Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiBaladewa
Artikel Wikipedia

Baladewa

Baladewa atau Balarama , disebut juga Balabadra dan Halayuda, adalah kakak Kresna, putra Basudewa dan Dewaki dalam wiracarita dan sastra Hindu. Dalam filsafat Waisnawa dan beberapa tradisi pemujaan di India Selatan, ia dipuja sebagai awatara kesembilan di antara sepuluh Awatara dan termasuk salah satu dari 25 awatara dalam Purana. Menurut filsafat Waisnawa dan beberapa pandangan umat Hindu, ia merupakan manifestasi dari Sesa, ular suci yang menjadi ranjang Dewa Wisnu.

Dewa Hindu dan kakak Kresna
Diperbarui 24 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Baladewa
Untuk kegunaan lain, lihat Baladewa (disambiguasi).
Baladewa
Dewa pertanian dan kekuatan[1]
Anggota Dasawatara
(menurut beberapa aliran Waisnawa)[2][3][4]
Nama lain
  • Rama
  • Balarama
  • Balabadra
  • Halayuda
Genderpria
Afiliasi
  • awatara Sesa menurut aliran Bhagawata Waisnawa
  • awatara Wisnu kedelapan menurut beberapa tradisi Waisnawa[5]
KediamanWaikunta, Patala, Vrindavan
PustakaMahabharata, Bhagawatapurana
Senjatabajak dan gada
Pemujaan
KepercayaanHindu India
Aliranaliran Waisnawa
PerayaanBalarama Jayanti, Ratha Yatra
Suksesi Dasawatara
SebelumnyaRama
BerikutnyaKresna, atau
Buddha (menurut beberapa aliran Hindu)
Keluarga
Orang tuaBasudewa (ayah)
Dewaki (ibu)
Rohini (ibu asuh)
SaudaraKresna, Subadra
IstriRewati
AnakNisata dan Ulmuka (putra)[6]
DinastiYadu (Yadawa)

Baladewa (Dewanagari: बलदेव; ,IAST: Baladeva, बलदेव) atau Balarama (Dewanagari: बलराम; ,IAST: Balarāma, बलराम), disebut juga Balabadra dan Halayuda, adalah kakak Kresna, putra Basudewa dan Dewaki dalam wiracarita dan sastra Hindu. Dalam filsafat Waisnawa dan beberapa tradisi pemujaan di India Selatan, ia dipuja sebagai awatara kesembilan (versi lain menyebut ketujuh) di antara sepuluh Awatara dan termasuk salah satu dari 25 awatara dalam Purana. Menurut filsafat Waisnawa dan beberapa pandangan umat Hindu, ia merupakan manifestasi dari Sesa, ular suci yang menjadi ranjang Dewa Wisnu.

Kemunculan Baladewa

Baladewa sebenarnya merupakan kakak kandung Kresna karena terlahir sebagai putra Basudewa dan Dewaki. Namun karena takdirnya untuk tidak mati di tangan Kangsa, ia dilahirkan oleh Rohini atas peristiwa pemindahan janin.

Kangsa, kakak dari Dewaki, takut akan ramalan yang mengatakan bahwa ia akan terbunuh di tangan putra kedelapan Dewaki. Maka dari itu ia menjebloskan Dewaki beserta suaminya ke penjara dan membunuh setiap putra yang dilahirkan oleh Dewaki. Secara berturut-turut, setiap puteranya yang baru lahir mati di tangan Kangsa. Pada saat Dewaki mengandung putranya yang ketujuh, nasib anaknya yang akan dilahirkan tidak akan sama dengan nasib keenam anaknya terdahulu. Janin yang dikandungnya secara ajaib berpindah kepada Rohini yang sedang menginginkan seorang putra. Maka dari itu, Baladewa disebut pula Sankarsana yang berarti "pemindahan janin".

