Besuki adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Tulungagung yang terletak di pantai selatan. Kecamatan ini berbatasan dengan Teluk Popoh yang merupakan salah satu ikon wisata bahari Tulungagung dengan banyak pantai terkenal seperti Pantai Popoh, Midodaren, dan Gemah. Pantai Popoh sendiri juga merupakan salah satu kampung nelayan terbesar di Tulungagung yang terdapat tempat pelelangan ikan segar dan sentra ikan asap. Selain itu, kawasan Teluk Popoh juga banyak dibangun tambak udang. Tidak hanya produk perikanan, salah satu desa di kecamatan ini yaitu Besole terkenal sebagai penghasil marmer yang menjadi ikon Tulungagung.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Besuki | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Tulungagung | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Eka Prihadi, SH., MM | ||||
| Populasi (2024) | |||||
| • Total | 40.181 jiwa | ||||
| Kode pos | 66275 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.04.15 | ||||
| Kode BPS | 3504010 | ||||
| Luas | 82,16 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 10 | ||||
| |||||
Besuki adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Tulungagung yang terletak di pantai selatan. Kecamatan ini berbatasan dengan Teluk Popoh yang merupakan salah satu ikon wisata bahari Tulungagung dengan banyak pantai terkenal seperti Pantai Popoh, Midodaren, dan Gemah. Pantai Popoh sendiri juga merupakan salah satu kampung nelayan terbesar di Tulungagung yang terdapat tempat pelelangan ikan segar dan sentra ikan asap.[1][2] Selain itu, kawasan Teluk Popoh juga banyak dibangun tambak udang.[3] Tidak hanya produk perikanan, salah satu desa di kecamatan ini yaitu Besole terkenal sebagai penghasil marmer yang menjadi ikon Tulungagung.[4]
Wilayah Besuki terdapat sungai buatan dan Terowongan Niyama yang dibangun sejak masa pendudukan Jepang sekitar tahun 1943 dengan sistem Romusha. Proyek ini dibangun untuk mencegah luapan anak Sungai Brantas yang menyebabkan banjir dengan cara menyalurkan air secara langsung menuju Samudera Hindia.[5] Terowongan Niyama dibangun menembus bukit dan bagian hilirnya adalah Sungai Niyama dan Pantai Niyama yang menjadi tempat wisata.[6] Di kawasan ini juga terdapat PLTA yang dikelola PLN Nusantara Power.[7]
Kecamatan Besuki berbatasan langsung dengan Kabupaten Trenggalek di barat yang terhubung dengan adanya Jalan Lintas Selatan Jawa atau JLS yang berkelok-kelok menembus perbukitan. Jalan ini meningkatkan akses menuju pantai-pantai yang ada di selatan Tulungagung dan Trenggalek.[8]

Besuki adalah kecamatan yang terletak di selatan Kabupaten Tulungagung. Bagian paling selatan dari Besuki adalah Teluk Popoh yang terdapat banyak pantai terkenal seperti Popoh, Midodaren, dan Gemah.[1] Sebagian besar wilayah kecamatan ini berupa perbukitan di kawasan Pegunungan Kidul walaupun ada juga dataran rendah yang subur di utara.[9] Perbukitan ini kaya akan marmer dan banyak ditambang terutama di Desa Besole dan menjadi salah satu produk andalan Tulungagung.[4]
Akses dari Kota Tulungagung menuju Besuki melintasi dua jalur utama, yang pertama melalui Kecamatan Bandung yang menuju pusat Kecamatan Besuki atau melewati Kecamatan Campurdarat yang menuju ke Desa Besole. Selain itu bagian selatan Besuki juga dilalui Jalan Lintas Selatan Jawa atau JLS yang menghubungkan kawasan pantai di Besuki dengan Kecamatan Watulimo di Trenggalek. JLS juga menghubungkan Besuki dengan Kecamatan Tanggunggunung di timur.[8]

Salah satu bukit yang terkenal di Besuki adalah Gunung Tanggul yang menjulang di tengah kecamatan. Di kaki gunung tersebut terdapat pusat kecamatan yaitu di perbatasan Desa Besuki dan Tanggulwelahan yang terletak di dataran rendah serta hanya berjarak 5 km dari Kecamatan Bandung. Gunung Tanggul menjadi sumber nama berbagai desa di Besuki yaitu Tanggulwelahan, Tanggulturus, dan Tanggulkundung.[9]
Besuki dilewati sistem sungai buatan dan terowongan yang dibuat pada zaman pendudukan Jepang sekitar tahun 1943. Awalnya, air dari beberapa sungai seperti Sungai Ngasinan di Trenggalek berakhir di Sungai Brantas dan menimbulkan banjir besar di Tulungagung dan Trenggalek. Sungai buatan ini dinamakan Sungai Parit Raya dan Parit Agung yang kemudian bertemu dan berakhir di Samudera Hindia tepatnya di Teluk Popoh. Sebelum mencapai laut, aliran air terlebih dahulu melewati Terowongan Niyama yang menembus Bukit Tumpak Oyot dan kemudian keluar melalui Sungai Niyama dan berakhir di Pantai Niyama.[5][10]
Batas wilayah Kecamatan Besuki adalah sebagai berikut:[9]
| Utara | Kecamatan Bandung dan Kecamatan Campurdarat |
| Timur | Kecamatan Campurdarat dan Kecamatan Tanggunggunung |
| Selatan | Samudera Hindia |
| Barat |
Kecamatan Besuki terdiri dari 10 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun atau dukuh, yakni sebagai berikut:[9]
| No. | Nama Desa | Nama Dusun / Dukuh | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Besole | Besole, Banaran, Bedalem, Gambiran, Genggeng, Gerbo, Gunung Getuk, Pabrik, Popoh, Puran, Sidem | [11] |
| 2 | Besuki | Besuki, Centong, Comanuk, Dawung, Krobyokan, Tumpuk, Watukowor | [9] |
| 3 | Keboireng | Bayem, Depok, Gondang, Kalibamban, Kicir, Klatak, Ngawuk, Setren, Soireng | [9] |
| 4 | Sedayugunung | Jirak, Nguluh, Sementar | [9] |
| 5 | Siyotobagus | Siyoto, Bagusan, Balong, Centuk, Jatisari, Ngembak, Nglampisan, Pelem, Talang | [12] |
| 6 | Tanggulkundung | Breni, Kundung, Tempel | [9] |
| 7 | Tanggulturus | Tanggul, Turus, Blombang, Jayan, Selokarung, Tawing, Temon | [9] |
| 8 | Tanggulwelahan | Bulu, Kembangan, Manding, Telan, Welahan | [9] |
| 9 | Tulungrejo | Kradenan, Tlamang | [9] |
| 10 | Wateskroyo | Banjar, Juragan, Kroyo, Tapen, Wates | [13] |

