Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Waduk Pluit

Waduk Pluit, adalah waduk yang dibangun di Penjaringan, Jakarta Utara. Awalnya lahan ini berupa rawa-rawa. Pemerintah Hindia Belanda meletakkan sebuah fluitschip bernama Het Whitte Paert, yang sudah tidak laik laut di pantai sebelah timur muara Kali Angke sehingga daerah ini mendapat nama Pluit. Pada awal 2015 di musim hujan, pompa di waduk pluit tidak bekerja. Sehingga membuat naik permukaan air yang tadinya -180 cm, menjadi 100 cm dengan cepat. Beberapa tempat di sekitar Waduk Pluit terendam banjir karena meluapnya air di waduk pluit tersebut.

salah satu danau di dunia
Diperbarui 22 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Waduk Pluit
Infotaula de geografia políticaWaduk Pluit
danau Suntingan nilai di Wikidata

Tempat
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 6°7′2″S 106°47′59″E / 6.11722°S 106.79972°E / -6.11722; 106.79972 
Negara berdaulatIndonesia
Provinsi di IndonesiaJakarta Suntingan nilai di Wikidata
NegaraIndonesia Suntingan nilai di Wikidata

Waduk Pluit (asal nama pluit berasal dari kata Belanda fluitschip yang artinya kapal layar panjang berlunas ramping), adalah waduk yang dibangun di Penjaringan, Jakarta Utara. Awalnya lahan ini berupa rawa-rawa. Pemerintah Hindia Belanda meletakkan sebuah fluitschip bernama Het Whitte Paert, yang sudah tidak laik laut di pantai sebelah timur muara Kali Angke sehingga daerah ini mendapat nama Pluit.[1] Pada awal 2015 di musim hujan, pompa di waduk pluit tidak bekerja. Sehingga membuat naik permukaan air yang tadinya -180 cm, menjadi 100 cm dengan cepat. Beberapa tempat di sekitar Waduk Pluit terendam banjir karena meluapnya air di waduk pluit tersebut.[butuh rujukan]

Sejarah

Proyek Waduk Pluit dimulai sejak 1960, dengan dinyatakannya Pluit sebagai kawasan tertutup. Kawasan ini direncanakan sebagai polder Pluit dan pekerjaan pengerukan kali melalui Keputusan Peperda Jakarta Raya dan Sekitarnya No 387/ Tahun 1960. Namun, di bawah Otorita Pluit, ada pengembangan Pluit Baru untuk pengembangan perumahan, industri, dan waduk. Adapun daerah Muara Karang, Teluk Gong dan Muara Angke untuk perumahan dan pembangkit listrik, serta kampung nelayan.[1]

Pada 1971, Proyek Pluit terus dilanjutkan dengan perluasan wilayah hingga ke Jelambar dan Pejagalan. Pada 1976, kawasan Pluit menjadi permukiman modern dengan tempat rekreasi dan lokasi perindustrian. Pada 1981, barulah Waduk Pluit selesai dan ditandai dengan banjir besar di wilayah Pluit.[1]

Pandangan luas dari Waduk Pluit

Pendangkalan

Karena daerah bibir Waduk Pluit di tempati oleh perumahan, maka secara perlahan terjadi pendangkalan dan peralihan fungsi sebesar 20 ha dari total 80 ha lahan yang semestinya menjadi waduk penyimpan air. Sejak tahun 1990-an, warga mulai merebut tanah di pinggir Waduk Pluit yang seharusnya menjadi milik negara dan tidak boleh dibangun. Awalnya bangunan ini semi permanen, dengan menjadikan tembok waduk sebagai penahan. Sampah dan lumpur dari hulu sungai, ditambah sampah rumah tangga warga di sekitar, membuat pendangkalan semakin parah sehingga Waduk Pluit kehilangan fungsinya.[2]

Akibat pendangkalan, kapasitas penyimpanan air kala musim hujan menjadi berkurang. Air waduk yang awalnya bisa mencapai kedalaman 10 m, pada 2012 hanya setinggi 2 m .[2]

Perawatan

Untuk melawan pendangkalan, sebenarnya telah berulangkali dilakukan perawatan di Waduk Pluit. Di antaranya pada 2005 telah diadakan pengerukan.[3] Kemudian pada 2009 diadakan pembersihan eceng gondok.[4] Lalu pada tahun yang sama juga dibuatkan pintu air baru untuk mempermudah kontrol debit air dan sampah.[5] Namun adanya perumahan yang menempati lahan waduk membuat usaha ini tidak pernah bisa maksimal. Karena itu sebenarnya sejak 2010 telah direncakan pemindahan 13.000 warga agar waduk bisa dinormalisasi dengan maksimal.[6] Namun warga selalu menolak dipindahkan karena merasa tidak merasa bersalah dan merasa aman dari bencana banjir maupun robohnya tembok penahan[7]