Akhirnya, Rohini menyambut Baladewa sebagai putranya. Pada masa kecilnya, ia bernama Rama. Namun karena kekuatannya yang menakjubkan, ia disebut Balarama (Rama yang kuat) atau Baladewa. Baladewa menghabiskan masa kanak-kanaknya sebagai seorang pengembala sapi bersama Kresna dan teman-temannya. Ia menikah dengan Rewati, putri Raiwata dari Anarta.

Baladewa mengajari Bima dan Duryodana menggunakan senjata Gada. Dalam perang di Kurukshetra, Baladewa bersikap netral. Seperti kerajaan Widarbha dan Raja Rukmi, ia tidak memihak Pandawa maupun Korawa. Namun, ketika Bima hendak membunuh Duryodana, ia mengancam akan membunuh Bima. Hal itu dapat dicegah oleh Kresna dengan menyadarkan kembali Baladewa bahwa Bima membunuh Duryodana adalah sebuah kewajiban untuk memenuhi sumpahnya. Selain itu, Kresna mengingatkan Baladewa akan segala prilaku buruk Duryodana.

Ciri-Ciri Fisik

Lukisan India yang menggambarkan Baladewa, dibuat sekitar tahun 1830-an.

Balarama sering kali digambarkan berkulit putih atau keemasan, khususnya jika dibandingkan dengan saudaranya, yaitu Kresna, yang dilukiskan berkulit biru gelap atau bercorak hitam. Senjatanya adalah bajak dan gada. Secara tradisional, Baladewa memakai pakaian biru dan kalung dari rangkaian bunga hutan. Rambutnya diikat pada jambul dan ia memakai giwang dan gelang. Baladewa digambarkan memiliki fisik yang sangat kuat, dan kenyataannya, bala dalam bahasa Sanskerta berarti "kuat". Selain sebagai saudara, Baladewa merupakan teman kesayangan Kresna yang terkenal.

Baladewa dalam susastra Hindu

Bhagawatapurana

Baladewa, bersama dengan Kresna dan Subadra, diasuh oleh Nanda (teman Basudewa) selama orang tua kandung mereka masih dipenjara. Pada suatu hari, Nanda menyuruh Gargamuni, pendeta keluarga, untuk mengunjungi rumah mereka dalam rangka memberikan nama kepada Kresna dan Baladewa. Ketika Gargamuni tiba di rumahnya, Nanda menyambutnya dengan ramah dan kemudian menyuruh agar upacara pemberian nama segera dilaksanakan. Gargamuni memperingatkan Nanda bahwa Maharaja Kangsa mencari putera Dewaki dan jika upacara dilaksanakan secara mewah maka akan menarik perhatian Kangsa, dan ia akan mencurigai Kresna sebagai putera Dewaki. Maka Nanda menyuruh Gargamuni untuk melangsungkan upacara secara rahasia, dan Gargamuni memberi alasan mengenai pemberian nama Balarama sebagai berikut:

Karena Balarama, putra Rohini, mampu menambah pelbagai berkah, namanya Rama, dan karena kekuatannya yang luar biasa, ia dipanggil Baladewa. Ia mampu menarik Wangsa Yadu untuk mengikuti perintahnya, maka dari itu namanya Sankarshana.

(Bhagawatapurana, 10.8.12)

Mahabharata

Baladewa terkenal sebagai pengajar Duryodana dari Korawa dan Bima dari Pandawa seni bertarung menggunakan gada. Ketika perang meletus antara pihak Korawa dan Pandawa, Baladewa memiliki rasa sayang yang sama terhadap kedua pihak dan memutuskan untuk menjadi pihak netral. Dan akhirnya ketika Bima (yang lebih kuat) mengalahkan Duryodana (yang lebih pintar) dengan memberikan pukulan di bawah perutnya dengan gada, Baladewa mengancam akan membunuh Bima. Hal ini dicegah oleh Kresna yang mengingatkan Baladewa atas sumpah Bima untuk membunuh Duryodana dengan menghancurkan paha yang pernah ia singkapkan kepada Dropadi.

