Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Putera Mulya

PT Putera Mulya Sejahtera adalah sebuah perusahaan otobus Indonesia yang berasal dari Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Anak usaha dari PT Timur Terang Transindo, perusahaan bus ini melayani jasa angkutan bus antarkota dengan rute dari Kota Surakarta menuju DKI Jakarta. Kantor pusatnya terletak di Jalan Raya Ngadirojo, Wonogiri, Jawa Tengah.

perusahaan otobus Indonesia
Diperbarui 30 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Putera Mulya

PT Putera Mulya Sejahtera
Bus tingkat Putera Mulya dengan sasis Scania K410iB Opticruise dan karoseri Jetbus2+ SDD produksi Adi Putro
IndukPT Timur Terang Transindo
Didirikan1985; 41 tahun lalu (1985)
Terakhir beroperasi16 Desember 2022 (2022-12-16) (AKAP)
Kantor pusatJalan Raya Ngadirojo, Ngadirojo, Wonogiri, Jawa Tengah, Indonesia
Wilayah layananJawa
Jenis layananBus antarkota
Ruang tungguEksekutif, VIP
Jenis bahan bakarDiesel
Direktur UtamaGlenn Adiprana Widodo (w. 2021)
Situs webputeramulya.co.id

PT Putera Mulya Sejahtera adalah sebuah perusahaan otobus Indonesia yang berasal dari Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Anak usaha dari PT Timur Terang Transindo, perusahaan bus ini melayani jasa angkutan bus antarkota dengan rute dari Kota Surakarta menuju DKI Jakarta. Kantor pusatnya terletak di Jalan Raya Ngadirojo, Wonogiri, Jawa Tengah.

Sejarah

Putera Mulya didirikan pada tahun 1985 oleh P.H. Soegiyono di Wonogiri, Jawa Tengah. Pada masa awal berdirinya, operasional perusahaan masih sangat sederhana dengan hanya dua unit mikrobus berkapasitas 12 penumpang. Trayek awal yang dilayani adalah trayek pedesaan Ngadirojo–Jatipurno–Wonogiri–Jatisrono. Meskipun sederhana, keuletan dan semangat pelayanan yang dimiliki pendirinya membuat PO Putera Mulya perlahan mendapatkan kepercayaan masyarakat di wilayah tersebut.[1][2]

Setelah beroperasi selama tujuh tahun, perkembangan positif mulai tampak. Pada tahun 1992, Putera Mulya memperoleh izin trayek bus antarkota dalam provinsi (AKDP). Kesempatan ini dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan layanan, serta meningkatkan kualitas armada dengan bus berukuran lebih besar dan kapasitas yang lebih banyak. Kemudian pada awal tahun 2000-an, perusahaan ini melangkah lebih jauh dengan membuka layanan antarkota antarprovinsi. Rute populer yang dijalankan pada masa itu adalah Ponorogo–Purwantoro–Wonogiri–Solo–Jakarta, yang menjadi salah satu trayek favorit penumpang dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur menuju Ibu Kota. Ekspansi ini menandai transformasi PO Putera Mulya dari operator pedesaan menjadi penyedia jasa transportasi lintas provinsi yang kompetitif.[1][2]

Memasuki dekade 2010-an, Putera Mulya semakin memperkuat posisi dengan langkah modernisasi dan restrukturisasi manajemen. Pada tahun 2011, perusahaan ini dikukuhkan sebagai perseroan terbatas dengan nama PT Putera Mulya Sejahtera, bersamaan dengan kerja sama strategis dengan PT Timur Terang Transindo, perusahaan yang bergerak di bidang transportasi barang. Melalui sinergi tersebut, PT Putera Mulya Sejahtera mendapatkan dukungan finansial dan operasional yang lebih kuat untuk memperbarui armada, memperluas jaringan, dan meningkatkan standar pelayanan. Langkah ini menjadi fondasi penting menuju era baru transportasi premium di jalur Trans-Jawa, mengingat persaingan antaroperator semakin ketat dan kebutuhan akan kenyamanan serta keselamatan menjadi prioritas utama.[2]

