Kabupaten Tulungagung adalah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibu kotanya adalah Kecamatan Tulungagung. Kabupaten Tulungagung terkenal namun sebagai satu dari beberapa daerah penghasil marmer terbesar di Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kabupaten Tulungagung | |
|---|---|
| Kabupaten Tulungagung | |
| Transkripsi bahasa daerah | |
| • Jawa | Tulung-agung (Gêdrig) تولوڠ أڮوڠ (Pégon) ꦠꦸꦭꦸꦁꦲꦒꦸꦁ (Hånåcåråkå) |
Julukan:
| |
![]() Peta | |
| Koordinat: 8°04′00″S 111°54′00″E / 8.0667°S 111.9°E / -8.0667; 111.9 | |
| Negara | |
| Provinsi | Jawa Timur |
| Tanggal berdiri | 8 Agustus 1950 |
| Dasar hukum | UU No. 12/1950 |
| Hari jadi | November 18, 1205 (1205-11-18) |
| Ibu kota | Tulungagung |
| Jumlah satuan pemerintahan | |
| Pemerintahan | |
| • Bupati | Ahmad Baharudin (Plt.) |
| • Wakil Bupati | lowong |
| • Sekretaris Daerah | Tri Hariadi |
| • Ketua DPRD | Marsono |
| Luas | |
| • Total | 1.055,65 km2 (407,59 sq mi) |
| Populasi (2024)[1] | |
| • Total | 1.115.633 |
| • Kepadatan | 1.032/km2 (2,670/sq mi) |
| Demografi | |
| • Agama | |
| • Bahasa | Indonesia (resmi), Jawa (dominan) - Jawa Mataraman, Lainnya |
| • IPM | Tinggi (2021)[3] |
| Zona waktu | UTC+07:00 (WIB) |
| Kode pos | |
| Kode BPS | |
| Kode area telepon | +62 355 |
| Kode ISO 3166 | ID-JI |
| Pelat kendaraan | AG xxxx R**/S*/T* |
| Kode Kemendagri | 35.04 |
| DAU | Rp 1.111.457.000.000,- (2015)[2] |
| Semboyan daerah | Ayem, Tentrem, Mulyo, lan Tinoto |
| Slogan pariwisata | Tulungagung Tamasya "The Soul of History" |
| Flora resmi | Sukun |
| Fauna resmi | Kera warek |
| Situs web | www |
Kabupaten Tulungagung (bahasa Jawa: Hanacaraka: ꦠꦸꦭꦸꦁꦲꦒꦸꦁ, Pegon: تولوڠ أڮوڠcode: jv is deprecated translit. Tulung-agung; pengucapan bahasa Jawa: [ˈt̪ulʊŋ ˈaɡʊŋ]) adalah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibu kotanya adalah Kecamatan Tulungagung. Kabupaten Tulungagung terkenal namun sebagai satu dari beberapa daerah penghasil marmer terbesar di Indonesia.[4]
Ada dua versi cerita dalam penamaan nama Kabupaten Tulungagung.
Versi pertama adalah nama "Tulungagung" dipercaya berasal dari kata "Pitulungan Agung" (Tulang Gunung). Nama ini berasal dari peristiwa saat seorang pemuda dari Gunung Wilis bernama Joko Baru mengeringkan sumber air di Ngrowo (Kabupaten Tulungagung tempo dulu) dengan menyumbat semua sumber air tersebut dengan lidi dari sebuah pohon enau atau aren. Joko Baru dikisahkan sebagai seorang pemuda yang dikutuk menjadi ular oleh ayahnya, orang sekitar kerap menyebutnya dengan Baru Klinthing. Ayahnya mengatakan bahwa untuk kembali menjadi manusia sejati, Joko Baru harus mampu melingkarkan tubuhnya di Gunung Wilis. Namun, malang menimpanya karena tubuhnya hanya kurang sejengkal untuk dapat benar-benar melingkar sempurna. Alhasil Joko Baru menjulurkan lidahnya. Pada saat yang bersamaan, ayah Joko Baru memotong lidahnya. Secara ajaib, lidah tersebut berubah menjadi tombak sakti yang hingga saat ini dipercaya sebagai "gaman" atau "senjata sakti". Tombak ini masih disimpan dan dirawat hingga saat ini oleh masyarakat sekitar.
