Prajapati adalah salah satu dewa Weda Kuno dalam agama Hindu, tetapi dalam sastra Hindu berikutnya, Prajapati kadang dipadankan dengan Brahma dan dewa lainnya seperti Wiswakarma, Agni, Indra, dan Daksa, sesuai kosmologi Hindu pada zaman teks itu ditulis. Dalam sastra zaman klasik dan abad pertengahan, Prajapati disetarakan dengan konsepsi metafisika Brahman sebagai Prajapati-Brahman (Swayambu-Brahman).
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Prajapati (Dewanagari: प्रजापति; ,IAST: Prajāpati,; arti: 'penguasa sebelum kelahiran/penciptaan') adalah salah satu dewa Weda Kuno dalam agama Hindu,[1][2][3] tetapi dalam sastra Hindu berikutnya, Prajapati kadang dipadankan dengan Brahma dan dewa lainnya seperti Wiswakarma, Agni, Indra, dan Daksa,[1] sesuai kosmologi Hindu pada zaman teks itu ditulis.[2] Dalam sastra zaman klasik dan abad pertengahan, Prajapati disetarakan dengan konsepsi metafisika Brahman sebagai Prajapati-Brahman (Swayambu-Brahman).[4][5]
Prajapati adalah gabungan dari kata pra (sebelum), ja (kelahiran, penciptan) dan pati (senapati, gusti, penguasa, utama), yang dapat diartikan sebagai "penguasa semua makhluk",[1][2] "penguasa segala makhluk yang diciptakan"[6] atau "causa prima paling utama". Dalam teks Candogya-Upanisad dikatakan "Para dewa dan asura saling berperang, padahal keduanya adalah anak-anak (ciptaan) Prajapati" (Sanskerta: देवासुरा ह वै यत्र संयेतिरे उभये प्राजापत्यास्तद्ध, romanized: devāsurā ha vai yatra saṃyetire ubhaye prājāpatyāstaddhacode: sa is deprecated ).[7]
Istilah Prajapati memiliki padanan kata dalam bahasa proto Indo-Arya, yakni Prōtogonos (Yunani: Πρωτογόνος, harfiah: "anak sulung").[8] Terkait tradisi Yunani Orfisme dikatakan sebagai berikut:
Protogonos dalam tradisi Orfisme memiliki kesetaraan dengan Prajapati dalam tradisi Wedanta dalam beberapa hal: dia adalah dewa pertama yang lahir dari telur kosmik, dia adalah pencipta alam semesta, dan dalam sosok Dionissos—keturunan langsung Protogonos—para pengikut melakukan ritual kematian dan kelahirannya kembali.[9]
Lebih lanjut Robert Graves mengatakan bahwa "pra-ja-pati" (progeny-potentate) secara etimologi setara dengan nama dewa orakel di Colophon (menurut Makrobios),[10] yakni "pro-to-gonos". Namun, menurut David Leeming, konsep telur kosmik umum ditemukan di banyak tradisi dunia lama, bukan hanya dalam tradisi Orfisme maupun Hinduisme.[11]
Prajapati juga merupakan suatu gelar dalam kosmologi Hindu. Menurut kitab Santiparwa―salah satu jilid Mahabharata―pada mulanya Brahma menciptakan dua puluh satu Prajapati untuk memfasilitasi proses pengadaan dunia beserta isinya.[12]
Masing-masing memiliki peran kreatif yang berbeda-beda. Contohnya Pulaha, putra Brahma dan Saraswati yang merupakan seorang resi agung. Sebagai salah satu Prajapati, ia menciptakan para hewan dan tumbuhan.[13]
Beberapa tempat suci umat Hindu di Bali biasa disebut Pura Prajapati, atau Pura Mrajapati. Biasanya Pura Prajapati digunakan untuk ritual pemakaman dan upacara Ngaben (kremasi) untuk orang mati.[14][15]