Puncak inovasi Putera Mulya terjadi pada akhir tahun 2016, ketika perusahaan menghadirkan dua unit bus tingkat dengan karoseri Jetbus 2+ Super Double-Decker produksi Adi Putro, dengan sasis Scania K410iB. Kehadiran armada tersebut menjadikan PO Putera Mulya sebagai perintis bus tingkat pertama di jalur Tol Trans-Jawa. Bus ini menawarkan kemewahan dan kenyamanan yang jarang ditemukan di setiap bus AKAP, seperti kursi ergonomis, sistem hiburan individu, layanan pramugari, hingga fasilitas toilet di dalam bus. Langkah ini mendapat sambutan positif dari masyarakat karena menjadi simbol kemajuan transportasi darat Indonesia yang setara dengan standar internasional. Sejak saat itu, citra Putera Mulya dikenal luas sebagai pelopor layanan bus premium antarkota di Indonesia.[1][2]

Penghentian operasi AKAP

Namun, perkembangan yang pesat tersebut tidak luput dari tantangan. Pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020 hingga 2021, industri transportasi darat mengalami penurunan drastis akibat pembatasan mobilitas masyarakat dan penurunan jumlah penumpang. Putera Mulya termasuk salah satu operator yang terkena dampaknya secara signifikan. Beberapa armada tidak dapat beroperasi secara maksimal karena penurunan permintaan dan peningkatan biaya operasional. Kondisi ini menyebabkan perlambatan bisnis dan penurunan pendapatan yang cukup besar. Meski demikian, perusahaan tetap berupaya bertahan dengan melakukan efisiensi serta menyesuaikan jadwal operasi agar tetap dapat melayani pelanggan setia.[2]

Bahkan manajemen Putera Mulya pun sakit-sakitan. Sempat duduk di komisaris Putera Mulya, Kurnia Lesani Adnan, yang merupakan pemilik San, akhirnya mengundurkan diri agar fokus pada SAN. Kemudian pada tahun 2021, Glenn Adiprana Widodo, pemilik Timur Terang Transindo, meninggal dunia, yang membuat Timur Terang Transindo mengakhiri kerja sama operasinya dengan Putera Mulya.[2]

Setelah melewati masa sulit tersebut, pada tahun 2022 muncul kabar bahwa Putera Mulya memutuskan untuk menghentikan operasional bus AKAP-nya. Keputusan ini menjadi tanda berakhirnya satu babak penting dalam sejarah perusahaan yang pernah menjadi perintis bus tingkat AKAP di Indonesia.[3] Meski demikian, semangat inovasi dan warisan profesionalisme dari Putera Mulya terus dikenang sebagai inspirasi bagi perusahaan transportasi lainnya. Beberapa armada bekasnya telah dijual ke misalnya Narendra, yang dikenal memiliki fasilitas mewah dan kenyamanan tinggi bagi penumpangnya.[4]

Armada

Antara 2016 hingga 2020, Putera Mulya mengoperasikan dua jenis karoseri bus, yakni bus tingkat New Setra Jetbus2+ SDD produksi Adi Putro serta karoseri bus unik bernama Maxibus XHD produksi Laksana. Sasis yang digunakan antara lain Mercedes-Benz OH 1836, Hino R260, dan Scania K410iB. Menurut Export Manager perusahaan karoseri Laksana, Werry Yulianto, Maxibus dirancang khusus untuk Putera Mulya. Meski mengambil basis bodinya dari Discovery, tetapi ada beberapa bagian yang berbeda. Hal yang membedakannya dengan DC02 yaitu ada pada bentuk selendang samping, yang tidak menggunakan warna kromium seperti Discovery. Sementara di belakangnya ada bagian kromium yang bertuliskan Maxibus.[2]

Trayek

Lini bisnis Putera Mulya adalah bus antarkota (antarprovinsi dan dalam provinsi). Sebelum ditutup pada 2022, Putera Mulya memiliki fokus di trayek antarkota antarprovinsi rute-rute Jawa dan Sumatra. Kota-kota yang dilayani Putera Mulya pada masa itu antara lain DKI Jakarta,[5][6] Kota Malang,[5][7][6] Kota Madiun,[8] Kota Semarang,[9] dan Kota Surakarta.[9][10][10]

