam indra-kehidupan, yaitu mental, yang menghidupkan keadaan-keadaan mental yang berasosiasi, dan fisik, yang menghidupkan fenomena-fenomena materi. Indra-kehidupan mental saja yang dimaksudkan sebagai sebuah cetasika. Ini memiliki karakteristik mempertahankan keadaan-keadaan mental yang berasosiasi dengannya, fungsinya membuat mereka terjadi, manifestasinya sebagai penetapan kehadiran mereka, dan sebab terdekatnya adalah keadaan-keadaan mental yang harus dipertahankan.[3]

Dalam terjemahannya atas kitab Abhidhammatthasaṅgaha, Ashin Kheminda menjelaskan bahwa jīvitindriya didefinisikan dalam empat batasan:[4]

  • Karakteristik: merawat dhamma-dhamma yang tidak terpisah dengan dirinya (attanā avinibhuttānaṃ dhammānaṃ anupālanalakkhaṇaṃ).
  • Fungsi: memastikan pergerakan dhamma-dhamma yang tidak terpisah dengan dirinya (pavattanarasa).
  • Manifestasi: penegakan dhamma-dhamma yang tidak terpisah dengan dirinya (ṭhapanapaccupaṭṭhāna).
  • Sebab-terdekat: dhamma yang harus dia topang (yāpayitabbadhammapadaṭṭhāna).

Lebih lanjut, dijelaskan:

Indra-kehidupan mental adalah faktor-mental yang menjaga dhamma-dhamma yang muncul bersamanya untuk tetap hidup. Dia disebut sebagai indra karena mempunyai kemampuan seperti seorang raja dalam mengendalikan semua dhamma-dhamma yang muncul bersamanya. Pengaruh faktor-mental ini terhadap keberlangsungan hidup dhamma-dhamma yang muncul bersamanya sangatlah dominan. Dengan karakteristiknya, dia merawat mereka walaupun harus dipahami bahwa perawatan yang dia lakukan hanya terjadi pada saat dhamma-dhamma tersebut eksis — bukan pada saat dhamma-dhamma tersebut telah lenyap. Dengan kata lain, dia menjaga supaya dhamma-dhamma yang muncul bersamanya bisa menyelesaikan tiga momen eksistensi, yaitu kemunculan, keberlangsungan, dan kelenyapan.

Kitab komentar memberikan perumpamaan indra-kehidupan seperti air yang merawat dan memastikan bunga-bunga teratai untuk tetap hidup. Bunga-bunga teratai adalah perumpamaan untuk dhamma-dhamma yang tidak terpisah dengan dirinya. Apabila tidak ada indra-kehidupan di dalam kesadaran, maka kesadaran dan faktor-faktor-mental tidak akan bisa hidup dan melangsungkan eksistensinya. Faktor-mental ini hadir di setiap jenis kesadaran, dan itulah mengapa dia disebut sebagai indra-kehidupan mental (nāma jīvitindriya) untuk membedakannya dengan pasangannya, yaitu indra-kehidupan materi (rūpa jīvitindriya)[4] ...

Mahāyāna

Dalam ajaran Buddha Mahāyāna, terdapat berbagai macam definisi untuk jīvitindriya. Kitab Dharmaskandhapādaśāstra (sebuah karya Abhidharma awal dari aliran Sarvāstivāda) mendefinisikan jīvitindriya sebagai: suatu indra (faculty) yang bertahan, berlanjut, mempertahankan, menghidupkan, dan mengoperasikan apa yang kita sebut sebagai makhluk hidup.[5]

Etimologi

Jīvitaṃ berarti "kehidupan", dan indriya berarti "indra pengendali" (controlling faculty).

