Pemilihan Bupati Tuban 2001 dilaksanakan melalui mekanisme tidak langsung oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tuban untuk memilih Bupati Tuban dan Wakil Bupati periode 2001–2006. Sistem pemilihan langsung baru diterapkan pada 2005. Pasangan Haeny Relawati–Soenoto, yang diusung Golkar, memenangkan suara mayoritas.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Pemilihan Bupati Tuban 2001 | ||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
2001 | ||||||||||||||||||||
Kandidat | ||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||
Pemilihan Bupati Tuban 2001 dilaksanakan melalui mekanisme tidak langsung oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tuban (DPRD Tuban) untuk memilih Bupati Tuban dan Wakil Bupati periode 2001–2006. Sistem pemilihan langsung baru diterapkan pada 2005. Pasangan Haeny Relawati–Soenoto, yang diusung Golkar (dengan dukungan silang dari sebagian PDIP), memenangkan suara mayoritas.[1]
Komposisi DPRD hasil Pemilu 1999 menunjukkan dominasi PDIP (13 kursi) dan PKB (11 kursi), sedangkan Golkar hanya memiliki 8 kursi. Meski secara matematis peluang Golkar kecil, strategi merangkul internal PDIP membuka jalan kemenangan.[2]
Berikut pasangan calon dan latar belakang mereka:
| Pasangan Calon | Partai Pengusung | Jabatan Sebelum Pencalonan |
|---|---|---|
| Dra. Hj. Haeny Relawati Rini Widyastuti, M.Si. – Soenoto, BA. | Golkar (+ dukungan PDIP) | Haeny: Ketua DPRD Tuban Soenoto: anggota DPRD (PDIP) |
| Ir. Slamet Susilo, M.M. – Ir. H. Noor Nahar Hussein | PDI-P, PKB | Slamet: Kepala Dinas PU Tuban Noor: anggota DPRD (PKB) |
Dari 44 suara DPRD, hasil perolehan suara adalah:
| Pasangan Calon | Suara | % |
|---|---|---|
| Haeny Relawati – Soenoto | 29 | 64,4 |
| Slamet Susilo – Noor Nahar Hussein | 15 | 33,3 |
| Suara tidak sah | 1 | 2,3 |
Pasangan Haeny–Soenoto berhasil memenangkan mayoritas, meskipun kemungkinan dukungan awal terlihat berat.
Pemungutan suara berlangsung tegang. Ketika hasil memihak Haeny, massa pendukung calon lawan melempari gedung DPRD dengan batu dan kayu. Meskipun ada kericuhan, hasil tetap sah.[2]
Setelah penetapan, Haeny Relawati dan Soenoto resmi menjabat setelah dilantik oleh Gubernur Jawa Timur, Imam Utomo, sebagai Bupati Tuban dan Wakil Bupati Tuban periode 2001–2006. Haeny menjadi wanita pertama yang menjabat sebagai Bupati di Jawa Timur.[3]