Perawatan Waduk Pluit pada 2013 banyak mendapat perhatian karena keberhasilan memindahkan warga penghuni bantaran sekaligus penataan bagian pinggir waduk menjadi taman yang bisa diakses bebas oleh publik.[8]

Pemindahan warga

Pada 2013 setelah bencana banjir, Pemerintah Provinsi Jakarta memulai proses pemindahan warga dan pengerukan sungai. Awalnya hal ini ditolak dan sempat menuai protes warga.[9] Diduga sebagian warga diprovokasi oleh oknum tertentu sehingga pemindahan sempat menjadi keributan.[10][11][12] Warga juga keberatan karena merasa dituduh sebagai komunis, tetapi kemudian diklarifikasi bahwa kata itu muncul karena desakan LSM yang mendesak pembagian lahan gratis.[13] Komnas HAM sempat turun tangan karena merasa pemindahan ini dilakukan secara paksa dan tidak ada hunian pengganti.[14] Namun kemudian sikap warga melunak setelah dilakukan diplomasi makan siang bersama Gubernur Jokowi di Balai Kota.[15] Warga penghuni bantaran Waduk Pluit akhirnya bersedia dipindah secara bertahap.[16]

Pemukiman kumuh

Sampai dengan 6 Februari 2021, waduk pluit terlihat kumuh dengan keberadaan rumah bedeng yang ada disekitarnya.[17] Hal ini memperparah kondisi waduk pluit karena selain masalah sedimentasi (mengurangi kemampuan waduk menyerap air), warga sekitar kerap mengotori air dengan cara membuang sampah sembarangan.[18]

Referensi

  1. 1 2 3 Dina. Begini Ceritanya Tentang Pluit Diarsipkan 2013-05-23 di Wayback Machine.. Diakses dari situs berita Tempo pada 8 November 2013
  2. 1 2 Has.Cerita Waduk Pluit Dijarah Warga. diakses dari situs berita merdeka pada 8 November 2013
  3. ↑ Pendangkalan Waduk Pluit Mencapai 8 Meter.[pranala nonaktif permanen] Diakses dari situs berita Tempo pada 8 November 2013
  4. ↑ Ujang Zaelani Foto: Kuras Waduk diakses dari situs Kantor Berita Antara pada 8 November 2013
  5. ↑ Ari Saputra. Pintu Air Waduk Pluit Dibangun untuk Tangkal banjir. Diakses dari Situs Berita Detik pada 8 November 2013
  6. ↑ 13 Ribu KK Penghuni Waduk Pluit Bakal Digusur. Diakses dari situs Berita Jawa Post News Network pada 8 November 2013
  7. ↑ Ramadhian Fadillah.Penduduk Waduk Pluit Tak Takut Alami Tragedi ala Situ Gintung. Diakses dari situs Berita Detik pada 8 November 2013
  8. ↑ Dulu Kumuh, Kini Waduk Pluit Jadi Tujuan Wisata. Diakses dari situs Berita Kompas pada 8 November 2013
  9. ↑ bola/readvideo/2013/08/22/161028/130822032/061009681/tolak-relokasi-warga-bantaran-waduk-pluit-protes (video) Tolak Relokasi: Warga Bantaran Waduk Pluit Protes[pranala nonaktif permanen]. Diakses dari situs berita Detik pada 8 November 2013
  10. ↑ Itsman MP. Ini Alasan Warga Muara Baru Halangi Penataan Pluit Diarsipkan 2014-06-02 di Wayback Machine.. Diakses dari situs Berita Tempo pada 8 November 2013
  11. ↑ Itsman SP.Satpol PP Meringsek Pemukiman Barat Waduk Pluit Diarsipkan 2013-10-24 di Wayback Machine.. Diakses dari situs Berita Tempo pada 8 November 2013
  12. ↑ Itsman SP Warga Waduk Pluit Halangi Aparat Penertiban Diarsipkan 2013-10-24 di Wayback Machine.. Diakses dari situs berita Tempo pada 8 November 2013
  13. ↑ Klarifikasi Ahok Soal Sebut Warga Waduk Pluit Komunis. Diakses dari situs Berita liputan6.com
  14. ↑ Komnas HAM Kecam Penggusuran Paksa di Waduk Pluit Diarsipkan 2013-08-29 di Wayback Machine.. Diakses dari situs berita SindoNews pada 8 November 2013
  15. ↑ Idham Khalid. Ditemui Jokowi, Warga yang Tegang jadi Tenang. Diakses dari situs Berita Detik
  16. ↑ Beno Junianto dan Rohimat Nurbaya. Jokowi: Semua Warga Waduk Pluit Siap Dipindah. Diakses dari situs berita Vivanews pada 8 November 2013
  17. ↑ Zafna, Grandyos. "Melihat Kembali Permukiman Kumuh di Pinggir Waduk Pluit". detikcom. Diakses tanggal 2021-05-15.
  18. ↑ Harbowo, Stevanus Ato / Nikolaus (2019-06-13). "Permukiman Kumuh Memperumit Masalah Waduk Pluit". Kompas.id. Diakses tanggal 2021-05-15.
Ikon rintisan

