Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Handoyo (perusahaan otobus)

PT Indo Transport Abdimas adalah sebuah perusahaan otobus Indonesia yang berasal dari Kota Magelang, Jawa Tengah. Perusahaan ini melayani rute transportasi darat dari dan ke berbagai kota di Pulau Jawa dan Sumatra. Perusahaan ini memegang empat merek, yakni Handoyo, HD Transport, Mandala, dan Indo Trans.

perusahaan otobus Indonesia
Diperbarui 9 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Handoyo (perusahaan otobus)
Untuk kegunaan lain, lihat Handoyo.
PT Indo Transport Abdimas
Bus Handoyo, saat diparkir di pool-nya di selatan Terminal Jombor
Didirikan1975
Kantor pusatMagelang, Jawa Tengah, Indonesia
Wilayah layanan
  • Jawa
  • Sumatra
Jenis layanan
  • Bus antarkota
  • bus pariwisata
  • bus antar-jemput
GarasiMagelang, Surabaya
Armada100 unit/hari (2025)
Jenis bahan bakarDiesel
Pimpinan
  • Daniel Handoyo
  • Priyono
Situs webhandoyo.rongrit.com indotranstravel.co.id (untuk bus antar-jemput)

PT Indo Transport Abdimas adalah sebuah perusahaan otobus Indonesia yang berasal dari Kota Magelang, Jawa Tengah. Perusahaan ini melayani rute transportasi darat dari dan ke berbagai kota di Pulau Jawa dan Sumatra. Perusahaan ini memegang empat merek, yakni Handoyo, HD Transport, Mandala (ketiga berjalan sebagai bus antarkota antarprovinsi), dan Indo Trans (berjalan sebagai bus pariwisata dan bus antar-jemput).

Sejarah

Handoyo didirikan pada tahun 1975 oleh Yohanes Dibyo Wibowo di Kota Magelang, Jawa Tengah. Pada awal berdirinya, perusahaan otobus ini berfokus melayani trayek antarkota dalam provinsi maupun antarprovinsi dengan jarak dekat hingga menengah.[1] Beberapa rute awal yang dilayani antara lain Yogyakarta–Semarang, serta trayek AKDP seperti Magelang–Weleri dan Magelang–Ngadirejo. Kehadiran Handoyo pada masa itu menjadi salah satu penopang utama mobilitas masyarakat di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.[2]

Memasuki tahun 1988, PO Handoyo mulai melakukan perubahan strategi dengan beralih melayani trayek AKAP jarak jauh. Rute yang dikembangkan mencakup perjalanan dari Yogyakarta, Magelang, dan daerah sekitarnya menuju kawasan Jabotabek. Perluasan layanan ini menandai langkah penting Handoyo untuk masuk ke pasar transportasi antarkota jarak jauh. Seiring meningkatnya permintaan, armada dan jaringan operasional perusahaan pun terus bertambah.[2]

Nama Handoyo sendiri diambil dari nama anak pendirinya, yakni Daniel Handoyo, yang kelak menjadi pimpinan utama perusahaan. Pemberian nama ini mencerminkan harapan sang pendiri agar usaha tersebut dapat terus berlanjut lintas generasi. Dalam operasionalnya, PO Handoyo mengusung jargon "Abdi Masyarakat" sebagai wujud komitmen melayani kebutuhan transportasi publik.[1] Selain itu, slogan "Safety dulu baru fulus" juga kerap ditampilkan pada bodi bus sebagai pengingat pentingnya keselamatan bagi kru maupun penumpang.[3]

Pada tahun 1995, Handoyo kembali melakukan ekspansi dengan membuka trayek antarpulau. Trayek ini menghubungkan kota-kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur menuju berbagai daerah di Pulau Sumatra. Ekspansi tersebut memperluas jangkauan layanan Handoyo sekaligus memperkuat posisinya sebagai perusahaan otobus nasional. Sejak saat itu, Handoyo semakin dikenal luas di kalangan pengguna transportasi antarkota dan antarpulau.[2]

