Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pembangkit listrik tenaga air

Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) adalah pembangkit listrik yang menghasilkan listrik dengan memanfaatkan energi potensial dan kinetik dari air. Pada tahun 2015, tenaga air menghasilkan 16.6% total listrik dunia dan 70% dari seluruh energi terbarukan, dan diperkirakan akan naik 3.1% per tahun sampai 25 tahun ke depan.

artikel daftar Wikimedia
Diperbarui 23 September 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pembangkit listrik tenaga air
Bagian dari seri artikel mengenai
Energi berkelanjutan
Wind turbines near Vendsyssel, Denmark (2004)
Ikhtisar
  • Energi berkelanjutan
  • Bahan bakar karbon netral
  • Penghapusan bertahap bahan bakar fosil
Penghematan energi
  • Kogenerasi
  • Efisiensi energi
  • Penyimpanan energi
  • Bangunan hijau
  • Pompa panas
  • Tenaga rendah karbon
  • Mikrogenerasi
  • Desain bangunan surya pasif
Energi terbarukan
  • Bahan bakar hayati
  • Panas bumi
  • Pembangkit listrik tenaga air
  • Surya
  • Pasang surut
  • Ombak
  • Angin
Transportasi berkelanjutan
  • Kendaraan bermotor listrik
  • Kendaraan hijau
  • Hibrida plug-in
  •  Portal Lingkungan
  • l
  • b
  • s
Bendungan Tiga Ngarai di China bagian tengah adalah pembangkit listrik terbesar sedunia.
Potongan melintang bendungan di PLTA
Bagian dari seri
Energi terbarukan
  • Biofuel
  • Biomassa
  • Panas bumi
  • Energi air
  • Energi surya
  • Energi pasang surut
  • Energi ombak
  • Energi angin
  • Topik menurut negara
  • Tren pemasaran dan kebijakan
  • l
  • b
  • s

Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) adalah pembangkit listrik yang menghasilkan listrik dengan memanfaatkan energi potensial dan kinetik dari air. Pada tahun 2015, tenaga air menghasilkan 16.6% total listrik dunia dan 70% dari seluruh energi terbarukan,[1] dan diperkirakan akan naik 3.1% per tahun sampai 25 tahun ke depan.

Tenaga air dihasilkan di 150 negara; kawasan Asia-Pasifik menghasilkan 33% tenaga air global pada 2013. China adalah produsen tenaga air terbesar (920 TWh tahun 2013) yang menyumbang 16,9% dari kebutuhan listrik domestik.

Ongkos listrik tenaga air relatif rendah, menjadikannya kompetitif untuk energi terbarukan. Pembangkitnya tidak menghabiskan air, tidak seperti pembangkit batu bara atau gas. Ongkos listrik rata-rata untuk pembangkit berukuran lebih dari 10 megawatt adalah 3 - 5 sen dolar AS per kilowatt-jam.[2] Bendungan dan reservoir-nya menjadikan sumber listrik fleksibel, karena listrik yang dihasilkan dapat dinaikkan dan diturunkan sesuai kebutuhan. Pembangunan kompleks tenaga air tidak menghasilkan limbah langsung, dan tingkat gas rumah kaca yang relatif rendah dibandingkan pembangkit listrik berbahan bakar fosil.[3]

Bentuk utama dari pembangkit listrik jenis ini adalah generator yang dihubungkan ke turbin yang digerakkan oleh tenaga kinetik dari air. Namun, secara luas, pembangkit listrik tenaga air tidak hanya terbatas pada air dari sebuah waduk atau air terjun, melainkan juga meliputi pembangkit listrik yang ada menggunakan tenaga air dalam bentuk lain seperti tenaga ombak.

Di banyak bagian Kanada (provinsi British Columbia, Manitoba, Ontario, Quebec, dan Newfoundland and Labrador) hidroelektrisitas digunakan secara luas. Pusat tenaga yang dijalani oleh provinsi-provinsi ini disebut BC Hydro, Manitoba Hydro, Hydro One (dulunya "Ontario Hydro"), Hydro-Québec, dan Newfoundland and Labrador Hydro. Hydro-Québec merupakan perusahaan penghasil listrik hydro terbesar dunia, dengan total listrik terpasang sebesar 31.512 MW (2005).