Lihat pula

  • Indriya
  • Cetasika
  • Qi atau Chi

Referensi

  1. ↑ Gorkom (2010), hlm. 51 (pdf)
  2. ↑ Gorkom (2010), Definisi jīvitindriya Diarsipkan 2013-05-05 di Archive.is
  3. ↑ Bhikkhu Bodhi 2012, Kindle Locations 2222-2224.
  4. 1 2 Kheminda, Ashin (2019-09-01). Manual Abhidhamma: Bab 2 Faktor-Faktor-Mental. Yayasan Dhammavihari. hlm. 45–46. ISBN 978-623-94342-7-4. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Soonil Hwang (2006), hlm. 80

Sumber

  • Bhikkhu Bodhi (2012), A Comprehensive Manual of Abhidhamma: The Abhidhammattha Sangaha (Vipassana Meditation and the Buddha's Teachings), Independent Publishers Group Kindle Edition
  • Nina van Gorkom (2010), Cetasikas, Zolag
  • Soonil Hwang (2006), Metaphor and Literalism in Buddhism: The Doctrinal History of Nirvana, Routledge

Pranala luar

  • Definisi jīvitindriya, Nina van Gorkom
  • Definisi jīvitindriya, Soonil Hwang
  • l
  • b
  • s
   Topik Buddhisme   
  • Outline Garis besar
  • Daftar istilah
  • Indeks
  • Sejarah
  • Penyebaran
  • Garis waktu
  • Sidang Buddhis
  • Jalur Sutra
  • Anak benua India
Buddhisme awal
  • Prasektarian
  • Aliran awal
    • Mahāsāṁghika
    • Sthaviravāda
  • Kitab awal
    • Nikāya
    • Āgama
Benua
  • Asia Tenggara
  • Asia Timur
  • Asia Tengah
  • Timur Tengah
  • Dunia Barat
  • Australia
  • Oseania
  • Amerika
  • Eropa
  • Afrika
Populasi signifikan
  • Tiongkok
  • Thailand
  • Jepang
  • Myanmar
  • Sri Lanka
  • Vietnam
  • Kamboja
  • Korea
  • Taiwan
  • India
  • Malaysia
  • Laos
  • Indonesia
  • Amerika Serikat
  • Singapura
  • Aliran
  • Tradisi
  • Konsensus pemersatu
Aliran arus utama
  • Theravāda
  • Mahāyāna
  • Vajrayāna
Sinkretis
  • Buddhayana
  • Tridharma
  • Aliran Maitreya
    • Yīguàndào
    • Mílèdàdào
  • Dhammakāya
  • Siwa-Buddha
  • Tripitaka
  • Kitab
Theravāda
  • Tripitaka Pali
  • Komentar
  • Subkomentar
  • Sastra Pali
  • Paritta
Mahāyāna-Vajrayāna
  • Tripitaka Tionghoa
    • Tripitaka Taishō
  • Tripitaka Tibet
    • Kangyur
    • Tengyur
  • Dhāraṇī
Kitab daring
  • SuttaCentral
  • Chaṭṭha Saṅgāyana Tipiṭaka
  • dhammatalks.org
  • 84000
  • NTI Reader - Taishō
  • Buddha
  • Bodhisatwa
Buddha saat ini dan keluarga
  • Gotama
  • Mukjizat
  • Klan
  • Keluarga
    • Śuddhodana
    • Māyā
    • Pajāpatī Gotamī
    • Yasodharā
    • Rāhula
4 tempat suci utama
  • Lumbinī
  • Buddhagayā
  • Isipatana
  • Kusinārā
Buddha penting sebelumnya
  • Dīpaṅkara
  • Vipassī
  • Sikhī
  • Vessabhū
  • Kakusandha
  • Koṇāgamana
  • Kassapa
Buddha selanjutnya
  • Metteyya
Bawahan
  • Dewa
  • Brahma
Mahāyāna-Vajrayāna
  • Buddha terkenal:
  • Lima Buddha Kebijaksanaan
    • Amitābha
    • Vairocana
    • Akṣobhya
    • Ratnasaṁbhava
    • Amoghasiddhi
  • Padmasaṁbhava
  • Bhaiṣajyaguru
  • Bodhisatwa terkenal:
  • Daftar Bodhisatwa
  • Mañjuśrī
  • Kṣitigarbha
  • Avalokiteśvara
  • Samantabhadra
  • Vajrapāṇi
  • Dhamma
  • Ajaran
