PT Kacebe Murni Transport adalah perusahaan otobus Indonesia yang didirikan di Denpasar, Bali, dan berkantor pusat di Kota Malang, Jawa Timur. Anak usaha dari Bagong sejak 2022, awalnya merintis usaha sejak 2010 dengan mengoperasikan bus pariwisata; kemudian pada 2017, mengalihkan bisnisnya ke bus antarkota antarprovinsi. Perusahaan otobus ini dikenal karena telah merevolusi bisnis transportasi darat reguler antara Jawa dan Bali, dengan bus-bus premium berfasilitas mewah. Kantor pusat dan garasi utamanya terletak di Arjosari, Blimbing.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

MTrans yang melayani rute Wonogiri–Denpasar, 2022. Bus ini menggunakan karoseri Tentrem Avante H8 | |
| Induk | Bagong (sejak 2022) |
|---|---|
| Didirikan | 3 Maret 2010 (2010-03-03) |
| Kantor pusat | Jalan Raden Intan 8, Arjosari, Blimbing, Malang, Jawa Timur, Indonesia |
| Wilayah layanan | |
| Jenis layanan | Bus antarkota antarprovinsi |
| Ruang tunggu | Ruang tunggu eksekutif tersedia di setiap kantor perwakilan MTrans |
| Jenis bahan bakar | Diesel |
| Direktur Utama | Budi Susilo |
| Situs web | www |
PT Kacebe Murni Transport (berbisnis dengan nama MTrans) adalah perusahaan otobus Indonesia yang didirikan di Denpasar, Bali, dan berkantor pusat di Kota Malang, Jawa Timur. Anak usaha dari Bagong sejak 2022, awalnya merintis usaha sejak 2010 dengan mengoperasikan bus pariwisata; kemudian pada 2017, mengalihkan bisnisnya ke bus antarkota antarprovinsi. Perusahaan otobus ini dikenal karena telah merevolusi bisnis transportasi darat reguler antara Jawa dan Bali, dengan bus-bus premium berfasilitas mewah. Kantor pusat dan garasi utamanya terletak di Arjosari, Blimbing.
PT Kacebe Murni Transport (MTrans) didirikan pada tanggal 3 Maret 2010 oleh Rozi Yulianto. Awalnya, MTrans bernaung di bawah PT Kuta Cemerlang Bali Jaya (KCBJ Tours) dan tidak langsung terjun ke bus antarkota seperti sekarang. MTrans awalnya melayani bus pariwisata kelas mewah yang melayani Bali. Identitas perusahaan saat itu masih sederhana, mulai dari model armada hingga identitas visualnya. Nama dagangnya, "MTrans", adalah singkatan dari "Murni Transport". Dua tahun beroperasi, MTrans mulai memperlihatkan jati diri baru dengan melakukan penjenamaan ulang pada tampilan armada. Pada masa ini, operasional perusahaan masih fokus pada bus pariwisata, tetapi kebutuhan untuk memperluas pasar mulai terlihat seiring meningkatnya permintaan konsumen dan pesatnya perkembangan industri transportasi di wilayah Bali, Lombok, dan Jawa Timur.[1][2]
Tonggak penting dalam sejarah MTrans terjadi pada 2017 ketika memutuskan masuk ke segmen bus antarkota antarprovinsi (AKAP). Langkah ini dimulai dengan peluncuran trayek pertamanya, Denpasar–Ponorogo, yang membuka peluang baru bagi perusahaan untuk memperluas jangkauan operasionalnya ke layanan jarak jauh lintas pulau. Ekspansi ini menandai transformasi besar bagi MTrans, dari sebuah operator bus pariwisata menjadi perusahaan yang melayani trayek reguler dengan sistem keberangkatan dan kedatangan terjadwal. Sejak saat itu, reputasi MTrans sebagai penyedia layanan bus jarak jauh yang nyaman dan profesional mulai berkembang, terutama di jalur Jawa–Bali yang merupakan jalur jalan raya tersibuk di Indonesia.[1]
Setelah berhasil memasuki pasar AKAP, MTrans meningkatkan kualitas layanannya dengan menghadirkan bus premium yang ditujukan untuk penumpang jarak jauh. Perusahaan otobus ini kemudian meluncurkan beberapa kelas perjalanan seperti Eksekutif, Sultan, The Royal Sultan, hingga Ocean Blue, masing-masing dengan diferensiasi fasilitas untuk memenuhi kebutuhan beragam penumpang.[1] Fasilitas yang ditawarkan pun semakin lengkap dan kompetitif, meliputi kursi yang dapat direbahkan (reclining seat), toilet, televisi, AC, USB, selimut dan bantal, hingga layanan konsumsi. Beberapa armada juga dilengkapi mini pantry dan dispenser air panas serta fasilitas minuman sehingga penumpang dapat menikmati perjalanan panjang dengan kenyamanan optimal.[3]
Pada tahun 2022, MTrans resmi diakuisisi oleh Bagong. Meski telah diakuisisi, Rozi Yulianto dan karyawannya tetap ikut serta menjadi bagian dari keluarga besar Bagong. Selain itu, jenama "MTrans" tetap dipertahankan sepenuhnya karena citra kuat dan basis pengguna yang sudah terbentuk. Di bawah struktur baru ini, MTrans justru mendapatkan dukungan manajerial, infrastruktur, serta akses permodalan yang lebih kuat, memungkinkan perusahaan melakukan pembenahan sistem operasional serta pembaruan armada dalam skala besar.[1] Sejak awal 2025, Yulianto akhirnya dicopot dari pimpinan MTrans dan digantikan oleh Budi Susilo, Direktur Utama Bagong.[butuh rujukan]

