Pemilihan umum Wali Kota Malang 2018 dilaksanakan pada 27 Juni 2018 untuk memilih Wali kota dan Wakil Wali kota Malang periode 2018–2023. Pilkada ini dimenangkan oleh pasangan Sutiaji – Sofyan Edi Jarwoko, yang diusung oleh Partai Demokrat dan Golkar, dengan meraih 44% suara berdasarkan hasil rekapitulasi resmi KPU Kota Malang pada 2 Juli 2018.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kandidat | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Peta persebaran suara
![]() Peta lokasi Kota Malang di Jawa Timur | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pemilihan umum Wali Kota Malang 2018 (disebut Pilwalkot Malang 2018) dilaksanakan pada 27 Juni 2018 untuk memilih Wali kota dan Wakil Wali kota Malang periode 2018–2023. Pilkada ini dimenangkan oleh pasangan Sutiaji – Sofyan Edi Jarwoko, yang diusung oleh Partai Demokrat dan Golkar, dengan meraih 44% suara berdasarkan hasil rekapitulasi resmi KPU Kota Malang pada 2 Juli 2018.
Pemilihan umum ini diikuti oleh tiga pasangan calon wali kota dan wakil wali kota. Pada 13 Februari 2018 KPU Kota Malang mengundi nomor urut peserta Pilwalkot Malang.[1][2]
| Nomor urut |
Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota | Partai politik | Jumlah Kursi DPRD | Jargon | Perolehan suara (%) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
22 / 45 |
MENAWAN | 69.973 (18,87) | ||||
| Ya'qud Ananda Gudban (Kader Partai Hanura) |
Achmad Wanedi (Kader PDIP) | |||||
| Anggota DPRD Kota Malang (2014-2019) | Sekretaris Aspekindo Jawa Timur | |||||
![]() |
13 / 45 |
ASIK | 135.710 (36,59) | |||
| Mochamad Anton (Kader PKB) |
Syamsul Mahmud (Non–Partai) | |||||
| Wali Kota Malang (2013-2018) |
Sekretaris Real Estate Indonesia (REI) Kota Malang | |||||
10 / 45 |
SAE | 165.194 (44,54) | ||||
| Sutiaji (Kader Partai Demokrat) |
Sofyan Edi Jarwoko (Kader Partai Golkar) | |||||
| Wakil Wali Kota Malang (2013-2018) |
Ketua DPC Partai Golkar Kota Malang | |||||
| Calon | Pasangan | Suara | % | |||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Ya’qud Ananda Gudban | Ahmad Wanedi | 69.973 | 18,87% | |||||
| Mochamad Anton | Syamsul Mahmud | 135.710 | 36,59% | |||||
| Sutiaji | Sofyan Edi Jarwoko | 165.194 | 44,54% | |||||
| Total | 370.877 | 100% | ||||||
| Jumlah Suara sah | 370.877 | 93,2% | ||||||
| Jumlah Suara tidak sah | 26.945 | 6,8% | ||||||
| Memilih | 397.822 | 66,2% | ||||||
| Tidak Memilih (Golput) | 202.824 | 33,8% | ||||||
| Pemilih terdaftar | 600.646 | |||||||
| Sumber: KPU Komal | ||||||||
Diketahui juga, Pilkada Kota Malang kali ini diwarnai kasus korupsi. Dua calon wali kota ditahan KPK karena terseret kasus suap pembahasan P-APBD Kota Malang tahun anggaran 2015 setelah pasangan calon ditetapkan oleh KPU. Dua calon wali kota itu adalah Ya'qud Ananda Gudban dan Mochamad Anton, selaku calon incumbent. Praktis, Sutiaji merupakan satu - satunya calon wali kota yang leluasa mengikuti tahapan pelaksanaan Pilkada. Sedangkan dua calon wali kota lainnya melalui seluruh tahapan Pilkada dari balik penjara.[5][6][7]