Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Aswamedha

Aswamedha atau Korban kuda merupakan tradisi ritual Korban yang berasal dari zaman Veda sebagai symbol representasi kekuatan dan kekuasaan yang tertinggi atas raja-raja lain, yang merupakan taklukannya. Pada awalnya dilakukan oleh raja yang menginginkan keturunan. Tetapi kemudian menjadi korban untuk membuktikan kekuasaannya dan apabila seorang raja telah merasakan diri telah berkuasa penuh dalam wilayahnya, maka ia akan mengadakan korban Aswamedha. Untuk itu seekor kuda dari warna tertentu dilepaskan dan diikuti. Selama setahun kuda itu berkelana kemanapun ia suka tanpa diganggu dan dilindungi oleh satu pasukan bersenjata. Bila ia melewati perbatasan kerajaan lain, rajanya akan melawan berperang atau menyerah. Setelah kuda itu aman berkeliaran demikian, maka kedudukan raja yang melepaskannya kuda-kuda itu telah terbukti. Pada akhir tahun kuda itu akan kembali ke ibu kota dan disambut dengan upacara besar Lalu kuda dikorbankan.

Wikipedia article
Diperbarui 15 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Aswamedha
Asvamedh, 1906.

Aswamedha atau Korban kuda merupakan tradisi ritual Korban yang berasal dari zaman Veda sebagai symbol representasi kekuatan dan kekuasaan yang tertinggi atas raja-raja lain, yang merupakan taklukannya.[1][2] Pada awalnya dilakukan oleh raja yang menginginkan keturunan.[2] Tetapi kemudian menjadi korban untuk membuktikan kekuasaannya dan apabila seorang raja telah merasakan diri telah berkuasa penuh dalam wilayahnya, maka ia akan mengadakan korban Aswamedha.[2] Untuk itu seekor kuda dari warna tertentu (putih atau coklat muda keemas-emasan) dilepaskan dan diikuti (dijaga oleh sekelompok satria, yang harus melindunginya terhadap serangan orang atau pencuri).[2] Selama setahun kuda itu berkelana kemanapun ia suka tanpa diganggu dan dilindungi oleh satu pasukan bersenjata.[1] Bila ia melewati perbatasan kerajaan lain, rajanya akan melawan berperang atau menyerah.[1] Setelah kuda itu aman berkeliaran demikian, maka kedudukan raja yang melepaskannya kuda-kuda itu telah terbukti.[2] Pada akhir tahun kuda itu akan kembali ke ibu kota dan disambut dengan upacara besar Lalu kuda dikorbankan.[1]

Kerajaan

Kerajaan yang tercatat pernah melaksanakan upacara Aswamedha, yaitu:[3]

  1. Raja Samudragupta, pemimpin Kerajaan Gupta
  2. Raja Sagara, Pemimpin Kerajaan Kosala
  3. Raja Mulawarman, raja Kutai Martapura.[4]

Referensi

  1. 1 2 3 4 Aswamedha Diarsipkan 2015-06-26 di Wayback Machine. diakses 25 juni 2015
  2. 1 2 3 4 5 Hassan Sadhily. Ensiklopedi Indonesia. Jakarta: Ichtiar Baru-Van Hoeve.
  3. ↑ Kerajaan Hindu Budha Indonesia Diarsipkan 2011-03-22 di Wayback Machine. diakses 25 juni 2015
  4. ↑ Tony Whitten, Greg S. Henderson, Muslimin Mustafa (2012). The Ecology of Sulawesi (The Ecology of Indonesia Series, Volume IV). Tuttle Publishing. hlm. 76. ISBN 9781462905072. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
Basis data pengawasan otoritas: Nasional Sunting di Wikidata
  • Amerika Serikat
  • Israel

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kerajaan
  2. Referensi

Artikel Terkait

Mulawarman

Raja Kutai ke 3 yang terkenal dengan kedermawanannya

Ramayana

Epos Hindu

Mahabharata

karya sastra India kuno

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026