Akhir riwayat hidup

Dalam Bhagawatapurana dikisahkan setelah Baladewa ambil bagian dalam pertempuran yang menyebabkan kehancuran Dinasti Yadu, dan setelah ia menyaksikan Kresna yang menghilang, ia duduk bermeditasi di bawah pohon dan meninggalkan dunia dengan mengeluarkan ular putih besar dari mulutnya, kemudian diangkut oleh ular besar, yaitu Sesa.

Tradisi dan pemujaan

Arca Krishna-Balarama dari Krishna-Balarama Mandir, Vrindavan, India.

Dalam tradisi Waisnawa dan beberapa sekte Hindu di India, Baladewa dipuja bersama Sri Kresna sebagai kepribadian dari Tuhan yang Maha Esa dan dalam pemujaan mereka sering disebut "Krishna-Balarama". Mereka memiliki hubungan yang dekat dan selalu terlihat bersama-sama. Jika diibaratkan, Kresna merupakan pencipta sedangkan Baladewa merupakan potensi kreativitasnya. Baladewa merupakan saudara Kresna, dan kadang-kadang dilukiskan sebagai adik, kadang-kadang dilukiskan sebagai kakaknya. Baladewa juga merupakan Laksmana pada kehidupan Rama sebelum menitis pada Kresna, dan pada zaman Kali, dia menitis sebagai Nityananda, sahabat Sri Caitanya.

Dalam Bhagawatapurana diceritakan, setelah Baladewa ambil bagian dalam pertempuran antara wangsa Yadu dan Wresni, dan setelah ia menyaksikan Kresna mencapai moksa, ia duduk untuk bermeditasi agar mampu meninggalkan dunia fana lalu mengeluarkan ular putih dari dalam mulutnya. Setelah itu ia diangkut oleh Sesa dalam wujud ular.

Pewayangan Jawa

Baladewa dalam kesenian wayang kulit Jawa.

Dalam pewayangan Jawa, Baladewa adalah saudara Prabu Kresna. Prabu Baladewa yang waktu mudanya bernama Kakrasana, adalah putra Prabu Basudewa, raja negara Mandura dengan permaisuri Dewi Mahendra atau Maekah. Ia lahir kembar bersama adiknya, dan mempunyai adik lain ibu bernama Dewi Subadra atau Dewi Lara Ireng, puteri Prabu Basudewa dengan permaisuri Dewi Badrahini. Baladewa juga mempunyai saudara lain ibu bernama Arya Udawa, putra Prabu Basudewa dengan Nyai Sagopi, seorang swarawati keraton Mandura.

Prabu Baladewa yang mudanya pernah menjadi pendeta di pertapaan Argasonya bergelar Wasi Jaladara, menikah dengan Dewi Erawati, puteri Prabu Salya dengan Dewi Setyawati atau Pujawati dari negara Mandaraka. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh dua orang putera bernama Wisata dan Wimuka.

Baladewa berwatak keras hati, mudah naik darah tetapi pemaaf dan arif bijaksana. Ia sangat mahir mempergunakan gada, sehingga Bima dan Duryodana berguru kepadanya. Baladewa mempunyai dua pusaka sakti, yaitu Nangggala dan Alugara, keduanya pemberian Brahma. Ia juga mempunyai kendaraan gajah bernama Kyai Puspadenta. Dalam banyak hal, Baladewa adalah lawan daripada Kresna. Kresna berwarna hitam sedangkan Baladewa berkulit putih.

