Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Dewi Sri (perusahaan otobus)

PT Dewi Sri adalah perusahaan otobus Indonesia yang berpusat dan memiliki garasi utama di Pesurungan Lor, Margadana, Kota Tegal, Jawa Tengah. Perusahan otobus ini melayani bus antarkota di pesisir pantura Jawa Tengah bagian barat, bus permukiman Jabodetabek, serta bus pariwisata yang melayani berbagai kota di Jawa dan Bali. Dewi Sri dikenal karena menjadi satu-satunya perusahaan otobus asli Tegal yang menguasai trayek Pantura Jawa Tengah. Didirikan oleh keluarga Ismail, para anggota keluarganya tidak hanya berbisnis bus, tetapi juga melahirkan generasi kedua yang semuanya terjun ke dunia politik dan pemerintahan di wilayah Keresidenan Pekalongan.

perusahaan otobus Indonesia
Diperbarui 2 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Dewi Sri (perusahaan otobus)
PT Dewi Sri
Tanda kata (wordmark) Dewi Sri, digunakan pada unit-unit lama.
Bus pariwisata Dewi Sri, dengan nama individu "Queen Alesha", menggunakan karoseri Legacy SR-3 Single-Glass Panorama Ultimate R HD Prime produksi Laksana.
Didirikan1992
Kantor pusatJalan Mataram, Pesurungan Lor, Margadana, Kota Tegal, Jawa Tengah, Indonesia
Wilayah layananJawa
Jenis layanan
  • Bus antarkota
  • bus pariwisata
  • bus permukiman
Garasi
  • Pesurungan
  • Kota Tegal
Armada500 unit/hari
Jenis bahan bakarDiesel
Operator
  • PT Dewi Sri (AKAP dan pariwisata)
  • PT Wifend Darma Persada (JR Connexion)
Direktur UtamaRokhayah

PT Dewi Sri adalah perusahaan otobus Indonesia yang berpusat dan memiliki garasi utama di Pesurungan Lor, Margadana, Kota Tegal, Jawa Tengah. Perusahan otobus ini melayani bus antarkota di pesisir pantura Jawa Tengah bagian barat, bus permukiman Jabodetabek, serta bus pariwisata yang melayani berbagai kota di Jawa dan Bali. Dewi Sri dikenal karena menjadi satu-satunya perusahaan otobus asli Tegal yang menguasai trayek Pantura Jawa Tengah (bersama dengan Dedy Jaya asal Brebes). Didirikan oleh keluarga Ismail, para anggota keluarganya tidak hanya berbisnis bus, tetapi juga melahirkan generasi kedua yang semuanya terjun ke dunia politik dan pemerintahan di wilayah Keresidenan Pekalongan.

Sejarah

Ismail, seorang laki-laki asal Randusanga Kulon, Brebes, merantau ke Tegal setelah menikah dengan Rokhayah. Sejak akhir 1960-an hingga 1980-an, pasangan keluarga ini awalnya mencari nafkah dengan bertani, mengelola pabrik es lilin, hingga berdagang beras untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Untuk menunjang kelancaran distribusi beras, mereka kemudian membeli sebuah truk. Kepemilikan truk inilah yang kelak menjadi cikal bakal usaha transportasi mereka.[1][2][3]

Seiring waktu, Ismail dan Rokhayah mengubah arah bisnisnya dari perdagangan beras ke bidang transportasi darat penumpang. Mereka mendirikan sebuah perusahaan otobus bernama Dewi Sri yang berbasis di Kota Tegal. Dewi Sri mulai beroperasi pada tahun 1992. Pada masa awal, mereka sudah berkeinginan memiliki trayek antarkota antarprovinsi. Namun, karena status perusahaan yang masih rintisan, mereka memulai usaha ini dengan mengakuisisi trayek milik PO Panca Jaya dari Purwokerto. Trayek debut Dewi Sri adalah rute antarkota dalam provinsi Tegal–Purwokerto. Untuk melayani rute tersebut, perusahaan mengoperasikan beberapa unit bus sedang. Langkah ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan usaha mereka di sektor transportasi. Dari sinilah nama Dewi Sri mulai dikenal oleh masyarakat.[1][3]

Nama Dewi Sri diambil dari nama Dewi Padi dalam mitologi Jawa. Umumnya figur ini dikaitkan dengan Dewi Laksmi, dewi lambang kesuburan dalam mitologi Hindu. Rokhayah menyebut bahwa pemberian nama ini berkaitan dengan usaha sebelumnya yang berkaitan dengan pertanian dan beras.[3]

