Manibadra atau Manigriwa adalah salah satu yaksa utama dalam agama Hindu. Dia adalah dewa yang populer pada zaman India kuno. Dia disebut dalam sastra Hindu sebagai putra Kuwera, dewa kekayaan. Dia memiliki saudara bernama Nalakubara.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Manibadra | |
|---|---|
Dewa harta | |
Arca "yaksa dari Parkham" yang menggambarkan Manibadra. | |
| Nama lain | Manigriwa |
| Gender | pria |
| Afiliasi | Dewa, yaksa |
| Kediaman | Alkapuri |
| Pustaka | Bhagawatapurana, Ramayana, Mahabharata |
| Senjata | tombak |
| Wahana | garangan |
| Kepercayaan | Hindu India |
| Keluarga | |
| Orang tua |
|
| Saudara | Nalakubara |
| Istri | Gandarwakumari dan Puniajani |
Manibadra (Dewanagari: मणिभद्र; ,IAST: Maṇibhadra,; arti: "seindah permata") atau Manigriwa adalah salah satu yaksa (golongan makhluk gaib) utama dalam agama Hindu. Dia adalah dewa yang populer pada zaman India kuno. Dia disebut dalam sastra Hindu sebagai putra Kuwera, dewa kekayaan. Dia memiliki saudara bernama Nalakubara.
Manibadra disebutkan sebagai putra Kuwera dan Badra. Dia dikisahkan memiliki saudara laki-laki bernama Nalakubara. Dalam wiracarita Hindu Ramayana, Manibadra bertempur dengan Rahwana untuk mempertahankan Alengka, tetapi gagal.[1] Dalam wiracarita Hindu Mahabharata, Manibadra disebutkan bersama Kuwera sebagai pemimpin para yaksa. Arjuna—salah satu tokoh utama Mahabharata—dikisahkan pernah memujanya.[2]
Kitab Bhagawatapurana menceritakan sebuah kisah tentang dua bersaudara, Manibadra dan Nalakubara. Pada suatu hari, saat mereka sedang bermain dengan istri atau pasangan masing-masing di sungai Gangga, mereka dalam kondisi mabuk dan telanjang. Ketika resi suci Narada lewat—dalam perjalanan untuk mengunjungi Wisnu—para wanita menutupi diri mereka, tetapi kedua bersaudara itu terlalu mabuk untuk melihat sang resi, dan mulai menyombongkan diri. Narada memberi hukuman dengan mengutuk mereka menjadi pohon, dan kutukan itu hanya dapat dihapuskan oleh awatara Wisnu.
Pada zaman Dwaparayuga, Kresna (salah satu awatara Wisnu) yang masih bocah diikat ke lesung oleh Yasoda sebagai hukuman karena memakan tanah.[3] Kresna pun merangkak dengan lesung tersebut, yang kemudian tersangkut di antara dua pohon jelmaan Manibadra dan Nalakubara. Kresna—dengan menggunakan mukjizatnya—mencabut pohon-pohon itu, sehingga membebaskan Nalakubara dan Manibadra dari kutukan.