Sedangkan, versi kedua nama Tulungagung berasal dua kata, "tulung" dan "agung", "tulung" artinya sumber yang besar, sedangkan "agung" artinya besar. Dalam pengertian bahasa Jawa , Tulungagung adalah daerah yang memiliki sumber air yang besar. Sebelum dibangunnya Terowongan Neyama di Tulungagung bagian selatan oleh tentara Jepang, di Tulungagung sangat mudah ditemui rawa. Pada masa lalu, karena terlalu banyaknya sumber air di sana, banyak kawasan yang tergenang air, baik di musim kemarau maupun musim hujan.
Dugaan yang paling kuat mengenai etimologi nama kabupaten ini adalah versi kedua,[butuh rujukan] penamaan ini dimulai ketika ibu kota Tulungagung mulai pindah ke tempat sekarang ini. Sebelumnya ibu kota Tulungagung bertempat di daerah Kalangbret dan diberi nama Kadipaten Ngrowo (Ngrowo juga berarti sumber air). Perpindahan ini terjadi sekitar tahun 1901 Masehi.
Batas-batas wilayah Kabupaten Tulungagung secara administratif adalah sebagai berikut
| Posisi | Wilayah |
|---|---|
| Utara | Kabupaten Nganjuk |
| Kabupaten Kediri | |
| Selatan | Samudra Hindia |
| Timur | Kabupaten Blitar |
| Barat | Kabupaten Trenggalek |
| Kabupaten Ponorogo |
Secara topografi, Tulungagung terletak pada ketinggian 85 m di atas permukaan laut (dpl). Bagian barat laut Kabupaten Tulungagung merupakan daerah pegunungan yang merupakan bagian dari pegunungan Wilis-Liman. Bagian tengah adalah dataran rendah, sedangkan bagian selatan adalah pegunungan yang merupakan rangkaian dari Pegunungan Kidul. Di sebelah barat laut Tulungagung, tepatnya di Kecamatan Sendang, terdapat Gunung Wilis sebagai titik tertinggi di Kabupaten Tulungagung yang memiliki ketinggian 2552 m. Di tengah Kota Tulungagung, terdapat Kali Ngrowo yang merupakan anak Kali Brantas dan seolah membagi Kota Tulungagung menjadi dua bagian: utara dan selatan. Kali ini sering disebut dengan Kali Parit Raya dari rangkaian Kali Parit Agung.
Wilayah Kabupaten Tulungagung menurut klasifikasi iklim Koppen beriklim tropis basah dan kering (Aw) dengan dua musim, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Musim penghujan di wilayah Tulungagung berlangsung pada periode November hingga April dengan bulan terbasah adalah Januari yang curah hujan bulanannya lebih dari 270 mm per bulan. Sedangkan, musim kemarau berlangsung pada periode Mei hingga Oktober dengan bulan terkering adalah Agustus yang curah hujan bulanannya kurang dari 20 mm per bulan. Suhu udara di wilayah Tulungagung bervariasi antara 21°–32 °C. Curah hujan tahunan di wilayah Tulungagung berkisar pada angka 1.400–1.800 mm per tahun dengan jumlah hari hujan berkisar antara 90–120 hari hujan per tahun.