Sebenarnya Baladewa memihak Kurawa, maka dalam Kitab Jitabsara ketika ditulis skenarionya oleh para dewa tentang Perang Baratayuda, Prabu Kresna tahu bahwa para dewa merencanakan Baladewa akan ditandingkan dengan Raden Anantareja dan Baladewa mati. Ketika melihat catatan itu Prabu Kresna ingin menyelamatkan Prabu Baladewa dan Raden Anantareja agar tak ikut perang sebab kedua orang itu dianggap Prabu Kresna tak punya urusan dalam perang Baratayuda. Prabu Kresna menyamar menjadi kumbang lalu terbang dan menendang tinta yang dipakai dewa untuk menulis, tinta tumpah dan menutupi kertas yang ada tulisan Anantarejo kemudian kumbang jelmaan Prabu Kresna juga menyambar pena yang dipakai tuk menulis dan pena tersebut jatuh. Akhirnya dalam Kitab Jitabsara yaitu kitab skenario perang Baratayuda yang ditulis dewa tak ada tulisan Raden Anantareja dan Prabu Baladewa. Maka sebelum perang Baratayuda Prabu Kresna membujuk Anantareja supaya bunuh diri dengan cara menjilat telapak kakinya sendiri, akhirnya Raden Anantareja mati sebagai tawur/tumbal kemenangan Pandawa. Prabu Kresna juga punya siasat untuk mengasingkan agar Prabu Baladewa tidak mendengar dan menyaksikan Perang Baratayuda yaitu dengan meminta Prabu Baladewa untuk bertapa di Grojogan Sewu (Grojogan = Air Terjun, Sewu = Seribu) dengan tujuan agar apabila terjadi perang Baratayuda, Baladewa tidak dapat mendengarnya karena tertutup suara gemuruh air terjun. Selain itu Kresna berjanji akan membangunkannya nanti jika Baratayuda terjadi, padahal keesokan hari setelah ia bertapa di Grojogan Sewu terjadilah perang Baratayuda.

Ada yang mengatakan Baladewa sebagai titisan naga, sementara yang lainnya meyakini sebagai titisan Sanghyang Basuki, Dewa keselamatan. Ia berumur sangat panjang. Setelah selesai perang Baratayuda, Baladewa menjadi pamong dan penasehat Prabu Parikesit, raja negara Hastinapura setelah mangkatnya Prabu Kalimataya atau Prabu Puntadewa. Ia bergelar Resi Balarama / Begawan Curiganata. Ia mati moksa setelah punahnya seluruh Wangsa Wresni.

Silsilah

Silsilah keturunan Yadu (bangsa Yadawa) dalam Mahabharata dan Purana
Bangsa
Yadawa
Klan
Andaka
Klan
Wresni
PunarbasuNandiniSwapalkaSiniHerdika
AhukaAkruraSatyakaMandisaDewamidaWesyawarnaSatadanwaKertawarma
UgrasenaDewaka2 putraSatyakiSurasenaMarisaRaja ChediParjanya
KangsaDewakiBasudewaRohiniKuntiPanduSrutakertiDamagosaNandaYasoda
KresnaBaladewaSubadraYudistiraBimaArjunaSisupalaYogamaya

Referensi

  1. ↑ Dalal, Roshen (18 April 2014). Hinduism: An Alphabetical Guide. Penguin UK. ISBN 9788184752779.
  2. ↑ Coulter, Charles Russell; Turner, Patricia (4 July 2013). Encyclopedia of Ancient Deities. Routledge. ISBN 9781135963903.
  3. ↑ Nehra, Air Marshal R. K. Hinduism & Its Military Ethos. Lancer Publishers LLC. ISBN 9781935501473.
  4. ↑ "L3 - Dashavatara".
  5. ↑
  6. ↑ "The Vishnu Purana: Book V: Chapter XXV".