Artikel bertopik Jakarta ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s
  • l
  • b
  • s
Bendungan, waduk/dam dan embung di Indonesia
1
DIY
  • Bribin
  • Kamijoro
  • Sermo
DKI
  • Pluit
  • Ria Rio
Banten
  • Karian
  • Sindangheula
Jawa Barat
  • Ciawi
  • Cipanas
  • Cipancuh
  • Cirata
  • Darma
  • Jatigede
  • Jatiluhur
  • Kuningan
  • Leuwikeris
  • Sadawarna
  • Saguling
  • Sukamahi
Jawa Tengah
  • Bener
  • Cacaban
  • Colo
  • Gajah Mungkur
  • Jatibarang
  • Kedungombo
  • Logung
  • Matenggeng
  • Pidekso
  • Randugunting
  • Sempor
  • Soedirman
  • Wadaslintang
  • Wilalung
Jawa Timur
  • Bagong
  • Bajulmati
  • Bening
  • Bendo
  • Dawuhan
  • Gondang
  • Gongseng
  • Nipah
  • Notopuro
  • Pacal
  • Selorejo
  • Semantok
  • Sengguruh
  • Serut
  • Sidodadi
  • Sutami
  • Tanjungan
  • Tugu
  • Tukul
  • Wlingi
  • Wonorejo
2
Aceh
  • Keureuto
  • Paya Seunara
  • Rajui
  • Rukoh
Kepulauan Riau
  • Sei Gong
Lampung
  • Batu Tegi
  • Margatiga
  • Way Sekampung
Riau
  • Koto Panjang
  • Rokan Kiri
Sumatera Selatan
  • Komering II
  • Perjaya
Sumatera Utara
  • Sigura-Gura
  • Lausimeme
  • Tangga
3
Bali
  • Danu Kerthi
  • Palasari
  • Sidan
  • Titab Ularan
Nusa Tenggara Barat
  • Batujai
  • Beringin Sila
  • Batu Bulan
  • Bintang Bano
  • Koperan Selat Narmada
  • Mamak
  • Meninting
  • Mila
  • Tanju
  • Tiu Kulit
  • Tiu Suntuk
Nusa Tenggara Timur
  • Mbay
  • Napun Gete
  • Raknamo
  • Rotiklot
  • Temef
4
Kalimantan Selatan
  • Amandit
  • Riam Kanan
  • Tapin
Kalimantan Timur
  • Lempake
  • Manggar
  • Marangkayu
  • Semboja
  • Sepaku Semoi
  • Sesulu
  • Teritip
5
Gorontalo
  • Bolangohulu
Sulawesi Selatan
  • Bilibili
  • Jenelata
  • Karalloe
  • Pamukkulu
  • Paselloreng
  • Ponre Ponre
Sulawesi Tenggara
  • Ameroro
  • Ladongi
  • Pelosika
Sulawesi Utara
  • Kuwil Kawangkoan
  • Lolak
6
Maluku
  • Way Apu
7
Lihat juga: Daftar bendungan dan waduk di Indonesia & PSN

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Pendangkalan
  3. Perawatan
  4. Pemindahan warga
  5. Pemukiman kumuh
  6. Referensi

Artikel Terkait

Danau Toba

danau vulkanik di Sumatera Utara, Indonesia

Danau Nasser

danau di Mesir

Danau Sano Nggoang

sebagai salah satu danau kawah terdalam di dunia dengan kedalaman mencapai sekitar 500 meter dan luas sekitar 512 hektare. Danau Sano Nggoang berada di ketinggian

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026