| Data iklim Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia | |||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bulan | Jan | Feb | Mar | Apr | Mei | Jun | Jul | Agt | Sep | Okt | Nov | Des | Tahun |
| Rata-rata tertinggi °C (°F) | 29.5 (85.1) |
29.6 (85.3) |
30.8 (87.4) |
31.5 (88.7) |
31.5 (88.7) |
30.6 (87.1) |
30.5 (86.9) |
30.9 (87.6) |
31.8 (89.2) |
32.8 (91) |
31.9 (89.4) |
30.5 (86.9) |
30.99 (87.78) |
| Rata-rata harian °C (°F) | 26.5 (79.7) |
26.5 (79.7) |
27.6 (81.7) |
28.1 (82.6) |
27.6 (81.7) |
25.2 (77.4) |
24.8 (76.6) |
25.9 (78.6) |
26.8 (80.2) |
27.1 (80.8) |
26.9 (80.4) |
26.6 (79.9) |
26.63 (79.94) |
| Rata-rata terendah °C (°F) | 23.5 (74.3) |
23.5 (74.3) |
22.5 (72.5) |
22.5 (72.5) |
21.8 (71.2) |
20.9 (69.6) |
20.1 (68.2) |
21 (70) |
22.8 (73) |
23.5 (74.3) |
24 (75) |
23.8 (74.8) |
22.49 (72.47) |
| Presipitasi mm (inci) | 276 (10.87) |
264 (10.39) |
239 (9.41) |
190 (7.48) |
94 (3.7) |
62 (2.44) |
32 (1.26) |
21 (0.83) |
40 (1.57) |
106 (4.17) |
202 (7.95) |
241 (9.49) |
1.767 (69,56) |
| Rata-rata hari hujan | 15 | 14 | 13 | 10 | 6 | 4 | 2 | 2 | 2 | 5 | 10 | 13 | 96 |
| % kelembapan | 83.7 | 84.3 | 83.4 | 80.1 | 79.4 | 76.1 | 72.5 | 68.4 | 69.7 | 70.4 | 74.3 | 79.4 | 76.81 |
| Rata-rata sinar matahari harian | 5.8 | 6.8 | 7.4 | 7.6 | 7.8 | 8.1 | 8.9 | 10.1 | 9.9 | 9.7 | 8.6 | 7.7 | 8.2 |
| Sumber #1: Climate-Data.org[5] & BMKG[6] | |||||||||||||
| Sumber #2: Weatherbase[7] | |||||||||||||
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. |

Pada 1205 Masehi, masyarakat Thani Lawadan di selatan Tulungagung, mendapatkan penghargaan dari Raja Daha terakhir, Kertajaya, atas kesetiaan mereka kepada Raja ketika terjadi serangan musuh dari timur Daha. Penghargaan tersebut tercatat dalam Prasasti Lawadan dengan candra sengkala "Sukra Suklapaksa Mangga Siramasa" yang menunjuk tanggal 18 November 1205 M. Tanggal keluarnya prasasti tersebut akhirnya dijadikan sebagai hari jadi Kabupaten Tulungagung sejak tahun 2003.[8]
Di Desa Boyolangu, terdapat Candi Gayatri. Candi ini adalah tempat untuk mencandikan Gayatri (Sri Rajapatni), istri keempat Raja Majapahit yang pertama, Raden Wijaya (Kertarajasa Jayawardhana), dan merupakan ibu dari Ratu Majapahit ketiga, Sri Gitarja (Tribhuwanatunggadewi), sekaligus nenek dari Hayam Wuruk (Rajasanegara), raja yang memerintah Kerajaan Majapahit pada masa keemasannya. Nama Boyolangu itu sendiri tercantum dalam Kitab Nagarakertagama yang menyebutkan nama Bayalangu/Bhayalango (bhaya = bahaya, alang = penghalang) sebagai tempat untuk menyucikan dia.[9]
Berikut ini adalah kutipan Kitab Negarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca dan telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia:
Prajnyaparamitapuri itulah nama candi makam yang dibangun
Arca Sri Padukapatni diberkati oleh Sang Pendeta Jnyanawidi
Telah lanjut usia, paham akan tantra, menghimpun ilmu agama
Laksana titisan Empu Barada, menggembirakan hati Baginda
(Pupuh LXIX, Bait 1)Di Bayalangu akan dibangun pula candi makam Sri Rajapatni
Pendeta Jnyanawidi lagi yang ditugaskan memberkati tanahnya
Rencananya telah disetujui oleh sang menteri demung Boja
Wisesapura namanya, jika candi sudah sempurna dibangun
(Pupuh LXIX, Bait 2)Makam rani: Kamal Padak, Segala, Simping
Sri Ranggapura serta candi Budi Kuncir
Bangunan baru Prajnyaparamitapuri
Di Bayalangu yang baru saja dibangun(Pupuh LXXIV, Bait 1)
Kabupaten Tulungagung beribu kota di Kecamatan Tulungagung, yang terletak tepat di tengah Kabupaten Tulungagung. Kabupaten Tulungagung terbagi dalam 19 kecamatan, 257 desa, dan 14 kelurahan.
