Kalyanasundara , juga dikenal sebagai Waiwahikamurti dan Panigrahanamurti adalah suatu penggambaranan upacara pernikahan Dewa Siwa dengan Dewi Parwati dalam kepercayaan Hindu. Dalam penggambaran tersebut, pasangan mempelai dalam posisi sedang melakukan prosesi panigrahana menurut tata cara pernikahan Hindu, yaitu ketika mempelai pria menyambut tangan kanan mempelai wanita.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Kalyanasundara | |
|---|---|
| Nama lain | Waiwahikamurti, Panigrahanamurti |
Kalyanasundara (Dewanagari: कल्याणसुन्दर; ,IAST: Kalyānasundara,; arti: "Pernikahan yang indah"), juga dikenal sebagai Waiwahikamurti (Dewanagari: वैवाहिकमूर्ति; ,IAST: Vaivāhikamūrti,; arti: "Ikon pernikahan") dan Panigrahanamurti (Dewanagari: पाणिंग्रहणमूर्ति; ,IAST: Pānigrahanamūrti,; arti: "Ikon [ritual] Panigrahana")[1] adalah suatu penggambaranan upacara pernikahan Dewa Siwa dengan Dewi Parwati dalam kepercayaan Hindu. Dalam penggambaran tersebut, pasangan mempelai dalam posisi sedang melakukan prosesi panigrahana ("menjabat tangan") menurut tata cara pernikahan Hindu, yaitu ketika mempelai pria menyambut tangan kanan mempelai wanita.
Dalam kesenian Hindu, pasangan mempelai (Siwa-Parwati) digambarkan di tengah-tengah, dikelilingi para dewa-dewi dan makhluk penghuni kahyangan. Dewa Wisnu dan Dewi Laksmi juga sering digambarkan mengantarkan Parwati kepada Siwa. Sementara itu, Dewa Brahma tampak sebagai pandita yang memimpin upacara.
Citra dan arca yang menggambarkan Kalyanasundara bukanlah objek pemujaan yang lazim dalam tradisi Hinduisme di India. Ini biasanya digunakan saat perayaan kuil yang memperingati hari pernikahan Siwa dan Parwati. Namun, adegan Kalyanasundara ditemukan di berbagai tempat di India dalam bentuk patung dan relief.