Sejarah

Museum PLTA ″Dibawah Kota″ di Serbia, dibangun pada tahun 1900.[4]

Tenaga air telah digunakan sejak zaman kuno untuk menggiling gandum dan melakukan tugas lainnya. Pada pertengahan 1770-an, insinyur Prancis Bernard Forest de Bélidor memublikasikan Architecture Hydraulique yang menjelaskan mesin hidraulis sumbu-vertikal dan horizontal. Di akhir abad ke-19, generator listrik dikembangkan dan saat ini dapat dipasangkan dengan hidraulis.[5][6] Pada tahun 1878, pembangkit listrik air pertama dunia dikembangkan di Cragside, Northumberland, Inggris oleh William George Armstrong. Pembangkit itu digunakan untuk menyalakan sebuah lampu busur di galeri seninya.[7] Pembangkit Listrik Schoelkopf No. 1 dekat Air Terjun Niagara di Amerika Serikat mulai menghasilkan listrik tahun 1881. Pembangkit listrik pertama buatan Edison (Pembangkit Vulcan Street, mulai beroperasi 30 September 1882 di Appleton, Wisconsin, dengan keluaran sebesar 12.5 kilowatt.[8]

Pembangkit listrik tenaga air terus berkembang pada abad ke-20. Tenaga air disebut-sebut sebagai batu bara bersih karena hasil dan ketersediaannya.[9] Bendungan Hoover dengan pembangkit listrik 1.345 MW dulunya menjadi pembangkit listrik terbesar ketika dibuka tahun 1936, kemudian Bendungan Grand Coulee 6809 MW tahun 1942.[10] Bendungan Itaipu dengan kapasitas 14.000 MW yang dibuka tahun 1984 di Amerika Selatan menjadi yang terbesar sampai tahun 2008, ketika dilewati oleh Bendungan Tiga Gorge di China berkapasitas 22.500 MW. Tenaga air menjadi sumber listrik utama di berbagai negara, seperti Norwegia, Republik Demokratik Kongo, Paraguay dan Brazil, hingga 85% kapasitas.[6]

Turbin hidrolik dan generator listrik.

Lihat juga

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Hydroelectric power.
  • Tenaga air
  • List of energy topics
  • Daftar pembangkit listrik di Indonesia
  • Daftar bendungan dan waduk di Indonesia
  • Tennessee Valley Authority
  • Small hydro
  • Pumped-storage hydroelectricity
  • Environmental concerns with electricity generation
  • William George Armstrong, 1st Baron Armstrong

Referensi

  1. ↑ http://www.ren21.net/wp-content/uploads/2016/06/GSR_2016_Full_Report_REN21.pdf
  2. ↑
  3. ↑ Renewables 2011 Global Status Report, page 25, Hydropower, REN21, published 2011, accessed 2016-02-19.
  4. ↑ One of the Oldest Hydroelectric Power Plants in Europa Built on Tesla’s Principels, Explorations in the History of Machines and Mechanisms: Proceedings of HMM2012, Teun Koetsier and Marco Ceccarelli, 2012.
  5. ↑ "History of Hydropower". U.S. Department of Energy.
  6. 1 2 "Hydroelectric Power". Water Encyclopedia.
  7. ↑ Association for Industrial Archaeology (1987). Industrial archaeology review, Volumes 10-11. Oxford University Press. hlm. 187.
  8. ↑ "Hydroelectric power - energy from falling water". Clara.net.
  9. ↑ The Book of Knowledge. Vol. Vol. 9 (Edisi 1945). hlm. 3220. ;
  10. ↑ "Hoover Dam and Lake Mead". U.S. Bureau of Reclamation. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-12-03. Diakses tanggal 2017-07-28.

Pranala luar

  • Hydroelectric power
  • World Commission on Dams report on environmental and social effects of large dams, including discussion of greenhouse gas emissions Diarsipkan 2006-01-18 di Wayback Machine.
  • Hydroelectricity Diarsipkan 2007-09-27 di Wayback Machine. - Water potential powered systems, focusing on non-impactive small hydro. (FreeEnergyNews.com)
  • River Energy Diarsipkan 2013-05-20 di Wayback Machine. - river turbine systems, not dam. (FreeEnergyNews.com)
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Republik Ceko
  • Latvia
Lain-lain
  • Ensiklopedia Ukraina Modern
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Lihat juga
  3. Referensi
  4. Pranala luar

Artikel Terkait

Wikimedia Foundation

organisasi amal asal Amerika Serikat

Pemblokiran Wikimedia di Indonesia

pembatasan domain auth.wikimedia.org di Indonesia

Wikimedia Incubator

situs web yang merupakan bagian dari proyek Yayasan Wikimedia yang diperuntukkan untuk uji coba dari proyek-proyek Wikimedia seperti Wikipedia sebelum versi tersebut dirilis. Proyek ini dulunya berada di "meta wiki".

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026