Bus Mandala yang melayani trayek Surabaya–Bandung, 2022

Setelah kepemimpinan beralih ke Daniel Handoyo, perusahaan mengalami perkembangan yang sangat pesat. Di bawah manajemennya, Handoyo bahkan tumbuh melampaui visi awal yang dicita-citakan oleh sang pendiri. Julukan "Raja Jalanan dari Lembah Tidar" pun melekat pada perusahaan ini. Dalam proses ekspansinya, Handoyo mengakuisisi sebuah perusahaan otobus asal Jawa Timur, PO Mandala, beserta trayek-trayek strategisnya, seperti rute dari Bandung, Tasikmalaya, dan Banjar menuju Purwokerto hingga kota-kota di Jawa Timur seperti Jombang, Ngawi, dan Surabaya.[1][4]

Pada Maret 2015, Handoyo Group resmi berbadan hukum perseroan terbatas dengan nama PT Indo Transport Abdimas. Saat itu, perusahaan telah mengoperasikan sekitar 250 unit bus dengan empat jenama utama, yaitu Handoyo, HD Transport, Mandala, dan Indo Trans.[5] Setelah menjadi PT, Handoyo mulai merambah sektor bus pariwisata guna menjawab tingginya minat masyarakat dan mendukung program pariwisata nasional, yang mulai direalisasikan pada tahun 2017.[2] Namun, pada 4 Oktober 2022, PT Indo Transport Abdimas mengumumkan penutupan operasional bus Mandala untuk trayek Bandung–Surabaya yang efektif berlaku sehari setelahnya.[4]

Armada

Bus Handoyo dengan karoseri Legacy SR-3 XHD

Di garasi utamanya, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Magelang, Handoyo diketahui mengoperasikan 100 bus dan berdekatan dengan garasi milik perusahaan otobus lainnya, termasuk Sumber Waras, Santoso, dan Maju Makmur. Handoyo dikenal mengandalkan sasis bus buatan Hino, termasuk sasis AK dan RK, serta sebagian kecil dari Mercedes-Benz.[6] Armada modern PO Handoyo banyak mengandalkan sasis Hino RM 280 Air Suspension Euro 4 yang memiliki keunggulan pada kestabilan dan kenyamanan berkat sistem suspensi udara. Sasis ini juga menggunakan konstruksi space frame yang memungkinkan bagasi lebih luas karena ruang penyimpanan dapat menembus dari sisi kanan ke kiri.[7][8]

Terkait dengan karoseri bus, Handoyo tidak pilih-pilih. Handoyo pernah memiliki unit bus produksi New Armada dan Rahayu Santosa. Namun saat ini Handoyo terobsesi dengan unit-unit bus berkaroseri Adi Putro dan Laksana.[6][9] Beberapa unit bus terbaru yang diluncurkan menggunakan bodi Laksana Legacy SR-3 XHD Prime Ultimate atau Legacy SR-3 XHD Ultimate yang dikenal memiliki desain modern dan mewah. Ciri khas bodi ini antara lain penggunaan kaca depan model double glass dengan aksen bando pada bagian fasia, tampilan lampu full LED, serta desain eksterior futuristik. PO Handoyo dikenal memiliki identitas visual berupa pola pengecatan kuning emas yang dipadukan dengan warna hitam serta ornamen gambar kepala singa di sisi bodi. Selain itu, beberapa unit edisi khusus bahkan menampilkan tulisan peringatan ulang tahun perusahaan sebagai bagian dari desain eksteriornya. Pada bagian interior, bus dirancang untuk kenyamanan perjalanan jarak jauh dengan konfigurasi kursi 2-2 yang dilengkapi sandaran tangan dan sandaran kaki, serta fasilitas tambahan seperti televisi, AC, dan toilet di bagian belakang.[7][8]

Pada masa pandemi Covid-19, Handoyo pernah meluncurkan bus khusus bertema social distancing sebagai bentuk adaptasi terhadap protokol kesehatan di transportasi umum. Bus ini menggunakan bodi Laksana Legacy SR-2 dengan sasis Hino R260, tetapi memiliki konfigurasi kabin yang berbeda dari bus pada umumnya. Jika bus antarkota biasanya memakai pola kursi 2–2 atau 2–3, armada ini justru menggunakan konfigurasi 1–1–1 dengan dua lorong, sehingga jumlah kursinya hanya sekitar 27 buah. Tata letak tersebut membuat jarak antarpenumpang jauh lebih renggang, sehingga dapat mengurangi risiko penularan penyakit sekaligus meningkatkan kenyamanan selama perjalanan jarak jauh. Peluncuran bus ini merupakan upaya PO Handoyo untuk memberikan layanan transportasi yang lebih aman dan sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat di masa pandemi.[10]

