Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kunti

Kunti atau Pritha , dalam wiracarita Mahabharata, adalah putri kandung Surasena, raja Wangsa Yadawa, dan diangkat sebagai putri oleh Kuntiboja. Ia merupakan saudara Basudewa, ayah dari Baladewa, Kresna, dan Subadra. Ia juga merupakan ibu kandung Yudistira, Werkodara (Bima), dan Arjuna dan juga adalah istri pertama Pandu yang sah. Selain itu Kunti juga ibu kandung Karna. Sepeninggal Pandu, ia mengasuh Nakula dan Sadewa, anak Pandu dan Madri. Seusai Bharatayuddha, ia dan iparnya—Dretarastra, Gandari, dan Widura—pergi bertapa sampai akhir hayatnya.

Ibu para Pandawa dalam wiracarita Hindu, Mahabharata
Diperbarui 24 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kunti
Kunti
कुंती
Lukisan Kunti bersama suaminya, Pandu. Lukisan cat air dari Jammu and Kashmir, ca 1690.
Lukisan Kunti bersama suaminya, Pandu. Lukisan cat air dari Jammu and Kashmir, ca 1690.
Tokoh Mahabharata
NamaKunti
Ejaan Dewanagariकुंती
Ejaan IASTKuntī
Nama lainPritha (IAST: Pṛithā)
Kitab referensiMahabharata, Bhagawatapurana
AsalKerajaan Surasena
KediamanHastinapura, Kerajaan Kuru
Kastakesatria
DinastiKuru
KlanYadawa
AyahSurasena (kandung)
Kuntiboja (angkat)
SuamiPandu
AnakKarna
Yudistira
Bima
Arjuna

Kunti (Dewanagari: कुंती; ,IAST: Kuntī, कुंती) atau Pritha (Dewanagari: पृथा; ,IAST: Pṛthā, पृथा), dalam wiracarita Mahabharata, adalah putri kandung Surasena, raja Wangsa Yadawa,[1] dan diangkat sebagai putri oleh Kuntiboja.[2] Ia merupakan saudara Basudewa, ayah dari Baladewa, Kresna, dan Subadra. Ia juga merupakan ibu kandung Yudistira, Werkodara (Bima), dan Arjuna dan juga adalah istri pertama Pandu yang sah. Selain itu Kunti juga ibu kandung Karna. Sepeninggal Pandu, ia mengasuh Nakula dan Sadewa, anak Pandu dan Madri. Seusai Bharatayuddha (Perang besar keluarga Bharata), ia dan iparnya—Dretarastra, Gandari, dan Widura—pergi bertapa sampai akhir hayatnya.

Masa muda

Ayah Kunti adalah Raja Surasena dari Wangsa Yadawa, dan saat bayi ia diberi nama Pritha. Ia merupakan adik Basudewa, ayah Kresna. Kemudian ia diadopsi oleh Raja Kuntiboja yang tidak memiliki anak, dan semenjak itu ia diberi nama Kunti.

Pada saat Kunti masih muda, ia diberi sebuah mantra sakti oleh Resi Durwasa agar mampu memanggil Dewa-Dewi sesuai dengan yang dikehendakinya. Pada suatu hari, Kunti ingin mencoba anugerah tersebut dan memanggil salah satu Dewa, yaitu Surya. Surya yang merasa terpanggil, bertanya kepada Kunti, apa yang diinginkannya. Namun Kunti menyuruh Sang Dewa untuk kembali ke kediamannya. Karena Kunti sudah memanggil dewa tersebut agar datang ke bumi tetapi tidak menginginkan berkah apa pun, Sang Dewa memberikan seorang putra kepada Kunti.

Kunti tidak ingin memiliki putra semasih muda, maka ia memasukkan anak tersebut ke dalam keranjang dan menghanyutkannya di sungai Aswa. Kemudian putra tersebut dipungut oleh seorang kusir di keraton Hastinapura yang bernama Adirata; anak tersebut diberi nama Karna.

Menantu Dinasti Kuru

Kunti menikah dengan Pandu, seorang raja di Hastinapura, dalam sebuah sayembara. Pandu juga menikahi Madri sebagai istri kedua, tetapi Pandu tidak mampu memiliki anak karena kutukan yang diterimanya setelah membunuh Resi Kindama tanpa sengaja. Demi menebus kesalahannya, Pandu dan kedua istrinya hidup di hutan sebagai pertapa. Di sana, Kunti mengeluarkan mantra rahasianya. Ia memanggil tiga dewa dan meminta tiga putra dari mereka. Putra pertama diberi nama Yudistira dari Dewa Yama (atau Dewa Dharma), yang kedua bernama Bima dari Dewa Bayu, dan yang terakhir bernama Arjuna dari Dewa Indra. Demi menjaga perasaan istri kedua Pandu, maka Kunti mengajarkan mantra tersebut kepada Madri. Madri memangil Dewa Aswin dan menerima putra kembar, yang diberi nama Nakula dan Sadewa. Kelima putra Pandu tersebut dikenal dengan nama Pandawa. Setelah kematian Pandu dan Madri, Kunti mengasuh kelima putra tersebut sendirian. Sesuai dengan amanat Madri, Kunti berjanji akan memperlakukan Nakula dan Sadewa seperti putranya sendiri.