Pada tahun 1995, Dewi Sri mulai melebarkan sayap ke layanan antarkota antarprovinsi. Rute pertama yang dibuka adalah Tegal–Jakarta dengan mengoperasikan tujuh armada bus besar. Bus besar tersebut diperoleh dari hasil menjual seluruh unit bus sedangnya saat bermain di trayek AKDP.[3] Persaingan di jalur Pantura Jawa Tengah pada masa itu sangat ketat. Dewi Sri harus bersaing langsung dengan tetangganya sendiri, Dedy Jaya serta Sinar Jaya dari Bekasi.[1]

Saat menghadapi krisis finansial Asia 1997, nilai tukar rupiah semakin melemah sehingga keluarga Ismail harus menjual aset-asetnya.[3] Memasuki awal dekade 2000-an, Ismail menyerahkan tongkat kepemimpinan perusahaan kepada istrinya, Rokhayah, dan anaknya Ikmal Jaya. Dalam perkembangannya, tiga anak Ismail justru meniti karier di dunia politik. Mereka dikenal membangun pengaruh politik di wilayah Brebes, Tegal, dan Pemalang. Hal ini turut memengaruhi dinamika kepemimpinan di tubuh perusahaan. Ketika Jaya dilantik sebagai Wali Kota Tegal periode 2009–2014,[4] kepemimpinan PO Dewi Sri diambil alih oleh kakaknya, Idza Priyanti. Selanjutnya, pada 4 Desember 2012, Priyanti juga dilantik dalam jabatan publik, sebagai Bupati Brebes.[5]

Di tangan ketiga anak dari Ismail itu, Dewi Sri mulai melakukan ekspansi trayek baru, di antaranya Purwodadi–Jakarta, Kendal–Pekalongan–Pemalang–Jakarta, Slawi–Jakarta, Purbalingga–Jakarta, dan banyak rute lainnya. Meski dibayangi pro-kontra dinasti politik yang dibangun oleh generasi kedua dari keluarga Ismail, PO ini memiliki legacy dan kontribusi yang sangat berharga bagi perkembangan mobilitas masyarakat Kota dan Kabupaten Tegal. Dengan persaingannya yang keras itu, Dewi Sri masih bertahan melayani berbagai rute Pantura.[6]

Armada

Bus pariwisata Dewi Sri, dengan nama individu "Queen Medusa"

Saat ini, Dewi Sri mengoperasikan 500 unit bus dalam tiga divisi, yakni bus antarkota, bus permukiman Jabodetabek, dan bus pariwisata.[1][2] Dewi Sri memiliki banyak bus lawas untuk trayek antarkotanya, menggunakan sasis Mitsubishi Colt Diesel, Hino, Mercedes-Benz, dan Volvo.[7] Sementara itu, karoseri bus yang digunakan berasal dari Tri Sakti, Laksana, Adi Putro, dan Rahayu Santosa.[6] Tercatat, Dewi Sri menggunakan salah satu sasis premium yang diproduksi oleh Volvo, yakni B7R dengan jumlah 20 unit, dan harganya dikenal sangat mahal.[1]

Unit-unit bus modern Dewi Sri menggunakan karoseri Legacy SR-3 Panorama produksi Laksana dan sasis Mercedes-Benz OH 1626. Bus ini dirilis pada tahun 2024 dan digunakan untuk bus pariwisata. Bus tersebut menggunakan pola pengecatan yang berbeda dengan bus regulernya (abu-abu atau hitam), kali ini bus tersebut menggunakan warna merah marun dengan garis-garis kuning.[8]

Trayek

Bus antarkota

Sejak awal dirintis, Dewi Sri menjadikan bus antarkota sebagai lengan bisnis utamanya. Sebagai penguasa Pantura Jawa Tengah, bus-bus Dewi Sri melayani trayek dari dan tujuan kabupaten dan kota di wilayah Keresidenan Pekalongan menuju DKI Jakarta.[6] Trayek pertama Dewi Sri, Tegal–Purwokerto,[1] telah diintegrasikan dengan segmen trayek Tegal–Jakarta, sehingga membentuk satu trayek panjang, Purwokerto–Tegal–DKI Jakarta.