  • Empat Kebenaran Mulia
  • Jalan Mulia Berunsur Delapan
  • Trilaksana
    • Ketidakkekalan
    • Penderitaan
    • Tanpa atma
  • Pandangan
  • Titthiya
  • Ketuhanan
  • Niyāma
  • Keyakinan
  • Triratna
  • Pancasila
  • Māra
  • Karma
  • Nirwana
  • Kemunculan Bersebab
  • Gugusan
    • Materi
    • Kesadaran
    • Persepsi
    • Perasaan
    • Saṅkhāra
  • Unsur
  • Landasan indra
  • Loka
  • Punarbawa
  • Samsara
  • Bodhi
  • Abhiññā
  • Cetasika
  • Pengotor batin
  • Noda batin
  • Belenggu
  • Rintangan
  • Kekuatan
  • Hasrat
  • Nafsu (Keserakahan)
  • Kebencian
  • Moha
    • Ketidaktahuan
  • Kemelekatan
  • Perhatian penuh
  • Bodhipakkhiyā
  • Kebajikan
  • Paramita
  • Malu
  • Takut
  • Dana
  • Sila
  • Meditasi
    • Samatha-vipassanā
    • Ānāpānasati
    • Satipaṭṭhāna
    • Kammaṭṭhāna
  • Pelepasan
  • Kebijaksanaan
  • Energi
  • Kesabaran
  • Kebenaran
  • Tekad
  • Brahmavihāra
    • Cinta kasih
    • Karuna
    • Simpati
    • Ketenangan
    • Keseimbangan batin
  • Astasila
  • Bakti
    • Puja
    • Namaskara
    • Pradaksina
    • Pindapata
    • Pelimpahan jasa
    • Ziarah
  • Sādhu
  • Sangha
  • Majelis
  • Sāriputta
  • Moggallāna
  • 10 murid utama Buddha Gotama
  • Vinaya
  • Pabbajjā
  • Upasampadā
Jenis penganut
  • Sāvaka
  • Upasaka-upasika
  • Kappiya
  • Aṭṭhasīlanī
  • Sayalay
  • Samanera-samaneri
  • Biksu
  • Biksuni
  • Kalyāṇamitta
4 tingkat kemuliaan
  • Sotapana
  • Sakadagami
  • Anagami
  • Arahat
Tempat ibadah
  • Wihara
    • Wat
    • Kyaung
  • Sima
  • Kuti
  • Cetiya
    • Stupa
    • Pagoda
    • Candi
  • Hari raya
  • Peringatan
  • Waisak
  • Asalha
  • Magha
  • Kathina
  • Hari Abhidhamma
  • Uposatha
  • Budaya
  • Masyarakat
  • Aborsi
  • Agama-agama Timur
  • Anikonisme
  • Arsitektur
  • Atomisme
  • Baháʼí
  • Bendera Buddhis
  • Buddhisme Terjun Aktif
  • Bunuh diri
  • Demokrasi
  • Darmacakra
  • Dunia Romawi
  • Ekonomi
  • Filsafat
  • Filsafat Barat
  • Gnostisisme
  • Helenistik
  • Hidangan
  • Hinduisme
  • Humanisme
  • Ilmu pengetahuan
  • Jainisme
  • Kalender
  • Kasta
  • Kecerdasan buatan
  • Kekerasan
  • Kekristenan
    • Pengaruh
    • Perbandingan
  • Masturbasi
  • Modernisme
  • Musik
  • Navayāna
  • Orientasi seksual
  • Penindasan
  • Perempuan
  • Psikologi
  • Relik Buddha
  • Rupang Buddha
  • Seksualitas
  • Sekularisme
  • Seni rupa
  • Sosialisme
  • Teosofi
  • Vegetarisme
  • Yahudi
  • Category Kategori
  •  Portal Agama
  •  Portal Buddhisme

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Definisi
  2. Theravāda
  3. Mahāyāna
  4. Etimologi
  5. Lihat pula
  6. Referensi
  7. Sumber
  8. Pranala luar

Artikel Terkait

Cetasika

Konsep faktor-faktor mental yang mewarnai pikiran dalam Buddhisme

Keseimbangan batin (Buddhisme)

Konsep dalam Buddhisme

Perhatian (Buddhisme)

Faktor mental dalam Buddhisme

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026