Berikut adalah nama-nama Bupati Tulungagung dari masa Kadipaten Ngrowo hingga masa Kabupaten Tulungagung.
| Periode Kadipaten Ngrowo di Kalangbret | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| No | Potret | Nama | Prd. | Keterangan | ||||
| 1 | Kyai Ngabehi Mangundirono | 1 | ||||||
| 2 | Tondowidjojo | 2 | ||||||
| 3 | R.M. Mangun Negoro | 3 | ||||||
| Periode Kadipaten Ngrowo di Tulungagung | ||||||||
| No | Bupati | Mulai jabatan | Akhir jabatan | Prd. | Ket. | Wakil Bupati | ||
| 4 | R.M.T. Pringgodiningrat | 1824 | 1830 | 4 | — | |||
| 5 | R.M.T. Djajaningrat | 1831 | 1855 | 5 | ||||
| 6 | R.M.A Soemodiningrat | 1856 | 1864 | 6 | ||||
| 7 | R.T. Djojoatmojo | 1864 | 1865 | 7 | ||||
| 8 | R.M.T. Gondokoesomo | 1865 | 1879 | 8 | ||||
| 9 | RT Soemodirjo | 1874 | 1882 | 9 | ||||
| 10 | R.M.T. Pringgokoesomo | 1882 | 1895 | 10 | ||||
| 11 | RT Patowidjojo | 1896 | 1901 | 11 | ||||
| Periode Kabupaten Tulungagung | ||||||||
| No | Bupati | Mulai jabatan | Akhir jabatan | Prd. | Ket. | Wakil Bupati | ||
| 12 | RT. Cokroadinegoro | 1902 | 1907 | 12 | — | |||
| 13 | R.P.A. Sosrodiningrat | 1907 | 1943 | 13 | ||||
| 14 | R. Djanoeismadi | 1943 | 1945 | 14 | ||||
| 15 | R. Moedajat | 1945 | 1947 | 15 | ||||
| 16 | R. Mochtar Prabu Mangkunegoro | 1947 | 1950 | 16 | ||||
| 17 | R. Moestopo | 1951 | 1958 | 17 | ||||
| 18 | S. Dwidjosoeparto | 1958 | 1959 | 18 | ||||
| 19 | Kasran Moch. Doerjat | 1959 | 1959 | 19 | ||||
| 20 | R. Soeryokoesomo | 1959 | 1960 | 20 | ||||
| 21 | M. Poegoeh Tjokrosoemarto | 1960 | 1966 | 21 | ||||
| 22 | R. Soendarto | 1966 | 1968 | 22 | ||||
| 23 | Letkol (U) Soenardi |
1968 | 1973 | 23 | ||||
| 24 | Letkol (Inf.) Martawisoeroso |
1973 | 1978 | 24 | ||||
| 25 | Singgih | 1978 | 1983 | 25 | ||||
| 26 | Drs. Moh. Ch. Poernanto |
1983 | 1987 | 26 | ||||
| 27 | Drs. H. Jaifudin Said |
1987 | 1999 | |||||
| 27 | ||||||||
| 28 | ||||||||
| 29 | ||||||||
| 28 | Drs. Budi Soesetyo |
1999 | 2003 | |||||
| 29 | Ir. Heru Tjahjono M.M. |
2003 | 2008 | 30 | Mohammad Athiyah | |||
| 2008 | 2013 | 31 | ||||||
| 30 | Syahri Mulyo S.E. |
30 April 2013 | 30 April 2018 | 32 | [10] | Maryoto Birowo | ||
| — | Jarianto (Penjabat Sementara) |
15 Februari 2018 | 30 April 2018 | — | [Ket. 1] | — | ||
| — | Indra Fauzi (Pelaksana Harian) |
30 April 2018 | 4 Mei 2018 | [11] | ||||
| — | Jarianto (Penjabat) |
4 Mei 2018 | 25 September 2018 | [12] | ||||
| (30) | Syahri Mulyo S.E., M.Si. |
25 September 2018 | 23 Mei 2019[a] | 33 | [Ket. 2][15] | Maryoto Birowo | ||
| — | Drs. H. Maryoto Birowo M.M. |
25 September 2018 | 13 Agustus 2019 | [Ket. 3][16] | — | |||
| 31 | 13 Agustus 2019 | 25 September 2023 | [Ket. 4][17][18] | Gatut Sunu Wibowo (2021-2023) | ||||
| — | Dr. Heru Suseno S.STP., M.T. (Penjabat) |
25 September 2023 | 20 Februari 2025 | — | [19] | — | ||
| 32 | H. Gatut Sunu Wibowo S.E., M.E. |
20 Februari 2025 | 10 April 2026 | 34 | [20] | Ahmad Baharudin | ||
| — | H. Ahmad Baharudin S.M., M.M. (Pelaksana Tugas) |
10 April 2026 | Petahana | |||||
Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Tulungagung dalam empat periode terakhir.