Pranala luar

  • (Inggris) Siapakah Prabu Baladewa? Diarsipkan 2012-02-07 di Wayback Machine.
  • (Inggris) Prabu Baladewa memiliki 1000 nama
  • (Inggris) Ensiklopedia Weda - Sri Balarama
  • (Inggris) Balarama awatara - Bhagavata Purana Diarsipkan 2009-05-31 di Wayback Machine.
  • (Inggris) Kuil Krishna-Balarama
  • (Inggris) Krishna & Balarama Galeri - Vrindavan.com Diarsipkan 2009-05-04 di Wayback Machine.
  • (Inggris) Krishna & Balarama Galeri - Vrindavan-dham.com Diarsipkan 2011-11-02 di Wayback Machine.
Baladewa
Sebelumnya:
Rama
Awatara Wisnu
ke-8
Berikutnya:
Kresna
atau
Buddha
  • l
  • b
  • s
Wiracarita Mahabharata
Kitab
  • Delapan belas Parwa
    1. Adi
    2. Sabha
    3. Wana
    4. Wirata
    5. Udyoga
      • Sanatsujatiya
    6. Bhisma
      • Bhagawadgita
    7. Drona
    8. Karna
    9. Salya
    10. Sauptika
    11. Stri
    12. Santi
    13. Anusasana
    14. Aswamedika
    15. Asramawasika
    16. Mosala
    17. Prasthanika
    18. Swargarohana
  • Hariwangsa