Selama kelima putranya pergi ke pengasingan selama 13 tahun, Kunti tinggal di rumah iparnya, Widura. Kisah Kunti juga tercantum dalam Bhagawatapurana, dan di sana ia muncul sebagai narator untuk suatu devosi Hindu yang dikenal dengan istilah Bhaktiyoga.[3]

Setelah pertempuran besar di Kurukshetra berkecamuk dan usianya sudah sangat tua, Kunti pergi ke hutan bersama dengan ipar-iparnya yang lain seperti Dretarastra, Widura, dan Gandari untuk meninggalkan kehidupan duniawi. Mereka menyerahkan kerajaan kepada Yudistira. Di dalam hutan, Kunti dan yang lainnya terbakar oleh api suci mereka sendiri dan wafat di sana.[4]

Silsilah

Silsilah keturunan Yadu (bangsa Yadawa) dalam Mahabharata dan Purana
Bangsa
Yadawa
Klan
Andaka
Klan
Wresni
PunarbasuNandiniSwapalkaSiniHerdika
AhukaAkruraSatyakaMandisaDewamidaWesyawarnaSatadanwaKertawarma
UgrasenaDewaka2 putraSatyakiSurasenaMarisaRaja ChediParjanya
KangsaDewakiBasudewaRohiniKuntiPanduSrutakertiDamagosaNandaYasoda
KresnaBaladewaSubadraYudistiraBimaArjunaSisupalaYogamaya

Lihat pula

  • Karna
  • Pandawa

Referensi

  1. ↑ "Studies of Mahabharata" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2013-11-09. Diakses tanggal 2014-08-15.
  2. ↑ KUNTI (also called Pritha and Parshni)
  3. ↑ Krishna, the ultimate idol: [a provocative analysis of Krishna's life and mission] by Girīśa Pa Jākhoṭiyā
  4. ↑ "Kunti" (pdf). Manushi India Organization. Diakses tanggal 10 January 2013.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Kuntī.
  • (Inggris) Ajaran Dewi Kunti Diarsipkan 2006-08-22 di Wayback Machine.
  • (Inggris) Kisah yang menunjukkan kebesaran Dewi Kunti
  • (Inggris) Kisah dan tokoh-tokoh dalam Mahabharata[pranala nonaktif permanen]
  • l
  • b
  • s
Wiracarita Mahabharata
Kitab
  • Delapan belas Parwa
    1. Adi
    2. Sabha
    3. Wana
    4. Wirata
    5. Udyoga
      • Sanatsujatiya
    6. Bhisma
      • Bhagawadgita
    7. Drona
    8. Karna
    9. Salya
    10. Sauptika
    11. Stri
    12. Santi
    13. Anusasana
    14. Aswamedika
    15. Asramawasika
    16. Mosala
    17. Prasthanika
    18. Swargarohana
  • Hariwangsa