Trayek

Bus antarkota

Bus Handoyo dengan trayek Surabaya–Purwokerto, menggunakan karoseri New Setra Jetbus2+ HDD

PO Handoyo menjadikan layanan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) sebagai lini bisnis utama yang menopang operasional perusahaan. Perusahaan otobus ini dikenal memiliki jaringan trayek yang cukup luas, terutama di Pulau Jawa dan Sumatra, dengan berbagai rute yang menghubungkan kota-kota besar maupun kota menengah. Hampir seluruh wilayah di Jawa, termasuk Madura, dijangkau oleh layanan Handoyo, sehingga menjadikannya salah satu operator bus yang cukup dikenal di jalur tersebut. Dalam operasionalnya, Handoyo lebih berfokus pada layanan bus non-ekonomi yang menitikberatkan pada kenyamanan perjalanan jarak jauh. Kelas layanan yang ditawarkan beragam, mulai dari kelas VIP, Eksekutif, Super Eksekutif, hingga Suites Class yang merupakan kelas tertinggi dengan tingkat kenyamanan lebih eksklusif dibanding kelas lainnya.[8][11]

Untuk menunjang kenyamanan penumpang, bus-bus Handoyo dilengkapi berbagai fasilitas yang umum tersedia pada armada bus non-ekonomi. Fasilitas tersebut antara lain pendingin udara (AC), kursi ergonomis yang dilengkapi leg rest untuk menopang tungkai selama perjalanan panjang, serta sabuk pengaman sebagai fitur keselamatan dasar. Penumpang juga mendapatkan cup holder pada kursi untuk menyimpan minuman, serta dua unit televisi di bagian kabin yang berfungsi sebagai sarana hiburan selama perjalanan.[8] Selain mengoperasikan jenama utama Handoyo, perusahaan ini menjalankan dua jenama bus lain sebagai bagian dari pengembangan layanan, yaitu HD Transport dan Mandala. Namun, operasional Mandala yang melayani rute Bandung–Surabaya akhirnya dihentikan pada 5 Oktober 2022 setelah terdampak kondisi industri transportasi selama pandemi Covid-19.[5][4]

Bisnis nontrayek

Bus pariwisata

Selain layanan AKAP, sejak 2017, PO Handoyo juga mengoperasikan layanan bus pariwisata yang biasanya digunakan untuk kegiatan wisata, perjalanan rombongan, karyawisata, hingga perjalanan instansi atau perusahaan. Bus pariwisata Handoyo menggunakan jenama Indo Trans.[2] Pada Agustus 2020, Indo Trans, bersama dengan PO lain di wilayah eks-Keresidenan Kedu seperti Safari Dharma Raya diketahui juga melayani paket wisata berupa open trip, khususnya dengan rute menuju berbagai destinasi wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Perjalanannya dimulai dari Parakan, Temanggung menuju garasi PO Handoyo di Magelang, kemudian dilanjutkan menuju Yogyakarta dengan dua pilihan paket: wisata religi serta wisata pantai dan belanja. Paket wisata religi yang dilayani meliputi Makam Gunung Pring, Pantai Parangtritis, dan Makam Sunan Pandanaran. Sementara untuk wisata belanja, objek wisatanya meliputi Parangtritis, Gumuk Pasir Parangkusumo, Cemoro Sewu, dan Jalan Malioboro.[12]

Bus antar jemput

Handoyo juga melayani bus antar-jemput, dengan jenama Indo Trans Travel, dengan rute dari Kota Surabaya menuju Bali, Banyuwangi, Jember, Lumajang, dan Malang.

