Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiDewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (1992–1997)
Artikel Wikipedia

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (1992–1997)

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 1992-1997 adalah Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia yang diisi oleh anggota hasil pemilihan umum legislatif yang diadakan pada tahun 1992. Anggota DPR RI periode 1992-1997 dilantik dan diambil sumpah pada tanggal 1 Oktober 1992. Jumlah anggota DPR periode 1992-1997 ada 500 orang. Terdiri dari 400 orang anggota yang dipilih melalui pemilihan umum, mewakili organisasi politik: Partai Demokrasi Indonesia, Partai Persatuan Pembangunan, dan Golongan Karya; serta 100 orang anggota yang ditunjuk langsung dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Alasan yang digunakan oleh rezim Orde Baru mengenai pengangkatan ABRI di DPR adalah sebagai dwifungsi ABRI, selain dari fungsi pertahanan keamanan juga dalam fungsi sosial politik.

Wikipedia article
Diperbarui 16 Desember 2022

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (1992–1997)
Dewan Perwakilan Rakyat RI
Periode 1992–1997
1987–1992 ← → 1997–1999

Gedung DPR/MPR (2008)

Periode: 1 Oktober 1992 – 30 September 1997

Ketua: Wahono
(Golkar)
Wakil Ketua: Soetedjo
(ABRI)
John Ario Katili
(Golkar)
Ismail Hassan Metareum
(PPP)
Soerjadi
(PDI)
Jumlah Anggota: 500 orang
Fraksi:
  •   Golkar (282)
  •   PPP (62)
  •   PDI (56)
  •   ABRI (100)

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 1992-1997 (disingkat DPR RI periode 1992-1997) adalah Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia yang diisi oleh anggota hasil pemilihan umum legislatif yang diadakan pada tahun 1992. Anggota DPR RI periode 1992-1997 dilantik dan diambil sumpah pada tanggal 1 Oktober 1992. Jumlah anggota DPR periode 1992-1997 ada 500 orang. Terdiri dari 400 orang anggota yang dipilih melalui pemilihan umum, mewakili organisasi politik: Partai Demokrasi Indonesia, Partai Persatuan Pembangunan, dan Golongan Karya; serta 100 orang anggota yang ditunjuk langsung dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Alasan yang digunakan oleh rezim Orde Baru mengenai pengangkatan ABRI di DPR adalah sebagai dwifungsi ABRI, selain dari fungsi pertahanan keamanan juga dalam fungsi sosial politik.[1]

Proporsi Partai & Perwakilan

Artikel utama: Daftar anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 1992–1997

Berikut adalah proporsi anggota DPR RI periode 1992-1997 berdasarkan hasil pemilu tahun 1992 serta pengangkatan ABRI.[2]

Organisasi politik Suara Kursi %Kursi
Partai
  Golkar 66.599.331
282 / 400
70,50%
  PPP 16.624.647
62 / 400
15,50%
  PDI 14.565.556
56 / 400
14,00%
Penunjukan langsung Suara Kursi %Kursi
Keseluruhan
  ABRI
(bernama Golongan Karya ABRI)
-
100 / 500

Lihat pula

  • Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
  • Pemilihan umum legislatif Indonesia 1992

Bacaan lebih lanjut

Buku DPR RI Periode 1992-1997

Catatan

  1. ↑ Setjen DPR RI, hlm.3
  2. ↑ Setjen DPR RI, hlm.51

Referensi

  • "Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Periode 1992-1997" (PDF). Setjen DPR RI. Diakses tanggal 18 April 2019.
  • l
  • b
  • s
Indonesia Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Fungsi
  • Legislasi
  • Anggaran
  • Pengawasan
Logo Resmi DPR RI
Tugas dan wewenang
  • Persetujuan
  • Pertimbangan
  • Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
Hak
  • Interpelasi
  • Angket
  • Menyatakan pendapat
Alat kelengkapan
  • Pimpinan (Ketua
  • Wakil Ketua)
  • Badan Musyawarah
  • Komisi (I
  • II
  • III
  • IV
  • V
  • VI
  • VII
  • VIII
  • IX
  • X
  • XI
  • XII
  • XIII)
  • Badan Legislasi
  • Badan Anggaran
  • Badan Kerja Sama Antar-Parlemen
  • Mahkamah Kehormatan Dewan
  • Badan Urusan Rumah Tangga
  • Badan Akuntabilitas Keuangan Negara
  • Badan Aspirasi Masyarakat
  • Panitia khusus
  • Panitia kerja
Periode
  • 1945–1950 (KNIP)
  • 1950 (DPR RIS)
  • 1950-1956 (DPRS)
  • 1956–1959
  • DPR Peralihan
  • 1960–1965 (DPR-GR)
  • 1965–1966 (DPR-GR tanpa PKI)
  • 1966–1971 (DPR-GR/DPR Orde Baru)
  • 1971–1977
  • 1977–1982
  • 1982–1987
  • 1987–1992
  • 1992–1997
  • 1997–1999
  • 1999–2004
  • 2004–2009
  • 2009–2014
  • 2014–2019
  • 2019–2024
  • 2024–2029
Anggota
  • RIS
  • 1950–1956 (DPRS)
  • 1956–1959
  • 1960–1965 (DPR-GR)
  • 1965–1966 (DPR-GR tanpa PKI)
  • 1966–1971
  • 1971–1977
  • 1977–1982
  • 1982–1987
  • 1987–1992
  • 1992–1997
  • 1997–1999
  • 1999–2004
  • 2004–2009
  • 2009–2014
  • 2014–2019
  • 2019–2024
  • 2024–2029
Program Legislasi Nasional
  • 2014-2019
  • 2020-2024
Kode Etik dan Tata tertib
  • Kode etik
  • Tata tertib
Sekretariat Jenderal
  • Deputi Bidang Perundang-undangan
  • Deputi Bidang Anggaran dan Pengawasan
  • Deputi Bidang Persidangan dan Kerja Sama Antar Parlemen
  • Deputi Bidang Administrasi
Fraksi aktif
  • PDIP
  • Golkar
  • Gerindra
  • NasDem
  • Demokrat
  • PKB
  • PAN
  • PKS
Fraksi non aktif
  • Reformasi
  • KKI
  • PDU
  • PDKB
  • PBB
  • TNI/Polri
  • BPD
  • PBR
  • PDS
  • PPP
  • Hanura
Media
TVR Parlemen
  • Lihat pula: Politik dan pemerintahan Indonesia
  • Pemilihan umum
  • l
  • b
  • s
Partai politik peserta pemilihan umum legislatif Indonesia 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997
  • Partai Demokrasi Indonesia
  • Golongan Karya
  • Partai Persatuan Pembangunan
  • l
  • b
  • s
Pemilihan di Indonesia
Umum
Presiden
Tidak langsung
  • 1945
  • 1963
  • 1968
  • 1973
  • 1978
  • 1983
  • 1988
  • 1993
  • 1998
  • 1999
  • 2001 (Wapres)
Langsung
  • 2004
  • 2009
  • 2014
  • 2019
  • 2024
  • 2029
Legislatif
  • 1955
  • 1971
  • 1977
  • 1982
  • 1987
  • 1992
  • 1997
  • 1999
  • 2004
  • 2009
  • 2014
  • 2019
  • 2024
  • 2029
Lokal
Legislatif
daerah
  • 1957–1958
  • 2031
Kepala
daerah
  • 2005
  • 2006
  • 2007
  • 2008
  • 2010
  • 2011
  • 2012
  • 2013
  • 2015
  • 2017
  • 2018
  • 2020
  • 2024
  • 2031
Lainnya
  • Konstituante (1955)

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Proporsi Partai & Perwakilan
  2. Lihat pula
  3. Bacaan lebih lanjut
  4. Catatan
  5. Referensi

Artikel Terkait

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia

majelis rendah parlemen Indonesia

Daftar Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia

pejabat tertinggi di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia

Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia

majelis tinggi dalam parlemen Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026