Aditi adalah ibu para dewa dalam kepercayaan agama Hindu. Ia merupakan istri bagi Resi Kasyapa. Menurut kitab Purana, ia merupakan salah satu putri Daksa dan Pancajani. Keturunan Aditi disebut dengan Aditya, para Rudra, dan para Basu.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Aditi | |
|---|---|
Dewi keabadian, ketidaksadaran, langit, dan kesuburan | |
Ilustrasi Aditi dan Dewa Brahma (kiri). | |
| Gender | wanita |
| Afiliasi | Dewi, Sakti |
| Pustaka | Regweda, Purana, Ramayana, Mahabharata |
| Senjata | pedang, trisula |
| Wahana | ayam jantan |
| Dewa/dewi terkait | Adiparasakti |
| Kepercayaan | Hinduisme |
| Keluarga | |
| Orang tua | |
| Saudara | Diti, Kadru, Winata, Sati, Swaha, Rohini, Rewati, Danu, Muni, dan lainnya. |
| Suami | Kasyapa |
| Anak | para Aditya (Indra, Parjanya, Angsuman, Martanda, Surya [Wiwaswat], Baga, Baruna, Mitra, Aryaman, Sawitar, Data, dan Wamana) |
Aditi (Dewanagari: अदिती; ,IAST: Aditī, अदिती) adalah ibu para dewa dalam kepercayaan agama Hindu. Ia merupakan istri bagi Resi Kasyapa. Menurut kitab Purana, ia merupakan salah satu putri Daksa dan Pancajani. Keturunan Aditi disebut dengan Aditya (12 dewa matahari), para Rudra, dan para Basu.
Para Aditya sering bertengkar dengan para Detya, yang merupakan saudara tiri mereka. Pemimpin para Detya bernama Mahabali, yang senang mengumumkan perang terhadap para dewa. Ia menyerang kediaman Indra dan mengusir para dewa yang ada di sana. Karena tidak tahan melihat penderitaan anaknya, Aditi memohon bantuan Wisnu dengan cara bertapa selama ribuan tahun. Wisnu terkesan dengan tapa yang dilakukan oleh Aditi lalu menampakkan diri untuk menanyakan permohonan Aditi. Aditi memohon agar Wisnu bersedia mengalahkan Mahabali dan memulihkan Triloka (tiga dunia) dari penjajahan para raksasa. Permohonan tersebut dikabulkan oleh Wisnu. Ia menjelma sebagai putra Aditi, yang dikenal sebagai Wamana, atau brahmana kecil.