Sebagai operator bus AKAP premium, MTrans tentu menggunakan sasis premium. MTrans memiliki sasis bus Mercedes-Benz (OH 1626L),[4] Volvo (B8R dan B11R),[5][6] dan Hino (RM 280 ABS).[7] Di sela-sela upacara peluncuran 26 unit bus MTrans pada 26 Februari 2025, PT Transforma Oto Prima (TOP), dealer resmi Mercedes-Benz, menyebut bahwa sasis Mercedes-Benz OH 1626L telah lulus uji emisi Euro 4 dan dilengkapi pengereman anti-lock braking system (ABS), AdBlue 60 L, dan suspensi udara sehingga menghasilkan gas buang yang bersih dan meningkatkan kenyamanan.[4] Sementara itu, dari Volvo yang dipesan sejak 2022, sasis tersebut memenuhi lulus uji emisi Euro 5.[5]
Terkait karoseri bus, Tentrem merupakan salah satu langganannya. Lima bulan meluncukan 26 unit bus baru tersebut, terungkap bahwa bus dengan sasis Mercedes-Benz tersebut menggunakan karoseri Avante H8 Grand Captain dan 6 unit Avante H7 Grand Priority, dua model bus yang dikenal luas karena kenyamanan kabin, desain aerodinamis, serta kualitas konstruksi yang sangat baik. Salah satu fitur menarik pada pembelian ini adalah penyertaan "kandang macan", yaitu ruang khusus untuk kru dan pengemudi agar dapat beristirahat dengan aman dan nyaman selama perjalanan panjang. Langkah agresif ini menegaskan posisi MTrans sebagai operator bus modern yang serius dalam menjaga kualitas perjalanan, keselamatan, serta efektivitas operasional.[8][9] MTrans juga memiliki bus tingkat, dengan karoseri Avante D2 dan sasis Volvo B11R.[6]
Selain Tentrem, MTrans juga mengandalkan karoseri bus produksi Laksana. Pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) tahun 2025, Laksana meluncurkan karoseri Legacy SR-3 Neo Double-Decker, yang kemudian dibeli oleh MTrans. Bus tingkat tersebut menggunakan sasis Volvo B11R.[10] Selain itu, Legacy SR-2 untuk kelas Sultan juga tersedia.[11]

Awalnya, MTrans mengenakan warna dasar abu-abu dengan aksen merah, yang mencerminkan fase awal perusahaan yang masih berorientasi pada layanan pariwisata. Dua tahun berselang, perusahaan ini mulai memperlihatkan jati diri baru dengan melakukan penjenamaan ulang: MTrans mengganti pola pengecatan busnya menjadi warna merah putih, warna yang kemudian menjadi ciri khas yang dikenal luas oleh masyarakat hingga sekarang. Pergantian warna tersebut bukan hanya sekadar pembaruan tampilan, melainkan juga simbol perubahan orientasi perusahaan yang semakin serius dalam membangun citranya sebagai operator bus pariwisata kelas premium di Bali kala itu.[1]
Beberapa unit bus ada yang menggunakan pola pengecatan yang berbeda. Saat gelaran GIIAS 2024, MTrans memborong karoseri Avante D2 yang menggunakan pola pengecatan merah.[12] MTrans juga dikenal unik karena memiliki jargon korporat yang ditulis dalam Bahasa Belanda, Je ziet ons ook overalcode: nl is deprecated (terj. har. 'Anda dapat melihat kami di mana-mana'), yang ditempel di setiap kaca busnya.
Sejak merintis bus antarkota pada tahun 2017 dan akuisisi oleh Bagong pada tahun 2022, MTrans sudah tidak lagi melayani bus pariwisata. Saat ini, MTrans fokus pada bus antarkota dengan titik keberangkatan dari Kota Denpasar, Bali[13] Kota Surabaya/Kota Malang, Jawa Timur, dan Kota Yogyakarta.[14] MTrans juga melayani rute bus antarkota antarprovinsi menghubungkan DKI Jakarta atau Kota Bandung, Jawa Barat menuju berbagai kota di Jawa Timur dan DKI Jakarta–Kota Denpasar, Bali.
Media terkait MTrans (Indonesia) buses di Wikimedia Commons