Referensi

  1. 1 2 3 Radityasani, M.F.; Maulana, A. (10 April 2021). "Sejarah PO Putera Mulya, Pionir Bus Tingkat di Trans Jawa". Kompas.com. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 Okezone (24 Februari 2023). "Sejarah PO Putera Mulya, Pionir Double Decker di Trans Jawa yang Lesu Dihantam Pandemi : Okezone Ototekno". https://ototekno.okezone.com/. Diakses tanggal 30 Oktober 2025.
  3. ↑ Ramadan, M.F. (16 Desember 2022). "Pemilik Bus Double Decker Pertama, PO Putera Mulya Pamit dari Trayek AKAP". iNews. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  4. ↑ Putra (24 Juli 2023). "Mengenal Bus Narendra Ponorogo yang Lagi Viral, Ada Fasilitas Termewah". iNews. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  5. 1 2 Aditya, N.R.; Prasetya, A.W. (17 Oktober 2020). "PO Putera Mulya Luncurkan Bus Social Distancing Rute Malang-Jakarta". Kompas.com. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  6. 1 2 Mediatama, Grahanusa (24 Juli 2017). "Putera Mulya tambah dua armada double decker". kontan.co.id. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  7. ↑ Ferdian, Azwar (ed.). "Bus Mewah PO Putera Mulya, Jakarta-Malang Cuma Rp 350.000". Kompas.com. Diakses tanggal 17 Februari 2021.
  8. ↑ Sari, D.I.; Prasetya, A.W. (12 April 2022). "Daftar Bus Jakarta-Pacitan beserta Harga Tiket dan Kelasnya". Kompas.com. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  9. 1 2 "JPNN". www.jpnn.com. Diakses tanggal 31 Oktober 2025.
  10. 1 2 Media, Harian Jogja Digital. "Tiket Bus Tingkat Jakarta-Wonogiri Lewat Tol Hanya Rp50.000 Sampai Akhir Pekan Ini". Harianjogja.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 31 Oktober 2025.