  • Tokoh
Wangsa
Candra
Leluhur
  • Pururawa
  • Ayu
  • Nahusa
  • Yayati
  • Puru
  • Pracinwan
  • Duswanta
  • Sakuntala
  • Bharata
  • Bumanyu
  • Hasti
  • Ajamida
  • Reksa
  • Sambarana
  • Kuru
Keluarga Kuru
(Korawa)
  • Abimanyu
  • Ambika
  • Ambalika
  • Arjuna
  • Bahlika
  • Banowati
  • Bima (Wrekodara)
  • Bisma (Dewabrata)
  • Citraksa
  • Citrānggada
  • Dewapi
  • Dretarastra
  • Dropadi
  • Dursasana
  • Dursilawati
  • Duryodana
  • Gandari
  • Janamejaya
  • Kunti
  • Laksmana
  • Laksmanakumara
  • Madri
  • Nakula
  • Pancakumara (Pratiwindya, Sutasoma, Satanika, Srutasena, Srutakarma)
  • Pandu
  • Parikesit
  • Pratipa
  • Sadewa
  • Santanu
  • Satyawati
  • Wicitrawirya
  • Widura
  • Wikarna
  • Yudistira
  • Yuyutsu
Keluarga Yadu
(Yadawa)
  • Akrura (Babru)
  • Aniruda
  • Bajra
  • Baladewa (Balarama)
  • Basudewa (Anakadundubi)
  • Cekitana
  • Dantawakra
  • Dewaki
  • Jembawati
  • Kangsa
  • Kertawarma
  • Kresna
  • Kunti (Perta)
  • Kuntiboja
  • Nanda
  • Pradyumna
  • Rewati
  • Rohini (istri Basudewa)
  • Rohini (istri Kresna)
  • Rukmini
  • Samba
  • Satyabama
  • Satyaka
  • Satyaki
  • Sisupala
  • Subadra
  • Surasena
  • Udawa
  • Ugrasena
  • Yasoda
Tokoh lain
Brahmana
  • Astika
  • Aswatama
  • Byasa
  • Domya
  • Drona
  • Durwasa
  • Kindama
  • Krepa
  • Lomasa
  • Markandeya
  • Narada
  • Parasara
  • Parasurama
  • Sanatkumara
  • Sonaka
  • Sukra
  • Ugrasrawa
  • Utangka
  • Wesampayana
  • Wrehaspati
Kesatria
  • Amba
  • Babruwahana
  • Bagadata
  • Bajradata
  • Bismaka
  • Burisrawa
  • Citrānggadā
  • Drestadyumna
  • Drupada
  • Irawan
  • Jarasanda
  • Jayadrata
  • Karna
  • Kicaka
  • Rukma
  • Salya
  • Sangkuni
  • Satyajit
  • Somadata
  • Srikandi
  • Sudaksina
  • Sudesna
  • Susarma
  • Sweta
  • Uluka
  • Utamoja
  • Utara
  • Utari
  • Wirata
  • Wratsangka
  • Wrehadbala
  • Wresasena
  • Yudamanyu
Lainnya
  • Adirata
  • Ekalawya
  • Purocana
  • Radha (ibu Karna)
  • Sanjaya
Non-manusia
  • Alambusa
  • Bakasura
  • Citrasena
  • Gatotkaca
  • Hanoman
  • Hidimba
  • Hidimbi
  • Jatasura
  • Kirmira
  • Mayasura
  • Mukasura
  • Niwatakawaca
  • Taksaka
  • Ulupi
  • Urwasi
Dewa
  • Agni
  • Aswin
  • Bayu
  • Ganesa
  • Gangga
  • Indra
  • Kiratamurti
  • Kuwera
  • Siwa
  • Surya
  • Wiswakarma
  • Yama (Darmaraja)
Cerita
berbingkai
  • Animandaya
  • Damayanti
  • Dewayani
  • Galawa
  • Garuda
  • Jaratkaru
  • Kaca
  • Kadru
  • Kakudmi
  • Kalmasapada
  • Kasyapa
  • Madawi
  • Mucukunda
  • Nala
  • Sandili
  • Sarmista
  • Satyawan
  • Sawitri
  • Srenggi
  • Sunda dan Upasunda
  • Tilotama
  • Winata
  • Wresaparwa
  • Topik terkait
Lokasi
Kerajaan
  • Angga
  • Bahlika
  • Chedi
  • Gandhara
  • Kasi
  • Kuru
  • Magadha
  • Matsya
  • Pancala
  • Sindhu
  • Surasena
  • (selengkapnya ...)
Kota dan
desa
  • Dwaraka
  • Ekachakra
  • Hastinapura
  • Indraprastha
  • Kampilya
  • Kurukshetra
  • Mathura
  • Upaplawya
  • Wiratanagara
Bentang
alam
  • Hutan Dwaita
  • Hutan Kamyaka
  • Hutan Khandawa
  • Hutan Nemisa
  • Pegunungan Himalaya