| Partai Politik | Jumlah Kursi dalam Periode | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 2009–2014[21] | 2014–2019[22] | 2019–2024[23] | 2024–2029 | ||
| PKB | 5 | ||||
| Gerindra | (baru) 1 | ||||
| PDI-P | 13 | ||||
| Golkar | 5 | ||||
| NasDem | (baru) 1 | ||||
| PKS | 0 | ||||
| Hanura | (baru) 6 | ||||
| PAN | 6 | ||||
| PBB | 0 | ||||
| Demokrat | 4 | ||||
| PPP | 0 | ||||
| Kedaulatan | (baru) 1 | ||||
| Patriot | 2 | ||||
| PDP | (baru) 1 | ||||
| PKNU | (baru) 5 | ||||
| RepublikaN | (baru) 1 | ||||
| Jumlah Anggota | 50 | ||||
| Jumlah Partai | 12 | ||||
Kabupaten Tulungagung terdiri dari 19 kecamatan, 14 kelurahan, dan 257 desa (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.098.557 jiwa dengan luas wilayah 1.055,65 km² dan sebaran penduduk 1.040 jiwa/km².[24][25]
Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Tulungagung, adalah sebagai berikut:
| Kode Administrasi | Kecamatan | Jumlah Kelurahan | Jumlah Desa | Kodepos[26] | Status | Daftar Desa/Kelurahan |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 35.04.01 | Tulungagung | 14 | 66211-66219 | Kelurahan | ||
| 35.04.02 | Boyolangu | 17 | 66231-66236 | Desa | ||
| 35.04.03 | Kedungwaru | 19 | 66221-66229 | Desa | ||
| 35.04.04 | Ngantru | 13 | 66252 | Desa | ||
| 35.04.05 | Kauman | 13 | 66261 | Desa | ||
| 35.04.06 | Pagerwojo | 11 | 66262 | Desa | ||
| 34.04.07 | Sendang | 11 | 66254 | Desa | ||
| 35.04.08 | Karangrejo | 13 | 66253 | Desa | ||
| 35.04.09 | Gondang | 20 | 66263 | Desa | ||
| 35.04.10 | Sumbergempol | 17 | 66291 | Desa | ||
| 35.04.11 | Ngunut | 18 | 66292 | Desa | ||
| 35.04.12 | Pucanglaban | 9 | 66284 | Desa | ||
| 35.04.13 | Rejotangan | 16 | 66293 | Desa | ||
| 35.04.14 | Kalidawir | 17 | 66281 | Desa | ||
| 35.04.15 | Besuki | 10 | 66275 | Desa | ||
| 35.04.16 | Campurdarat | 9 | 66272 | Desa | ||
| 35.04.17 | Bandung | 18 | 66274 | Desa | ||
| 35.04.18 | Pakel | 19 | 66273 | Desa | ||
| 35.04.19 | Tanggung Gunung | 7 | 66283 | Desa | ||
| TOTAL | 14 | 257 |
Pada akhir 2006 jumlah penduduk di Kabupaten Tulungagung tercatat sebanyak 1.002.807 jiwa yang terbagi atas laki-laki 498.533 (49,71%) jiwa dan perempuan 504.274 (50,29%). Kepadatan penduduk terkonsentrasi pada 3 kecamatan yaitu Kecamatan Tulungagung, Kecamatan Kedungwaru, dan Kecamatan Boyolangu.