Terdapat dua kelas perjalanan yang ditawarkan, yakni kelas ekonomi dan kelas AC. Bersaing secara duopoli dengan Dedy Jaya dengan trayek yang hampir sama, saat ini Dewi Sri sedang menghadapi permasalahan terkait kualitas armada yang dimilikinya. Sejumlah pengguna TikTok mengkritik bahwa kondisi bus Dewi Sri pascapandemi Covid-19, mengalami banyak gangguan dan belum ada tanda-tanda peremajaan. Banyak AC yang tak dapat dioperasikan, tarif tiket yang tidak jelas, hingga banyak penumpang yang diturunkan di tempat yang tidak semestinya.[9]

Bisnis nontrayek

Bus permukiman Jabodetabek

Dewi Sri mulai terjun ke bus permukiman Jabodetabek saat kepemimpinannya diserahkan kepada Ikmal Jaya. Ketika itu, Dewi Sri, lewat anak usahanya, PT Wifend Darma Persada, mengelola bus perumahan yang berlokasi di kompleks kota terencana BSD City, Kemang Pratama, Lippo Karawaci, Bintaro Jaya, dan Bukit Sentul. Bus-bus milik Wifend Darma Persada inilah yang menjadi cikal bakal dari Transjakarta feeder, Transjabodetabek, dan JR Connexion. Saat ini, Wifend Darma Persada masih bermain di trayek JR Connexion.[10][11][12]

Bus pariwisata

Dewi Sri juga melayani sewa bus pariwisata untuk kebutuhan perjalanan wisata di Jawa dan Bali. Unit-unit bus pariwisatanya menggunakan bus-bus yang relatif muda.[8]

Kontroversi

Priyanti sebagai Bupati Brebes periode 2017–2022

Dinasti politik Dewi Sri sudah sangat familiar di kalangan masyarakat eks-Keresidenan Pekalongan. Idza Priyanti, Ikmal Jaya, dan Mukti Agung Wibowo adalah tiga anak Ismail dan Rokhayah selaku pendiri Dewi Sri. Selain menjadi pemegang tampuk kekuasaan perusahaan milik orang tuanya, mereka juga mencalonkan diri menjadi kepala daerah. Jaya sukses menjadi Wali Kota Tegal periode 2009–2014 meski jatuh di tengah kepemimpinan periode keduanya lantaran tersandung kasus korupsi.[4] Sementara itu, Priyanti menjadi Bupati Brebes, dan Wibowo memenangkan pemilihan umum Bupati Pemalang 2020.[13]

Adanya dinasti politik tersebut memunculkan pro dan kontra di kalangan masyarakat, khususnya pelanggan setia bus Dewi Sri. Mereka menganggap dengan adanya dinasti-dinasti politik seperti ini dapat membuat ketidakfokusan dalam mengelola perusahaan otobus yang bisa berujung pada penurunan kualitas pelayanan.[14]

Catatan LHKPN 2016, yang dirilis oleh Komisi Pemberantasan Korupsi menyebutkan bahwa pada saat mencalonkan diri sebagai Bupati Brebes, Priyanti memiliki harta kekayaan sebesar Rp7,67 miliar, yang menjadikan Priyanti sebagai calon bupati terkaya dibandingkan calon yang lain.[15] Pada 11 Agustus 2022, Mukti Agung Wibowo ditetapkan sebagai tersangka KPK terkait kasus jual beli jabatan di Kabupaten Pemalang.[16] Priyanti menjadi orang terakhir dalam keluarga politik Dewi Sri yang bertahan menduduki jabatan kepala daerah di wilayah eks-Keresidenan Pekalongan tersebut hingga akhir masa jabatannya, setelah kedua saudaranya terjerat kasus korupsi.[15]