  • Sungai Gangga
  • Sungai Yamuna
Keluarga
  • Wangsa Candra
  • Paurawa
  • Dinasti Kuru
    • Pandawa
    • Korawa
    • Silsilah Pandawa dan Korawa
  • Yadawa
  • Bahlika
  • Istri Karna
Konsep dan
peristiwa
  • Aksayapatra
  • Aksohini
  • Aswamedha
  • Bharatayuddha
  • Cakrabyuha
  • Laksagreha
  • Panah Pasupata
  • Perang Kurukshetra
  • Rajasuya
  • Yaksaprasna
Portal Mahabharata
  • l
  • b
  • s
Awatara Wisnu dalam Purana
Dasawatara
  • Matsya
  • Kurma
  • Waraha
  • Narasinga
  • Wamana
  • Parasurama
  • Rama
  • Baladewa (Balarama)*
  • Kresna*
  • Buddha*
  • Kalki
Wisnu
Awatara lainnya
  • Catursana
  • Narada
  • Nara dan Narayana
  • Kapila
  • Dattatreya
  • Yadnya
  • Resaba
  • Pertu
  • Dhanwantari
  • Mohini
  • Byasa
  • Hayagriwa
  • Presnigarba
  • Angsa
*Urutan awatara Wisnu kedelapan dan kesembilan tergantung tradisi. Beberapa aliran Hindu memasukkan Buddha, sedangkan yang lain memasukkan Baladewa dan menghilangkan Kresna.
  • l
  • b
  • s
Dewa-dewi Hindu
Konsep
  • Acintya
  • Awatara
  • Batara
  • Begawan
  • Dewa
  • Dewata
  • Dewi
  • Gramadewata
  • Istadewata
  • Iswara
  • Iswari
  • Kuladewata
  • Pitara
  • Sakti
Hindu omkaar
Dewa
individual
  • Balarama
  • Darmaraja
  • Citragupta
  • Dyaus
  • Ganesa (Ganapati)
  • Hanoman
  • Harihara
  • Himawan
  • Jwara
  • Kala
  • Kamajaya (Kamadewa)
  • Kartikeya (Skanda)
  • Manibadra
  • Nalakubara
  • Parjanya
  • Rewanta
  • Sakra
  • Sasta
  • Wiswakarma
  • Wiswaksena
  • selengkapnya …
Dewi
individual
  • Adisakti
  • Aditi
  • Alaksmi
  • Ambika
  • Aranyani
  • Badrakali
  • Baruni
  • Bramari
  • Bumi
  • Candi
  • Caya
  • Dewasena
  • Durga
    • Bawani
    • Yogeswari
  • Gangga
  • Gayatri
  • Jwala
  • Jyesta
  • Kamakya
  • Laksmi
    • Astalaksmi
  • Mahadewi
  • Mahakali
  • Manasa
  • Niladewi
  • Parwati
    • Anapurna
    • Gauri
    • Uma
  • Pertiwi
  • Radha
  • Ratih
  • Ratri
  • Saci
  • Sakambari
  • Saranya
  • Saraswati
  • Sasti
  • Siniwali
  • Sitala
  • Swaha
  • Tapati
  • Tulasi
  • Usas
  • Winayaki
  • Yami (Yamuna)
  • Yogamaya
  • selengkapnya …
Kelompok
  • 11 Rudra
  • 33 dewa
  • Abaswara
  • Aswin
  • Lokapala
  • Maharajika
  • Maruta
  • Prajapati
  • Rebu
  • Sadya
  • Tridewi
  • Tusita
  • Wasu
  • Wiswedewa
Aditya
  • Angsuman
  • Aryaman
  • Baga
  • Baruna
  • Data
  • Indra
  • Martanda
  • Mitra
  • Pusan
  • Sawitar
  • Twasta
  • Upendra (Wisnu)
  • Wiwaswat
Dasawatara
  • Matsya
  • Kurma
  • Waraha
  • Narasinga
  • Wamana
  • Parasurama
  • Rama
  • Kresna
  • Buddha
  • Kalki
Dikpala
  • Agni
  • Baruna
  • Bayu
  • Indra (Sakra)
  • Isana
  • Kuwera (Waisrawana)
  • Nirrti
  • Yama (Darmaraja)
Mahawidya
  • Bagalamuki
  • Bairawi
  • Buwaneswari
  • Cinamasta
  • Dumawati
  • Kamalatmika
  • Kali
  • Matanggi
  • Tara
  • Tripurasundari
Matrika
  • Brahmani
  • Camunda
  • Indrani
  • Kaumari
  • Maheswari
  • Pratyanggira (Narasingi)
  • Waisnawi
  • Warahi
Nawadewata
  • Brahma
  • Iswara
  • Mahadewa
  • Maheswara
  • Rudra
  • Sambu
  • Sangkara
  • Siwa
  • Wisnu
Nawadurga
  • Brahmacarini
