Badan Akuntabilitas Keuangan Negara yang disingkat menjadi BAKN adalah badan yang dapat dibantu oleh akuntan, ahli, analis keuangan dan peneliti dibentuk pada permulaan masa keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat dan menetapkan susunan dan keanggotaan berjumlah paling sedikit tujuh orang dan paling banyak sembilan orang atas usul fraksi pada permulaan tahun sidang merupakan alat kelengkapan Dewan Perwakilan Rakyat yang bersifat tetap.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Badan Akuntabilitas Keuangan Negara | |
|---|---|
| Jenis | |
| Jenis | Alat kelengkapan DPR yang bertujuan melakukan pengawasan terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan keuangan negara |
| Pimpinan | |
Ketua | |
Wakil Ketua | |
Wakil Ketua | |
Wakil Ketua | |
Wakil Ketua | |
| Komposisi | |
Partai & kursi | |
| Situs web | |
| Badan Akuntabilitas Keuangan Negara DPR RI | |
Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (bahasa Inggris: State Finance Accountability Committeecode: en is deprecated ) yang disingkat menjadi BAKN adalah badan yang dapat dibantu oleh akuntan, ahli, analis keuangan dan peneliti dibentuk pada permulaan masa keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat dan menetapkan susunan dan keanggotaan berjumlah paling sedikit tujuh orang dan paling banyak sembilan orang atas usul fraksi pada permulaan tahun sidang merupakan alat kelengkapan Dewan Perwakilan Rakyat yang bersifat tetap.
Badan akuntabilitas Publik ini terdapat pula dibeberapa negara antara lain di Inggris menggunakan nama Public Accounts Committee, Australia dengan nama Joint Committee of Public Accounts and Audit atau di India bernama Committee on Public Accounts
Pimpinan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara terdiri atas satu orang ketua dan dua orang wakil ketua bersifat kolektif dan kolegial yang dipilih dari anggota dalam sebuah rapat yang dipimpin oleh pimpinan DPR setelah penetapan susunan dan keanggotaan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara.
Public Accounts Committee (PAC) merupakan sebuah komite yang dipilih dari House of Commons di Inggris yang bertanggung jawab mengawasi pengeluaran pemerintah untuk memastikan efektif dan jujur.
Joint Committee of Public Accounts and Audit (JCPAA) sejak pertama kali didirikan pada tahun 1913 merupakan lembaga Commonwealth untuk menjelaskan keabsahan, efisiensi dan efektivitas penggunaan uang publik.
Committee on Public Accounts pertama kali dibentuk pada tahun 1921 yang terdiri dari 22 anggota yang 15 anggota berasal dipilih oleh Lok Sabha dan 7 Anggota dipilih oleh Rajya Sabha bertugas mendalami pengeluaran pemerintah dan laporan dari Pengawas Keuangan dan Auditor Jenderal.
| Nama | Fraksi | Jabatan |
|---|---|---|
| H. Ahmad Muzani | Partai Gerakan Indonesia Raya | Ketua |
| MAYJEN TNI (PURN) Yahya Sacawiria, S.IP., MM | Partai Demokrat | Wakil Ketua |
| Prof.Dr.Ismet Ahmad | Partai Amanat Nasional | Anggota |
| Ir. Nur Yasin, MBA | Partai Kebangkitan Bangsa | Anggota |
| Ir. A. Edwin Kawilarang | Partai Golongan Karya | Anggota |
| Drs. H. A. Fauzi Achmad, MBA | Partai Hati Nurani Rakyat | Anggota |
| DRA. Eva Kusuma Sundari MA, MDE | Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan | Anggota |
| DR. A.W Thalib, MSi | Partai Persatuan Pembangunan | Anggota |
| DR. Mohamad Sohibul Iman | Partai Keadilan Sejahtera | Anggota |
| Nama | Jabatan |
|---|---|
| M. Yus Iqbal, SE. | Kepala Bagian |
| Tuti Retnowati, B.Sc | Kepala Sub Bagian Rapat |
| Eko Riswanto, SE. | Kepala Sub Bagian Tata Usaha |
| Endang Wahyuni, SE. | Staf |
| Achmad Ridho, SE. | |
| Jati Prasetyaningsih | |
| Endang Setia Purnama | |
| Nurul Istiqlal | |