Referensi

  1. 1 2 3 Riyanto, H. Arif. "Mengenal PO Handoyo Magelang: Legenda Perusahaan Otobus di Jalur Selatan Jawa - Radar Magelang - Halaman 2". Mengenal PO Handoyo Magelang: Legenda Perusahaan Otobus di Jalur Selatan Jawa - Radar Magelang - Halaman 2. Diakses tanggal 23 Oktober 2025.
  2. 1 2 3 4 5 Khairunnisa 2025, hlm. 60.
  3. ↑ Kompas, Tim Harian (5 Oktober 2019). "Laju Panjang Bisnis Bus AKAP". Kompas.id. Diakses tanggal 24 Oktober 2025.
  4. 1 2 3 Ilham (4 Oktober 2022). "Imbas Pandemi, Bus Legendaris PO Mandala Pamit Dari Jalur AKAP Bandung-Surabaya". Autofun. Diakses tanggal 23 Oktober 2025.
  5. 1 2 Khairunnisa 2025, hlm. 61.
  6. 1 2 Riyanto, H. Arif. "PO Handoyo, Raja Jalanan dari Lembah Tidar Magelang, Kini Sudah Berusia 50 Tahun". Radar Magelang. Diakses tanggal 23 Oktober 2025.
  7. 1 2 Sari, J.P.I.; Ferdian, A. (29 November 2024). "PO Handoyo Rilis 4 Bus Baru Edisi Ulang Tahun yang ke 50". Kompas.com. Diakses tanggal 9 Maret 2026.
  8. 1 2 3 4 Anshori, Luthfi. "Bus Baru PO Handoyo Meluncur: Pakai Bodi Laksana dan Sasis Hino". detikoto. Diakses tanggal 9 Maret 2026.
  9. ↑ Amani, Asef. "Dukung Mudik Gratis, Handoyo Terjunkan Dua Bus Andalan". Suara Merdeka. Diakses tanggal 9 Maret 2026.
  10. ↑ "PO Handoyo Rilis Bus Social Distancing, Mesin dan Sasis Pakai Hino". Tempo. 21 September 2020. Diakses tanggal 9 Maret 2026.
  11. ↑ Okezone (29 Juni 2023). "Ternyata Ini Sosok Pemilik PO Bus Handoyo - PAGE ALL : Okezone Economy". https://economy.okezone.com/. Diakses tanggal 9 Maret 2026.
  12. ↑ Pratama, Ilham (24 Agustus 2020). "Mau Wisata di Yogya? Bisa Ikut Open Trip Bus-Bus Ini". otodriver. Diakses tanggal 9 Maret 2026.

Daftar pustaka

  • Khairunisa, Mirza, M. (2025). Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Kepercayaan Pelanggan terhadap Kepuasan Pelanggan PO Handoyo Rute Klaten - Jakarta (Studi kasus pada Pelanggan PO Handoyo di Kota Magelang) (S1 thesis). Universitas Diponegoro.