Pranala luar

  • (Indonesia) Situs web resmi di Wayback Machine (diarsipkan tanggal 2 Agustus 2019)
  • l
  • b
  • s
Perusahaan bus di Indonesia
Bus antarnegara
  • Bagong
  • DAMRI
Bus perkotaan
  • Agra Mas
  • Bagong
  • DAMRI
  • Hiba Utama
  • Lorena
  • Mayasari Bakti
  • Sinar Jaya
  • Transjakarta
Bus antarkota
  • Agra Mas
  • AKAS
  • ALS
  • ANS
  • Arimbi/Bima Suci
  • Bagong
    • MTrans
  • Bandung Express
  • Bejeu
  • Budiman
  • Cititrans
  • Coyo
  • DAMRI
  • Dewi Sri
  • Dharma Jaya Group
  • Efisiensi/Tividi
  • Eka/Mira
  • Gapuraning Rahayu
  • Garuda Mas
  • Gumarang Jaya
  • Gunung Harta
  • Gunung Mulia
  • Handoyo
  • Harapan Jaya
  • Haryanto
  • Hiba Group
  • Jaya Utama Indo
  • Kalisari
  • Kramat Djati
  • Kurnia Anugerah Pusaka
  • Lorena/Karina
  • Majoe Muda Mandiri
  • Maju Lancar/Citra Adi Lancar
  • Makmur/Halmahera
  • Mayasari Group
    • MGI/CBU
    • Primajasa
  • Medal Sekarwangi
  • Medali Mas
  • Muji Jaya
  • Mulyo
  • New Shantika
  • NPM
  • Nusantara
  • Pahala Kencana
  • Pandawa 87
  • PMTOH
  • Primadona
  • Puspa Jaya
  • Putera Mulya
  • Putra Remaja
  • Rajawali
  • Raya
  • Restu
  • Rimba Raya
  • Rosalia Indah
  • Royal Safari/Blue Line
  • Safari Dharma Raya
  • Sahabat Prima Abadi
  • San
  • Santoso
  • Sempati Star
  • Sinar Dempo
  • Sinar Jaya/DMI
  • Sindoro Sejahtera Mulya
  • STJ/TMT
  • Suharno Group
  • Sumber Alam
  • Sumber Group
  • TAM
  • Tami Jaya
  • Tentrem
  • Tunggal Dara
  • Unicorn Indorent
  • Yessoe Travel
Bus pariwisata
  • Agam Tungga Jaya
  • Agra Icon
  • AKAS
  • AO Transport
  • Arimbi
  • Arion
  • Bagong Biru
  • Bejeu
  • Bigbird
  • Bimo Transport
  • Blue Star
  • Budiman
  • DAMRI
  • Dewi Sri
  • Eagle High
  • Efisiensi Group
  • Eka
  • Fransindo Trans
  • Gapuraning Rahayu/Putra Ardiya
  • Golden Star
  • Gunung Harta
  • Gunung Mulia
  • Harapan Jaya
  • Haryanto
  • Hiba Utama
  • Indo Trans
  • Jaya Utama Indo
  • Kalisari
  • Karyajasa
  • Kramat Djati/Pakar Wisata
  • Mayasari Group
    • City Miles
    • City Trans Utama
    • RedWhite Star
  • Medali Mas
  • Muji Jaya Gemilang
  • Nirwana Luxury Tourist Bus
  • Nusantara
  • Nyaman Holiday
  • Pandawa 87
  • Panorama/White Horse Group
  • Prayogo
  • Puspa Jaya
  • Putra Remaja
  • Rahma Wisata
  • Raya
  • Restu
  • Rimba Raya
  • Rosalia Indah
  • Sahabat Prima Abadi
  • Safari Dharma Raya
  • Santoso
  • Sari Lorena
  • Starbus
  • Sindoro Satriamas
  • Subur Jaya
  • Sumber Alam
  • Sumber Waras Putra
  • TAM
  • Tami Jaya
  • Tentrem
  • Trac Astra
  • Tunggal Dara
  • Unicorn Indorent
  • Vido Trans Nusa
  • Vircansa Tour Bus
Bus antar-jemput
karyawan
  • Arion
  • Bagong
  • Blue Star
  • Eagle High
  • Harapan Jaya
  • Hiba Utama / Berdikari
  • Jejak Hasanah
  • Kalisari
  • Pakar Wisata
  • Restu
  • Starbus
  • Trac Astra
  • White Horse Group
Bus antar-jemput
  • Bagong
  • Bejeu
  • Budiman
  • Cititrans
  • DAMRI
  • DayTrans
  • Efisiensi
  • Indo Trans
  • Joglosemar
  • Lorena
  • Mayasari Group
    • RedWhite Star
    • TRAVL
  • Muji Jaya
  • Putra Remaja
  • Rimba Raya
  • Rosalia Indah
  • Sahabat Shuttle
  • Sempati Star
  • Sinar Jaya
  • Sumber Alam
Bus permukiman
  • AO Shuttle
  • DAMRI
  • Harapan Jaya
  • Lorena
  • Sinar Jaya
  • Transjakarta
  • Wifend Darma Persada
Bus pemadu moda
  • Agra Mas
  • DAMRI
  • Harapan Jaya
  • Hiba Utama
  • Lorena
  • Pahala Kencana
  • Primajasa/RedWhite Star
  • Sinar Jaya
Bus apron bandara
  • Gapura Angkasa
Ikon rintisan

Artikel bertopik korporasi atau perusahaan Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Penghentian operasi AKAP
  3. Armada
  4. Trayek
  5. Referensi
  6. Pranala luar

Artikel Terkait

Bagong (perusahaan otobus)

perusahaan otobus Indonesia

Raya (perusahaan otobus)

perusahaan otobus Indonesia

Handoyo (perusahaan otobus)

perusahaan otobus Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026