Tulungagung mempunyai sarana pendidikan dari TK sampai Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta. Beberapa di antara Perguruan tinggi yang ada Di Tulungagung:
Beberapa di antara Sekolah Menengah Pertama (SMP) / Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Madrasah Aliyah (MA) di Tulungagung:
Tulungagung mempunyai beberapa Sarana Olahraga yang tersebar di sejumlah tempat, baik Indoor maupun Outdoor antara lain:
Tulungagung terkenal sebagai salah satu penghasil marmer terbesar di Indonesia, yang bersumber di bagian selatan Tulungagung. Tulungagung juga termasuk salah satu pusat industri marmer di Indonesia, dan terpusat di selatan Tulungagung, terutama di Kecamatan Campurdarat, yang di dalamnya banyak terdapat perajin marmer, sayangnya saat ini marmer kualitas terbaik sudah habis. Aset marmer dari Tulungagung telah menembus pasar internasional. Di daerah yang sama, juga terdapat industri onyx yang mempunyai kualitas mirip marmer.
Selain industri marmer, di Tulungagung juga tumbuh dan berkembang berbagai industri kecil dan menengah antara lain memproduksi alat-alat/perkakas rumah tangga, batik, dan konfeksi termasuk bordir. Beberapa batik yang terkenal di Tulungagung di antaranya Batik Tulungagung (sangat minim), Batik Satriomanah, dan sebagainya. Di Kecamatan Ngunut terdapat industri peralatan Tentara seperti tas ransel, sabuk, seragam,tenda dan makanan ringan seperti kacang atom. Di Kecamatan Ngunut juga terdapat industri batu bata dan genteng yang berkualitas. Di kelurahan sembung juga di kenal sebagai pusat industri kerupuk rambak. Sedangkan di bagian pegunungan utara, yakni Kecamatan Sendang terdapat perusahaan air susu sapi perah dan teh. Industri perikanan, dan gula merah juga Tulungagung juga tidak kalah, ini telah dikenal secara nasional. salah satunya Pabrik Gula Modjopanggung di Kecamatan Kauman.

Di Kabupaten Tulungagung Terdapat perkebunan Teh Penampihan atau Penampean di kaki pegunungan Wilis tepatnya di Desa Geger, Kecamatan Sendang. Perkebunan teh seluas 2 hektar ini merupakan peninggalan kolonial Verenigde Oost-Indische Compagnie atau VOC.[27]
Kabupaten Tulungagung diuntungkan dengan letak geografis yang berada di tepi Samudra Hindia, sehingga memiliki banyak pantai yang menarik untuk dikunjungi di antaranya Pantai Popoh, Pantai Sidem, Pantai Brumbun, Pantai Sine, Pantai Molang, Pantai Klatak, Pantai Gerangan, Pantai Sanggar, Pantai Gemah, Pantai Ngalur, Pantai Coro, Pantai Pacar, Pantai Lumbung, Pantai Dlodo, Pantai Pathok Gebang dan Pantai Kedung Tumpang.
Di kecamatan Bandung, tepatnnya di desa Sukoharjo terdapat beberapa wisata alam yang menawan, di antaranya "Sumber Ece", yang terletak di dusun Nglempung, Desa Sukoharjo, Kecamatan Bandung.[28] Selain itu ada Bendungan Wonorejo, sebuah bendungan yang terletak di Kecamatan Pagerwojo.
Kabupaten Tulungagung juga memiliki wisata goa di antaranya Goa Tenggar di Desa Tenggarejo, Kecamatan Tanggung Gunung, Goa Pasir di Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol dan Goa Selomangleng di Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu.[29]
Selain objek wisata pantai, Tulungagung juga memiliki objek wisata alam lain, di antaranya Air Terjun Lawean di Kecamatan Sendang dan Air Terjun Alam Kandung di Kecamatan Rejotangan.
Selain itu Tulungagung juga mempunyai Beberapa Bangunan Candi yang tersebar di beberapa tempat, yaitu Candi Dadi yang terletak di Puncak bukit di Desa Sanggrahan Kecamatan Boyolangu, Candi Cungkup (Candi Sanggrahan) yang terletak di Desa Sanggrahan Kecamatan Boyolangu, Candi Gayatri (Boyolangu) yang terletak di Kecamatan Boyolangu, Candi Mirigambar terletak di Kecamatan sumbergempol, Candi Bodho terletak di Kecamatan Kalidawir, Candi Penampihan berada di Lereng Gunung Wilis Kecamatan Sendang. Di selatan Tulungagung tepatnya di Kecamatan Campurdarat sebuah Telaga yang bernama Telaga Buret, telaga ini tak pernah kering walaupun letaknya di Perbukitan kapur selatan yang terkenal kering dan panas saat musim kemarau datang. Arca Joko Budhek, adalah sebentuk batu yang ukurannya besar yang bentuknya seperti seorang pria yang bertapa,arca ini berada di puncakbukit, dan bisa dilihat dari jalan raya karena ukurannya yang besar.
