Bendungan Kuwil Kawangkoan sebuah bendungan yang dibangun di Minahasa Utara, Sulawesi Utara untuk membendung aliran dari Sungai Tondano.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Bendungan Kuwil Kawangkoan | |
|---|---|
| Lokasi | Kalawat, Minahasa Utara, Sulawesi Utara |
| Koordinat | 1°26′35″N 124°55′15″E / 1.4431772°N 124.9208921°E / 1.4431772; 124.9208921 |
| Kegunaan | Serbaguna |
| Status | Beroperasi |
| Mulai dibangun | 2016 |
| Mulai dioperasikan | 2023 |
| Biaya konstruksi | Rp 1,9 triliun |
| Pemilik | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat |
| Kontraktor | Wijaya Karya dan Nindya Karya |
| Bendungan dan saluran pelimpah | |
| Tipe bendungan | Urugan |
| Tinggi | 77 m |
| Panjang | 345 m |
| Waduk | |
| Kapasitas normal | 23.370.000 m3 |
| Luas genangan | 139 hektar |
Bendungan Kuwil Kawangkoan sebuah bendungan yang dibangun di Minahasa Utara, Sulawesi Utara untuk membendung aliran dari Sungai Tondano.
Bendungan ini mulai dibangun pada bulan Juli 2016 sebagai bagian dari respon terhadap terjadinya Banjir Manado 2014.[1] Bendungan ini kemudian diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada bulan Januari 2023.[2]
Selain untuk mereduksi debit banjir sebesar 470 meter kubik per detik, bendungan ini juga dimanfaatkan untuk menyediakan air baku sebanyak 4,5 meter kubik per detik bagi masyarakat di Manado, Minahasa Utara, dan Bitung, serta industri di KEK Bitung. Air yang terbendung oleh bendungan ini juga berpotensi untuk membangkitkan listrik melalui PLTA berkapasitas 1,4 MW.