Sementara itu, Ikmal Jaya menyatakan secara blak-blakan bahwa dirinya memilih fokus untuk berdakwah, setelah keluar dari penjara selama 7 tahun 4 bulan akibat kasus korupsinya itu.[4]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 Ramadan, M.F. (2023-02-24). "Kisah Pemilik PO Dewi Sri, Berawal dari Pedagang Beras Kini Punya Ratusan Bus". iNews. Diakses tanggal 2025-12-13.
  2. 1 2 Ramadan, M.F. (2023-03-22). "Deretan PO Bus Andalan Wong Tegal, Ada yang Dibangun Zaman Kemerdekaan Rombak Truk Perang Jadi Bus". iNews. Diakses tanggal 2025-12-14.
  3. 1 2 3 4 5 Widoretmo 2015, hlm. 31.
  4. 1 2 3 Media, Kompas Cyber (2022-06-21). "Keluar dari Penjara, Mantan Wali Kota Tegal Ikmal Jaya Kapok Terjun ke Dunia Politik Halaman all - Kompas.com". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-12-13.
  5. ↑ "PELANTIKAN BUPATI BREBES | ANTARA Foto". antarafoto.com. Diakses tanggal 2025-12-15.
  6. 1 2 3 Trisna, C.D.V. (2023-01-14). "Sejarah PO Dewi Sri: Sukses di Tangan Tokoh Politik : Okezone Ototekno". Okezone. Diakses tanggal 2025-12-13.
  7. ↑ Widoretmo 2015, hlm. 32.
  8. 1 2 Media, Kompas Cyber (2024-02-02). "PO Dewi Sri Rilis Bus Baru, Lebih Modern Pakai Kelir Baru". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-12-13.
  9. ↑ PB, Muslikhin. "Dulu Penguasa Pantura dengan Harga Tiket Merakyat, Kini Bus PO Dewi Sri Mulai Ditinggalkan Penumpang". Pojok Baca. Diakses tanggal 2025-12-13.
  10. ↑ "6 Juragan Bus yang Pernah Pegang Kekuasaan, Nomor 1-3 Ternyata Satu Keluarga! - News+ on RCTI+". RCTI+. Diakses tanggal 2025-12-13.
  11. ↑ Haboddin 2016, hlm. 93.
  12. ↑ Kompas, Tim Harian (2017-04-19). "Terlelap di Bus JRC di Tengah Kemacetan..." Kompas.id. Diakses tanggal 2025-12-15.
  13. ↑ Aji 2020, hlm. 73-74.
  14. ↑ "Dinasti Politik Dewi Sri Diusik". Koran Tempo. 2013-10-22. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-04-02. Diakses tanggal 2025-12-14.
  15. 1 2 Aji 2020, hlm. 74.
  16. ↑ Atmaja, Oke (2022-08-13). "Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo Ditahan KPK". Suara.com. Diakses tanggal 2022-08-13.

Daftar pustaka

  • Aji, J.A.K. (2020). "Relasi Bisnis dan Politik: Studi Peran Keluarga "Dewi Sri" Dalam Memengaruhi Kebijakan Pemerintah Kabupaten Brebes 2017–2022". Journal of Politic and Government Studies. 9 (3): 71–80.
  • Haboddin, M. (2016). Dinamika pilkada dan demokrasi lokal di Indonesia. Malang: UB Press. ISBN 9786024320454. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • Widoretmo, A.S. (2015). Rancang Bangun Pemesanan Tiket Bus Online Menggunakan PHP dan MySQL Untuk Mempermudah Dalam Pemesanan Tiket Pada PO Dewi Sri Tegal (D3 thesis). Politeknik Harapan Bersama Tegal. Diakses tanggal 2025-12-15.