Pranala luar

Media terkait Handoyo buses di Wikimedia Commons

  • (Indonesia) Situs web resmi
  • (Indonesia) Situs web angkutan antar-jempur Indo Trans
  • l
  • b
  • s
Perusahaan bus di Indonesia
Bus antarnegara
  • Bagong
  • DAMRI
Bus perkotaan
  • Agra Mas
  • Bagong
  • DAMRI
  • Hiba Utama
  • Lorena
  • Mayasari Bakti
  • Sinar Jaya
  • Transjakarta
Bus antarkota
  • Agra Mas
  • AKAS
  • ALS
  • ANS
  • Arimbi/Bima Suci
  • Bagong
    • MTrans
  • Bandung Express
  • Bejeu
  • Budiman
  • Cititrans
  • Coyo
  • DAMRI
  • Dewi Sri
  • Dharma Jaya Group
  • Efisiensi/Tividi
  • Eka/Mira
  • Gapuraning Rahayu
  • Garuda Mas
  • Gumarang Jaya
  • Gunung Harta
  • Gunung Mulia
  • Handoyo
  • Harapan Jaya
  • Haryanto
  • Hiba Group
  • Jaya Utama Indo
  • Kalisari
  • Kramat Djati
  • Kurnia Anugerah Pusaka
  • Lorena/Karina
  • Majoe Muda Mandiri
  • Maju Lancar/Citra Adi Lancar
  • Makmur/Halmahera
  • Mayasari Group
    • MGI/CBU
    • Primajasa
  • Medal Sekarwangi
  • Medali Mas
  • Muji Jaya
  • Mulyo
  • New Shantika
  • NPM
  • Nusantara
  • Pahala Kencana
  • Pandawa 87
  • PMTOH
  • Primadona
  • Puspa Jaya
  • Putera Mulya
  • Putra Remaja
  • Rajawali
  • Raya
  • Restu
  • Rimba Raya
  • Rosalia Indah
  • Royal Safari/Blue Line
  • Safari Dharma Raya
  • Sahabat Prima Abadi
  • San
  • Santoso
  • Sempati Star
  • Sinar Dempo
  • Sinar Jaya/DMI
  • Sindoro Sejahtera Mulya
  • STJ/TMT
  • Suharno Group
  • Sumber Alam
  • Sumber Group
  • TAM
  • Tami Jaya
  • Tentrem
  • Tunggal Dara
  • Unicorn Indorent
  • Yessoe Travel
Bus pariwisata
  • Agam Tungga Jaya
  • Agra Icon
  • AKAS
  • AO Transport
  • Arimbi
  • Arion
  • Bagong Biru
  • Bejeu
  • Bigbird
  • Bimo Transport
  • Blue Star
  • Budiman
  • DAMRI
  • Dewi Sri
  • Eagle High
  • Efisiensi Group
  • Eka
  • Fransindo Trans
  • Gapuraning Rahayu/Putra Ardiya
  • Golden Star
  • Gunung Harta
  • Gunung Mulia
  • Harapan Jaya
  • Haryanto
  • Hiba Utama
  • Indo Trans
  • Jaya Utama Indo
  • Kalisari
  • Karyajasa
  • Kramat Djati/Pakar Wisata
  • Mayasari Group
    • City Miles
    • City Trans Utama
    • RedWhite Star
  • Medali Mas
  • Muji Jaya Gemilang
  • Nirwana Luxury Tourist Bus
  • Nusantara
  • Nyaman Holiday
  • Pandawa 87
  • Panorama/White Horse Group
  • Prayogo
  • Puspa Jaya
  • Putra Remaja
  • Rahma Wisata
  • Raya
  • Restu
  • Rimba Raya
  • Rosalia Indah
  • Sahabat Prima Abadi
  • Safari Dharma Raya
  • Santoso
  • Sari Lorena
  • Starbus
  • Sindoro Satriamas
  • Subur Jaya
  • Sumber Alam
  • Sumber Waras Putra
  • TAM
  • Tami Jaya
  • Tentrem
  • Trac Astra
  • Tunggal Dara
  • Unicorn Indorent
  • Vido Trans Nusa
  • Vircansa Tour Bus
Bus antar-jemput
karyawan
  • Arion
  • Bagong
  • Blue Star
  • Eagle High
  • Harapan Jaya
  • Hiba Utama / Berdikari
  • Jejak Hasanah
  • Kalisari
  • Pakar Wisata
  • Restu
  • Starbus
  • Trac Astra
  • White Horse Group
Bus antar-jemput
  • Bagong
  • Bejeu
  • Budiman
  • Cititrans
  • DAMRI
  • DayTrans
  • Efisiensi
  • Indo Trans
  • Joglosemar
  • Lorena
  • Mayasari Group
    • RedWhite Star
    • TRAVL
  • Muji Jaya
  • Putra Remaja
  • Rimba Raya
  • Rosalia Indah
  • Sahabat Shuttle
  • Sempati Star
  • Sinar Jaya
  • Sumber Alam
Bus permukiman
  • AO Shuttle
  • DAMRI
  • Harapan Jaya
  • Lorena
  • Sinar Jaya
  • Transjakarta
  • Wifend Darma Persada
Bus pemadu moda
  • Agra Mas
  • DAMRI
  • Harapan Jaya
  • Hiba Utama
  • Lorena
  • Pahala Kencana
  • Primajasa/RedWhite Star
  • Sinar Jaya
Bus apron bandara
  • Gapura Angkasa


Ikon rintisan

Artikel bertopik korporasi atau perusahaan Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Armada
  3. Trayek
  4. Bus antarkota
  5. Bisnis nontrayek
  6. Bus pariwisata
  7. Bus antar jemput
  8. Referensi
  9. Daftar pustaka
  10. Pranala luar

Artikel Terkait

Bagong (perusahaan otobus)

perusahaan otobus Indonesia

Raya (perusahaan otobus)

perusahaan otobus Indonesia

Restu (perusahaan otobus)

perusahaan otobus Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026