Tulungagung memiliki beberapa kesenian khas yang bisa dijadikan magnet untuk mengangkat pariwisata Tulungagung, di antaranya:
Kesenian jaranan dan reog kendang serta wayang kulit bahkan mendapat dukungan yang luas dari mayoritas masyarakat Tulungagung untuk maju dan berkembang.dan disukai masyarakat sekitar bahkan sering ditanggap
Tulungagung memiliki jajanan khas, yaitu:
Transportasi di Kabupaten Tulungagung cukup banyak pilihan mulai dari Bus dan Kereta Api dan agen agen travel lokal di Tulungagung sehingga warga Tulungagung mudah untuk melakukan perjalanan keluar kota. Berikut Transportasi yang ada di Tulungagung




| Nama kereta api | Kelas | Relasi perjalanan | Keterangan | |
|---|---|---|---|---|
| Eksekutif | ||||
| Gajayana | Luxury | Gambir | Malang | Via Cirebon–Yogyakarta |
| Eksekutif | ||||
| Gajayana Tambahan | Priority | |||
| Eksekutif | ||||
| Campuran | ||||
| Malioboro Ekspres | Eksekutif | Purwokerto | Malang | Via Yogyakarta–Blitar |
| Ekonomi | ||||
| Kertanegara | Eksekutif | |||
| Ekonomi | ||||
| Malabar | Eksekutif | Bandung | Via Tasikmalaya–Yogyakarta | |
| Ekonomi Premium | ||||
| Singasari | Eksekutif | Pasar Senen | Blitar | Via Cirebon–Lempuyangan |
| Ekonomi | ||||
| Ekonomi | ||||
| Kahuripan | Ekonomi | Kiaracondong | Blitar | Via Tasikmalaya–Lempuyangan |
| Nama kereta api | Kelas | Relasi perjalanan | Keterangan | |
|---|---|---|---|---|
| Eksekutif | ||||
| Brawijaya | Priority | Gambir | Malang | Via Semarang Tawang–Solo Jebres |
| Eksekutif | ||||
| Campuran | ||||
| Brantas (reguler & tambahan) | Eksekutif | Pasar Senen | Blitar | Via Semarang Tawang–Solo Jebres |
| Ekonomi | ||||
| Ekonomi | ||||
| Majapahit | Ekonomi | Pasar Senen | Malang | Via Semarang Tawang–Solo Jebres |
| Matarmaja | Via Semarang Poncol–Solo Jebres | |||
| Nama kereta api | Relasi perjalanan | Keterangan | |
|---|---|---|---|
| P Penataran | Surabaya Kota | Surabaya Kota | Perjalanan memutar searah jarum jam via Malang–Blitar–Kertosono. |
| Malang | Perjalanan memutar searah jarum jam via Blitar–Kertosono pada jadwal pagi. | ||
| Blitar | Perjalanan searah jarum jam via Kertosono pada jadwal pagi. | ||
| D Dhoho | Surabaya Kota | Perjalanan memutar berlawanan arah jarum jam via Kertosono–Blitar–Malang. | |
| Malang | Perjalanan memutar berlawanan arah jarum jam via Kertosono–Blitar pada jadwal sore. | ||
| Blitar | Perjalanan berlawanan arah jarum jam jam via Kertosono pada jadwal pagi. | ||
| Nama kereta api | Relasi perjalanan | Keterangan | |
|---|---|---|---|
| Lintas selatan Jawa | |||
| Angkutan logistik ONS Parcel Tengah | Kampung Bandan | Malang | Via Purwokerto–Lempuyangan
Kegiatan bongkar muat dan langsiran hanya dilakukan di Jakarta Gudang |
Berikut ini sebagian tokoh terkenal asal Tulungagung: