Waduk Tukul adalah sebuah waduk yang terletak di Pacitan, Jawa Timur, Indonesia. Waduk ini dibangun dengan membendung Sungai Asem Gondok di Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari. Waduk ini memiliki kapasitas tampung sebesar 8,68 juta meter kubik dengan luas genangan mencapai 44,81 hektar.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Waduk Tukul | |
|---|---|
| Lokasi | Pacitan, Jawa Timur |
| Kegunaan | Irigasi |
| Status | Digunakan |
| Mulai dibangun | 2013 |
| Mulai dioperasikan | 2021 |
| Biaya konstruksi | Rp 904,4 miliar |
| Pemilik | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat |
| Kontraktor | Brantas Abipraya |
| Bendungan dan saluran pelimpah | |
| Tipe bendungan | Urugan random |
| Tinggi (thalweg) | 70,20 m |
| Tinggi (fondasi) | 71,20 m |
| Panjang | 233 m |
| Lebar puncak | 10 m |
| Membendung | Sungai Telu |
| Waduk | |
| Kapasitas normal | 8.680.000 m3 |
Waduk Tukul adalah sebuah waduk yang terletak di Pacitan, Jawa Timur, Indonesia. Waduk ini dibangun dengan membendung Sungai Asem Gondok[1] di Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari. Waduk ini memiliki kapasitas tampung sebesar 8,68 juta meter kubik dengan luas genangan mencapai 44,81 hektar.
Bendungan dari waduk ini mulai dibangun pada tahun 2013 oleh Brantas Abipraya dengan anggaran dari APBN sebesar Rp. 904,4 miliar.[2] Bendungan dari waduk ini kemudian mulai dioperasikan pada bulan Oktober 2020[3] dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 14 Februari 2021.[4]
Waduk ini terutama difungsikan untuk mengairi lahan pertanian seluas 600 hektar di Pacitan. Selain itu, waduk ini juga difungsikan untuk mereduksi debit banjir sebesar 42,22 meter kubik per detik dan menyediakan air baku sebanyak 0,30 meter kubik per detik. Air dari waduk ini juga berpotensi untuk digunakan membangkitkan listrik melalui PLTMH berkapasitas 0,26 MW.[3]
Waduk ini juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana budidaya perikanan air tawar, sarana olahraga air, sarana rekreasi, dsb.