Bendungan Gongseng adalah sebuah bendungan yang dibangun di Bojonegoro, Jawa Timur untuk membendung air dari Sungai Soko. Bendungan ini terutama difungsikan untuk menunjang keberadaan Bendungan Pacal.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Bendungan Gongseng | |
|---|---|
| Lokasi | Temayang, Bojonegoro, Jawa Timur |
| Kegunaan | Irigasi |
| Status | Beroperasi |
| Mulai dibangun | 2013 |
| Mulai dioperasikan | 2021 |
| Biaya konstruksi | Rp 578 miliar |
| Pemilik | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat |
| Kontraktor | Hutama Karya |
| Bendungan dan saluran pelimpah | |
| Tipe bendungan | Urugan |
| Tinggi (fondasi) | 34 m |
| Panjang | 422 m |
| Lebar puncak | 9 m |
| Membendung | Sungai Soko |
| Waduk | |
| Kapasitas normal | 22.430.000 m3 |
| Luas genangan | 288 hektar[1] |
Bendungan Gongseng adalah sebuah bendungan yang dibangun di Bojonegoro, Jawa Timur untuk membendung air dari Sungai Soko. Bendungan ini terutama difungsikan untuk menunjang keberadaan Bendungan Pacal.[1]
Bendungan ini mulai dibangun pada tahun 2018 dengan kontraktor pelaksana yaitu PT. Hutama Karya (Persero)[2] dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada bulan November 2021.[3]
Pembangunannya dimulai pada tahun 2013 dengan pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 583 miliar. Peresmian Bendungan Gongseng dihadiri oleh Sekretaris Daerah Bojonegoro yaitu Nurul Azizah, Kapolres AKBP Eva Guna Pandia, Komandan Kodim 0813 Letkol Inf. Bambang Hariyanto, Kepala Kejaksaan Negeri Badrut Tamam, Ketua DPRD Bojonegoro Imam Sholikin, serta jajaran organisasi perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo.[4]
Bendungan yang terletak di perbatasan antara Desa Papringan dan Desa Kedungsari ini terutama dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian seluas 6.191 hektar di Kecamatan Temayang, Dander, Sukosewu, Kapas, Balen, Kaner, dan Baureno. Selain itu, bendungan ini juga difungsikan untuk mereduksi debit banjir sebesar 133,27 meter kubik per detik dan menyediakan air baku sebanyak 0,30 meter kubik per detik. Air yang terbendung oleh bendungan ini juga berpotensi untuk digunakan membangkitkan listrik melalui PLTMH berkapasitas 0,70 MW.[1]