  • Tokoh
Wangsa
Candra
Leluhur
  • Pururawa
  • Ayu
  • Nahusa
  • Yayati
  • Puru
  • Pracinwan
  • Duswanta
  • Sakuntala
  • Bharata
  • Bumanyu
  • Hasti
  • Ajamida
  • Reksa
  • Sambarana
  • Kuru
Keluarga Kuru
(Korawa)
  • Abimanyu
  • Ambika
  • Ambalika
  • Arjuna
  • Bahlika
  • Banowati
  • Bima (Wrekodara)
  • Bisma (Dewabrata)
  • Citraksa
  • Citrānggada
  • Dewapi
  • Dretarastra
  • Dropadi
  • Dursasana
  • Dursilawati
  • Duryodana
  • Gandari
  • Janamejaya
  • Kunti
  • Laksmana
  • Laksmanakumara
  • Madri
  • Nakula
  • Pancakumara (Pratiwindya, Sutasoma, Satanika, Srutasena, Srutakarma)
  • Pandu
  • Parikesit
  • Pratipa
  • Sadewa
  • Santanu
  • Satyawati
  • Wicitrawirya
  • Widura
  • Wikarna
  • Yudistira
  • Yuyutsu
Keluarga Yadu
(Yadawa)
  • Akrura (Babru)
  • Aniruda
  • Bajra
  • Baladewa (Balarama)
  • Basudewa (Anakadundubi)
  • Cekitana
  • Dantawakra
  • Dewaki
  • Jembawati
  • Kangsa
  • Kertawarma
  • Kresna
  • Kunti (Perta)
  • Kuntiboja
  • Nanda
  • Pradyumna
  • Rewati
  • Rohini (istri Basudewa)
  • Rohini (istri Kresna)
  • Rukmini
  • Samba
  • Satyabama
  • Satyaka
  • Satyaki
  • Sisupala
  • Subadra
  • Surasena
  • Udawa
  • Ugrasena
  • Yasoda
Tokoh lain
Brahmana
  • Astika
  • Aswatama
  • Byasa
  • Domya
  • Drona
  • Durwasa
  • Kindama
  • Krepa
  • Lomasa
  • Markandeya
  • Narada
  • Parasara
  • Parasurama
  • Sanatkumara
  • Sonaka
  • Sukra
  • Ugrasrawa
  • Utangka
  • Wesampayana
  • Wrehaspati
Kesatria
  • Amba
  • Babruwahana
  • Bagadata
  • Bajradata
  • Bismaka
  • Burisrawa
  • Citrānggadā
  • Drestadyumna
  • Drupada
  • Irawan
  • Jarasanda
  • Jayadrata
  • Karna
  • Kicaka
  • Rukma
  • Salya
  • Sangkuni
  • Satyajit
  • Somadata
  • Srikandi
  • Sudaksina
  • Sudesna
  • Susarma
  • Sweta
  • Uluka
  • Utamoja
  • Utara
  • Utari
  • Wirata
  • Wratsangka
  • Wrehadbala
  • Wresasena
  • Yudamanyu
Lainnya
  • Adirata
  • Ekalawya
  • Purocana
  • Radha (ibu Karna)
  • Sanjaya
Non-manusia
  • Alambusa
  • Bakasura
  • Citrasena
  • Gatotkaca
  • Hanoman
  • Hidimba
  • Hidimbi
  • Jatasura
  • Kirmira
  • Mayasura
  • Mukasura
  • Niwatakawaca
  • Taksaka
  • Ulupi
  • Urwasi
Dewa
  • Agni
  • Aswin
  • Bayu
  • Ganesa
  • Gangga
  • Indra
  • Kiratamurti
  • Kuwera
  • Siwa
  • Surya
  • Wiswakarma
  • Yama (Darmaraja)
Cerita
berbingkai
  • Animandaya
  • Damayanti
  • Dewayani
  • Galawa
  • Garuda
  • Jaratkaru
  • Kaca
  • Kadru
  • Kakudmi
  • Kalmasapada
  • Kasyapa
  • Madawi
  • Mucukunda
  • Nala
  • Sandili
  • Sarmista
  • Satyawan
  • Sawitri
  • Srenggi
  • Sunda dan Upasunda
  • Tilotama
  • Winata
  • Wresaparwa
  • Topik terkait
Lokasi
Kerajaan
  • Angga
  • Bahlika
  • Chedi
  • Gandhara
  • Kasi
  • Kuru
  • Magadha
  • Matsya
  • Pancala
  • Sindhu
  • Surasena
  • (selengkapnya ...)
Kota dan
desa
  • Dwaraka
  • Ekachakra
  • Hastinapura
  • Indraprastha
  • Kampilya
  • Kurukshetra
  • Mathura
  • Upaplawya
  • Wiratanagara
Bentang
alam
  • Hutan Dwaita
  • Hutan Kamyaka
  • Hutan Khandawa
  • Hutan Nemisa
  • Pegunungan Himalaya
  • Sungai Gangga
  • Sungai Yamuna
Keluarga
  • Wangsa Candra
  • Paurawa
  • Dinasti Kuru
    • Pandawa
    • Korawa
    • Silsilah Pandawa dan Korawa
  • Yadawa
  • Bahlika
  • Istri Karna
Konsep dan
peristiwa
  • Aksayapatra
  • Aksohini
  • Aswamedha
  • Bharatayuddha
  • Cakrabyuha
  • Laksagreha
  • Panah Pasupata
  • Perang Kurukshetra
  • Rajasuya
  • Yaksaprasna
Portal Mahabharata
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • VIAF
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Republik Ceko
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Masa muda
  2. Menantu Dinasti Kuru
  3. Silsilah
  4. Lihat pula
  5. Referensi
  6. Pranala luar

Artikel Terkait

Daftar tokoh dalam Mahabharata

artikel daftar Wikimedia

Bima (Mahabharata)

Pandawa kedua dalam epos Mahabharata

Arjuna

seorang protagonis dari epos India Mahabharata dan Pandawa ketiga

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026