Pranala luar

Media terkait Dewi Sri buses di Wikimedia Commons

  • l
  • b
  • s
Perusahaan bus di Indonesia
Bus antarnegara
  • Bagong
  • DAMRI
Bus perkotaan
  • Agra Mas
  • Bagong
  • DAMRI
  • Hiba Utama
  • Lorena
  • Mayasari Bakti
  • Sinar Jaya
  • Transjakarta
Bus antarkota
  • Agra Mas
  • AKAS
  • ALS
  • ANS
  • Arimbi/Bima Suci
  • Bagong
    • MTrans
  • Bandung Express
  • Bejeu
  • Budiman
  • Cititrans
  • Coyo
  • DAMRI
  • Dewi Sri
  • Dharma Jaya Group
  • Efisiensi/Tividi
  • Eka/Mira
  • Gapuraning Rahayu
  • Garuda Mas
  • Gumarang Jaya
  • Gunung Harta
  • Gunung Mulia
  • Handoyo
  • Harapan Jaya
  • Haryanto
  • Hiba Group
  • Jaya Utama Indo
  • Kalisari
  • Kramat Djati
  • Kurnia Anugerah Pusaka
  • Lorena/Karina
  • Majoe Muda Mandiri
  • Maju Lancar/Citra Adi Lancar
  • Makmur/Halmahera
  • Mayasari Group
    • MGI/CBU
    • Primajasa
  • Medal Sekarwangi
  • Medali Mas
  • Muji Jaya
  • Mulyo
  • New Shantika
  • NPM
  • Nusantara
  • Pahala Kencana
  • Pandawa 87
  • PMTOH
  • Primadona
  • Puspa Jaya
  • Putera Mulya
  • Putra Remaja
  • Rajawali
  • Raya
  • Restu
  • Rimba Raya
  • Rosalia Indah
  • Royal Safari/Blue Line
  • Safari Dharma Raya
  • Sahabat Prima Abadi
  • San
  • Santoso
  • Sempati Star
  • Sinar Dempo
  • Sinar Jaya/DMI
  • Sindoro Sejahtera Mulya
  • STJ/TMT
  • Suharno Group
  • Sumber Alam
  • Sumber Group
  • TAM
  • Tami Jaya
  • Tentrem
  • Tunggal Dara
  • Unicorn Indorent
  • Yessoe Travel
Bus pariwisata
  • Agam Tungga Jaya
  • Agra Icon
  • AKAS
  • AO Transport
  • Arimbi
  • Arion
  • Bagong Biru
  • Bejeu
  • Bigbird
  • Bimo Transport
  • Blue Star
  • Budiman
  • DAMRI
  • Dewi Sri
  • Eagle High
  • Efisiensi Group
  • Eka
  • Fransindo Trans
  • Gapuraning Rahayu/Putra Ardiya
  • Golden Star
  • Gunung Harta
  • Gunung Mulia
  • Harapan Jaya
  • Haryanto
  • Hiba Utama
  • Indo Trans
  • Jaya Utama Indo
  • Kalisari
  • Karyajasa
  • Kramat Djati/Pakar Wisata
  • Mayasari Group
    • City Miles
    • City Trans Utama
    • RedWhite Star
  • Medali Mas
  • Muji Jaya Gemilang
  • Nirwana Luxury Tourist Bus
  • Nusantara
  • Nyaman Holiday
  • Pandawa 87
  • Panorama/White Horse Group
  • Prayogo
  • Puspa Jaya
  • Putra Remaja
  • Rahma Wisata
  • Raya
  • Restu
  • Rimba Raya
  • Rosalia Indah
  • Sahabat Prima Abadi
  • Safari Dharma Raya
  • Santoso
  • Sari Lorena
  • Starbus
  • Sindoro Satriamas
  • Subur Jaya
  • Sumber Alam
  • Sumber Waras Putra
  • TAM
  • Tami Jaya
  • Tentrem
  • Trac Astra
  • Tunggal Dara
  • Unicorn Indorent
  • Vido Trans Nusa
  • Vircansa Tour Bus
Bus antar-jemput
karyawan
  • Arion
  • Bagong
  • Blue Star
  • Eagle High
  • Harapan Jaya
  • Hiba Utama / Berdikari
  • Jejak Hasanah
  • Kalisari
  • Pakar Wisata
  • Restu
  • Starbus
  • Trac Astra
  • White Horse Group
Bus antar-jemput
  • Bagong
  • Bejeu
  • Budiman
  • Cititrans
  • DAMRI
  • DayTrans
  • Efisiensi
  • Indo Trans
  • Joglosemar
  • Lorena
  • Mayasari Group
    • RedWhite Star
    • TRAVL
  • Muji Jaya
  • Putra Remaja
  • Rimba Raya
  • Rosalia Indah
  • Sahabat Shuttle
  • Sempati Star
  • Sinar Jaya
  • Sumber Alam
Bus permukiman
  • AO Shuttle
  • DAMRI
  • Harapan Jaya
  • Lorena
  • Sinar Jaya
  • Transjakarta
  • Wifend Darma Persada
Bus pemadu moda
  • Agra Mas
  • DAMRI
  • Harapan Jaya
  • Hiba Utama
  • Lorena
  • Pahala Kencana
  • Primajasa/RedWhite Star
  • Sinar Jaya
Bus apron bandara
  • Gapura Angkasa


Ikon rintisan

Artikel bertopik korporasi atau perusahaan Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Armada
  3. Trayek
  4. Bus antarkota
  5. Bisnis nontrayek
  6. Bus permukiman Jabodetabek
  7. Bus pariwisata
  8. Kontroversi
  9. Referensi
  10. Daftar pustaka
  11. Pranala luar

Artikel Terkait

Bagong (perusahaan otobus)

perusahaan otobus Indonesia

Raya (perusahaan otobus)

perusahaan otobus Indonesia

Restu (perusahaan otobus)

perusahaan otobus Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026