Pemilihan umum Bupati Kediri 2010 adalah pemilihan kepala daerah yang diselenggarakan di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada tanggal 12 Mei 2010 untuk memilih Bupati Kediri dan Wakil Bupati Kediri periode 2010–2015.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

12 Mei 2010 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pemilih terdaftar | 1.173.325 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Kehadiran pemilih | 63,32% | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kandidat | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Peta persebaran suara
![]() Peta Lokasi Kabupaten Kediri di Jawa Timur | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pemilihan umum Bupati Kediri 2010 adalah pemilihan kepala daerah yang diselenggarakan di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada tanggal 12 Mei 2010 untuk memilih Bupati Kediri dan Wakil Bupati Kediri periode 2010–2015.
Pilkada ini menjadi salah satu yang paling banyak menyita perhatian publik karena mempertemukan dua istri Bupati Kediri saat itu, Sutrisno, yakni Haryanti Sutrisno (istri sah) dan Nurlaila (istri kedua dengan status nikah siri).[1]
Bupati petahana, Sutrisno, telah menjabat dua periode dan tidak dapat maju kembali. Kontestasi pilkada kemudian diwarnai oleh pencalonan dua istrinya sekaligus: Haryanti (istri sah) dan Nurlaila (istri kedua). Keduanya memiliki basis sosial berbeda: Haryanti merupakan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri selama satu dekade, sementara Nurlaila menjabat sebagai Kepala Desa Wates dan aktif dalam kegiatan sosial politik.[2]
Fenomena dua istri petahana maju dalam pilkada yang sama kemudian menjadi sorotan nasional karena dianggap sebagai bentuk persaingan internal keluarga pejabat dan menimbulkan diskusi mengenai politik dinasti di daerah.[3][4]
Pendaftaran bakal calon dibuka pada 5–11 Maret 2010, Pilkada ini diikuti tiga pasangan calon:
| Nomor | Pasangan | Partai Pengusung |
|---|---|---|
| 1 | Haryanti Sutrisno – Masykuri Ikhsan (Harmas) | PDIP, Golkar, PPP, Hanura, PKNU, PBB |
| 2 | Sunardi – Sulaiman Lubis (Susu) | Demokrat, PKB, PKS |
| 3 | Nurlaila – Turmudi Abror (Nata) | Gerindra, PAN, serta 6–7 partai nonparlemen |
Sementara calon perseorangan Subani–Masruki dinyatakan tidak lolos verifikasi karena dukungan tidak mencukupi.[5]
Rekapitulasi final KPUD Kabupaten Kediri pada 17 Mei 2010 menunjukkan kemenangan telak pasangan Haryanti–Masykuri.[6]
| Pasangan | Partai | Suara | Persentase | |
|---|---|---|---|---|
| Haryanti–Masykuri | PDIP | 391.079 | 54,58% | |
| Sunardi–Sulaiman Lubis | Demokrat | 265.401 | 37,04% | |
| Nurlaila–Turmudi Abror | Gerindra | 60.005 | 8,37% | |
| Jumlah suara sah | 716.485 | 96,41% | ||
| Suara tidak sah | 26.674 | 3,59% | ||
| Total suara masuk | 743.159 | 63,32% | ||
| Golput | 430.166 | 36,68% | ||
| Daftar pemilih tetap | 1.173.325 | |||
Penetapan calon terpilih dilakukan pada 19 Mei 2010 dan pelantikan dijadwalkan berlangsung akhir Agustus 2010.[7]
Pilkada ini banyak dibahas karena:
Laporan harta kekayaan calon juga menjadi perhatian publik. Sunardi tercatat sebagai yang terkaya dengan nilai Rp 43 miliar, disusul Haryanti dengan Rp 41 miliar.[9]