Bendungan Bener adalah sebuah proyek bendungan bertipe urugan batu yang dibangun di Desa Guntur, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Bendungan ini dirancang untuk menampung aliran Sungai Bogowonto dengan struktur setinggi 169 meter dan lebar 534 meter. Bendungan ini direncanakan akan menjadi bendungan dengan struktur bendung tertinggi di Indonesia. Bendungan ini memiliki kapasitas tampung 90,39 juta meter kubik air dan luas genangan mencapai 690 hektar.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini mungkin terdampak oleh sebuah peristiwa terkini: Konflik Wadas. Informasi dalam artikel ini dapat berubah setiap saat. Laporan berita awal dapat saja tidak tepercaya. Pembaruan terakhir pada artikel ini dapat saja tidak merefleksikan informasi terkini. (Februari 2022) |
Artikel ini membahas mengenai bangunan, struktur, infrastruktur, atau kawasan terencana yang sedang dibangun atau akan segera selesai. |
| Bendungan Bener | |
|---|---|
| Nama | Bendungan Bener |
| Lokasi | Guntur, Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah |
| Koordinat | 7°36′06″S 110°01′17″E / 7.6016°S 110.0215°E / -7.6016; 110.0215[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Bendungan_Bener¶ms=7.6016_S_110.0215_E_ <span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">7°36′06″S</span> <span class=\"longitude\">110°01′17″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\"> / </span><span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">7.6016°S 110.0215°E</span><span style=\"display:none\"> / <span class=\"geo\">-7.6016; 110.0215</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwCA\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt8\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwCQ\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwCg\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Bendungan_Bener&params=7.6016_S_110.0215_E_\" class=\"external text\" id=\"mwCw\"><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwDA\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwDQ\"><span class=\"latitude\" id=\"mwDg\">7°36′06″S</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwDw\">110°01′17″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwEA\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwEQ\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwEg\"></span></span><span class=\"geo-default\" id=\"mwEw\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwFA\">7.6016°S 110.0215°E</span><span style=\"display:none\" id=\"mwFQ\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwFg\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwFw\">-7.6016; 110.0215</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwGA\"/></span>"}' id="mwGQ"/> |
| Kegunaan | Irigasi, PLTA |
| Status | Dalam pembangunan |
| Mulai dibangun | 2018 |
| Mulai dioperasikan | 2029 (rencana) |
| Biaya konstruksi | Rp2,06 triliun |
| Pemilik | Kementerian PUPR |
| Bendungan dan saluran pelimpah | |
| Tipe bendungan | Urugan batu |
| Tinggi | 169 meter |
| Lebar dasar | 543 meter |
| Waduk | |
| Luas tangkapan | 114,3 km² |
| Peta DTA Bendungan Bener terhadap DAS Bogowonto | |
Bendungan Bener adalah sebuah proyek bendungan bertipe urugan batu yang dibangun di Desa Guntur, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Bendungan ini dirancang untuk menampung aliran Sungai Bogowonto dengan struktur setinggi 169 meter dan lebar 534 meter. Bendungan ini direncanakan akan menjadi bendungan dengan struktur bendung tertinggi di Indonesia.[1] Bendungan ini memiliki kapasitas tampung 90,39 juta meter kubik air dan luas genangan mencapai 690 hektar.[2]
Bendungan yang dibangun diatas aliran anak dari DAS Bogowonto[3] ini memiliki luas tangkapan air sekitar 114,3 km2 (44,1 sq mi)[4] yang membentang ke utara hingga kawasan hulunya di lereng barat daya Gunung Sumbing yang masuk dalam wilayah kabupaten Wonosobo.[3]
Pembangunan Bendungan Bener telah direncanakan setidaknya pada 2011. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo Nomor 27 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Tahun 2011–2031.[5] Bendungan tersebut rencananya akan menggenangi sebagian wilayah Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo dan sebagian wilayah Kabupaten Wonosobo.[5]
Bendungan Bener yang telah dimasukan dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) pada 2017, rencananya ditargetkan selesai pada 2027 mendatang.[1][6][7]
Pada 2015, dilakukan penelitian terhadap kandungan dalam bukit di Desa Wadas yang akan dijadikan material pembangunan bendungan. Penelitian tersebut dilakukan dengan mengebor tanah sedalam 50 hingga 75 meter di tujuh titik pengeboran. Sampel tanah yang diambil dari pengeboran tersebut kemudian diuji di laboratorium.[8]
Pembangunan Bendungan Bener dimulai pada tahun 2017 dan direncanakan akan rampung pada tahun 2023. Biaya sebesar Rp2,03 triliun dari sumber dana APBN dan APBD digunakan untuk membangun bendungan ini,[2] dengan PT Brantas Abipraya, PT Waskita Karya, dan PT Pembangunan Perumahan ditunjuk sebagai kontraktor pembangunan.[9]
Bendungan Bener memiliki fungsi utama untuk sarana irigasi dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Selain itu juga berfungsi sebagai sarana budidaya perikanan air tawar, sarana olahraga air, sarana rekreasi, dan lain sebagainya. Bendungan ini difungsikan sebagai pusat pengairan untuk mengairi daerah irigasi sedikitnya seluas 15.519 hektar di Kabupaten Purworejo. Kemudian, sumber pemenuhan air baku untuk masyarakat sekitar 1.500 liter/detik, pembangkit listrik untuk Kabupaten Purworejo sekitar 10 Mega Watt, mengurangi potensi banjir untuk Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Kulon Progo di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan nilai reduksi banjir 8,73 juta meter kubik, serta potensi pengembangan pariwisata yang dapat meningkatkan perekonomian setempat.[1][10]
Pembangunan bendungan ini mendapatkan penolakan dari warga Desa Wadas yang berjarak sekitar 17 km tenggara proyek bendungan. Warga setempat menolak rencana pemerintah untuk membuka penambangan terbuka batuan andesit yang berada di wilayah desa tersebut untuk dijadikan bahan baku pembangunan bendungan ini.[11][12] Beberapa LSM dan organisasi massa melaporkan terdapat aksi kekerasan yang dilakukan pemerintah (melalui pengerahan aparat kepolisian dan tentara) kepada warga saat aksi protes dilaksanakan.[13][14]
Banyak warga yang di amankan, meskipun kemudian dilepas kembali.