  • Candraganta
  • Kalaratri
  • Katyayani
  • Kusmanda
  • Mahagauri
  • Sailaputri
  • Sididatri
  • Skandamata
Nawagraha
  • Anggaraka
  • Budha
  • Candra (Soma)
  • Ketu
  • Rahu
  • Sani
  • Sukra
  • Surya (Raditya)
  • Wrehaspati (Guru)
Trimurti
Brahma
Adiprajapati
Wisnu
  • Adimurti
  • Garbodaksayiwisnu
  • Jagatnata
  • Ksirodaksayiwisnu
  • Laksminarayana
  • Mahawisnu
  • Narayana
  • Purusotama
  • Wiswarupa
Siwa
  • Astamurti
  • Bairawa
    • Astabairawa
  • Isana
  • Mahadewa
  • Mahakala
  • Pasupati
  • Rawananugraha
  • Sadasiwa
  • Sambu
  • Yogeswara
Pancawingsatimurti (25 wujud Siwa)
  • Ardanariswara
  • Biksatana
  • Cakraprasada
  • Candesanugraha
  • Candrasekara
  • Daksinamurti
  • Ekapada
  • Gajasurasanghara
  • Harihara
  • Jalandarari
  • Kirata (Pasupatamurti)
  • Kalantaka
  • Kalyanasundara (Waiwahya)
  • Kamari
  • Kangkalamurti
  • Linggodbawa
  • Nataraja (Nirtarupaka)
  • Nilakanta
  • Somaskanda
  • Sukasana
  • Tripurantaka
  • Umamaheswara
  • Wignaprasada (Wignesanugraha)
  • Wirabadra
  • Wresaruda
Dewa-dewi regional (lokal)
Dewa
  • Barbarika (Khatu Shyam)
  • Betal
  • Bhaironji
  • Dharmathakur
  • Gogaji
  • Hattanath
  • Jhulelal
  • Kathivanur Viran
  • Khandoba
  • Muthappan
  • Potaraju
  • Ravalnath
  • Vachharadada
  • Venkateswara
  • Vettakkorumakan
  • Vithoba
Dewi
  • Akilandeswari
  • Ammawaru
  • Asanbibi
  • Ashapura
  • Bahuchara
  • Banai
  • Bonbibi
  • Jholabibi
  • Kadangot Makkam
  • Karni
  • Kecaikhati
  • Khodiyar
  • Kubjika
  • Maisamma
  • Meldi
  • Mhalsa
  • Mogal Ma
  • Momai
  • Nagnechya
  • Nukalamma
  • Oladevi
  • Poleramma
  • Rakteswari
  • Santoshi
  • Suswani
  • Vasurimala
Dewa-dewi Hindu Tamil
Dewa
  • Aiyanar
  • Ayyappan
  • Karuppuswami
  • Murugan
  • Kathavarayan
  • Madurai Viran
  • Muniandi
  • Muniswaran
  • Pavadairayan
  • Pillaiyar
  • Sudalai Madan
  • Tirumal
  • Virabahu
Dewi
  • Alamelu (Alarmel Mangai)
  • Angala Paramesvari
  • Deivayanai
  • Isakki
  • Kannaki Amman
  • Karumariamman
  • Kateri Amman
  • Korravai
  • Mariamman
  • Masani Amman
  • Minakshi
  • Nappinnai
  • Periyaci
  • Pidari
  • Ranganayaki
  • Valli
Dewa-dewi Hindu Bali
  • Batara Guru
  • Dewi Danu
  • Dewi Sri
  • Ida Bhatari Lingsir
  • Ratu Ayu Mas Penyarikan
  • Ratu Ayu Mekulem
  • Ratu Gede Dalam Dasar
  • Ratu Sakti Meduwe Ujung Sari
  • Ratu Sakti Pancering Jagat
Artikel terkait: Brahman · Tuhan dalam agama Hindu
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • VIAF
    • 2
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Israel
Orang
  • DDB

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kemunculan Baladewa
  2. Ciri-Ciri Fisik
  3. Baladewa dalam susastra Hindu
  4. Bhagawatapurana
  5. Mahabharata
  6. Akhir riwayat hidup
  7. Tradisi dan pemujaan
  8. Pewayangan Jawa
  9. Silsilah
  10. Referensi
  11. Pranala luar

Artikel Terkait

Kresna

Dewa utama dalam agama Hindu

Arjuna

seorang protagonis dari epos India Mahabharata dan Pandawa ketiga

Daftar tokoh dalam Mahabharata

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026